Anda di halaman 1dari 11

Oleh : wawan Gunawan

KIMIA MEDISINAL

Laut merupakan bagian terbesar dari seluruh permukaan bumi, sekitar tiga perempat bagian bumi merupakan kawasan laut yang menyimpan potensi yang luar biasa, tidak hanya potensi wisata, ekonomi, perikanan, perminyakan, dll, namun, laut juga menyimpan potensi sebagai sumber obat-obatan terbesar di dunia

Penelitian bahan bioaktif dari organisme laut beberapa tahun terakhir sangat gencar dilakukan, baik didalam maupun diluar negeri. Substansi bioaktif, terutama terdapat pada biota laut yang tidak bertulang belakang (avertebrae) seperti spons, koral dan tunicate.

Biota-biota tersebut mengandung senyawa aktif yang lebih banyak dibanding algae dan tumbuhan darat. Diantara biota laut tak bertulang belakang tersebut, spons menduduki tempat teratas sebagai sumber substansi aktif

ANATOMI UBUR UBUR

Jelly Fish, demikian nama lain uburubur. Disebut Jelly karena hewan yang 95% tubuhnya terdiri atas air ini mempunyai bagian atas tubuh yang lembek menyerupai jelly. Hewan ini tak memiliki tulang belakang. Tubuhnya transparan, berbentuk payung berumbai. Ubur-ubur tidak mempunyai mata maupun otak. Mulutnya berfungsi sebagai anus juga, sementara rongga tubuhnya berfungsi sebagai alat pencernaan dan pernafasan.

Berdasarkan lokasi tertangkapnya, ubur-ubur yang telah diusahakan adalah yang tertangkap di perairan laut Cina Selatan (Riau dan Kalimantan Barat), Laut Jawa (sepanjang pantai utara Jawa), lautan Indonesia (perairan Cilacap) dan di perairan Indonesia Timur (Ambon). Di perairan Maluku Utara khususnya di Teluk Kao dan Bacan banyak terdapat ubur-ubur atau yang lebih dikenal dengan Jelly Fish. Musim ubur-ubur di berbagai daerah tersebut dari tahun ke tahun sangat tidak menentu dan belum dapat diramalkan. Komoditas ubur-ubur produksi yang dapat dihasilkan diperkirakan berkisar antara 100 sampai dengan 500 ton/bulan

Manfaat yg pertama ini tergolong hightech. Sebuah penelitian di Jepang mengungkapkan bahwa ubur2 umumnya mengandung zat yg disebut mucin. Setelah diteliti, ternyata zat ini punya potensi untuk dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembuhkan masalah persendian, salah satunya adalah penyakit osteo arthritis. Pengobatannya bukan dengan cara dimakan , melainkan zat mucin diinjeksikan di persendian.

ekstrak protein GFP tersebut dalam jaringan. Ekstrak protein yang berpendar hijau bersinar seperti ubur-ubur berenang di kegelapan lautan., GFP tersebut diekstraksi dari ubur-ubur jenis Aequorea victoria. Dengan teknologi tersebut, zat protein dari ubur-ubur bisa digunakan untuk kepentingan lain. Diantaranya untuk tes DNA, serta pengobatan rematik dan asam urat.

Penelitian terhadap potensi biota laut semakin menunjukkan titik terang sebagai sumber bahan baku obat masa depan. Usaha keras para saintis yang tak kenal lelah telah berhasil menemukan berbagai jenis senyawa baru yang menunjukkan aktivitas biologik, terutama terhadap penyakit-penyakit yang mengerikan dan belum ditemukan obatnya..