Anda di halaman 1dari 1

Nama : Nurana Maharani P NIM : 21070113130120

Tembaga ( Cu) adalah logam kemerahan dengan struktur kristal kubus. Tembaga banyak kita jumpai disekitar kita, karena tembaga memiliki banyak keunggulan. Tembaga dapat digunakan dalam bentuk murni maupun paduan.Tembaga paduan dapat dibuat melalui cara pengecoran. Tembaga paduan sendiri dikelompokkan menjadi 2 yaitu tembaga paduan rendah dan tembaga paduan kadar tinggi. Salah satu contoh tembaga paduan kadar tinggi adalah Brasses atau yang lebih dikenal dengan Kuningan. Kuningan adalah paduan tembaga dengan seng dengan kandungan Cu sedikitnya 55%. Biasanya kuningan terdiri dari kuningan yang memiliki struktur dasar (matriks) dan kuningan - yang memiliki struktur dasar (matriks) . Kuningan dikenal memiliki sifat ulet namun cukup memiliki ketermesinan yang baik dengan unit sel FCC seperti pada umumnya paduan tembaga lainnya. Salah satu contoh kuningan adalah kuningan dengan kandungan Zn 28% . Sedangkan untuk Kuningan memiliki sifat-sifat keras, rapuh dan ketermesinan rendah , kuningan lebih banyak digunakan pada perangkat instrument music. Salah satu contoh kuningan adalah pada kuningan dengan kandungan Zn 47,5%. Pada kuningan dengan fasa campuran /, kandungan Zn digunakan untuk memperkirakan sifat-sifat mekanik bahan ini, mengingat kandungan Zn sangat menentukan persentasi fasa-fasa yang terdapat didalamnya, dimana pada kandungan sampai 39% ternyata struktur masih terdiri dari seluruhnya sedangkan setelah 46,5% struktur telah terdiri dari seluruhnya. Secara khusus sifat-sifat mekanik kuningan dapat ditingkatkan dengan penambahan sedikit unsur paduan lainnya tanpa mengurangi karakteristik kuningan secara umum. Contohnya unsur Al, Fe, Mn atau lainnya. Tambahan unsur paduan tersebut bertujuan untuk memodifikasi persentasi maupun didalam strukturnya. Warna kuningan sangat dipengaruhi oleh kandungan Zn nya. Kuningan akan mengalami perubahan warna dari merah tembaga menjadi semakin kuning dengan bertambahnya Zn. Sedangkan akibat dari pembentukan kristal yang kemerahan, maka pada kuningan perubahan warna tersebut justru terbalik kembali menuju kemerahan. Pertanyaan : 1. Mengapa dilakukan modifikasi persentasi maupun didalam strukturnya? 2. Bagaimana kuningan dapat memiliki sifat ulet namun cukup memiliki ketermesinan yang baik? 3. Apa saja kegunaan kuningan ?