Anda di halaman 1dari 13

Definisi : Peristiwa ilangnya sensasi, perasaan ( panas, raba, posture ) dan nyeri bahkan hilangnya kesadaran, sehingga memungkinkan

dilakukannya tindakan pembedahan Trias Anestesi : 1. Analgesia ( ilangnya nyeri ) !. ipnotik ( ilang kesadaran ) ". #elaksasi otot ( $us%le #ela&an ) #uang lingkup ker'a anestesi : 1. #uang operasi !. ()* ". *+D Persiapan Anestesi : Tu'uan : 1. $empersiapkan mental dan fisik penderita se%ara optimal !. $eren%anakan , memilih tehnik , obat-obat anestesi yang sesuai ". $engurangi angka kesakitan .. $engurangi angka mortalitas Tahap : 1. (nformed %onsent !. Periksa keadan ummum pasien : - Anamnesis - /isik diagnostik - Pemeriksaan 0ab - 1elas 2 status penyakit ". A3A $enentukan grade operasi .. $asukan oral dibatasi ( Puasa ) 4. Tehnik operasi 5. #esiko operasi 6. Premedikasi Tu'uan Premedikasi : 1. $enenangkan penderita !. $engurangi rasa sakit ". $emudahkan induksi .. $engurangi dosis obat- obat anestesi 4. $enngurangi refleks yang tidak diinginkan 5. $engurangi sekresi kelainan mulut , saluran nafas 6. $en%egah mual dan muntah pas%a bedah 7. $en%egah penderita ingat situasi selama operasi ( men%iptakan amnesia ) 8bat 9 obatan Premedikasi : 1. 3edati:a, trans;uili<er

!. Analgetika narkotika ". Alkaloid belladona : - Anti sekresi - $engurangi efek :agal terhadap 'antung dari obat-obat - (mpuls afferent abdomen, thora&, mata .. Anti emetik 1lasifikasi 3tatus /isik : - A3A ( : Pasien normal 2 sehat - A3A (( : Pasien dengan penyakit sistemik ringan - A3A ((( : Pasien dgn peny. 3istemik berat sehingga akti:itas rutin terbatas - A3A (= : Pasien dengan peny. 3istemik berat tidak dapat melakukan akti:itas rutin dan penyakitnya 9 mengan%am kematian - A3A = : Pasien emergensi 2 muribund, dengan atau tanpa operasi hidupnya tidak lebih dari !. 'am Tehnik Anestesi : 1. *mum ( >arkose *mum ) !. 0okal 2 #egional Anestesi ?ang membedakan : 1esadaran Anestesi *mum Tehnik : 1. (nhalasi !. (ntra:ena ". (ntra $us%ular - Pada operasi anak 9 anak - 8perasi yang sebentar Tehnik Penguasaan 'alan nafas : 1. Sungkup Dibagi ! : - Triple - $anu:er (ndikasi : - *ntuk operasi yang sebentar - *ntuk pasien yang posisinya tidak sulit 2. Intubasi ( ETT ) ada ! : a. 3pontan : >afas sendiri tanpa mus%le rela&an b. 1ontrol : Dengan mus%le rela&an (ndikasi (ntubasi : - Pasien operasi - Pasien bukan operasi ( )th : 3troke, gagal nafas, koma )

1omplikasi (ntubasi : a. Pada saat intubasi 3udah ter'adi kompilkasi b. 3elama (ntubasi - Aspirasi - Trauma ggigi geligi - 0aserasi bibir, gusi, laring - ipertensi, takikardi - 3pasme @ron%hus %. 3etelah (ntubasi : - 3pasme laring - Aspirasi - +angguan fonasi - Adema glotis 9 sunglotis - (nfeksi larinng, faring, trakhea (ndikasi anestesi umum 1. (nfant , anak usia muda !. Dewasa yang memilih anestesi ummum ". Pembedahannya luas 2 eskstensif .. Penderita sakit mental 4. Pembedahan lama 5. Pembedahan dimana anestesi lokal tidak praktis atau tidak memuaskan 6. #iwayat penderita tksik 2 alergi obat anestesi lokal 7. Penderita dengan pengobatan antikoagulantia Anestesi Lokal : Tehnik : 1. Topikal ( Anestesi permukaan ) !. (nfiltrasi lokal ". /ield @lo%k ( Anestesi 2 lapaangan ) .. >er:e @lo%k ( @lo%k 3yaraf ) 4. 3pinal @lo%k ( 0)3 ) 5. Apidural @lo%k 6. (ntra:enous lo%al anestesi 8bat 9 obat anestesi lokal : 1. Potensi rendah, lama ker'a pendek A& : Pro%ain, %hloropro%ain !. Potensi sedang, lama ker'a sedang A& : 0ido%ain, $opi:a%ain, prilokain ". Potensi kuat, lama ker'a pan'ang A& : @upi:a%ain , Tetra%ain +olongan obat anestesi lokal : 1. +olongan eter ( -)88) 9 )

1okain, @en<okain, Ameto%aine, Prokain ( >o:okain), Tetrakain ( Pentokain ), )hloropo%ain ( >esakain ) !. +olongan Amida ( 9 > )8 9 ) 0ido%ain, $epi:a%ain, Prilo%ain, @upi:a%ain, Atidokain, Dibukain, ropi:akain, le:obupi:a%ain 3ebelum dilakuan sungkup atau intubasi ada : (nduksi : - (nhalasi - Parenteral ( (= , ($ ) 3elama operasi harus ada pemantauan ( Tanda 9 tanda :ital : yaitu : Tensi, suhu, respirasi, nadi ). Tu'uannya adalah untuk mengurangi ter'adinya komplikasi anestesi operasi. 3etelah operasi dilakukan : Akstubasi : ## ( #e%o:ery #oom ) @isa ter'adi komplikasi 'uga. AB : $untah, tensi tinggi, dll Di ## : 3etelah ! 'am atau kurang dihitung A0D#A>A 3)8#A ( 3adar, tensi stabil, nafas lagi ) Cika A0D#A>A 3)8#A : - D 7 $asuk ruang perawatan - E 6 ()* (ndikasi pasien masuk ()* : 1. +agal nafas !. +agal 'antung ". 1oma .. Post operasi besar 4. Post %ardia% arrest 3elain itu pasien dari : 1. *+D ( Pasien karena trauma kapitis, stroke ) !. #uang perawatan Pasien masuk ()* diharapkan F harapan hidupnya lebih besar Perioperatif : 1. Therapi %airan : - $aintenan%e ( Pemeliharaan ) - #esusitasi ( Pasien sho%k, perdarahan ) >ormal %airan didalam tubuh : 5G 9 6G H @@2T@I ( Total body water ) !. Therapi darah : /aktor yang mempengaruhi dosis obat : 1. *sia !. 3uhu

". Amosi .. Penyakit 8bat Premedikasi : 1. +olongan antikolinergik - Atropin - 3%opolamin ( yos%ine ) - +ly%opyrolat !. +olongan hipnotik 9 sedati:e - barbiturat : Phenobarbital ( 0uminal ) - @en<odi<epine , dia<epam ". +olongan Analgetik narkotik - $orphin - Petidin .. +olongan Trans;uili<er ( Anti istamin ) - Phenotia<ine : Phenergen - )hlorpoma<ine : 0arga%til 4. +olongan >e:roleptik - Deperidol - Dehydroben<operidol Anteral : $asuk *sus melalui >+T : - +astrostomi - ?eyenostomi - (lleustomi >utrien : Adalah <at nutrisi yang masuk dalam tubuh 1. 1arbohidrat !. Protein : . kal ". 0ipid : ( kal .. Tra%e element 1ebutuhan kalori : !4 kal 2 kg@@ T@I : - )airan intrasel (.GH) a. Terdiri dari : kalium, $g, fosfat (kalium paling banyak) b. 8tak, b, eritrosit - )airan Akstrasel (!GH) a. )airan interstisial (antar sel) : 14H b. Plasma (%airan intra:askular) : 4H %. Terdiri dari : >a, )l (>a paling banyak) 1ehilangan %airan lebih dari !G H harus di inter:ensi (dikompensasi).

Cenis 9 'enis %airan : 1. intra:ena1oloid (plasma ekspander) - +elatin (lemak sel, gelafundin, gelofusin) - Polimer de&trosa (de&tran .G, de&tran 6G) - Turunan kan'i - idroksi 9 etil star%h (haes, ekspafusin) !. 1ristaloid (elektrolit) - De&trosa 4 H (dewasa) - #inger laktat (#0) - >a)l G,J H - Asetat ringer (asering) (ndikasi transfusi darah : 1. Perdarahan akut sampai b E 7 gr H atau t E "G H Pada orang tua, kelainan paru, kelainan 'antung, b E 1G gr H !. @edah mayor kehilangan darah !G H :olume darah #CP8 (#esusitasi 'antung dan paru) Adalah tindakan untuk memulihkan keadaan pasien dengan tahapan A 9 @ 9 ) 9 D. (ndikasi #CP8 : - enti 'antung - enti nafas Therapi oksigen : 3ebelum, selama, setelah operasi (ndikasi : - Post operasi ada gangguan nafas (dekomp kordis) - Depresi nafas 1adar oksigen murni di ruangan : !G 9 !1 H 1adar oksigen dalam tabung : 1GG H teknik pemberian 1. >asal kateter !. >asal kanul ". /is mas (sungkup) : - non rebiliting (tanpa balon) - rebiliting (dengan balon) Tidal :olume : 7 9 14 $inute :olume ($=) F tidal :olume & ## )ardia% output ()8) F stroke :olume & ## (4 9 7 liter)

>utrisi : parenteral, enteral Parenteral : $asuk ke pembuluh darah : - Perifer, melalui : =. #adialis, =. /emoralis - 3entral, melalui : pembuluh darah besar, =. 3ub%la:ia, =.%a:a. @atasan kekentalan osmoler : JGG ml osm sentralJGG ml osm 3pinal (ndikasi : *ntuk pembedahan, daerah tubuh yang dipersyarafi %abang T . 1ebawah 1ontra (ndikasi K 1elainan pembekuan darah, syok hypopolemia, septo%emia, Peningkatan tekanan intrakranial, infeksi klulit pada daerah fungsi 1omplikasi : - Dini : +angguan pada sirkulasi, respirasi, +(T - Ter'adi kemudian ( Delayed ) Pemeriksaan Pra bedah 2 Persiapan pasien : Dasar tinadakan pertolongan gawat darurat : 1. A:aluasi L pengendalian 'alan nafas !. =entilasi dan oksigenasi ". Pengendalian sirkulasi .. Tindakan hemostatis 4. A:aluasi terhadap %edera 5. $onitoring 1asus : - @edah (lleus, hernia in%ar%erata - 1ebidanan Plasenta pre:ia, solutio plasenta - 3yaraf Perdarahan intra %ranii, fraktur basis %ranii - $ata Trauma @ulbi Penyakit : - lambung penuh - 3yok - +angguan alektrolit , asam basa - 1adar gula darah naik Pengelolaan pas%a @edah : 1. Awasi keadaan :ital !. Perbaiki deposit %airan, darah dan elektrolit ". Tangulangi penyakit yang menyertai

Pada Pasien tanpa mondok Pilihan pasien : 1. 3ebaiknya termasuk kategori A3A (, dapat status fisik A3A (( !. Pembedahan superfisial, bukan tindakan bedah didalam kranium, toraks atau abdomen ". 0ama pembedahan tidak melebihi 5G menit .. Perdarahan , perubahan fisiologis yang ter'adi minat AB : - (nsisi Abses - 3irkumsisi - 1uretase - ernia (nguinalis ( Pada anak ) - #eposisi fraktur 3yarat T$ 1. (nduksi %epat , lan%ar !. Analgesi %ukup baik ". )ukup dalam untuk pembedahan .. $asa pulih sadar %epat 4. 1omplikasi anestesi pasa%a bedah luminal Tehnik Anestesi - 0okal - Prokain 1H 9 !,4H - 0idokain G,4H 9 1H - #egional - (ntra :ena - @lo%k 3ubara%hnoid - @lo%k regional - *mum 1omplikasi ( >yeri kepala ) - $ual - $untah - >yeri pada otot - >yeri pada tenggorok - @atuk 9 batuk Anestesi 8bstetrik : - Analgesi lokal 1. 3pinal !. Apidural ". )audal .. Paraser:%ikal Tehnik ini ( Anest. 8bstetrik ) dikontraindikasikan pada : - (nfeksi didaerah fungsi - +angguan pembekuan darah - ipo:olemia

- Pasien menolak ipotensi, muntah,meningitis2 en%ephalitis - 1omplikasi 1. Aspirasi paru !. +angguan respirasi ". +angguan kardio:as%uler Anestesi Pediatrik : Permasalahan : - Pernafasan - 3uhu tubuh - 1ardio 9 sirkulasi - )airan tubuh $assa anestesi : - (ntubasi - (nduksi inhalasi - (nduksi intra:ena

Syarat anes umu pada beda darur

PRESENTASI KASUS ANESTESI Disusun Oleh Mohamad Fi ih SMF ANESTESIA FAKU!TAS KEDOKTERAN UNI"ERSITAS UPN #"ETERAN$ %AKARTA RSUD PROF& Dr& MAR'ONO SOEKAR%O PUR(OKERTO )A) I PENDA*U!UAN Untu operasi yan+ diren,ana an se,era ele ti- tersedia .a tu berhari/hari untu pemeri saan lini dan laboratorium0 serta persiapan operasinya& Te ni anestesi dapat diren,ana an dalam eadaan tida terburu/buru& %alan dan luasnya operasi sudah dapat diren,ana an0 .a tu untu operasi ele ti- terdapat di piha ahli anestesi& 123 Pada bedah +a.at darurat0 -a tor .a tu yan+ san+at berhar+a ini tida ada la+i& Do ter anestesi dihadap an epada tu+as den+an .a tu persiapan yan+ san+at sin+ at0 mun+ in 2 4am atau uran+& Sehin++a harus di,apai ompromi antara

pende atan ideal dan ondisi anestesi optimal yan+ dapat diberi an untu menun4an+ inter5ensi bedah +a.at darurat ini& 163 )anya bedah +a.at darurat masih dapat ditan++uh an pela sanaannya selama 2 4am atau lebih untu persiapan yan+ lebih bai 0 e,uali eadaan di ba.ah ini 7 120 63 2& Ke+a.atan 4anin 6& Perdarahan yan+ tida ter endali an 8& 'an++uan perna-asan yan+ san+at berat 9& :ardia, arrest ;& Emboli arterial )ila eadaan umum pasien yan+ uran+ bai 0 man-aat untu se+era dibedah harus dipertimban+ an terhadap risi o penan++uhan yan+ di+una an untu persiapan yan+ lebih bai demi euntun+an pasien& Tinda an bedah darurat yan+ e,il dapat memba.a risi o anestesi besar yan+ tida terlihat den+an 4elas pada permulaan& Penilaian linis yan+ bai 0 serta emampuan untu men+enal dan mempersiap an diri untu situasi/situasi yan+ berbahaya serta menentu an 4enis anestesi yan+ di+una an adalah san+at berhar+a& (alaupun do ter anestesi biasanya dibantu oleh pera.at anestesi untu memelihara pera atan dan pen+adaan obat0 namun ahli anestesi tetap bertan++un+ 4a.ab a+ar peralatannya tetap terpelihara dan ber-un+si bai & 120 63 Pasien/pasien yan+ membutuh an anestesi untu operasi +a.at darurat a an lebih sulit ba+i ahli anestesi0 yan+ harus mempersiap an dan menan++ulan+i masalah yan+ ada0 arena pasien ini tida dipersiap an lebih dahulu dan tida dalam eadaan ideal& Keadaan patolo+is yan+ mun+ in ada harus ditan++ulan+i den+an ,epat sebelum anestesi misalnya e uran+an ,airan0 tetapi bila terdapat in-e si ma a pena++ulan+an dila u an dalam .a tu yan+ terbatas arena bila terlalu lama a an men++an++u ondisi pasien& )iasanya ma in berat eadaan pasien0 ma in besar risi o yan+ berhubun+an den+an anestesi spinal0 sehin++a dipilih tehni anestesi umum& 120 60 83 Pada penulisan re-erat ini a an dibahas syarat yan+ harus dipenuhi pada pemberian anestesi umum pada pembedahan darurat supaya risi o yan+ dihadapi dapat minimal se ali& )A) II PEM)A*ASAN Anestesi umum adalah tinda an men+hilan+ an nyeri se,ara sentral disertai den+an hilan+nya esadaran dan bersi-at pulih embali 1re5ersibel3& Komponen anestesi yan+ ideal adalah 7 hipotoni 0 anal+esi dan rela sasi otot& Metode anestesi umum dilihat dari ,ara pemberian obat adalah 7 inhalasi dan intra5ena& 193 Masalah/masalah anestesi umum untu pembedahan darurat yan+ harus diperhati an oleh ahli anestesi adalah 7 120 63 2& !ambun+ terisi penuh 6& *ipotensi

8& Ke+a+alan perna-asan 9& Tamponade ardia ;& :NS 1:entral Ner5ous System3 Masalah tersebut diatas harus dapat dihindari atau diminimalisasi an oleh ahli anestesi a+ar dapat di,apai suatu eberhasilan dalam mela u an pembedahan darurat dan men+uran+i risi o a ibat dari pemberian anestesi umum0 syarat pemberian anestesi umum harus memperhati an masalah/masalah tersebut diatas0 dan pasien harus sudah dalam eadaan stabil hemodinami anya& a& Pen,e+ahan Aspirasi 120 60 83 Untu men,e+ah ter4adinya aspirasi dari isi lambun+ dapat dila u an ,ara 7 / Posisi head do.n selama tra ea tida diintubasi& Posisi head do.n 4u+a setelah tra ea diintubasi0 e,uali bila ada trauma apitis atau enai an te anan intra ranial& / Tube naso+astri diisap bersih lalu dilepas sebelum diindu si0 dipasan+ embali setelah intubasi dan ,u-- dipasan+& / Siap an su,tion yan+ uat0 be er4a bai dan ateter besar& / Indu si 7 head up ,rash intubation 19<=3 untu tena+a yan+ sudah trampil intubasi& Penderita den+an trauma ma silo-asial yan+ su ar 4alan na-asnya dan berdarah terus/menerus 4an+an mema ai ,ara ini& Periode head up dila u an sepende mun+ in a+ar per-usi ota tida ter+an++u& )ila -asi ulasi selesai ,epat rela sasi rahan+0 ,epat intubasi0 pasan+ ,u--0 embali head do.n0 na-as buatan& Selama intubasi dan ,u-- belum terpasan+0 4an+an beri an na-as buatan e,uali intubasi +a+al0 se+era robah head do.n dan beri na-as buatan untu men+atasi hipo sia& Intubasi head do.n merupa an pilihan lainnya 4i a ,ara head up tida dapat dila u an& )ila perlu penderita tidur mirin+ dulu0 baru ditelentan+ .a tu a an larin+os opi& Pada ,ara intubasi diatas tetap ada sa4a pasien yan+ muntah dan aspirasi masi-& Pada trauma ma silo-asial atau esulitan 4alan na-as pertimban+ an intubasi sadar& )oleh spray lido ain 6> pada lidah dan -arin+0 tetapi 4an+an ena pli a 5o,alis& Dia?epam <02 / <06 m+@ + i5 dapat diberi an untu men+uran+i stres penderita dan memudah an intubasi& b& Obat/obat anestesi umum yan+ di+una an pada pembedahan darurat 120 60 80 93 / O si+enasi 2< !@menit selama minimal 8 menit / Pentotal 8 / ; m+@ + ))0 su sinil oline 2 / 6 m+@ +)) 14an+an terlalu sedi it su sinil oline3& Kompresi ri oeso-a+eal dila u an saat ini0 bila terlalu pa+i 4ustru meran+san+ muntah& / Dia?epam <06 m+@ + )) i5 seba+ai pen++anti pentotal bila te anan darah labil atau pada penderita asma bron iale0 arena pentotal atau tiopental dalam dosis yan+ berlebihan dapat menyebab an hipotensi a ibat depresi pusat motor dan henti na-as arena depresi pusat perna-asan& / Ketamin 2 / 6 m+@ + )) pada penderita den+an sho, atau trauma status III asal an tida ada enai an te anan intra ranial& / Metode prelurarisasi dapat sa4a di+una an asal an semua ,ara/,ara tersebut

diatas tida di uran+i atau diubah / *ilan+nya esadaran a an disertai penurunan tonus simpati dan hipotensi& Karena itu sedapat mun+ in 4an+an mulai anestesi0 bila 5olume repla,ement masih belum ,u up / !ido ain spray tida dipa ai untu pli a 5o,alis tra ea0 arena re-le s prote ti4alan na-as tida boleh hilan+0 e,uali pada pembedahan intra ranial& / *alotan disertai suplement nar oti intra 5ena merupa an alternati- lain dan merupa an obat pilihan untu tora tomi bila hemodinami men+i4in an& Karena halotan menyebab an rela sasi uterus0 hatri/hati den+an bahaya hemora+ia post partum pada S:0 -or,eps e stra si dan lain/lain& / Ketamin selain untu indu si 4u+a dapat dipa ai seba+ai obat maintenan,e 1I" A / 2 m+@ + )) tiap 2< / 2; menit3& Merupa an pilihan yan+ bai pada eadaan dimana +an++uan hemodinami tida dapat diatasi sebelum@selama pembedahan& Ke,uali untu penderita den+an enai an te anan intra ranial@ raniotomi0 sebab etamin menai an te anan intra ranial& / N6O6 O6 dipa ai hanya untu raniotomi den+an tambahan pentotal atau dia?epam0 droperidol smua diberi an se,ara intra 5ena& / Untu tora otomi mutla dipa ai O6 2<<> / Rela san dipa ai dalam ombinasi den+an salah satu obat anestesi diatas& Dosisnya diatur a+ar tida ter4adi 2<<> blo supaya re5ersal nanti mudah& Prosti+min0 Atropin den+an perbandin+an 6 7 2 dalam satu semprit disunti an i5 perlahan/lahan 16 / 8 menit3& Untu raniotomi diberi an su sinil oline 12<< m+ i5 pada oran+ de.asa30 pada .a tu epala a an dibalut dan e stubasi& Na-as buatan diberu an se,ara perlahan/ lahan0 a.asi emun+ inan re+ur+itasi0 bila perlu dipa ai tube naso-arin+& 160 83 Setelah na-as spontan embali0 re5ersal diberi an untu men+hilan+ an sisa rela san0 siap su,tion yan+ uat& Ke,uali pada raniotomi ma a semua e stubasi dila u an setelah penderita sadar@,u up sadar untu men4a+a 4alan na-asnya dari aspirasi& Minimal bisa mela u an head li-t selama ; deti setelah obat rela sasi otot diberi anti dotum& 163 Penderita den+an penya it/penya it husus seba+ai penyulit dari masalah bedahnya serin+ di4umpai seperti 7 120 60 83 2& Penya it 4antun+ oroner Usaha an o si+en demand tida menin+ at oleh in-e si0 +elisah0 nyeri dan e sitasi& Usaha an te anan darah tetap stabil seperti pada .a tu sadar atau dapat turun atau nai B 2< / 6< mm*+& Monitorin+ EK' den+an men+a.asi se+men ST0 arah T dan timbulnya aritmia yan+ berbahaya& 6& Penya it 4antun+ de ompensasi Usaha an depresi myo ard serin+an mun+ in den+an men+hindari halotan onsentris tin++i& Usaha an te anan darah tida turun banya & Pada mitral stenosis yan+ sempit0 ta i ardi dapat mema,u timbulnya de ompensasi& Usaha an nadi senormal mun+ in pasan+ :"P ateter dan di+italisasi ,epat preoperasi harus diusaha an& 8& Diabetes mellitus

Peri sa adar +ula darah0 orelasi an den+an redu si urin yan+ sedan+ menetes dari ateter& Kadar diusaha an 2;< / 6<< m+>0 4an+an berusaha membuat normal& 9& Asma bron iale Anamnesis yan+ teliti tentan+ berapa berat penya itnya0 seberapa serin+ seran+an0 obat apa yan+ biasa dipa ai& )eri amino-ilin I"0 adan+ penambahan oradeCon 2 ampul i5 dapat membantu& %an+an intubasi sebelum re-le s hilan+0 pentotal su sinil uran+ tepat disini& Kalau bisa anestesi didalam an den+an halotan sampai re-le s 4alan na-as hilan+0 baru diintubasi& E stubasi 4u+a dila u an sebelum re-le s timbul la+i0 posisi tetap head do.n& )A) III KESIMPU!AN Masalah/masalah yan+ ada pada pembedahan darurat adalah bahaya ter4adinya aspirasi dari lambun+ yan+ berisi0 +an++uan perna-asan0 +an++uan hemodinami 0 dan esadaran yan+ tida selalu dapat diperbai i sampai optimal serta terbatasnya .a tu untu persiapan men,ari data dan perbai an -un+si tubuh& Penundaan pembedahan a an membahaya an 4i.a atau penyebab an ehilan+an an++ota badan& Oleh sebab itu pela sanaan operasi harus se+era dila u an den+an men++una an anestesi umum dan harus memperhati an syarat/syarat pemberian anestesi umum seperti stabilisasi hemodinami 0 men,e+ah ter4adinya aspirasi isi lambun+ dan obat/obat anestesi umum yan+ sesuai den+an ondisi operasi yan+ a an dila u an& Apabila syarat/syarat tersebut sudah dapat terpenuhi ma a pembedahan darurat dapat dila u an dan risi o pas,a anestesi dan pembedahan dapat dihindari seminimal mun+ in& )A) I" DAFTAR PUSTAKA 2& Duhardi0 T&)0 Anestesi untu pembedahan darurat dalam Ma4alah :ermin Dunia Kedo teran no& 880 2EF9 7 8/; 6& Rahard4o0 E&0 Rahard4o0 P&0 Sulistiyono0 *&0 Anestesi untu pembedahan darurat dalam Ma4alah :ermin Dunia Kedo teran no& 880 2EF9 7 G/E& 8& Dobson0 M&)&0ed& Dharma A&0 Penuntun Pra tis Anestesi0 E':0 2EE90 %a arta& 9& Sta- Pen+a4ar )a+ian Anestesiolo+i dan Terapi Intensi- FK UI0 Anestesiolo+i0 2EFE0 %a arta