Anda di halaman 1dari 19

ULUMUL HADITS

Oleh Iwan Setiawan M.S.I (Stikes AISYIYAH Yogyakarta)

ISTILAH

HADITS HADITS QUDSI

PENULISAN HADITS
A.MELARANG Dari Said Al-Khudri RA Janganlah menulis ,maka lenyapkanlah, dan ambillah hadits dariku dan tidak mengapa,barang siapa yang berbohong dengan sengaja atas namaku maka akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka (HR Muslim)

Dari Abu Huraira RA berkata Rasulullah SAW datang kepada kami dan sedangkan kami sedang menulis hadits,lalu beliau bersabda Apa yang sedang kalian tulis?Kami menjawab,Haditshadits yang kami dengar dari engkau.Beliau berkata,Apakah kalian menghendaki kitab selain Kitabullah?Tidaklah sesat umat sebelum kalian melainkan karena mereka menulis dari kitabkitab selain Kitabullah (diriwayatkan dari AlKhatib Al Baghdadi)

MEMBOLEHKAN
Dari Abdullah bin Al-Ash RA berkata Aku menulis segala sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah,dengan maksud ingin menghafalnya, lalu kaum Quraisy melarangku, dan mereka mengatakan Apakah kamu menulis sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah,sedangkan Rasulullah manusia biasa yang bicara di saat marah dan gembira?Maka aku menahan dan berhenti menulis,lalu aku sampaikan kepada Rasulullah,kemudian beliau menunjuk pada mulut dan dengan jarinya bersabda Tulislah,demi jiwaku di tangan-Nya tiada sesuatu apa pun yang keluar darinya melainkan yang haq dan benar,(AdDarimi dalam Sunan)

Dari Abu Huraira RA berkata Tiada seorangpun dari sahabat Rasulullah lebih banayak haditsnya dariku kecuali Abdullah bin Amru (Al-Ash) karena dia menulis sedangkan aku tidak menulis (HR Bukhari)

ADANYA ILMU HADITS


DORONGAN AGAMA

WARISAN ISLAM

DORONGAN SEJARAH

Memelihara keshahihan hadits

Jumlah Hadits
Pada Masa penulisan Shahih Bukhori dan Shahih Muslim jumlah Hadits mencapai Ratusan Ribu Hadits: Shahih Bukhari berjumlah 7275 Hadits dan 2656 diulang dan 4000 hadits tanpa diulang Shahih Muslim berjumlah 12000 Hadits dan 4000 tanpa diulang

ILMU RIJALUL HADITS


Ilmu Rijalul Hadits merupakan ilmu yang membahas tentang sejarah perawi yang ISINYA membahas tentang segi kelahirannya, wafatnya, guru-gurunya, orang yang meriwayatkan darinya, negeri dan tanah air mereka, dan yang selain itu ada hubungannya dengan sejarah ,perawi dan keadaan mereka

KATA-KATA KUNCI:

PERAWI: Orang yang meriwayatkan Hadits SANAD:


jalan yang menghubungkan kepada matan, atau susunan perawi yang menghubungkan ke matan. MATAN: Perkataan yang terakhir pada penghujung sanad

Contoh: Dari Imam Bukhari Telah menceritakan kepada kami Said bin Yahya Bin Said Al Qurasyi,dia telah berkata,telah menceritakan kepada bapakku,dia berkata,telah menceritakan kepada kami Abu Burdah bin Abdillah bin Abi Burdah,dari Abu Burdah,dari Abu Musa RA,dia berkata (Para Sahabat)bertanya,Wahai Rasululllah,Islam apakah yang paling utama?Rasulullah bersabda Barangsiapa yang kaum muslimin selamat dari lisannya dan tangannya,

Buku-Buku Biografi Perawi


Kitab Ath-Thabaqat karya Muhammad bin Umar Al-Waqidi Kitab Ath-Thabaqat Al-Kubra karya Muhammad Saad Kitab Thabaqat Ar-Ruwat karya Khalifah bin Khayyath Kitab Ath-Thabaqat karya Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi

ILMU AL JARH WA AT-TADIL


ILMU YANG MENERANGKAN TENTANG CACAT-CACAT YANG DIHADAPKAN KEPADA PARA PERAWI DAN TENTANG PENTADILANNYA (MEMANDANG LURUS PERANGAI PARA PERAWI)DENGAN MEMAKAI KATA-KATA YANG KHUSUS DAN UNTUK MENERIMA ATAU MENOLAK RIWAYAT MEREKA.

KATA KUNCI
AL-JARH Terlihatnya sifat perawi yang dapat menjatuhkan keadilannya dan merusak hafalan dan ingatannya,sehingga menyebabkan gugur riwayatnya atau melemahkannya hingga kemudian ditolak AT-TADIL Pensifatan perawi dengan sifat-sifat yang mensucikannya,sehingga nampak keadilannya dan diterima beritanya.

SIFAT-SIFAT YANG DITELITI


ATS TSABT (YANG TEGUH) AL-HAFIDZ (YANG HAFALANNYA KUAT) AL-WARI (YANG SALEH) AL-MUTQIN (YANG TELITI) AN-NAQID (YANG KRITIS TERHADAP HADITS) SHADUQ (YANG JUJUR)

HADITS DARI SEGI KUAT DAN LEMAHNYA


1. HADITS SHAHIH SATU HADITS YANG SANADNYA BERSAMBUNG DARI PERMULAAN SAMPAI AKHIR,DISAMPAIKAN OLEH ORANG-ORANG YANG ADIL,DAN MEMILIKI KEMAMPUAN MENGHAFAL YANG SEMPURNA (DHABIT)SERTA TIDAK ADA PENYELISIHAN DENGAN PERAWI YANG LEBIH TERPERCAYA DARINYA (SYADZ) DAN TIDAK ADA ILLAT/CACAT YANG BERAT

2. HADITS HASAN SATU HADITS YANG SANADNYA BERSAMBUNG DARI PERMULAAN SAMPAI AKHIR,DISAMPAIKAN OLEH ORANG-ORANG YANG ADIL,KURANG DHABITNYA/HAFALANNYA, SERTA TIDAK ADA ILLAT/CACAT YANG BERAT DIDALAMNYA.

3. HADITS DHAIF HADITS YANG DIDALAMNYA TIDAK DIDAPAT SYARAT HADITS SHAHIH DAN TIDAK PULA DIDAPAT HADITS HASAN Contoh: Barangsiapa yang sholat 6 rakaat setelah sholat maghrib dan tidak berbicara sedikit pun antara sholat tersebut,maka baginya sebanding dengan pahala ibadah selama 12 tahun (HR Umar Ibn Rasyid)

TUGAS
Apa itu PERAWI,SANAD DAN MATAN Apa Itu Ilmu Rijalul Hadits Apa Itu Ilmu Jarh wa Tadil Apa itu Hadits Shohih,Hasan dan Dhaif