Anda di halaman 1dari 10

7

Keadaan Match Saluran


Rangkaian Penyesuai berikutnya adalah rangkaian penyesuai yang umum digunakan di bidang microwave dan dalam bidang peralatan yang bekerja pada pita frekuensi VHF. eadaan matching dilakukan juga untuk mencapai kondisi transfer daya yang maksimum. !erdapat dua macam yang akan dibahas disini" yaitu" saluran trafo # $%& dan saluran stub tuner. 7.1. Saluran Trafo 'aluran tersebut mempunyai panjang sebesar # " yang disisipkan diantara saluran-utama dan beban yang tidak match" yang berarti beban ZL ( Zo seperti ditunjukkan pada )br-*. Hasil akhirnya adalah" impedansi input saluran tersebut bersama-sama saluran trafo # serta beban ZL akan sama dengan Zo" yaitu keadaan match.
Z
S

A
1 /4

Z 'O

A ' Z
O

Gbr-1 +atching dgn metoda !rafo # $

'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

4engan penyisipan tersebut" maka impedansi 115 menjadi beban baru bagi saluran utama yang harus memenuhi syarat match" yaitu" ZAA 6 Zo. 4engan panjang saluran sebesar # $ tersebut &dan dengan impedansi karakteristik sebesar Zo5 " maka ZAA 6 Zo578ZL" sehingga" Zo 6 atau" Zo 6
7 Z 9o ZL

ZO Z L

.......................................................

:;-*<

+engapa saluran # itu disebut sebagai trafo # " itu karena saluran ini mempunyai transformasi impedansi yang mirip dengan sebuah trafo seperti diuraikan sebagai berikut. Pada sebuah trafo dengan ratio jumlah lilitan :1: n< seperti ditunjukkan pada )br-7. 4ari )br-7 terlihat hubungan" =in 6 n7.=b ............................................................... :;-7<

1 : n
Z
in

Z
Gbr-2 !rafo dgn ratio lilitan *> n

'ementara" saluran trafo # mempunyai impedansi masuk" Zin ? ZAA

Z9 6 o ZL

9 Zo 6 Z L

. ZL

Zin

6 N7. ZL

..........................................

:;-@<

!erlihat bahwa" Persamaan :;-@< identik dengan Persamaan :;-7<. 'ehingga" oleh karena itu saluran # dinamakan juga sebagai trafo # . ,adi saluran trafo # tersebut mempunyai impedansi karakteristik seperti ditunjukkan pada Persamaan :;-*< yang bersifat resistif" karena Zo maupun ZL bersifat resistif. 1dakalanya impedansi beban ZL bukan resistif" melainkan reaktif atau malahan satu impedansi. .ntuk kasus ini" maka penyisipan saluran # tidak tepat di ujung
'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

beban" melainkan sekian dari beban. Pada titik tersebut" nilai impedansinya resistif" RS. emudian impedansi karakteristik saluran # dapat menggunakan Persamaan :;-*< untuk menghitungnya dengan mengganti ZL dengan nilai R' tersebut sebagai nilai impedansi beban saluran utamanya. .ntuk kasus ini diharapkan para mahasiswa mencobanya dengan menggunakan metoda Smith chart walaupun nanti akan dibahas pada +odul-A. Contoh Soal 7-1. 'atu saluran transmisi yang mempunyai impedansi karakteristik ;B " dibebani dengan resistansi @CC . !entukan saluran trafo # yang digunakan untuk membuat match saluran. Frekuensi kerja yang dioperasikan sebesar *C +HD.

Solusi
/ilai impedansi karakteristik saluran trafo # tersebut tertentu dari" =5E 6
Z O xZ R

;B x@CC

6 150

Panjang saluran 6 # 6 # F

@ x*CA 6 7,5 meter *C;

7.2. Smith Chart 'ebelum membahas penyelesaian matchin im!edance metoda kedua ini" perlu dijelaskan dulu berikut ini penggunaan Smith chart dan fungsi beberapa skala yang ada pada chart tersebut. 2hart ini adalah alat bantu untuk perhitungan penyesuaian impedansi :im!edance matchin < suatu saluran transmisi secara grafis. Smith Chart yang dimaksudkan mempunyai pola yang disederhanakan seperti ditunjukkan pada )br-@. 'etiap titik pada chart mewakili suatu impedansi atau admitansi pada kedudukan tertentu sepanjang saluran. /ilai tersebut dinyatakan dalam nilai yang dinormalisasikan :normali"ed< terhadap harga impedansi karakteristik saluran. ,adi nilai normali"ed suatu impedansi =* adalah "1n 6 =*8=o " atau admitansi G7 adalah #$n 6 G78Go atau sama dengan =o8=7. alau kita amati gambar chart tersebut" terlihat" bahwa chart terbentuk dari dua kelompok garis lengkung. elompok pertama berbentuk beberapa lingkaran yang menyatakan nilai resistif :6 r< impedansi atau admitansi yang dapat dilihat nilainya dengan skala pada garis tengah pemisah bagian atas dan bawah chart. 'edang kelompok kedua ber-bentuk garis lengkung lingkaran yang bermula pada tepi kanan chart dan
'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

berakhir pada pinggir lingkaran. imajinernya

elompok lengkung lingkaran ini menunjukkan nilai

:6 jx < yang dapat dilihat pada setiap ujung lengkung lingkaran. ,adi nilai

normaliDed suatu impedansi atau admitansi tertentu dari kedua nilai tersebut. 'elanjutnya penjelasan mengenai penggunaan 'mith chart dapat disimpulkan sebagai berikut.

Gbr-3 'mith 2hart yg disederhanakan

*<. 3ergerak melingkar dengan titik pusat di tengah lingkaran chart ke kanan" berarti kita bergerak sepanjang saluran ke arah generator. alau melingkar ke kiri" berarti kita bergerak sepanjang saluran ke arah beban. )erakan melingkar tersebut ditunjukkan jarak tempuhnya sepanjang saluran oleh skala yang tertera sepanjang tepi lingkaran dengan satuan panjang gelombang :6 <. 'elama gerakan ini" nilai impedansi yang berarti juga nilai admitansinya" berubah.

'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

7<.

3ergerak mengikuti lingkaran resistif tertentu" berarti bahwa perubahan nilai impedansi :admitansi< hanya pada bagian imajinernya saja. 'edang gerakan mengikuti lengkung reaktif tertentu menyebabkan nilai impedansi :admi-tansi< berubah bagian riilnya.

@<. 3agian sebelah atas garis tengah resistif" merupakan tempat kedudukan nilai impedansi yang bersifat induktif atau admitansi yang bersifat kapasitif. 'edang bagian bawah lingkaran chart dari garis tengah tersebut" merupakan tempat kedudukan nilai impedansi yang kapasitif atau admitansi yang induktif. H<. arena pemasangan saluran stub paralel terhadap saluran-utama yang di match" maka seluruh perhitungan impedansi dilakukan dalam bentuk admitansinya. edudukan match pada Smith %hart ditunjukkan pada posisi pusat lingkaran" yaitu admitansi :impedansi< mempunyai nilai 1. 4isamping Smith %hart digunakan untuk melakukan perhitungan impedance matching saluran" chart ini berfungsi juga untuk menentukan > *<. /ilai faktor refleksi" " pada suatu kedudukan sepanjang saluran. +odulusnya" " tertentu oleh radius lingkaran dengan pusat titik 1. /ilainya dapat ditentukan secara linier sepanjang radius itu dengan menggunakan garis skala linier pada bagian kanan bawah lembar chart tersebut dengan skala linier. 'edang argumennya :sudut fasa< tertentu dari skala sepanjang keliling lingkaran yang dinyatakan dalam derajat. 7<. /ilai 'IR" " pada saluran yang tertentu dari radius kedudukan impedansi tertentu dan dinyatakan dengan skala nilai resistif impedansi di sebelah kanan titik 1. @<. !empat sepanjang saluran transmisi yang bertegangan maksimum dan yang bertegangan minimum" yaitu sepanjang 9 aris resistif9. !egangan maksimum" -maF." terletak di sebelah kanan titik 1" sedang tegangan minimum" -min." terletak di sebelah kiri titik 1. 4asar penentuan posisi tersebut adalah" Zmin 6 -min80maF
'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

Zmax 6 -maF80min 7.3. Single stub Pada umumnya" permasalahan adalah bagaimana agar suatu saluran yang mempunyai beban =R ( =E atau mismatch menjadi suatu saluran yang match dengan menganggap bahwa faktor redaman 6 C :lossless line<. ,adi penyelesaian masalah selalu dimulai dari ujung terima :beban<. 4iagram saluran yang menggunakan sin le stu& ditunjukkan pada )br-H. Sin le stu& mempunyai dua kemungkinan bentuk" yaitu" ujung tertutup :short circuited< dan ujung terbuka :o!en circuited<.

Gbr-4 Penempatan short circuited single-stub pada saluran-utama.

Jangkah-langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut > *. 4itentukan nilai normaliDed admitansi beban" yRn" misalnya 'r()x*. 4itempatkan nilai tersebut pada lembar Smith chart" yaitu pada titik perpotongan lingkaran r dan lengkung lingkaran ()x" 7. 4engan bantuan jangka" digerakkan melingkar titik tersebut searah jarum jam sampai memotong lingkaran resistif 919. 4ua hal yang kita catat pada langkah ini" yaitu" pertama berapa jauh kita melangkah dari titik beban sampai ke titik potong tersebut yang akan menunjukkan jarak penempatan stub dari ujung beban :6 J*<. edua" pada nilai imajiner berapa titik potong tersebut" misalkan )x1"

'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

maka bila kita akan melakukan matching berarti nilai tersebut harus dihilangkan. Harus hilang" berarti admitansi stu& harus mempunyai nilai sebaliknya" yaitu -)x1 yang akan menentukan panjang stu& :6 J7<. @. +enentukan panjang J* dan J7 Panjang J* tertentu dengan skala pada pinggir lingkaran" yaitu selisih jarak posisi akhir dan posisi awal" yaitu titik posisi beban. Panjang J7 tertentu juga dengan skala tersebut" tetapi posisi akhir dan posisi awalnya ditentukan sebagai berikut > Posisi akhir" yaitu oleh nilai kompensasi )x" yang dapat bernilai negatif atau positif. Posisi awal" yaitu tergantung pada jenis stu& yang digunakan. .ntuk jenis open-circuit stub" posisi awal pada titik 1 :pada )br-@<" sedang penggunaan jenis short-circuit stub menentukan posisi awalnya pada titik 3. Panjang J 7 tertentu dengan putaran searah jarum jam.

Contoh Soal 7-2. 'atu beban berbentuk kombinasi R2 seri mempunyai impedansi" =J" sebesar :HBC - jKCC< pada frekuensi *C +HD" disambungkan pada saluran transmisi yang mempunyai impedansi karakteristik @CC . Rencanakan penggunaan stub jenis tunggal tertutup :short circuited sin le-stu& tuner< untuk memberikan keadaan match pada saluran. Hitung posisi dan panjang stu& L

Solusi
Jangkah tahap penyelesaian diberikan nomor urut serta pemberian huruf PMR dengan melihat Smith chart )br-B sebagai berikut" 3eban normaliDed ditentukan" "L 6 :HBC M jKCC<8@CC 6 :*"B M j7<. emudian nilai

ini diletakkan pada Smith chart :titik-P< yang kemudian ditentukan nilai admitansinya" yaitu dengan memutar posisi titik-P sejauh *ACo. /ilai tersebut adalah titik-N" yang mempunyai nilai normaliDed" yJ 6 C"7H O jC"@7. :Ingat ! " bila kita menghadapi rangkaian paralel" maka berarti kita bekerja dengan admitansi<. ,arak stub 6 C"*A* M C"CB* 6 0,130
'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

Gbr-5 'mith chart utk penyelesaian soal B-@

Jangkah selanjutnya adalah > *. emudian posisi titik-N terus kita putar searah jarum jam sampai memotong lingkaran match" yaitu sampai titik-R. Jingkaran match adalah kurva lingkaran untuk nilai riil *. !itik-R mempunyai nilai y 6 * O j*";. ,arak titik-N ke titik-R yang dapat dibaca pada skala pada bagian pinggir chart" menunjukkan jarak posisi stub terhadap beban =J" yaitu" 7. .ntuk mendapatkan kondisi match dan beresonansi" maka nilai imajiner titik-R yang sebetulnya dapat mewakili impedansi masukkan saluran stub pada titik-R tersebut" harus dihilangkan. .ntuk mendapatkan kondisi itu" maka im'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

pedansi masukkan saluran stub sebenarnya" harus mempunyai nilai sebaliknya dari Oj*";P yaitu harus mempunyai nilai Mj*";. @. arena saluran stub ditentukan jenis short circuited" maka impedansinya akan bernilai tak berhingga. /ilai tak berhingga pada 'mith chart terletak di sebelah kanan. 4ari situlah kita berputar searah jarum jam sampai menuju nilai Mj*";. Panjang stub tertentu dari perubahan nilai admitansi yang dapat terbaca pada skala dipinggir lingkaran chart. !ertentu panjang stub sebagai berikut" Panjang stub 6 C"@@B M C"7BC 6 0,085 Pada penyelesaian matching dengan stu& tuner ini sebetulnya terdapat dua metoda" yaitu" single-stub dan double-stub. !etapi disini hanya dibahas single-stub saja" sementara solusi dengan double-stub akan dibahas pada +odul-A

Daftar Kepustakaan
1. ,ohnson" Ialter 2.P Transmission Lines an !et"or#s" +c)raw-Hill 2o." 'ingapore" *QAK. 2. ennedy" )eorgeP $le%troni% Communi%ation S&stems" +c)raw-Hill 2o." 'ingapore" *QAA.

3. Roddy" 4ennis R 2oolen",ohnP $le%troni% Communi%ations" Prentice-Hall of 0ndia Jtd" /ew 4elhi" *QA*.

'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

,urusan -lektro-F!-P ./0V-R'0!1' +-R2. 3.1/1

Lampiran 7-1 Smith Chart

'aluran !ransmisi" Modul-7 Keadaan Match Saluran

*C