Anda di halaman 1dari 4

Bahaya obat yang mengandung PPA atau phenylpropanolamine

Posted By sakit On Juni 7th 2013. Under Kesehatan, Obat Tags: perdarahan otak; obat

Beberapa obat yang dikabarkan mengandung PPA (phenylpropanolamine) adalah Flugesic, Inza, Komix, Mixaflu, Mixagrip, Nalgestan, Neozep forte Nodrof, Paratusin,Procold, Rhinopront, Rhinotussal, Sanaflu, Siladex, Stopcold, Triaminic drops (untuk anak anak), Decolgen, Decolsin, Sinutab, Allerin, Bodrexin, Contac 500, Cosyr , Flucyl, Fludane.

ilustrasi bahaya minum obat mengandung PPA

Dikabarkan

obat-obatan

yang

mengandung

PPA

bisa

mengakibatkan

stroke

pendarahan

(perdarahan otak). BPOM ; Obat yang mengandung PPA aman diminum selama dosis yang diminum sehari kurang dari 75 mg untuk umur lebih dari 12 th. Obat yang mengandung PPA aman di minum selama dosis yang diminum sehari kurang dari 37,5 mg untuk umur kurang dari 12 tahun. FDA (BPOMnya AMERIKA); meski kejadian stroke pendarahan karena PPA rendah, FDA merekomendasiakan agar pasien tidak minum obat mengandung PPA. FDA melarang peredaran obat mengandung PPA setelah diketemukan kasus mematikan setelah minum obat mengandung PPA dengan dosis lebih dari 150mg. Di amerika, PPA dosis tinggi banyak dijadikan obat diet akibatnya kejadian stroke perdarahan pada wanita Amerika naik. Setelah penelitian kaitan antara obat mengandung PPA dengan stroke perdarahan dari FK. UNIV. YALE di umumkan FDA melarang beredarnya PPA sebagai obat OTC. Obat OTC; Over The Counter Drugs yaitu obat-obatan yang bisa dibeli dan dijual bebas tanpa resep dokter. Obat yang mengandung PPA (PenilPropanolAmin Hcl) sudah ditarik dari pasaran Amerika dan India. Kesimpulannya, sebaiknya obat yang mengandung PPA dihindari. Bila terpaksa minum obat yang mengandung PPA jangan melebihi total 75 mg (umur lebih dari 12 tahun) atau 37,5 mg (umur 6 s/d 12 tahun). Obat yang mengandung PPA haram diberikan pada anak dibawah umur 6 tahun, berapapun dosisnya.

Obat yang mengandung PPA juga haram diminum oleh mereka dengan gangguan hipertensi, sakit jantung, hipertiroid, glaucoma dan prostat. Minum obat yang mengandung PPA atau tidak, semoga kita semua selalu sehat ya,.. by @dr. Bram Irfanda

Konseling biasanya berlangsung sangat kondisional dan melibatkan beberapa tehnik konseling sekaligus seperti kasus dibawah ini. Pasien datang Apoteker : " Ada yang bisa kita bantu?" (attending) Pasien : " mau beli obat inza" (Obat tersebut mengandung PPA) Apoteker : "Untuk siapa bu?" (pertanyaan terbuka) Pasien : " Untuk saya sendiri, berapa harganya ya?" Apoteker : " Punya penyakit hipertensi?" (pertanyaan tertutup) Pasien : " Ada, kadang-kadang tensi saya agak tinggi" Apoteker : " Sampai berapa bu?" (eksplorasi) Pasien : " Kadang sampai 170" Apoteker : " Bu, obat tersebut mengandung PPA yang seharusnya tidak diminum oleh penderita hipertensi" (pemberian informasi, memberikan nasehat) Pasien : " Ah tidak, pokoknya saya cocoknya obat A tersebut, kalau tidak itu saya tidak mau" Apoteker : " Ha3, saya sudah menduga dan saya memahami anda, ibu saya sendiri baru 6 bulan percaya kalau tidak boleh minum obat A, karena ibu saya juga menderita hipertensi" (empati) sambil tersenyum " Mau beli berapa bu? tidak apa-apa tidak percaya, saya menghargai pilihan anda, yang penting saya sudah memberi informasi" (empati) Pasien : " Beli 3 strip saja" (pasien agak terdiam sambil berpikir) Apoteker : " Rp3600;- " ada lagi yang bisa dibantu?" (sambil tetap tersenyum) Pasien : " Pak tidak jadi saja, tolong diberi yang aman buat penderita hipertensi saja" (sambil malu-malu) Apoteker : " ha3, pilihan ibu tepat, membeli obat harus mempertimbangkan efek samping, sebaiknya ibu minum Decolsin saja karena tidak mengandung PPA" (menilai, menyimpulkan dan mengakhiri konseling) Dari contoh konseling diatas dapat kita ambil banyak pelajaran. Dan contoh tersebut termasuk contoh konseling yang berhasil. Konseling umumnya berlansung sangat kondisional dan hasilnya sering kali juga tidak bisa kita nilai hanya dengan benar salah. Satu hal yang paling penting dalam konseling kefarmasian adalah mengamankan klien atau pasien dari ESO atau dari bahaya penggunaan sediaan farmasi lain, juga mengamankan dari bahaya penyakit yang diderita pasien atau klien. Oleh karena itu sebagian hasil konseling kefarmasian diapotek adalah rujukan kesarana kesehatan lain seperti praktek dokter atau rumah sakit.

Konseling tersebut juga kategori konseling efektif, karena berjalan sangat singkat, mungkin cuma 2 atau 3 menit saja. Konseling seperti ini dampaknya akan sangat besar bagi pasien dan lingkungannya sendiri, karena manusia adalah makhluk sosial, yang mana umumnya pasien akan mengabarkan hasil ini kepada siapa saja yang ia kenal. Pada konseling seperti ini seringkali dibutuhkan waktu lebih dari sekedar 2 atau 3 menit, dan kadang kala juga membutuhkan 2 atau 3 kali pertemuan. Pada kasus konseling ini pesan utamanya adalah pasien tidak memahami efek samping obat dan kebutuhan pasien adalah obat yang manjur dan aman sesuai kondisi pasien. . Dekongestan (Pelega Hidung)

Obat golongan ini bekerja melegakan hidung tersumbat. Istilah dekongestan berasal dari kata de- yang berarti menghilangkan, dan congest yang merujuk pada penyumbatan saluran hidung. Contohnya fenil propanolamin dan pseudoefedrin. Mungkin telinga kita tidak begitu familiar dengan nama fenil propanolamin. Ya, obat ini memang lebih dikenal sebagai PPA, singkatan dari phenyl-propanolamine. PPA inilah bahan obat yang sempat berkali-kali diributkan karena adanya berita bahwa obat ini ditarik dari pasar. Untuk lebih jelasnya, silakan baca Bab PPA & Obat Pelega Hidung. Jika flu kita tidak disertai penyumbatan saluran napas, tak perlu minum obat yang mengandung PPA atau pseudoefedrin. Ingat, obat sejatinya adalah racun. Makin banyak kita minum obat, artinya makin banyak kita minum racunsesuatu yang tidak kita perlukan dan hanya akan membebani tubuh.

Jika gejala flu berupa

Pilihlah Obat yang Mengandung Antihistamin Dekongestan (antialergi) (pelega hidung) Analgesikantipiretik (antinyeriantidemam) Antitusif (penekan batuk) Ekspektoran (pengencer dahak)

Bersin-bersin, hidung meler ringan, batuk

ringan Hidung meler sampai tersumbat Demam atau sakit kepala Batuk kering Batuk berdahak

Namun, jika seseorang sudah punya penyakit hipertensi atau punya riwayat hipertensikeluarga, mungkin perlu waspada untuk menggunakan obat-obat flu yang mengandung PPA. Sebagai informasi, saat ini di Indonesia banyak produsen yang mengganti PPA dengan pseudoefedrin, yang dilaporkan relatif kurang menyebabkan efek peningkatan tekanan darah. Jadi jangan terlalu kuatir, namun juga perlu berhati-hati dalam memilih obat flu. Lihat dalam kemasannya, apakah mengandung PPA. Jika ragu-ragu, tanyakan pada apoteker Anda. Pseudoefedrin 30 mg: Decolsin, eflin, refagan