Anda di halaman 1dari 6

Pasien merasa tertekan karena orang tuanya bercerai sejak pasien kecil, sejak umur 8 tahun Pasien mau

dijodohkan dengan lelaki yang tidak disukainya Pasien putus dengan pacarnya Masuk IGD : November 2013. KU : Pasien masuk ke IGD karena marah-marah karena ingin bertemu artis Tara Budiman sejak September 2013 Pasien jadi uring-uringan ketika acara tv yang berisi tara budiman diganti oleh orang lain di rumahnya, ketika hal itu terjadi maka pasien akan merasa sedih, dan ingin bertemu dengan tara budiman sehingga pasien pergi ke studio trans tv tanpa sepengetahuan keluarganya, pasien juga menjadi tidak nafsu makan dan sulit tidur, sulit tidur. Saat pasien sulit tidur, maka pasien mengisi waktu dengan cara menulis diary. Pasien biasanya baru tertidur pukul 3 pagi. Dan hanya tidur 23 jam saja. Pasien merasa marah ketika dijemput paksa oleh ayahnya pada saat pergi ke studio trans tv sehingga pasien marah-marah dan merasa semua lelaki di dunia sangat menyebalkan. Pasien juga menjadi senang berjoget-joget khas salah satu acara TV. Pasien merasa melihat bayangan hitam, awan, ada orang yang tergantung, binatang seperti babi, monyet dan hantuhantu. Pasien juga merasa pasien lain ada yang memiliki ruh tante pasien yang telah meninggal. Pasien juga merasa mendengar bisikan bahwa pasien bukan manusia melainkan hantu-hantu seperti yang dilihat oleh pasien, hal ini membuat pasien merasa cemas. Pada bulan januari 2013, pasien juga pernah dirawat jalan di RS Marzoeki Mahdi, tapi hanya sekali datang rawat jalan, pasien dibawa ke RSMM karena berusaha menyayat-nyata tangannya, pasien merasa ada bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut. Pasien mengaku tidak rutin minum obat sehingga hal tersebut terjadi. Pada bulan desember 2012, pasien mengaku sering marah-marah dan membanting barang-barang rumah tangga Ayah dan ibu bercerai saat pasien berumut 8 tahun dan belum rujuk sampai sekarang, ayah dan ibu pasien memang sering bertengkar sejak pasien masih kecil. Pasien juga merasa tertekan karena ingin dijodohkan oleh orang yang tidak disukainya walaupun orang tersebut baik, pasien tidak mau karena umurnya masih terlalu muda (19 tahun) dan pasien masih ingin mengejar cita-citanya. Pasien tadinya ingin bercita-cita menjadi guru tetapi saat beranjak dewasa pasien ingin kuliah di STT Telkom, jadi pasien berencana setelah keluar dari RS maka pasien akan mengambil paket B dan C serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pasien hanya bersekolah sampai tingkat SD, pasien sempat bersekolah di SMP selama 2bulan tetapi tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena masalah biaya, ayah pasien yang tadinya bekerja sebagai supir truk di pabrik perusahaan minuman akhirnya dipecat sehingga tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya. Ibu pasien bekerja sebagai kuli cuci

Saat masih SD, pasien sampa 3x berpindah sekolah karena mengikuti kerja ayahnya, akibat terlalu sering pindah sekolah pasien merasa sedih karena tidak bisa memiliki teman dekat dan harus selalu beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pasien mengaku sejak kecil merupakan orang yang tertutup dan tidak mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. Pasien mengaku saat kecil jika disuruh untuk belajar maka pasien malah bermain keluar rumah. Tetapi saat belajar pasien mengaku dapat memahami pelajarannya dan mendapat nilai yang cukup bagus. Pasien merasa sejak kecil sering menjawab tidak nyambung ketika ditanya tentang suatu pertanyaan. Selama berada di ruangan utari, pasien pernah mengamuk sekali dan mencakar salah satu perawat, pasien merasa kesal karena dimasukkan ke ruang isolir, awalnya pasien merasa mendengar bisikan-bisikan yang menyuruhnya untuk berisik dan bernyanyi-nyanyi. Saat ini pasien sering merasa bahwa muka dan telinganya hilang tetapi lama kelamaan keluhan ini mulai membaik. Pasien merasa salah satu pasien yang tinggal di 1 bangsal kesurupan hantu kuntilanak di dalam dirinya, sehingga ketika dekat dengan salah satu pasien tersebut maka pasien seperti melihat dan mendengar suara kuntilanak dan pasien merasa merinding. Halusinasi auditorik :

A. Deskripsi Umum 1. Penampilan Umum Pasien seorang perempuan berusia 22 tahun berpenampilan fisik sesuai usianya. Kulit kuning langsat, rambut warna hitam. Pasien memakai baju kaos warna putih dengan celana warna coklat. Kuku pasien tidak panjang dan bersih. Kerapihan dan kebersihan pasien baik. 1. Kesadaran Compos Mentis 3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotorik Normal, tidak ada perilaku memcurigakan

4.

Pembicaraan Pasien menjawab pertanyaan pemeriksa satu-persatu dengan spontan. Volume cukup, intonasi baik, bahasa dapat dimengerti oleh pemeriksa.

5. Sikap Terhadap Pemeriksa

: kooperatif

B. Alam Perasa 1. Afek 2. Mood 3. Keserasian 4. Empati : elasi : hipertim : serasi antara pembicaraan dengan ekspresi wajah : dapat dirabarasakan

C. Fungsi Intelektual 1. Taraf pendidikan, pengetahuan dan kecerdasan: Taraf Pendidikan : SD

Pengetahuan Umum : baik (pasien mengetahui siapa presiden sekarang ) Kecerdasan : baik (pasien dapat menjawab beberapa pertanyaan perhitungan sederhana)

2. Daya konsentrasi

: Baik (pasien dapat mengurangi 100 dengan 7 secara berurut)

3. Orientasi : Daya Orientasi Waktu :Baik (pasien dapat menyebutkan sekarang siang atau malam, dapat mengidentifikasi hari dan tanggal bulan dan tahun.) Daya Orientasi Tempat : Baik

(pasien mengetahui dirinya sedang ada di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi di bangsal Utari) Daya Orientasi Personal : Baik (pasien mengetahui siapa yang memeriksanya).

4. Daya ingat: Daya Ingat Jangka Panjang : Baik

(masih ingat sekolah SD pasien bersekolah dulu) Daya Ingat Jangka Pendek : Baik

(pasien ingat hari ini makan berapa kali dan lauk makan apa saja) Daya Ingat Sesaat : Baik

(pasien mampu mengingat nama pemeriksa setelah beberapa menit)

5. Pikiran Abstrak

: baik

(Saat wawancara, pasien mampu mengartikan tong kosong nyaring bunyinya, jawaban pasien: manusia yang banyak bicara tapi tidak ada maknanya).

3. Kemampuan Menolong Diri : baik (Pasien mandi dan makan sendiri)

D. Gangguan Persepsi Halusinasi Auditorik : Pasien juga merasa mendengar bisikan bahwa pasien bukan manusia melainkan hantu-hantu seperti yang dilihat oleh pasien Halusinasi taktil Halusinasi Visual : tidak ada : ada (Pasien merasa melihat bayangan hitam, awan, ada orang yang tergantung, binatang seperti babi, monyet dan hantu-hantu.) Depersonalisasi : tidak ada

Derealisasi

: tidak ada

E. Proses Pikir 1. Arus Pikir Produktivitas Kontinuitas Pikiran Hendaya Berbahasa : spontan : koheren : tidak ada

2. Isi Pikir Preokupasi Waham : Tidak ada. : Waham Siar (Pasien merasa artis lain menyiarkan identitasnya di tv)

F. Pengendalian Impuls : baik

G. Daya Nilai 1. Daya nilai sosial Baik (ketika diberi pertanyaan mengenai apakah melawan orang tua itu baik atau tidak, pasien menjawab hal tersebut tidak baik).

2. Uji daya nilai Baik (pasien mengatakan akan mengembalikan dompet berisi uang jika terdapat alamat pemiliknya di dalamnya.)

3. Penilaian realita Terganggu (karena ditemukan adanya waham siar, dan halusinasi auditorik dan visual)

H. Tilikan

: Derajat VI

I. Taraf Dapat Dipercaya

: Dapat dipercaya