Anda di halaman 1dari 8

IBADAH DAN SYARI`AT

1. Pengertian syari`ah
Apa tujuan syari`at dan prinsip-prinsip syari`at dalam menetapkan hukum?.. Secara iughawi syari`at artinya yaitu jalan ke tempat pengairan atau jalan yg sesungguhnya harus diturun.dapat diartikan pula tempat akan air di sungai. Kata syari`at dapat kita jumpai pada beberapa tempat di dalam al-Qur`an seperti pada surat al-Maidah ayat 48, al-Syurah ayat ke 13, yg pada prinsipnya mengandung arti jalan yang jelas membawa kepada kemenangan.dalam hal ini, agama islam yang ditetapkan untuk manusia di sebut syari`at, karena umat islam selalu melaluinya dalam kehidupan mereka di dunia. Pada asalnya syari`at diartikan sebagai hukum atau aturan yang ditetapkan allah atas hamba-Nya untuk ditaati, baik berkaitan dengan hubungan mereka dengan allah maupun hubungan antara sesama mereka sendiri. Pemakaiannyanya dikhususnkan kepada hukum-hukum amaliyah. Penghususan ini dilakukan karena `agama` (samawy) pada prisnsipnya adalah satu, berlaku secara universal dan ajaran aqidahnya pun tidak berbeda dari rasul yg satu dengan lainnya, yaitu tauhid,sedangkan syari`at lebih spesifik dari masingmasing umat sebelumnya. Sedangkan segala hukum yang berasal dan atau di bangsakan kepada syari`at tersebut di sebut hukum syar`i.(.H.Alaiddin koto, 2004,hal. 37-38). 1. Tujuan syari`at Dalam ilmu fiqih, tujuan syari`at islam dikenal dengan istilah Maqashid syari`at islam. Dengan ini akan kita ketahui mengenai apakah hakikatnya dari tujuan hukum islam bagi manusia. Dalam buku hukum islam, prof. Dr. H. suparman baik sebagai makhluk individu maupun sosial. Dalam bukunya pengantar ilmu fiqh baik dan ushul fiqh, asywadie syukur menjelaskan bahwa tujuan syari`at islam adalah menciptakan dan mewujudkan kemaslahatan umat manusia sehingga tercipta rasa keadilan yg merata dan umat manusian dapat merasakan hidup damai. Aman dan tentram.tidak jauh berbeda dikemukan oleh prof. Dr. Mukhar Yahya dalam tujuan syari`at islam adalah mewujudkan kemaslahatan umat dan menghilangkan hal yg membuat madlarat umat.

2. prinsip-prinsip dalam syari`ah Dalam menetapkan hukum, islam melalui Al- Qur`an dan As sunnah memiliki prinsip-prinsip yg senantiasa sesuai dengan perkembangan dan kemampuan manusia, baik secara fisik maupun rohani.

Pengertian ibadah
Sedangkan Menurut istilah syara` pengertian ibadah terbagi menjadi dua yaitu: 1. Khas(Mahdhah), menurut ahli ushul, ialah segala hukum yang tidak terang illatnya,tidak terang kemuslihatannya(yang tidak dipahaman artinya) dan urusan-urusan yg semata-mata dikerjakan berdasar kepada memperhambakan diri kepada allah swt. Menurut fuqaha, ialah : segala hukum yang dikerjakan untuk mengharap padahal di akhirat, dikerjakan sebagai tanda pengabdian diri kepada allah swt. Dalam pengertian khusus ibadah ialah perilaku manusia yg dilakukan atas perintah allah swt, dan dicontoh oleh rasullulah saw, atau disebut ritual, seperti: shalat, puasa, haji dan lainnya. 2.`Aam (Ghairu Mahdhah) secara umum ibadah berarti mencakup semua perilaku dalam semua aspek kehidupan yang sesuai dengan ketentuan allah swt,yang dilakukan dengan ikhlas untuk mendapat ridho allah swt. Ibadah dalam pengertian inilah yg dimaksud dengan tugas hidup manusia. Segala hukum yang kita laksanakan atas nama ketetapan allah dan ridho oleh-Nya. Dan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulan bahwa ibadah adalah : bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada allah, dengan jalan mentaati segala perintah-perintah-Nya, menjauhi larang-larangan-Nya dan mengamalkan segala yang diizinkan-Nya sebagai tanda mengabdikan/memperhambakan diri kepada allah swt.adapun fungsi dasar ibadah bagi manusia untuk menjaga keselamatan akidah, menjaga hubungan antara manusia dengan tuhannya dan berfungsi untuk mendisiplinkan sikap dan perilaku.

Dasar dan Tujuan Ibadah


Ibadah adalah amalan pokok dalam kehidupan manusia sebab manusia diciptakan oleh allah swt,tidak lain adalah dalam rangka untuk mengabdikan (beribadah). Dasar-dasar ibadah diantaranya : 1. Cinta; maksudnya ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba didasarkan pada cintanya kepada allah dan rosul-Nya, yang mengandung makna mendahulukan kehendak allah dan rosul-Nya atas yg lainnya. 2.Takut(khauf) : maksudnya ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba didasarkan pada takutnya seorang hamba kepada allah. 3.harapan (raja): maksudnya ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba dijalankan dengan penuh pengharapan tanpa ada rasa pantang menyerah. Ibadah merupakan latihan spiritual rohani manusia yang sangat diperlukan /dibutuhkan manusia dalam mendekatkan diri dan mensucikan jiwanya serta sebagai sarana untuk mendapatkan pertolongan allah swt. Ibadah merupakan perwujudan keimanan seseorang, iman tidak hanya sekedar rumus-rumus abstrak tanpa kemampuan member dorongan batin kepada individu.

Tujuan dari ibadah

1.memperoleh ridoh allah 2. menumbuhkan kesadaran tanggung jawab 3.perwujudan dan pemeliharaan keimanan 4. meningkatkan harta dan martabat 5.meningkatkan ketaqwaan kepada allah 6. tawajjuh(menghadap) 7.untuk perbaikan jiwa dan mencari anugerah

Jenis Dan Ketentuan Ibadah

menurut pandangan ibnu thaimiyah, bentuk penghambaan yang ideal dalam islam adalah: segala sesuatu yang mengcakup semua yang di cintai dan di ridoi allah, baik perkataan maupan perbuatan, lahir dan batin. Untuk itu ibadah dalam islam mewujudkan dalam banyak bentuk yaitu : zakat, puasa, haji, jujur dalam perkataan, amanah terhadap tanggung jawab, berbakti kepada kedua orang tua, bersilahturahmi, menepati janji, amar ma`ruf, berjihad, menghormati tetangga, menyantunin fakir miskin memelihara anak yatim, menolong musafir dan hamba sahaya, berdoa berzikir, ramah terhadap lingkungan, memikirkan ayat-ayat kauniah dan qauliyah. Ada 6 macam sifat-sifat ibadah : 1. ibadah-ibadah yang berupa perkataan dan ucapan,diantaranya yaitu dzikir, do`a, munajat, dan sebagainya. 2.ibadah-ibadah yang berupa perbuatan yang tidak disifatkan dengan sesuatu sifat. Contohnya: berjihad di jalan allah, tolong-menolong, dan sebagainya . 3. ibadah-ibadah yang berupa menahan diri dari mengerjakan sesuatu pekerjaan. Contohnya: puasa, sabar . 4.ibadah-ibadah yang melengkapi perbuatan dan menahan diri dari sesuatu pekerjaan . Contoh nya :I`tikaf, shalat sunnah. 5.ibadah-ibadah yang bersifat menggugurkan hak. Contohnya :membebaskan orang-orang berhutang, memaafkan kesalahan orang. 6.ibadah-ibadah yang melengkapi perkataan, pekerjaan. Contohnya: khudlu, khusyu`, menahan diri dari berbicara yg tidak guna.

Menurut pendapat jumhur ulama secara garis besar ibadah di bagi menjadi 2 bagian, yaitu : 1.ibadah umum, yaitu segala sesuatu yang dicintai dan di ridhoi oleh allah, baik berupa perkataan atau perbuatan, lahir maupun batin. 2. ibadah khusus, yaitu apa yang telah di tetapkan allah akan perincianperinciannya tingkatan dan tahapanya dan acara-acaranya tertentu.

Prinsip-prinsip Pelaksanan Ibadah


Prinsip-prinsip ibadah mahdhah: 1. hanya allah yang berhak di sembah. 2.Dalam beribadah setiap mu`min harus yakin bahwa allah adalah dekat dengan hambanya. 3.ikhlas sebagai sendi ibadah yang akan di terima di sisi allah; ikhlas merupakan niat hati yg murni dan suci hanya untuk memperoleh keridaan allah semata. 4. ibadah sesuai dengan tuntunan allah dan rosulnya. 5. memelihara keseimbangan dalam beribadah. 6. ibadah itu mudah dan meringankan. 7.dilakukan secara sah. 8.amalan yang dilakukan hendaklah diakui islam dan bersesuai dengan hukum syara`. 9.amalan hendaknya dikerjakan dengan niat dan tujuan yg baik, memelihara kehormatan diri, menyenangkan keluarga, bermanfaat bagi umat dan kemakmuran bumi allah. 10.amalan yg dilakukan hendaklah dibuat dengan sebaik-baiknya deengan prinsip pada sebuah hadits bahwa allah suka apabila seseorang dari kamu membuat sesuatu kerja dengan memperlokkan kerjanya. 11.ketika melakukan kerja hendaklah senantian mengikuti hukum-hukum syari`at dan batasan, tidak mendzalimi orang, tidak khianat, dan tidak menindasan atau merampas hak orang lain.

12. dalam mengerjakan sesuatu ibadah tidak lalai dari ibadah wajib.

Manfaat Ibadah Dan Karakteristik Ahli Ibadah


Tujuan ibadah untuk memperoleh ridho allah, dapat menumbuhkan kesadaran tanggung jawab, perwujudan pemeliharakan iman, meningkatkan harkat dan martabat dan untuk meningkatkan ketaatan pada allah. Ibadah merupakan jalan menuju kebebasaan yang hakikat dan jalan menuju kemuliaan yang sesungguh nya. Ibadah yang dilakukan setiap hamba memiki manfaat sebagai berikutnya : 1. memperoleh ridho allah. 2. menumbuhan kesadaran tanggung jawab. 3. perwujudan dan pemeliharaan keimanaan. 4. meningkatkan harta dan martabat. 5. meningkatkan ketakwaan kepada allah. 6.fitrah kemanusiaan terpelihara. 7.memahami rahasia pencipta alam hamba allah memahami benar kemana tujuan. 8. merasa dekat dengan allah 9.mensyukuri nikmat allah. Allah menciptakan segala sesuatu baik berupa perintah (ibadah) dan larangan nya itu ada fungsinya,tidak sia-sia.semua ibadah yg dilakukan seorang memiliki fungsi diantaranya :1) sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada allah, 2) sebagai media untuk bertatap muka secara langsung dengan allah,3)sebagai sarana untuk meminta pertolongan,4) sebagai hadiah yang allah berikan kepada hambanya,5) sebagai sarana bermuhasabah. Sebenarnya semua perbuatan itu secara psikologis merupakan kondisioning yang bersifat kejiwaan maupun lahir yang dapat menjadi landasan atau memberikan corak kepada semua perlilaku. Ibadah yang diperintahkan allah bagi hambanya mrngandung beberapa manfaat di antaranya ; 1) dapat menghapus atau menyebabkan terampuninya

dosa,2)allah swt, meninggikan derajatnya,3) membuat perjanjian disisi allah dengan jaminan surga,4) dapat mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar,5)mendidik hamba dalam menjauhi perbuatan tercela. Diantara karakteristik orang yang ahli ibadah adalah: 1. salimul aqidah( aqidah yang lurus dan benar) 2.memiliki Muraqabatullah(dekat dengan allah) 3.Dzikrullah( selalu ingat kepada allah dimana saja berada) 4.meninggalkan perbuatan syirik 5. Rajin membaca, memahami, mengamalkan al-Qur`an. 6. shahihul ibadah(ibadah di lakukan dengan benar dan istikomah) 7.akhlakul karimah Menurut pendapat imam Al-GHOZALI.hakeket ibadah meliputi : petama: mengikuti (mutaba`ah) Nabi Muhammad SAW. Pada semua perintah dan larangannya. Suatu yang bentuk nya seperti ibadah. Tetapi di perbuat tanpa perintah tidak dapat di sebut sebagai ibadah. Shalat atau puasa sekalipun, hanya menjadi ibadah bila di laksanakan sesuai dengan petunjuk syara`.ibadah yg hakiki itu adalah menjujung perintah, bukan semata-mata melaksanakan shalat dan puasa, sebab shalat dan puasa itu hanya akan menjadi ibadah bila sesuai dengan yang di perintahkan. Ibadah sangat penting bagi kehidupan manusia dan merupakan kebutuhan yang tak bias di hindari, hal ini di sebabkan : 1)ibadah merupakan makanan pokok bagi rohani, 2) ibadah merupakan jalan menuju pembebasaan dari dosa,3) ibadah merupakan cobaan tuhan yang akan membuat bahagia,4) ibadah merupakan hak allah dan kewajiban manusia,5) ibadah merupakan bentuk dari permintaan pahala,6)ibadah merupakan pengimbangan antara jasmani dan rohani,7)ibadah merupakan pembentuk pribadi yg baik.

Dalam menjaga konsistensi ibadah diperlukan cara intense diantaranya ; :1)ibadah dilakukan secara sungguh-sungguh, 2) ibadah diorientasikan untuk mendapat ridho allah,3) menjauhkan sifat riyak dan takabur,4) menggali makna dan hikmah dalam setiap ibadah yg di kerjakan,5) senantiasa memenuhi syarat dan rukun ibadah yang telah di tetapkan, 6)berusaha disiplin dan konsisten dalam menjalankan ibadah,7) menumbuhkan gairah san himmah dalam beribadah.