Anda di halaman 1dari 22

PELATIHAN MANAJEMEN OBLIGASI DAERAH TAHAP MIDDLE/2

BAGI STAF BPKD PEMPROF DKI JAKARTA DI GEDUNG DIKLAT 23 27 MEI 2011

PEMERINGKAT OBLIGASI

SUGIONO POULUS

Topik
Konsep Rating Obligasi Korporasi Tujuan peratingan Lembaga perating Tingkat rating Variable rating Data historis Rating Obligasi Korporasi Contoh2 obligasi dan ratingnya Contoh perusahaan yang mengalamai perubahan rating Data historis kinerja dan default Obligasi Korporasi Peristiwa historis default Peristiwa historis naik/turunnya rating obligasi Data historis indeks obligasi Korporasi Definisi indeks Tujuan indeks Memaknai indeks Data historis naik turunnya indeks

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Tujuan Peratingan; Semakin berkembangnya kegiatan investasi dalam obligasi, investor membutuhkan informasi dan opini yang obyektif, independen dan credible atas risiko kredit dari surat berharga yang diterbitkan. (Ada 2 jenis rating; Company Rating and Debt Instrument Rating.) Peringkat Obligasi merupakan sebuah pernyataan tentang keadaan pengutang dan kemungkinan apa yang bisa dan akan dilakukan sehubungan dengan utang yang dimiliki. Dapat dikatakan bahwa peringkat mencoba mengukur risiko kegagalan yaitu peluang emiten atau peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya. Peringkat obligasi perusahaan diharapkan dapat memberikan petunjuk bagi investor tentang kualitas investasi obligasi yang mereka minati.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Jenis Rating: Company rating, also called General Obligation (GO) Rating or Issuer Rating, is an assessment of the overall credit worthiness of a company to fulfill all of its financial obligations. Company ratings cannot be automatically applicable to specific debt securities, as they do not take into account the nature and provisions of the debt security, its standing in bankruptcy proceedings or liquidation, statutory preferences, or the legality and enforceability of the debt security itself. In addition, Company or Issuer Ratings do not take into account the creditworthiness of the guarantors, insurers, or other forms of credit enhancement supporting the companys credit quality. This type of rating can be used by Company or Issuer to provide a visible grading measure of creditworthiness relative to others. Furthermore, Company or Issuer Ratings can be used as a marketing tool to promote corporate standing.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Debt instrument rating, is a current opinion of the creditworthiness of an obligor with respect to a specific financial obligation, a specific class of financial obligations, or a specific financial program. It takes into consideration the creditworthiness of guarantors, insurers, or other forms of credit enhancement on the obligation. The opinion evaluates the obligors capacity and willingness to meet its financial commitments as they come due. This type of rating may assist the issuer in determining the structure of debt issuance (coupon rate, tenor, credit enhancement). On the other side, debt instrument rating is useful for investors to compare different issuers and debt issues when making investment decisions and managing their portfolios.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Lembaga Peratingan; Salah satu lembaga Pemeringkat Efek di Indonesia yang diakui Bapepam dan BI adalah PT Pefindo. PT Pefindo mendapat lisensi operasi pada tanggal 13 Agustus 1994.
(PT Pefindo adalah perusahaan yang dimiliki oleh 91 pemegang saham institusi domestik , yang mencakup pension funds, banks, insurer, BEI dan perusahaan perusahaan sekurities) Dalam pelaksanaan tugasnya, PT Pefindo membuat kerjasama dengan S&P Rating Services dan aktif pula dalam Asian Credit Rating Agencies Association - ACRAA

Pemeringkat lainnya di Indonesia spt; PT Kasnik Credit Rating) dan Moodys Indonesia sedangkan di AS ada juga Fitch Rating.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Tingkat Rating (S&P)
AAA: Obligasi yang peringkatnya paling tinggi dan memiliki risiko paling rendah. Ini didukung oleh kemampuan obligor yang relatif superior dibanding entitas Indonesia lainnya dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya ,yang sesuai perjanjian AA: Obligasi yang memiliki kualitas kredit sedikit dibawah peringkat tertinggi. Ini didukung oleh kemampuan obligor yang relatif sangat kuat dibanding entitas Indonesia lainnya dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya, sesuai dengan perjanjian. Kemampuan nya tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan keadaan A: Obligasi yang memiliki risiko investasi yang rendah dan memiliki kemampuan obligor yang relatif kuat dibanding entitas Indonesia lainnya dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya, sesuai dengan perjanjian. Kemampuan ini cukup peka terhadap perubahan yang merugikan

Konsep Rating Obligasi Korporasi


BBB: Obligasi yang memiliki risiko investasi relatif cukup rendah dibanding entitas Indonesia lainnya dan didukung oleh kemampuan obligor yang memadai dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya, sesuai dengan perjanjian. Kemampuan ini dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan. BB: Obligasi yang menunjukan kemampuan obligor yang relatif agak lemah dibandingk entitas lainnya dalam memenuhi kewajiban jangka panjang nya, sesuai dengan perjanjian. Kemampuan ini peka terhadap keadaan bisnis dan perekonomian yang tidak menentu dan merugikan B: Obiligasi yang menunjukan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya, namum adanya perubahan keadaan bisnis dan pereknomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban keuangannya

Konsep Rating Obligasi Korporasi


CCC: Obligasi yang menunjukan ketidakmampuan obligor dalam memenuhi kewajiban keuangannya dan hanya bergantung pada perbaikan keadaan eksternal D Obligasi yang macet atau emitennya sudah berhenti berusaha

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Peringkat utang jangka pendek menurut Moodys; P-1: Penerbit (atau lembaga pendukung) memiliki kemampuan yang sangat baik untuk membayar kembali kewajiban hutang jangka pendeknya P-2: Penerbit (atau lembaga pendukung) memiliki kemampuan yang baik untuk membayar kembali kewajiban hutang jangka pendeknya P-3: Penerbit (atau lembaga pendukung) memiliki kemampuan yang cukup untuk membayar kembali kewajiban hutang jangka pendeknya NP: Penerbit (atau lembaga pendukung) memiliki peringkat Not Prime (tidak sehat) berarti tidak dapat memenuhi salah satu kategori dari peringkat primer
Catatan:Obligor di Kanada yang berperingkat P-1 atau P-2, peringkat jangka pendek mereka dinaikkan oleh senioritas peringkat jangka panjangnya (dari penerbit (obligor, penjamin ataupun pendukungnya)

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Peringkat Obligasi Jangka Panjang menurut Moodys; Aaa : Obligasi berkualitas terbaik dengan risiko yang amat kecil Aaa1, Aa2, Aa3: Obligasi berkualitas baik dengan risiko yang kecil A1, A2, A3: Obligasi peringkat menegah atas dengan risiko kecil Baa1,Baa2, Baa3: Obligasi dengan risiko moderat sehingga memiliki karakteristik spekulatif, sbb;
Ba1, Ba2, Ba3: Obligasi dengan elemen spekulatif dan dapat berisiko B1, B2, B3 : Obligasi yang dianggap spekulatif dan dapat berisiko tinggi Caa1, Caa2, Caa3 : Obligasi yang tidak kokoh dan memiliki risiko amat tinggi Ca : Obligasi dengan tingkat spekulatif tinggi dankemungkinan terjadi gagal bayar namun masih ada harapan atas pengembalian bunga dan pokok hutang nya. C : Obligasi dengan peringkat terendah dan biasanya gagal bayar dengan kecil kemungkinan pengembalian pokok dan bunganya

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Variable Ratings; Metodologi Pemeringkatan Pefindo untuk sektor Korporasi (Non Financial) mencakup 3 jenis risiko utama penilaian; - Industry risk - Business risk - Financial risk Penilaian risiko pada masing masing jenis industri adalah sama yaitu; - Growth & Stability - Revenue & Cost Structure - Barriers to Entry & Competition - Regulatory Framework - Financial Profile

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Penilaian Risiko masing masing profil keuangan perusahaan juga sama, mencakup; - Financial Policy - Capital Structure - Cash Flow Protection - Financial Flexibility Faktor kunci dalam analisis penilaian risiko bisnis perusahaan sedikit berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, bergantung pada faktor faktor kunci kesuksesan (KSF) dari industri dimana perusahaan tersebut digolongkan.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Growth and Stability; Penilaian atas kondisi supply and demand, prospek, peluang pasar (export vs domestic), tahapan industri (awal, pengembangan, matang dan penurunan), dan jenis produk (produk pelengkap vs produk yang bisa disubstitusi, umum vs khusus dan komoditas vs differensiasi) Revenue and Cost Structure; Penilaian atas komposisi aliran pendapatan (rupiah vs dollars),kemampuan untukmenaikkan harga (kemampuan untuk dengan mudah meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan/ pengguna akhir), tenaga kerja & bahan baku, struktur biaya dan komposisi (rupiah vs dollars) kompisisi biaya tetap vs biaya variable dan pengadaan bahan baku industri (domestik vs impor)

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Barrier To Entry and Competition within the industry; Penilaian karakteristik industri (padat modal, padat karya, terfragmentasi, menyebar, diatur ketat, dsb) untuk menentukan tingkat kesulitan masuk bagi pemain baru. Penilaian juga mencakup analisis jumlah pemain dalam industri (global vs domestic), pesaing terdekat (domestic dan global), potensi perang harga (domestik vs global) dan lain lain untuk mengetahui tingkat kompetisi yang ada dan yang akan datang. Regulation and De-Regulation; Penilaian atas pembatasan jumlah pemain, lisensi, kebijakan pajak (ekspor, impor, kuota, tarif, bea, cukai, dll),kebijakan harga pemerintah (peraturan pemerintah Indonesia dalam mengatur harga di beberapa sektor seperti; listrik, jalan tol dan telephone) serta persyaratanlingkungan (khususnya untuk sektor pertambangan) dan lain lain

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Financial Profile; Penilaian atas beberapa tolok ukur kinerja keuangan mencakup; analisis marjin, keuntungan, leverage, serta perlindungan arus kas. Penilaian Risiko Keuangan utk peringkat korporasi; Financial Policy;
Analisis yang mencakup tinjauan filosofi manajemen, strategi dan kebijakan keuangan terhadap risiko (historis, sekarang dan proyeksi kedepan). Selain itu, pemeriksaan manajemen atas target keuangan (pertumbuhan, leverage, struktur utang, kebijakan dividen, dan sebagainya), kebijakan lindung nilai, dan kebijakan lain dalam upaya mengurangi resiko keuangan perusahaan secara keseluruhan (sejarah masa lalu vs kedepannya). Rekam Jejak Perusahaan pada pemenuhan kewajiban keuangan di masa lalu juga dikaji untuk menentukan tingkat komitmen, kesungguhan dan konsistensinya untuk membayar kewajibankewajibannya secara tepat waktu.

Konsep Rating Obligasi Korporasi

Capital Structure;
Analisis mencakup pemeriksaan dari sejarah perusahaan, saat ini dan proyeksi leverage kedepan (total hutang dan nilai bersih hutang dalam hubungannya dengan besar modal, total modal dan arus kas), struktur utang dan komposisinya (Rupiah vs mata uang asing, utang jangka pendek vs hutang jangka panjang, dengan tingkat suku bunga tetap vs suku bunga mengambang, dll). Cara pengelolaan kewajiban juga dikaji secara mendalam.

Cash Flow Protection;


Analisis yang menyeluruh meliputi kajian dari arus kas perusahaan dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Tingkat Kemampuan Melayani Pembayaran Utang diukur oleh rasio pembayaran bunga dan rasio pembayaran utang. Tingkat likuiditas perusahaan di dalam memenuhi kewajiban jangka pendek juga dikaji secara mendalam

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Financial Flexibility; Analisis meliputi evaluasi gabungan semua ukuran finansial di atas untuk sampai pada pemahaman yang menyeluruh tentang kesehatan keuangan perusahaan. Analisis tentang faktor-faktor lain yang terkait atau angka angka yang tidak secara khusus ditelaah diatas, seperti klausul perlindungan asuransi, batasan atas perjanjian pinjaman/obligasi atau hubungan dengan induk perusahaan dan bantuan-bantuan juga ditelaah. Penugasan analitis lain yang dibahas adalah evaluasi pilihan yang bisa diambil oleh perusahaan dalam tekanan, termasuk rencanarencana atas kejadian tidak terduga dan kemampuan serta fleksibilitas untuk berurusan dengan berbagai skenario yang merugikan. Dukungan Pemegang Saham dan komitmennya juga sangat dipertimbangkan.

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Data historis Rating Obligasi Korporasi Contoh2 obligasi dan ratingnya

Contoh perusahaan yang mengalamai perubahan rating

Konsep Rating Obligasi Korporasi


Data historis kinerja dan default Obligasi Korporasi Peristiwa historis default Default adalah kegagalan perusahaan untuk membayar kewajiban keuangan baik pokok maupun bunganya dengan tepat waktu. Kecuali gagal bayar saat jatuh tempo tetapi dibayar pada grace period, bukan default. Di Indonesia terjadi default besar besaran pada tahun 19981999 saat krismon Peristiwa historis naik/turunnya rating obligasi

Konsep Rating Obligasi Korporasi

TERIMA KASIH