Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan ansietas merupakan gangguan psikiatri yang sering terjadi.

Kebanyakan pasien dengan ansietas mengalami gejala fisik yang berhubungan dengan ansietas dan sering mengunjungi pusat pelayanan kesehatan yang ada. Meskipun prevalensi gangguan ansietas ini cukup tinggi, tapi sering menjadi masalah klinik yang tidak diketahui dan terobati. Menurut DSM- !, gangguan ansietas diklasifikasikan dalam kategori-kategori berikut, yaitu ansietas akibat kondisi medis umum, ansietas terinduksi obat-obatan, ansietas menyeluruh, gangguan panik, gangguan stress akut, gangguan stress pasca trauma, gangguan penyesuaian, gangguan obsesif kompulsif, fobia sosial, dan fobia spesifik." #pidemiologi gangguan ansietas ini bervariasi di antara berbagai negara dan budaya. Di $S%, fobia sosial merupakan gangguan an&ietas yang paling sering terjadi. Menurut ' studi mayor di $S% oleh Epidemiological Catchment Area (ECA) dan the National Comorbidity Survey (NCS) prevalensi gangguan ansietas berkisar antara '.(-'.) * untuk gangguan panik, +."-,.,* untuk gangguan cemas menyeluruh, '.(-'., untuk gangguan obsesif-kompulsif, "--.(* untuk ./SD, dan '.,-"(.(* untuk fobia sosial." Gangguan atau keluhan fisik yang timbul pada ansietas biasanya berhubungan dengan fungsi sistem saraf, atau yang lebih spesifik adalah cabang simpatetik dari sistem saraf otonom yang mengontrol fungsi viseral tubuh. Stimulasi sistem saraf ini menyebabkan timbulnya keluhan seperti jantung berdebar-debar, bernafas terasa berat, berkeringat, meningkatnya tekanan darah, peningkatan aktivitas mental sehingga sulit tidur, dan lain-lain.' .ada gangguan ansietas, terdapat abnormalitas berbagai neurotransmitter seperti serotonin, gamma-aminobutyric acid 0G%1%2, norepinefrin, serta abnormalitas fungsi dari corticotrophin-releasing hormone 03452. .eningkatan adrenalin atau norepinefrin pada pasien dengan gangguan ansietas akan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan fisik yang akan menyebabkan pasien datang mencari pengobatan.( Gangguan ansietas juga berhubungan dengan berbagai kondisi fisik tertentu, khususnya penyakit pernapasan, gastrointestinal, arthritis, alergi, penyakit tiroid, dan sakit kepala migraine. Kebanyakan individual dengan gangguan ansietas dan penyakit fisik sering menderita gangguan ansietas terlebih dahulu sebelum penyakit fisiknya muncul. .asien
1

yang menderita kedua gangguan ini pada saat bersamaan lebih cenderung untuk menderita disabilitas dibandingkan pasien yang hanya menderita penyakit fisik saja. 1erbagai penelitian juga menunjukkan bah6a pasien ansietas terutama ansietas fobik lebih cenderung mengalami kematian kardiak yang tiba-tiba.+ %danya hubungan antara gangguan ansietas dengan berbagai penyakit fisik ini menyebabkan perlunya peningkatan usaha untuk mengenali dan mengobati gangguan ansietas ini karena penatalaksanaan yang tidak tepat dapat berakibat munculnya penyakit fisik yang akan menimbulkan disabilitas serta menurunkan kualitas hidup pasien. 1.2 Batasan Masalah .embahasan pada makalah ini dibatasi pada gangguan ansietas serta hubungannya dengan gangguan atau kelainan fisik yang ditimbulkan. 1.3 Tujuan Penulisan .enulisan Meet The Expert 0M/#2 ini bertujuan untuk memahami dan menambah pengetahuan penulis dan pembaca mengenai gangguan ansietas serta hubungannya dengan gangguan atau kelainan fisik yang ditimbulkan. 1.4 Met !e Penulisan Metode yang dipakai pada penulisan ini adalah tinjauan kepustakaan yang merujuk pada berbagai literatur.

BAB II TIN"AUAN PU#TA$A 2.1 De%inisi $e&e'asan Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan yang memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman. Sensasi kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. .erasaan tersebut ditandai oleh rasa ketajutan yang difus, tidak menyenangkan, dan samar-samar, seringkali disertai dengan gejalan otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, kekauan pada dada, dan gangguan lambung ringan. Seseorang yang cemas mungkin juga merasa gelisah, seperti yang dinyatakan oleh ketidakmampuan untuk duduk atau berdiri lama. Kumpulan gejala tertentu yang ditemukan selama kecemasan cenderung bervariasi dari orang ke orang. Manifestasi perifer dari kecemasan dapat dilihat pada /abel ".7 Ta(el 1. Manifestasi .erifer dari Kecemasan
Diare .using, melayang 5yperhidrosis 5ipertensi .alpitasi Midriasis pupil Gelisah 0misalnya mondar-mandir2 Sinkop /akikardia 4asa gatal di anggota gerak /remor Gangguan lambung 08butterfly92 :rekuensi urin, hesitansi, urgensi

Kecemasan dikatakan patologis apabila respon yang dihasilkan tidak sesuai terhadap stimulus yang diberikan berdasarkan pada intensitas dan durasinya.7 iagnostic and Statistical Manual o! Mental isorders" #ourth Edition" Text $evision 0DSM- !-/42 mengklasifikasikan gangguan ansietas men%adi &ategori-&ategori sebagai beri&ut' (
-

%nsietas akibat kondisi medis umum Gangguan ansietas yang diinduksi obat Gangguan ansietas menyeluruh
3

Gangguan panic Gangguan stress akut Gangguan stress pasca trauma 0.osttraumatic stress disorder 0./SD22 Gangguan penyesuaian diserta ansietas Gangguan obsesif-kompulsif 0;bsessive-compulsive disorder 0;3D22 :obia sosial, dikenal juga sebagai gangguan ansietas sosial #obia spesi!i&" di&enal %uga sebagai !obia simple) Termasu& di dalamnya yaitu tipe he*an" seperti !obia pada an%ing (cynophobia)" &ucing (ailuraphobia)" lebah (apiphobia)" laba-laba (arachnophobia)" ular (aphidiophobia) + tipe ling&ungan alam" seperti !obia pada &etinggian (acrophobia)" air (hydrophobia)" badai (astraphobia) + tipe in%e&si,cedera" misal &eta&utan terhadap rasa sa&it (algophobia)" dipu&ul (rhabdophobia) + tipe situasional" misal &eta&utan saat terbang (pteromerhanophobia2, lift, atau tempat tertutup < dll.

2.2

Eti l gi )angguang $e&e'asan .enyebab gangguan cemas belum sepenuhnya diketahui, akan tetapi ada berbagai

faktor yang dapat berkontribusi terhadap munculnya gangguan ini, yaitu, = ". Genetik 1eberapa penelitian membuktikan bah6a ri6ayat keluarga mempunyai peranan terhadap kecenderungan seseorang untuk mengalami gangguan cemas. '. >eurotransmitter otak Gangguan cemas berhubungan dengan abnormalitas dari jumlah beberapa neurotransmitter di otak. /iga neurotransmitter utama yang berperan pada gangguan ansietas adalah norepinefrin, serotonin, dan G%1%. ?ika terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter, maka pesan dari otak tidak dapat disampaikan dengan benar. 5al ini akan mengganggu cara otak bereaksi terhadap situasi tertentu sehingga menyebabkan timbulnya ansietas. (. :aktor lingkungan /rauma dan peristi6a yang penuh stressor seperti kekerasan, kematian orang yang dicintai, ganti pekerjaan atau pindah sekolah, dapat memicu timbulnya gangguan ansietas menyeluruh.

'.(

Pat %isi l gi )angguan $e&e'asan 7 1erbagai penelitian praklinis tentang kecemasan menghasilkan dua kutub pemikiran

yang berbeda, dimana satu kutub pikiran menyatakan bah6a perubahan biologis yang dapat diukur pada pasien dengan gangguan kecemasan mencermikan akibat konflik psikologis, sedangkan kutub yang lain menyatakan bah6a peristi6a biologis mendahului konflik psikologis. 1eberapa teori biologis mengenai kecemasan adalah sebagai berikut = * #iste' sara% t n '. Stimulasi sistem saraf otonom menyebabkan gejala tertentu, misalnya pada kardiovaskular 0takikardi2, muscular 0nyeri kepala2, gastrointestinal 0diare2, pernapasan 0napas cepat2, dll. Sekarang ini umumnya diperkirakan bah6a kecemasan sistem saraf pusat mendahului manifestasi perifer dari kecemasan.
*

Neur trans'iter. .enelitian menunjukkan bah6a ada hubungan antara gangguan ansietas dengan area spesifik pada otak, dan adanya ketidakseimbangan pada beberapa neurotransmitter yang mengatur ansietas seperti norepinefrin, serotonin, dan G%1% yang memiliki kontribusi terhadap munculnya gejala gangguan ansietas ini. ) /iga neurotranmiter utama yang berhubungan dengan kecemasan berdasarkan penelitian pada binatang dan respon terhadap terapi obat adalah norepinefrin, serotonin, dan gamma-aminobutyric acid 0G%1%2.7 ". >;4#. >#:4 > .asien yang menderita ganguan kecemasan mungkin memiliki sistem noradrenergic yang teregulasi secara buruk yang kadang menyebabkan aktivitas. 1adan sel pada sistem noradrenergic terutama berlokasi di lokus seruleus pons rostral, dan aksonnya ke korteks serebral, sistem limbik, batang otak, dan medulla spinalis. .ercobaan pada primata menunjukkan stimulasi lokus seruleus menghasilkan suatu respons ketakutan dan ablasi daerah yang sama menghambat kemampuan binatang untuk membentuk respons ketakutan. .enelitian pada manusia menunjukkan bah6a pada penderita gangguan panic, agonis adrenergic-beta dan antagonis adrenergic-alfa-' mencetuskan serangan panic yang parah dan sering. Sebaliknya, agonis adrenergic-alfa-' menurunkan gejala kecemasan. '. S#4;/;> >
5

1adan sel sebagian besar neuron serotonergic berlokasi di nukleus raphe di batang otak rostral dan berjalan ke korteks serebral, sistem limbik 0khususnya di amygdala dan hipokampus2, dan hipotalamus. %migdala adalah bagian otak yang menghasilkan respon emosi terhadap stimulus dari luar dan menyimpan ingatan mengenai emosi.@ 1eberapa penelitaian menyatakan bah6a pemberian obat dengan efek serotonergic menyebabkan pelepasan serotonin dan menyebabkan peningkatan kecemasan pada pasien dengan gangguan kecemasan.7 (. G%1% .eningkatan aktivitas G%1% pada reseptor G%1%% 0seperti pada dipicu oleh benAodiaAepine2 terbukti dapat mengatasi gangguan kecemasan dan panic. .enelitian pada primata telah menemukan bah6a gejala sistem saraf otonomik dari gangguan kecemasan timbul jika diberikan agonis kebalikan benAodiaAepine 0beta-carboline-(-carbo&ylic acid 0133#22. 133# juga menimbulkan kecemasan pada sukarela6an kontrol yang normal. Sehingga disimpulkan bah6a pada penderita gangguan kecemasan terdapat abnormalitas fungsi G%1%, 6alaupun hubungan tersebut belum terbukti secara langsung. ;tak depan merupakan area yang paling terpengaruhi pada orang-orang dengan gangguan ansietas. Sistem limbik yang terlibat dalam menyimpan memori dan menciptakan emosi diduga juga mempunyai peranan sentral dalam mengolah informasi yang berhubungan dengan ansietas. 5ippocampus dan amygdala merupakan bagian penting dari sistem limbik dimana keduanya saling berhubungan dan juga diproyeksikan ke nukleus subkortikal dan kortikal. ) ?alur eferen dari nukleus sentral amigdala berjalan ke berbagai struktur dari otak, termasuk, seperti@ = >ukleus parabrachial = menyebabkan dyspnea dan hiperventilasi. >ukleus dorsomedial nervus vagus dan nukleus ambiguous = mengaktivasi sistem saraf parasimpatis menyebabkan diare. 5ipotalamus lateral = menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis sehingga terjadi takikardi, palpitasi, midriasis pupil, mulut kering, konstipasi, dll.

Struktur otak lain yang terlibat dalam mengontrol emosi, seperti hipotalamus juga berperan dalam pathogenesis ansietas. .enderita gangguan obsesif kompulsif sering menunjukkan peningkatan aktivitas di basal nukleus, khususnya pada striatum dan area lobus frontal lainnya pada otak depan.) 1erbagai penelitian pada pencitraan otak pada penderita ;3D menunjukkan pola abnormalitas yang dapat diamati. Bebih spesifik, M4 dan .#/ scanning menunjukkan peningkatan aliran darah dan aktivitas metabolic pada korteks orbitofrontal, struktur limbik, kaudatus, dan thalamus, dengan kecenderungan lebih sering terjadi pada otak sebelah kanan. 1erdasarkan penelitian, area-area yang mengalami overaktivitas ini menjadi normal kembali setelah mendapat terapi dengan SS4 0Selective Serotonin $eupta&e -nhibitors2 atau dengan 31/ 0Cognitive-.ehavioral Therapy2., .enemuan-penemuan ini memunculkan hipotesis bah6a gejala-gejala ;3D muncul akibat terganggunya inhibisi intrakortikal pada sirkuit orbitofrontal-subkortikal spesifik yang memediasi emosi dan respon-respon otonom terhadap emosi tersebut., 1erikut adalah gambar struktur-struktur otak yang dipengaruhi oleh gangguan ansietas- = .asien dengan gangguan cemas menyeluruh menunjukkan peningkatan kecepatan

metabolisme di lobus oksipital, temporal, dan frontal serta serebelum dan thalamus jika dibandingkan dengan kontrol pada orang normal. .eningkatan metabolisme di ganglia basalis
7

juga terdapat pada pasien gangguan cemas menyeluruh selama keadaan 6aspada. .enemuan ini menimbulkan dugaan bah6a mungkin terjadi hiperaktivitas dari sirkuit otak pada pasien tersebut.) Selain itu, terdapat peningkatan transmisi noradrenalin dari lokus coeruleus dan nukleus raphe caudal. Sistem lokus coeruleus-noradrenalin ini berhubungan dengan ansietas dan memediasi gejala autonom seperti peningkatan denyut jantung, dilatasi pupil, tremor dan berkeringat."C

.eningkatan aktivitas system saraf otonom pada pasien ansietas ini akan menimbulkan berbagai gangguan fisik, seperti ="" ". Ketegangan otot
8

Ketegangan otot merupakan salah satu keluhan somatik yang sering dialami oleh penderita ansietas. Ketegangan tubuh akan mengakibatkan otot bahu, punggung, rahang, dan leher menjadi kaku dan tegang. 5al ini juga bisa bermanifestasi sebagai mengatupkan rahang dan gigi. '. Gangguan .encernaan Gangguan pencernaan juga merupakan salah satu keluhan yang sering terjadi. 1anyak pasien mengalami konstipasi atau diare yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Ditambah lagi, pada pasien dengan gangguan ansietas menyeluruh sering mengalami perubahan nafsu makan ketika stressor meningkat. Kebanyakan kasus, pasien juga mengalami nausea. Semua gangguan fisik ini menandakan bah6a tubuh tidak berfungsi optimal dan menyebabkan tubuh semakin sulit untuk menghadapi stressor yang muncul. .enyakit yang sering muncul berhubungan dengan ansietas ini adalah -rritable .o*el Syndrome (-.S) dan dyspepsia fungsional. 1eberapa peneliti menduga hal ini diakibatkan oleh hipersensitivitas saluran cerna terhadap stress chemical tertentu dan karena stimulasi saraf autonom yang mensarafinya."' Selain itu, juga diduga adanya peranan dari stress akibat trauma dan corticotropin-releasing !actor sebagai modulator saraf pencernaan terhadap munculnya 1S ini."( (. .erubahan /idur .asien dengan gangguan ansietas akan menyebabkan kesulitan tidur. nsomnia bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan menyebabkan kurangnya daya tahan mental untuk menghadapi stress. +. Serangan panik .asien dengan gangguan ansietas dapat mengalami serangan panik yang berupa peningkatan denyut jantung secara tiba-tiba, mati rasa, berkeringat dingin, dan lainlain. 7. Gangguan sistem kardiovaskular@ 1idang lain yang membutuhkan penelitian lebih lanjut pada pasien dengan gangguan kecemasan adalah fungsi dari reseptor trombosit. .enelitian psikobiologis terhadap pasien dengan gangguan kecemasan saja tidak menunjukkan adanya perubahan pada reseptor trombosit, namun pada pasien dengan serangan panik didapatkan peningkatan konsentrasi .:+ dan D-/G yang menyebabkan peningkatan sekresi trombosit. Sehingga keberadaan gangguan kecemasan, dalam hal ini serangan panik, dinilai dapat memicu terjadinya gangguan coroner melalui rupturnya plak
9

aterosklerosis, vasospasme coroner, aritmia ventrikel, atau aritmia atrium. 5iperventilasi yang dipicu oleh panik telah dikenal sebagai mendahului terjadinya spasme coroner, yang kemudian dapat menginduksi aritmia ventrikel dan infark miokard.

10

BAB III PENUTUP

$esi'+ulan

%nsietas merupakan suatu sinyal yang menyadarkan dan memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi ancaman tersebut. %pabila seseorang mengalami ansietas, maka akan timbul berbagai respon tubuh yang berhubungan dengan peningkatan aktivitas system saraf simpatis seperti peningkatan denyut jantung, nyeri kepala, berkeringat, dan lain-lain. Gangguan ansietas merupakan gangguan psikiatri yang cukup sering terjadi. Munculnya gangguan ansietas ini berhubungan dengan ketidakseimbangan berbagai neurotransmitter otak seperti serotonin, norepinefrin, dan G%1%. Selain itu, abnormalitas fungsi dari corticotrophin releasing hormone juga memberikan kontribusi terhadap munculnya kelainan akibat gangguan ansietas. Gangguan ansietas ini telah diteliti dapat menimbulkan berbagai gangguan fisik seperti penyakit pernapasan, kardiovaskular, gastrointestinal, arthritis, alergi, penyakit tiroid, dan sakit kepala migraine. 5ubungan antara keduanya masih belum diketahui sepenuhnya, akan tetapi diduga sebagai akibat pengaruh dari hiperaktivitas saraf otonom yang terdapat pada pasien dengan gangguan ansietas.

11

DA,TA- PU#TA$A

". Eates F4. Anxiety

isorders) Diupdate tanggal '7 %gustus 'C"". Diakses dari http=GGemedicine.medscape.comGarticleG'@,'')-overvie6Hsho6all tanggal Desember 'C"". %merican ?ournal of .sychiatry 'CC'=7-@-,C7.

'. :ranAen S. Mapping the Sympathetic Nervous System ( /er!ormance Anxietas) n

(. Gregory 1. Neurotransmitter -nvolved Anxiety

isorder) Diupdate tanggal "- Maret 'C"C. Diakses dari http=GG666.livestrong.comGarticleG-+-7+-neurotransmittersinvolved-an&iety-disorderG tanggal - September 'C"". isorders 0in&ed To /hysical Conditions. n ?%M% and %rchives ?ournals 'CC,.

+. Science Daily. Anxiety

7. Kaplan 5 , Sadock 1?, Grebb ?%. Sinopsis /si&iatri" 1ilid 2) /angerang= 1inarupa

%ksara .ublisher, 'C"C.


,. 3enerali4ed Anxiety

isorder (3A )) Diupdate tanggal "C Desember 'C"". Diakses dari http=GG666.medicinenet.comGan&ietyGarticle.htm tanggal "" Desember 'C"". isorder) Diakses dari http=GG666.braine&plorer.orgGan&ietyG%n&ietyI%etiology.shtml tanggal "C Desember 'C"". 2011. Diakses dari http=GG666.health.amGpsyGmoreGpathophysiologyIofIan&ietyG tanggal 11 Desem er 2011.

). Bundbeck ntitute. Anxiety

8. Epstein AG. Pathophysiology of Anxiety. Diupdate tangal 21 Juni

-. 3lin ?. /sychiatry 'CC"<,'0Suppl.""2=''J'). Diakses dari

http=GG666.cnsforum.comGimagebankGitemG>euroIbiolIG%DGdefault.asp&
"C. Stahl S. Anxiolytics and Sedative-5ypnotics. n= #ssential .sychopharmacology.

>euroscientific basis and practical applications. 3ambridge, $K= 3ambridge $niversity .ress, "--,= ",)J'"7. Diakses dari http=GG666.cnsforum.comGimagebankGitemG>euroIpathI>IG%DGdefault.asp&
"". Meek F. Common /hysical Symptoms o! Anxiety) Diupdate tahun 'CC@. Diakses dari

http=GGgad.about.comGodGsymptomsGaGphysicalsymptom.htm tanggal "C Desember 'C"".


"'. %nkrom S. -rritable .o*el Syndrome and Anxiety

isorders) Diupdate tahun 'CC-. Diakses dari http=GGpanicdisorder.about.comGodGrelatedconditionsGaG 1S.htm tanggal "C Desember 'C""
12