Anda di halaman 1dari 15

i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................. Daftar Isi ............................................................................................. Pendahuluan Latar Belakang ........................................................................... Tujuan ....................................................................................... Pembahasan .................................................................................... Penutup Kesimpulan ...........................................................................

i ii

1 2 3

7 8

Daftar pustaka ...................................................................................

ii

PEMBAHASAN

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Bangsa Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya yang tersebar diseluruh daerah provinsi di Indonesia. Setiap daerah propinsi yang ada di Indonesia memiliki keunikan budaya sendiri sendiri. Mulai dari seni tradisional, rumah adat, pakaian daerah, tarian, lagu, dan lain lain yang menjadi asal kebudayaan daerah tersebut. Kebudayaan Indonesia yang sangat beragam itu, membuat negara tetangga kita iri dan ingin mengklaim bahwa beberapa budaya kita itu merupakan
iii

budaya mereka. Negara tetangga berulah dengan melakukan klaim terhadap kebudayaan kita. Setelah batik, kali ini yang menjadi sasaran adalah tari Pendet asal Bali. Mereka menggunakannya untuk iklan pariwisata Malaysia. Setelah mengirim teroris ke Indonesia sekarang mereka mau mencuri kebudayaan Indonesia. Mereka begitu jeli memanfaatkan situasi di mana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi di mana rakyat Indonesia lebih bangga jika menggunakan yang berbau luar dan asing. Situasi di mana, kebudayaan kebudayaan itu sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi pertiwi dikarenakan hanya sedikit orang yang mau tetap melestarikannya. Ketika kecil kita sering bermain permainan tradisional. Tapi sekarang, anak anak lebih suka dengan play station, bermain ke Time Zone, nonton TV acara acara yang tidak bermutu. Media televisi, juga dengan latahnya mengikuti trend ini. Ini menjadi cambuk bagi kita untuk introspeksi disamping memang ulah negara sebelah yang sudah lewat batas. Ada puluhan budaya yang telah diklaim oleh negara sebelah. Dan berikut ini daftarnya : 1. Batik Klaim Malaysia atas batik sangat meresahkan perajin batik Indonesia. Bangsa ini harus segera menghapus bayangbayang yang

meresahkan itu agar perajin batik Indonesia dikemudian hari tidak perlu memberi royalti kepada negara lain. Pemerintah Indonesia akan menominasikan batik Indonesia untuk dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.

2. Tari pendet Geram dan marah muncul dari masyarakat Indonesia menyikapi klaim kebudayaan yang dilakukan Malaysia. Berbagai aset budaya nasional
iv

dalam rentang waktu yang tak begitu lama diklaim negara tetangga. Pola pengklaimannyapun dilakukan melalui momentum formal

kenegaraan. Seperti melalui media promosi Visit Malaysia Year yang diselipkan kebudayaan nasional Indonesia. 3. Wayang kulit 4. Reog ponorogo 5. Kuda lumping 6. Lagu rasa sayange 7. Bunga raflesia arnoldi 8. Angklung 9. Keris 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Rendang padang Naskah kuno dari Riau oleh pemerintah Malaysia Naskah kuno dari Sumatera Barat oleh pemerintah Malaysia Naskah kuno dari Sulawesi Selatan oleh pemerintah Malaysia Naskah kuno dari Sulawesi Tenggara oleh pemerintah Malaysia Rendang dari Sumatera Barat oleh oknum WN Malaysia Lagu dari Maluku oleh pemerintah Malaysia Tari dari Jawa Timur Lagu Soleran dari Riau Lagu injit-injit semut dari Jambi Alat musik gamelan dari Jawa Tari kuda lumping dari Jawa Timur Tari piring dari Sumatera Barat Lagu kakak tua dari Maluku
v

vi

vii

PENUTUP

KESIMPULAN Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keragaman budaya, komposisi sosial, yang perlu dan patut untuk dipertahankan. Sangat disayangkan jika kebanyakan kesatuan bangsa Indonesia tidak mengenal identitasnya dan tidak ada usaha untuk mempertahankan budaya dan berbagai kekayaan bangsa kita yang lain, apakah itu wilayah, daratan maupun lautan.

viii

ix

xi

xii

xiii

xiv

xv