Anda di halaman 1dari 6

It is now safe to turn off your computer

Diposting oleh masan on Sunday, August 3, 2008 2 hari yang lalu saya menginstal ulang salah satu komputer di warnet akibat banyak virus yang ngendon di dalamnya. Segalanya berjalan lancar sampai akhirnya saya menyadari bahwa ketika komputer saya shutdown, komputer tidak mau langsung mati karena berhenti pada tulisan "It is now safe to turn off your computer". Lucu sekali, karena tulisan ini seingat saya hanya pernah ada pada zaman komputer jadul pentium I ber-OS windows 98 ke bawah, yang mana secara hardware belum support ATX. Sementara ini adalah komputer Pentium III dan ber-OS Windows XP. Dan lagi, saya tidak mengalami permasalahan ini dikomputer ini sebelumnya. Memang sih, waktu beli dulu, ini adalah komputer second yang sudah terinstal Windows XP di dalamnya. Jadi apa yang sesungguhnya terjadi?

Dari korek-korek di google, ketemu beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya, antara lain; . Komputer sebenarnya sudah support APM (Advanced Power Management ) tapi konfigurasi di BIOS tidak terkonfigurasi dengan benar sehingga sistem tidak bisa mematikan power supply. . Pada saat instalasi ulang Windows, Windows tidak mendeteksi bahwa komputernya sudah ACPI-compliant. . Ada perangkat hardware atau driver yang membuat komputer tidak mampu shutdown secara benar. . Dan yang terakhir mungkin karena komputer belum ACPI-compliant. Dari beberapa penyebab diatas, yang paling tepat untuk kasus komputer saya adalah poin ke dua, yakni Proses Instalasi Windows tidak mendeteksi adanya ACPI, karena fitur APM di BIOS settingannya berubah jadi disable. Langkah-langkah yang saya lakukan adalah : 1. Meng-enable-kan APM di BIOS. Sebagai hasilnya, komputer tetap menampilkan pesan "It is now safe... " tersebut. Sebagai catatan, langkah ini sudah saya lakukan sebelum mencari jawaban di google. 2. Meng-enable-kan APM support di Windows, caranya : a. melalui control panel, pilih Power Options, b. klik tab APM c. pilih Enabel Advanced Power Management, d. OK 3. Matikan komputer.... dan .. sukses! komputer shutdown sebagaimana mestinya.

Sudah beberapa kali saya kedatangan teman (pelanggan ) yang komputernya mati, tidak mau menyala sama sekali atau kadang hanya sampai tampilan awal kemudian berhenti / hang. Untuk mengetahui dan memecahkan masalah komputer tersebut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Komputer yang mati/ hang sebelum masuk ke sistem operasi bisa penyebabnya bisa bermacammacam. Berikut Tips yang sudah pernah saya praktekkan dan hampir selalu berhasil. Pilih yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi, atau lakukan secara bertahap.

Cek Kabel, mulai dari Kabel yang masuk ke UPS/Stabilizer, kabel Power ke Monitor, kabel Monitor ke CPU dan kabel yang masuk ke Komputer. Pastikan pemasangannya telah sesuai dan kencang, serta arus listriknya ada dan cukup. Jika terdapat CD-ROM / DVD-ROM dan bisa dibuka/tutup, maka kemungkinan permasalahan ada di komputer (CPU), mulai dari kabel power yang masuk ke motherboard atau motherboard itu sendiri, cek pemasangan kabelnya. Jika dua langkah diatas sudah dicek, dan masih belum menyala, matikan komputer dan Reset BIOS di Motherboard. Caranya bisa dilihat di buku panduan motherboard, dan cari menu Reset BIOS. Biasanya untuk mereset BIOS dapat dilakukan pada Jumper 1 (JP1). Disana ada 3 pin, yang 2 diantaranya dihubungkan dengan sebuah konektor kecil. Untuk mereset, tinggal melepas dan memasang di 2 pin yang satunya. Misalnya 3 pin tersebut 1,2,3 dan pin 1 dan 2 sudah terhubung, maka untuk mereset tinggal melepas dan memasang di pin 2 dan 3. Biarkan sekitar 30 detik atau lebih kemudian kembalikan seperti semula. Nyalakan komputer.

Jika BIOS telah di reset dan masih tidak menyala, coba lepas Baterai CMOS, yang ada di motherboard. Diamkan sekitar 1 menit, kemudian dipasang kembali dan nyalakan komputer. Jika baterai sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun, ada baiknya diganti dengan yang baru. Apalagi jika jam di komputer sering tidak cocok. Jika kipas Processor / VGA berputar, tetapi komputer masih belum menyala, maka kemungkinan ada yang tidak beres dengan BIOS motherboard atau Motherboard memang sudah rusak. Mungkin BIOS perlu di Update, tetapi sebelum update, komputer harus bisa menyala (masuk BIOS) terlebih dahulu. Untuk melakukan hal itu, coba lepas kabel Hardisk, CD-ROM, Floppy. Kemudian, lepas Memori komputer (RAM) dan ganti di slot yang lain atau gunakan memori komputer lain. Hal ini mungkin harus diulangi sampai beberapa kali, hingga ada tanda-tanda kehidupan Jika CPU sudah kelihatan bekerja, hardisk berputar dan lampu led CPU berkedip-kedip tetapi monitor tidak ada tampilannya, maka kumungkinan VGA ( Kartu Grafis) komputer yang bermasalah. Coba ganti dengan VGA lain atau cek VGA tersebut di komputer lain (Hal ini jika VGA tidak jadi satu dengan motherboard).

Jika dengan semua langkah diatas, komputer juga belum menyala, mungkin komputer perlu di service orang yang lebih ahli. Untuk mengetahui lebih detail permasalahan motherboard atau ingin menjadi teknisi, sebaiknya membeli sebuah alat khusus yang disebut PC Analyzer, yang memang dirancang untuk mengetahui kerusakan motherboard. Silahkan berbagi pengalaman anda mengenai komputer yang tiba-tiba mati dan tidak mau menyala.. semoga bermanfaat. Informasi CPU yang dimaksud diatas adalah Motherboard, Memori, CPU, Power Supply, Hardisk, Floppy dan komponen lainnya yang ada dalam Casing Komputer, selain monitor. Meskipun sebenarnya CPU adalah Central Processing Unit (Processor), misalnya Pentium4, AMD dsb. Hal ini untuk mempermudah saja.

Saat anda lagi asyik maen game atau sedang konsentrasi mengerjakan sesuatu di komputer, tibatiba komputer anda restart dengan sendirinya tanpa pesan error atau nge-hang terlebih dahulu. Ngga ada angin ngga ada hujan, komputer langsung restart. Dan yang bikin kesel, banyak file kerjaan yang belum disave. Pernahkah hal ini terjadi pada anda? Berikut adalah beberapa penyebabnya:

Terlalu Panas Didalam

Hal inilah yang kemungkinan besar menyebabkan PC anda restart sendiri. CPU terlalu panas akibat terlalu lama dari semestinya. Atau bisa jadi karena kipas dalam CPU mandeg dan tidak mau berputar. Coba lihat CPU temperatur di BIOS yang biasanya ada dalam PC Health Status. Temperatur sebesar 35C 40C adalah normal. 40C 47C berarti mulai memanas. 47C 50C panas dan anda harus mengistirahatkan PC anda untuk cooling down. Kalau perlu periksa juga kipas pada CPU. Dan yang pasti, jangan sampai CPU anda mendekati atau bahkan temperaturnya mencapai 79 derajat celsius. Bentar lagi meledak tuh. Pastikan CPU anda selalu ada dalam temperatur 35C 40C. Kalau anda ngga mau repot masuk BIOS untuk cek temperature. Silahkan download Speedfan untuk mengecek CPU temperatur secara realtime. SOLUSI: Jika CPU anda sudah terlanjur panas, harus dibongkar nih CPUnya. Anda bisa melakukannya sendiri koq. Buka casing cpu dan nyalakan komputer sesaat. Coba perhatikan semua kipasnya yang ada (terutama kipas processor). Apakah putarannya normal? Cepat atau lambat? Atau ngga jalan sama sekali? Jika ada yang putarannya lambat, anda harus periksa kipas tersebut. Coba anda putar-putar kipas tsb (pc dalam keadaan mati tentunya). Jika terasa berat, cabut kipas tsb dan semprot dengan 4WD lalu putar-putar sampai kotorannya keluar dan putarannya lancar kembali. Untuk kipas yang tidak jalan sama sekali, periksa dulu apakah kabelnya tersambung ke power supply atau tidak. Kalau ya, lakukan seperti langkah diatas. INGAT: Sering-sering perhatikannya temperatur CPU-nya!

Bad Memory
Suhu komputer anda normal tapi tetap suka restart sendiri? Kemungkinan kedua adalah bad memory atau bad RAM. Anda harus mengecek RAM anda. Caranya lakukan pengetesan dengan

menggunakan Memory Diagnosis Tools. Salah satunya adalah Windows Memory Diagnostic. Jalankan dulu executeable file-nya pada Windows lalu pilih CD atau Floppy Disk Install.

Jika anda memilih Create Startup Disk, silahkan anda masukan floppy disk ke diskdrive anda. Setelah proses selesai restart komputer anda dan ganti First Boot ke Floppy Disk pada BIOS. Setelah itu, Windows Memory Diagnostic akan men-scan RAM anda. Jika anda memilih Save CD Image to Disk, klik tombol tersebut dan save file image di harddisk komputer anda. Lalu dengan menggunakan CD Burning program seperti Nero, burn file image tersebut ke dalam CD. Untuk mudahnya gunakan Nero SmartStart dan pilih Burn Image to Disc pada bagian Copy and Backup. Setelah cd selesai diburn, restart komputer dan boot dari cd lalu scan memory/ram anda. Kalau dari hasil diagnosa mengatakan ada bad memory berarti mau ngga mau anda harus ganti ram anda. Program lain untuk mendiagnosa bad memory adalah Memtest86+ dan Docmem.

Virus dan Spyware


Dua sejoli ini bisa juga menjadi biang kerok penyebab komputer restart sendiri. Coba scan komputer anda dengan menggunakan antivirus dan antispyware. Kalau belum punya, daftarnya bisa dilihat disini.

Bad Power
Kalau ketiga hal diatas bukan masalahnya, berarti power supply CPU anda sudah lemah dan harus diganti. Tandanya: komputer selalu nge-restart dalam interval yang tidak pasti. Kadang baru dipake udah nge-restart tapi kadang udah lama dipake baru nge-restart. Terpaksa anda harus beli yang baru dan masing greng!

Jangan Repot-Repot Ah!

Sebetulnya, Windows-lah yang melakukan restart secara tiba-tiba tanpa memberi tahu anda. Hal ini dilakukannya untuk menghindari kerusakan pada komputer. Begitu ada yang ngga beres dengan komputer anda, windows akan langsung ngerestart. Kalau anda tidak ingin windows me-restart komputer jika ada masalah karena anda akan melakukannya secara manual, lakukan langkah berikut:
1. 2. 3. 4. 5. Klik kanan icon My Computer Pilih tab Advanced Klik Setting pada bagian Startup and Recovery Uncheck Automatically Restart Tekan OK

http://www.komputeranda.com