Anda di halaman 1dari 3

I.

PEMINDAHAN DAN PEMBONGKARAN TRANSFORMATOR 1.1 PENURUNAN TRAFO DARI ATAS TRUCK MENGGUNAKAN CRANE Untuk menurunkan transformator dari atas truck dengan menggunakan crane maka bisa mengangkatnya dari atas dengan menyantolkan sling ke tempat cantel yang sudah

ada. Jika posisi dari bak truck tidak rata, maka disaat penarikan dengan menggunakan sling menuju ke posisi forklift yang akan menurunkannya harus secara perlahan

karena cen-derung bisa merusak Arrester maupun LV Bushing. Jadi tidak boleh salah pada saat penempatan sling sebagai alat bantu untuk menarik transformator tersebut.

1.2 CARA PEMBONGKARAN KAYU PADA TRANSFORMATOR YANG DIPACKING PENUH 1. Harus membuka tutup atas terlebih dahulu dengan mencabut keseluruhan paku-paku yang ada dengan menggunakan alat bantu cukit satu persatu. 2. Setelah itu baru membuka stoot bagian dalam yang menyilang dengan mencabut pakunya terlebih dahulu dengan alat bantu cukit. 3. Membuka klem siku plat yang berada pada sudut-sudut pack-ing transformator tersebut. 4. Tinggal melepas dari packing yang tersisa yaitu : Pagar muka belakang Pagar kiri kanan

II.

PEMERIKSAAN SAAT PENERIMAAN BARANG Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat penerimaan transformator antara lain : 2.1 Pemeriksaan Fisik 1. Packing transformator, jika packing tertutup apakah masih tertutup baik. 2. Periksa assesoris transformator, apakah sudah sesuai dengan syarat kontrak yang disepakati, misalnya Termometer, Oil Level, Buchholz Relay, Breather (silica gel ) dll. 3. Periksa Name Plate serta Sertifikat Transformator, apakah telah sesuai dengan permintaan, pemeriksaan antara lain : Daya/ Kapasitas : kVA

Tegangan Sisi Teg. Tinggi Tegangan Sisi Teg. Rendah Pemeriksaan Vektor Group Pemeriksaan Tapping Tegangan

: Volt : Volt : :

4. Periksa Volume minyak pada gelas duga (oil Level), apakah terdapat kebocoran pada transformator.

2.2 Pemeriksaan Elektrik 1. Antara sisi Tegangan rendah (TR) dengan sisi Tegangan Tinggi (TT). 2. Antara sisi Tegangan rendah (TR) dengan bodi (E). 3. Antara sisi Tegangan Tinggi (TT) dengan bodi (E). 4. X1 - X2 dan X3 - X4 untuk transformator 1 phasa. 5. Periksa hubungan phasa-phasa pada sisi TT dan sisi TR apakah terhubung dengan baik ( Megger 0 Ohm). 6. Pada transformator 1 phasa dengan 4 bushing tegangan ren-dah X1 terhubung dengan X2 dan X3 terhubung dengan X4 dan antara X1-X2 dan X3-X4 tidak terhubung ( Open ). 7. Pada transformator 1 phasa CSP (dengan pengaman) periksa apakah mekanisme breker bekerja, dengan meng On/Off kan breker.

Tap changer trafo

2.3 Pemeriksaan Minyak Transformator Untuk transformator yang telah lama dan tersimpan digudang yang tidak digunakan (lebih dari 1 tahun) sebelum diberi tegangan perlu diadakan pemeriksaan tegangan tembus minyak trafo. Hal ini diperlukan karena dimungkinkan adanya benturan-benturan atau kebocoran-kebocoran yang menyebabkan sil packing yang rusak sehingga adanya udara yang masuk ke trafo, dan juga yang perlu diperhatikan saat penerimaan trafo dari pabrikan agar diperiksa pada tahun pembuatannya.

III.

ACCESSORIES TRANSFORMATOR Pada transformator dengan daya yang besar dilengkapi dengan sistem proteksi transformator, yaitu : 1. Thermometer Oli Double Contact. 2. Thermometer Winding Double Contact. 3. Buchholz Relay (trafo kapasitas besar). 4. Breather (Silica Gel). 5. Oil Level. 6. Fan (trafo kapasitas besar). 7. Pada Transformator type Hermatic peralatan 1 s/d 5 dapat digantikan dengan DGPT yaitu satu peralatan untuk mendeteksi gas pressure dan temperatur minyak/oil. Sorce : http://rizabaktianto.blogspot.com/2011/04/tehnik-pemeliharaan-transformator.html