Anda di halaman 1dari 35

BAB I PENDAHULUAN I.I.

Latar Belakang Golongan karbohidrat merupakan salah satu golongan utama bahan organiK ang terdapat di alam! terdapat pada semua tumbuhan dan he"an ang

penting bagi kehidupan. #eskipun karbohidrat merupakan sen a"a biologis ang ban ak di$umpai di muka bumi! karbohidrat tubuh manusia han alah %& sa$a dari keseluruhan tubuh manusia. 'ata nama karbohidrat (ukup rumit. )en a"a ini dapat digolong*golongkan menurut dapat atau tidakn a dihidrolisis men$adi sen a"a* sen a"a ang lebih ke(il ! menurut $umlah atom +! menurut arah putaran bidang (aha a terkutub! dan dengan hubungan rumus bangun dengan gliseraldehida. Karbohidrat merupakan sen a"a karbon! hidrogen! dan oksigen dengan rumus +n,H-.n/. Ban ak karbohidrat ang mempun ai rumus empiris +H-.!

misaln arumus molekul glukosa ialah +0H%-.0 , enam kali +H-. /. )en a"a ini pernah disangka1 hidrat dari karbon1! sehingga disebut karbohidrat. Gagasan ini merupakan gagasan ang salah ! sebenarn a karbohidrat merupakan polihidroksi

aldehid dan polihidroksi keton atau turunann a. #enurut strukturn a karbohidrat digolongkan men$adi monosakarida! oligosakarida! dan polisakarida. #onosakarida atau gula sederhana atau tidak dapat dihidrolisis men$adi sen a"a ang lebih sederhana. #onosakarida dapat diikat se(ara bersama*sama untuk membentuk dimer! trimer! dan akhirn a polimer. Dimer*dimer disebut disakarida. )ukrosa adalah suatu disakarida ang dapat dihidrolisis men$adi

satu satuan satuan glukosa dan satu satuan 2ruktosa. #onosakarida dan disakarida dapat larut dalam air dan umumnn a manis. .ligosakarida mengandung paling sedikit sampai delapan satuan monosakarida ang saling berhubungan. Polisakarida mengandung lebih dari delapan satuan monosakarida! dan apabila dihidrolisis akan dihasilkan satuan*satuan monosakarida. Karbohidrat*karbohidrat tersebut dapat dide2inisikan berdasarkan reaksi kimia! u$i demikian setiap kali memberikan reaksi ang spesi2ik. Dalam bidang 2armasi pembahasan tentang karbohidart sangatlah penting untuk dipela$ari. Hal ini berkaitan dengan bagaimana nantin a sen a"a obat dapat bereaksi dengan karbohidrat.

I.-. #aksud dan 'u$uan %.-.% #aksud #engetahui dan memahami (ara identi2ikasi karbohidrat. %.-.-. 'u$uan #engetahui reaksi sen a"a*sen a"a karbohidrat dengan menggunakan pereaksi 3ehling! 'olens! Benedi(t! 'romer! U$i hidrolisis amilum! U$i #olish.. %.-.4. Prinsip Per(obaan a. #engu$i sen a"a*sen a"a monosakarida dengan u$i 3ehling! U$i (ermin perak! U$i 'olens! U$i )ali"ano22! dan u$i Benedi(t dengan melihat perubahan "arna dan endapan ang terbentuk.

b. #engu$i sen a"a*sen a"a disakarida dengan u$i 'olens! U$i Benedi(t dan U$i 3ehling (. #engu$i sen a*sen a"a polisakarida dengan u$i reaksi amilum! dengan iodium! hidrolisa amilum! dan reaksi tromer! dengan melihat perubahan "arna dan endapan. ang terbentuk.

BAB II 'IN5AUAN PU)'AKA

Karbohidrat merupakan salah satu sen a"a organi( biomakromolekul alam ang ban ak ditemukan dalam makhluk hidup. Pada tanaman karbohidrat dibentuk melelui reaksi antara karbondioksida dan molekul air dengan bantuan sinar matahari dalam proses 2otosintesis pada sel tanaman ang berkloro2il., 0 6 Bab%7 60/ 8eaksi 2otosintesis9

n +.- : n H-.

, +H-. / : n .-

Gula dan produk pati ang didapat dari bahan tumbuh*tumbuhan berperan utama dalam nutrisi dan industri bahan makanan se$enis. Pati adalah bentuk utama pen impanan karbohidrat ang digunakan untuk sumber makanan atau energi.Pada he"an tingkat tinggi! glukosa adalah komponen ang paling penting dan $uga

merupakan bagian penting dalamm koen;im! antibiotika! tulang ra"an! kerang! dan dinding sel bakteri., -6 4<=/

%. Penggolongan Karbohidrat Karbohidrat adalah sen a"a*sen a"a polihidroksi ang dari rumus

strukturn a akan terlihat bah"a gugus 2ungsi terpenting aitu gugus 2ungsi karbonil ,aldehid dan keton/. Gugus*gugus 2ungsi itulah itulah ang menentukan si2at sen a"a

tersebut. Berdasarkan gugus ang ada pada molekul karbohidrat dapat dide2inisikan sebagai polihidroksialdehid dan polihidroksiketon atau sen a"a ang

menghasilkann a pada proses hidrolisis. Berdasarkan hasil hasil hidrolisis dan strukturn a karbohidrat dibagi atas tiga golongan besar aitu9 monosakarida!

oligosakarida! dan polisakarida. Hasil hidrolisis ketiga kelas utama karbohidrat tersebut saling berkaitan! (ontohn a hidrolisis pati men$adi maltosa dan akhirn a glukosa., >6%= / %.%. #onosakarida #onosakarida adalah suatu karbohidrat ang paling sederhana ang tidak

dapat dihidrolisis men$adi sen a"a ang lebih sederhana lagi. Berdasarkan gugus 2ungsin a monosakarida dibagi atas dua golongan besar! aitu aldosa $ika

mengandung gugus aldehid! misaln a glukosa dan galaktosa sedangkan ketosa $ika mengandung gugus keton! misaln a 2ruktusa dan ribosa. Berdasarkan atom ang terdapat dalam molekul monosakarida! maka monosakarida duibedakan atas9 * 'etrosa dengan rumus molekul + H . dan mempun ai 7 atom karbon. * Pentosa dengan rumus molekul + H . dan mempun ai > atom karbon. * Heksosa dengan rumus molekul + H . dan mempun ai 0 atom karbon. Gliseraldehid adalah ketosa adalah ketosa ang paling sederhana dan dihidroksuaseton

ang paling sederhana pula. Aldosa dan ketosa lainn a dapat

diturunkan dengan menambahkan atom karbon! masing*masing memba"a gugus hidroksil., 76 ?%% /

a. Glukosa Glukosa merupakan suatu monosakarida terpenting!;at ini terdapat pada daun buah*buahan.Dalam molekul glukosa terdapat lima gugus hodroksil dan satu gugus aldehid. 8umus bangun glukosa adalah rantai karbon terbuka dan ada melingkari ang disebut hemiasetal., 06 Bab %7 6? / ang

b. 3ruktosa 3ruktosa merupakan isomer dari glukosa dan terdapat di dalam buah*buahan! madu! dan dalam gula tebu ber(ampur dengan glukosa. Larutan 2ruktosa dalam air dapat mereduksi 3ehling. Larutan sukar mengkristal dan rasan a lebih manis dari glukosa., 06 Bab %76 </ %.-. .ligosakarida .ligosakarida ang paling ban ak ditemukan adalah disakarida. Disakarida adalah karbohidrat ang terbentuk dari dua satuan monosakarida ! ang terikat antara satu dengan lainn a melalui ikatan glikosida dalam posisi %!7 al2a atau %!7 beta. +ontoh oligosakarida aitu maltosa! selobiosa! laktosa! dan sukrosa., <6 Bab @I 6 %A / a. #altosa #altosa adalah disakarida ang diperoleh sebagai hasil hidrolisis pati.

Hidrolisis maltosa selan$utn a menghasilkan glukosa. #altosa terdiri dari dua satuan

glukosa! terikat antara satu dengan ang lain melalui ikatan al2a glikosida. #altosa tidak terdapat bebas! dan diperoleh dari analisis pertolongan en;im diastase , <6 Bab @I 6 %% / b. )elubiosa )elubiosa adalah disakarida ang diperoleh dari hidrolisis parsial selulosa! hidrolisis lebih lan$ut akan menghasilkan D*glukosa. )elubiosa merupakan perpaduan dua molekul D*glukosa melalui ikatan beta %!7 glikosida! $adi merupakan isomer maltosa.,<6 Bab @I6 %% / (. Laktosa Laktosa adalah gula tam ang terdapat dalam susu sapi dan manusia. ang

Hidrolisis laktosa menghasilkan D*glukosa dan D*galaktosa dalam $umlah sama.,<6 Bab @I6 %- / d. )ukrosa )ukrosa biasa disebut gula pasir! terdapat pada semua tanaman

ang

mengalami 2otosintesis dan ber2ungsi sebagai sumber energi. Gula ini terdiri dari satu satuan glukosa dan satu satuan 2ruktosa. Ikatan antara keduan a melalui ikatan glikosida!dengan karbon anomerik! aitu atom +*% dari unit glukosa terikat melalui oksigen ke atom +*- pada unit 2ruktosa dan 2ruktosa merupakan bentuk 2uranosa. , <6 Bab @I6 %- /

%.4. Polisakarida Polisakarida tersusun dari ban ak unit ang terikat antara satu dengan ang lain melalui ikatan glikosida. Hidrolisis total polisakarida menghasilkan

monosakarida. +ontoh polisakarida adalah selulosa! amilum , pati /! glikogen! dan kitin.,< 6 Bab @I6 %7 /

a. )elulosa )elulosa adalah polimer tak ber(abang ang dihubungkan melalui %!7 beta glikosida 4AA*%>AAA unit D*glikosida membentuk rantai lurus! terikat sebagai unit* unit selobiosa. #anusia tidak dapat men(erna selulosa! sekalipun sekalipun dapat men(erna pati dan glikogen. Hal ini disebabkan karena adan a perbedaan stereokimia ikatan glikosida pada atom +*% setiap unit glukosa. , <6 Bab @I6 %7 / b. Pati Pati ber2ungsi sebagai pen impanan energi. Pati dipisahkan men$adi dua komponen utama berdasarkan kelarutan bila dibubur dalam air panas. )ekitar -A& pati adalah amilosa , larut / dan ?A& adalah amilopektin , tidak larut /. Amilosa adalah polimer linear dari al2a D*glukosa. Dalam larutan berbentuk heliks men erupai kumparan! karena adan a ikatan dengan kon2igurasi a pada setiap unit glukosa. Amilopektin adalah suatu polisakarida ang $auh lebih besar daripada

amilosa! mengandung kurang lebih %AAA satuan glukosa per molekul., <6 Bab @I6 %> /

(. Glikogen Glikogen adalah polisakarida ang ber2ungsi sebagai pen impanan glukosa dalam he"an. )truktur glikogrn mirip amilopektin! aitu mengandung rantai glukosa ang terikat %!7 al2a per(abangan %!0 al2a. Glikogen membantu mempertahankan keseimbangan gula dalam tubuh!dengan $alan men impan kelebihan gula ang

di(erna dari makanan dan mensuplain a ke dalam darah $ika diperlukan. , <6 Bab @I6 %< /

d. Kitin Kitin adalah polisakarida linear ang mengandung N*astil*D*glukosamin

terikat b. Hidrolisisn a menghasilkan -*amino*-*deoksi*d*glukosa. Kitin ban ak terikat dalam protein dan lipida! merupakan komponen utama dalam bangunan serangga., <6 Bab @I6 %< /

-. 8eaksi*8eaksi Penting karbohidrat a. .ksidasi men$adi asam*asam aldonat dan aldarat Gugus aldehid dapat dengan mudah mengalami oksidasi! begitupun dengan aldosa dapat dioksidasi dengan asam aldonat dengan mudah sehingga dapat dilakukan peraksi*peraksi seperti Ag: dan +u-:. Aldosa $uga dapat memberika u$i positi2 dalam 'ollens! 3ehling! dan Benedi(t., Bab %76 %% /

O H H H H C H 2O O H H O H O H H H H

O
O H

O H H O H O H C H 2O

H H H C H 2O

O H H O H O H

D B glukosa

asam*D*glukonat

D*glukonolakton

O
H

H H H

O H H O H O H

H H H

O H H O H O H

D B glukosa

asam B D B glukarat

b. 8eduksi men$adi alditol Gugus aldehid dari aldosa dan gugus keton dari ketosa dapat direduksi oleh berbagai ;at pereduksi! seperti h drogen katalitik atau suatu hidrida logam! menghasilkan polialkohol ang disebut alditol., 06 Bab %7 6 %- /

O
H

C H 2O H H OH H H C H 2O H OH H OH O H

H H H

O H H O H O H

D B glukosa

asam D B glusitol

(. Esteri2ikasi Gugus hidroksi dalam karbohidrat bersi2at seperti gugus hidroksi pada alkohol lain! dapat diesteri2ikasi. #isaln a dapat diubah men$adi ester melalui reaksi dengan turunan asam. #isaln a C*D*glukosa men$adi penta asetat abhidrida asam. , 06 Bab %76 %- / d. Glukosidasi Pengolahan lebih lan$ut suatu hemiasetal dengan alkohol akan menghasilkan suatu asetal. Asetal monosakarida disebut glikosida. , 06 Bab %76 %4 /

II.- Uraian Bahan %. Glukosa ,%6-0?/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian 9 Glukosum 9 Glukosa 9 +0H%-.0 D %=?!%< 9 Hablur tidak ber"arna! serbuk hablur atau butiran putih! tidak berbau! rasa manis Kelarutan 9 #udah larut dalam air! sangat mudah larut dalam air mendidih! agak sukar larut dalam etanol ,=>/ P mendidih Pen impanan Kegunaan 8umus Bangun 9 Dalam "adah tertutup baik 9 )ebagai sample 9
HO OH

O H

C H 2O H

OH

*D*glukopiranosa monohidrat

-. Laktosa ,%644?/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian Kelarutan 9 La(tosum 9 Laktosa 9 +%-H--.%%.H-. D 40!4A 9 )erbuk hablur! putih! tidak berbau! rasa agak manis 9 Larut dalam 0 bagian air6 larut dalam % bagian air mendidih6

sukar larut dalam etanol ,=>/ P6 praktis tidak larut dalam kloro2orm p dan dalam eter P Pen imapanan Kegunaan 8umus Bangun 9 Dalam "adah tertutup baik 9 )ampel 9
O H C H 2O H O H H O H O H O H H C H2O H O H H H O H H 2O H H C H 2O H

O H

4. )akarosa ,%6<->/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian 9 )akarosa 9 )ukrosa 9 +%-H--.%% D 47-!-A 9 hablur tidak ber"arna atau massa hablur atau serbuk "arna putih6 tidak berbau6 rasa manis Kelarutan 9 Larut dalam A!> bagian air dan dalam 4<A bagian etanol ,=>/ P Kegunaan 8umus Bangun 9 )ebagai sample 9
H O H C H 2O H O H H O O H H H O H H HO H O C H 2O H H HO C H
2

7. Amilum ,%6=4/ Nama 8esmi Nama Lain Pemerian Kelarutan Pen impanan Kegunaan 8umus Bangun 9 Am lum or ;ae 9 Pati beras 9 )erbuk sangat halus6 putih6 tidak berbau6 tidak berasa 9 Praktis tidak larut dalam air dingin dan dalam etanol ,=>/ P 9 Dalam "adah tertutup baik! di tempat se$uk dan kering 9 )ampel 9
C H 2O H O H H H O O H O H H H O H H O H O H H H O H H O C H 2O H

>. Asam sul2at pekat ,%6>?/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian 9 A(idum )ul2uri(um 9 Asam sul2at 9 H-).7 D =?!A< 9 +airan kental seperti min ak! korosi2! tidak ber"arna6 $ika ditambahkan ke dalam air menimbulkan panas Kelarutan Kegunaan 9 * 9 Eat tambahan

0. Amonia ,%6?0/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian Kelarutan Pen impanan Kegunaan 9 Ammonia 9 Amonia 9 NH7.H D 4>!A> 9 +airan $ernih6 tidak ber"arna6 bau khas dan menusuk kuat 9 #udah larut dalam air 9 Dalam "adah tertutup rapat! di tempat se$uk 9 Eat tambahan

<. Perak nitrat ,%6>4/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian 9 Argenti nitras 9 Perak nitrat 9 AgN.4 D %0=!?< 9 Hablur transparan atau serbuk hablur ber"arna puti6 tidak berbau6 men$adi gelap $ika kena (aha a Kelarutan Pen impanan Kegunaan 9 )angat mudah larut dalam air6 larut dalam etanol ,=>&/ P 9 Dalam "adah tertutup rapat! terlindung dari (aha a 9 Eat tambahan

?. Asam klorida Nama 8esmi Nama Lain 9 A(idum h dro(hloridum 9 Asam klorida

8# D B# Pemerian

9 H+l D 40!70 9 +airan 6 tidak ber"arna6 berasap6 bau merangsang. 5ika dien(erkan dengan - bagian air! asap dan bau hilang

Pen impanan Kegunaan

9 Dalam "adah tertutup rapat 9 Eat tambahan

=. Larutan 3ehling ,%60=-/ Nama 8esmi Nama Lain Kegunaan 9 Kalium tembaga ,II/ tartrat 9 Larutan 2ehling 9 Eat tambahan

%A. Natrium hidroksida,%67%-/ Nama 8esmi Nama Lain 8# D B# Pemerian 9 Natrii h droFidum 9 Natrium hidroksida 9 Na.H D 7A!AA 9 Bentuk batang! butiran! massa hablur atau keeping! kering! keras! rapuh! dan menun$ukkan susunan hablur putih! mudah meleleh basah. )angat alkalis dan korosi2. )egera men erap karbondioksida Kelarutan Pen impanan Kegunaan 9 )angat mudah larut dalam air dan etanol ,=>/ P 9 Dalam "adah tertutup baik 9 Eat tambahan

II.4 Prosedur Per(obaan ,=6%=*-4/ %. U$i #olis(h Prosedur 9 * #asukkan kurang lebih > ml larutan glukosa ke dalam tabung reaksi. * 'ambahkan 4 tetes larutan al2a na2tol ,-A& dalam alkohol/! homogenkan. * Alirkan dengan hati*hati melalui dinding tabung reaksi - ml asam sul2at pekat. * Amati "arna ang terbentuk di antara batas kedua (airan. * +atatlah semua "aran ang terbentuk dalam tabung reaksi. * Kemudian tambahkan larutan alkalis berlebih! dan amati perubahan ang ter$adi. Ulangi per(obaan di atas untuk amilum Monosakarida %. U$i 3ehling Prosedur 9 * #asukkan kurang lebih % ml larutan glukosa ke dalam tGabung reaksi. * 'ambahkan % ml larutan 3ehling , 3ehling A dan 3ehling B sama ban ak/! (ampur. * #asukkan tabung reaksi ke dalam tangas air. )elama % menit * Amati perubahan ang ter$adi -. U$i +ermin Perak ,U$i 'ollens/ Prosedur 9

#asukkan - ml larutan AgN.4 A!% # ke dalam tabung reaksi! tambahkan larutan NH7.H % # sampai endapan ang terbentuk tepat melarut lagi.

)elan$utn a masukkan ke dalam tabung reaksi % ml larutan glukosa. Ko(ok dan masukkan tabung reaksi ke dalam tangas air. Biarkan beberapa menit. Amati perubahan ang ter$adi. 4. U$i )ali"ano2 Prosedur 9 * #asukkan - ml larutan 2ruktosa ke dalam tabung reaksi. * 'ambahkan beberapa tetes larutan pereaksi! (ampur! panaskan dalam tangas air beberapa menit. Amati "arna ang terbentuk. 7. U$i Benedi(t Prosedur 9 #asukkan ke dalam tabung reaksi - ml larutan glukosa! kemudian tambahkan % ml peraksi Benedi(t dan panaskan dalam tangas air selama 4 menit. Amati perubahan ang ter$adi. Disakarida %. U$i +ermin Perak ,U$i 'ollens/ Prosedur 9 #asukkan - ml larutan AgN.4 A!% N ke dalam tabung reaksi! tambahkan larutan NH7.H % # sampai endapan ang terbentuk tepat melarut lagi.

)elan$utn a masukkan ke dalam tabung reaksi % ml larutan sakarosa.

#asukkan tabung reaksi ke dalam tangas air beberapa menit. Amati perubahan ang ter$adi. -. U$i Benedi(t Prosedur 9 'ambahkan A!> ml peraksi Benedi(t pada larutan sakarosa! kemudian panaskan dalam tangas air selama 4 menit. +atatlah perubahan ang ter$adi. 4. U$i 3ehling Prosedur 9 * #asukkan % ml larutan sukrosa dalam tabung reaksi. * 'ambahkan % ml larutan pereaksi 3ehling ,3ehling A dan 3ehling B sama ban ak/! (ampur. * #asukkan tabung reaksi dalam tangas air selama % menit. * Amati perubahan ang ter$adi. #engulangi per(obaan di atas untuk larutan laktosa. Polisakarida %. 8eaksi Amilum dengan Iodium Prosedur 9 #asukkan - ml larutan Iod ke dalam tabung reaksi. 'ambahkan larutan Iod tetes demi tetes ke dalam larutan amilum. Amati perubahan ang ter$adi. Panaskan tabung reaksi ke dalam tangas air beberapa menit. Kemudian dinginkan dan amati perubahan ang ter$adi.

-. Hidrolisa Amilum Prosedur 9 #emasukkan kurang lebih > ml larutan amilum ke dalalm tabung reaksi. 'ambahkan > tetes H+l pekat. Panaskan tabung reaksi sampai larutan mendidih selama beberapa menit! Dinginkan! kemudian tambahkan beberapa tetes larutan Na.H %A & sampai larutan bersi2at basa. Ambil 4 ml larutan ini dan masukkan ke dalam tabung reaksi lain dan tambahkan - ml larutan pereaksi ang digunakan untuk monosakarida! pansakan dalam tangas air. Amati perubahan ang ter$adi. 4. 8eaksi 'rommer Prosedur 9 #emasukkan 4 ml larutan amilum - & ke dalam tabung reaksi. 'ambahkan %A tetes larutan Na.H %A &. Kemudian tambahkan tetes demi tetes larutan +u).7 A!% # sambil diko(ok! sampai endapan ang ter$adi tepat melarut lagi. Panaskan tabung reaksi perlahan*lahan dan amati perubahan ang ter$adi.

III.-. +ara Ker$a a U$i #olis(h * #emasukkan kurang lebih > ml glukosa ke dalam tabung reaksi. * #enambahkan 4 tetes larutan al2a na2tol , -A & dalam al(ohol /! homogenkan * #engalirkan - ml asam sul2at pekat dengan hati*hati melalui dinding tabung reaksi * #engamati "arna ang terbentuk dalam tabung reaksi * #en(atat semua "arna ang terbentuk dalam tabung reaksi

#engulangi per(obaan di atas untuk larutan amilum

b #onosakarida %. U$i 3ehling * #emasukkan % ml larutan glukosa ke dalam tabung reaksi * #enambahkan % ml larutan 3ehling , 3ehling A dan B sama ban ak/! di(ampur * #emasukkan tabung reaksi ke dalam tangas air ke dalam % menit * #engamati perubahan ang ter$adi

-. U$i +ermin Perak ,U$i 'ollens/ #emasukkan - ml larutan AgN.4 A!% # ke dalam tabung reaksi! menambahkan larutan NH7.H % # sampai endapan ang terbentuk tepat melarut lagi. )elan$utn a memasukkan ke dalam tabung reaksi % ml larutan glukosa. #engo(ok dan memasukkan tabung reaksi ke dalam tangas air. dibiarkan beberapa menit! mengamati perubahan ang ter$adi.

4. U$i )ali"ano2 #emasukkan - ml larutan 2ruktosa ke dalam tabung reaksi. #enambahkan beberapa tetes larutan pereaksi! (ampur! memanaskan dalam tangas air selama beberapa menit. #engamati "arna terbentuk. 7. U$i Benedi(t #emasukkan ke dalam tabung reaksi - ml larutan glukosa! kemudian menambahkan % ml peraksi Benedi(t dan panaskan dalam tangas air selama 4 menit. #engamati perubahan ang ter$adi. #engulangi per(obaan di atas untuk larutan galaktosa. ang

(. Disakarida %. U$i +ermin Perak ,U$i 'ollens/ #emasukkan - ml larutan AgN.4 A!% N ke dalam tabung reaksi! menambahkan larutan NH7.H % # sampai endapan ang terbentuk tepat

melarut lagi. )elan$utn a memasukkan % ml larutan sukrosa ke dalam tabung reaksi kemudian memasukkan tabung reaksi ke dalam tangas air selama beberapa menit! mengamati perubahan ang ter$adi. -. U$i Benedi(t #enambahkan A!> ml peraksi Benedi(t pada - ml larutan sukrosa! memanaskan dalam tangas air selama 4 menit! men(atat perubahan ang ter$adi 4. U$i 3ehling #emasukkan % ml larutan sukrosa dalam tabung reaksi! menambahkan % ml larutan pereaksi 3ehling ,3ehling A dan 3ehling B sama ban ak/! di(ampur. #emasukkan tabung reaksi dalam tangas air selama % menit! mengamati perubahan ang ter$adi. #engulangi per(obaan di atas untuk larutan laktosa.

d. Polisakarida %. 8eaksi Amilum dengan Iodium #emasukkan - ml larutan amilum ke dalam tabung reaksi. #enambahkan larutan iod tetes demi tetes ke dalam larutan amilum! mengamati perubahan ang ter$adi. #emanaskan tabung reaksi ke dalam tangas air beberapa menit! kemudian mendinginkan dan mengamati perubahan ang ter$adi.

-. Hidrolisa Amilum #emasukkan kurang lebih > ml larutan amilum ke dalalm tabung reaksi! menambahakan > tetes H+l pekat. #emanaskan tabung reaksi sampai larutan mendidih selama beberapa menit! didinginkan! kemudian menambahkan beberapa tetes larutan Na.H %A & sampai larutan bersi2at basa. #engambil 4 ml dan memasukkan ke dalam tabung reaksi lain dan menambahkan - ml larutan pereaksi Benedi(t! memansakan dalalm tangas air! diamati perubahan ang ter$adi. 4. 8eaksi 'rommer #emasukkan 4 ml larutan amilum - & ke dalalm tabung reaksi! menambahkan %A tetes larutan Na.H %A &! kemudian menambahkan tetes demi tetes larutan +u).7 A!% # sambil diko(ok! sampai endapan ang ter$adi tepat melarut lagi. #emansakan tabung reaksi perlahan*lahan dan amati perubahan ang ter$adi. 7. 8eaksi Benedi(t #emasukkan - ml larutan amilum ke dalam tabung reaksi ! kemudian menambahkan beberapa pereaksi Benedi(t dan memanaskan ke dalam tangas air selama beberapa menit. #engamati perubahan ang ter$adi.

BAB IV HASIL PENGAMATAN

IH. % 'abel Pengamatan

A. U$i #olis(h
No . )ampel : Pereaksi % Glukosa - Amilum 4 )ukrosa Hasil Pengamatan - lapisan ;at "arna ungu Larutan ungu Larutan meerah ke(oklatan

B. #onosakarida
No . )ampel : Pereaksi % Glukosa : 3ehling 4 7 Glukosa : AgN. 4 3ruktosa : )ali"ano2 Glukosa : Benedi(t Hasil Pengamatan Larutan biru dipanaskan menghasilkan I merah bata larutan bening I abu*abu dipanaskan menghasilkan I (ermin perak Larutan bening dipanaskan menghasilkan larutan merah (herr Larutan biru dipanaskan menghasilkan I merah bata

+. Disakarida

No . )ampel : Pereaksi Hasil Pengamatan % )ukrosa : AgN. 4 Amoniakal Larutan bening dipanaskan menghasilkan I hitam JI (ermin perak - )ukrosa : Benedi(t Larutan biru dipanaskan menghasilkan I merah 4 )ukrosa : 3ehling ,A : B/ Larutan biru dipanaskan menghasilkan larutan hi$au JI merah bata

D. Polisakarida
No . )ampel : Pereaksi % Amilum : iodium 4 7 Amilum : Na.H %A & : +u). 7 A!% # Amilum : Hidrolisa Amilum : 'rommer Hasil Pengamatan larutan biru kehitaman dipanaskan menghasilkan larutan biru Larutan keruh dipanaskan menghasilkan larutan merah Biru Larutan ungu muda! endapan merah bata

IH. - 8eaksi*8eaksi #onosakarida %. 8eaksi glukosa dengan perak beramoniak - AgN.4 : -NH7.H - Ag-. : NH7.H - Ag.H I putih : -NH7N.4 - Ag ,NH4/ .H : H-.

C H 2O H O H O H H O H O H H + A g 2O O H

C H 2O H O H O H H O H O H H + 2 Ag O H P e ra k

-. 8eaksi glukosa dengan larutan 3ehling

C H 2O H O H O H H O H O H H + 2C uO O H

C H 2O H O H O H H O H O H H + C u 2O O H M e ra h b a t a

4. 8eaksi glukosa dengan pereaksi Benedi(t

C H 2O H O H O H H O H O H H + 2C uO O H

C H 2O H O H O H H O H O H H + C u 2O O H M e ra h b a t a

7. U$i )ali"ano22 8eaksi antara 2ruktosa dengan sali"ano22 H- B + B .H +K. H. B + B H : Na.H H B + B .H H B + B .H H B + B .H H- B + B .H + H. B + B H : Na-. H B + B .H H B + B .H H B + B .H

Disakarida %. 8eaksi maltosa dengan larutan perak beramoniak

C H 2O H O H H O H O O H H H O H O H O H

C H 2O H O H H + A g 2O O H

C H 2O H O H H O H O O H H H O H O H O H

C H 2O 2 Ag O H + O H H H C e rm in P e ra k

8eaksi sukrosa dengan larutan perak beramoniak


C H 2O H O H O H H H O H H O HO C H
2

H C H 2O H + A g 2O

H O H

H HO

HO H

-. U$i Benedi(t
C H 2O H O H O H H H O H H O H H C H 2O H O H + 2 C u SO H O H H O H O H H O H
4

C H 2O H O H + 2 H 2O O H H O H H H H H + H 2SO O H
4

+ C uO

m e ra h b a ta

Polisakarida %. 8eaksi Amilum dengan iodium sebelum dipanaskan


C H 2O H O H O H H H O H H O H H O H O H H + I2 H O H O H H O H O H H O H O H H O I O H H H O H O H H H C H 2O H C H 2O H O H I H O H H C H 2O H

8eaksi Amilum dengan Iodium setelah dipanaskan


CH2OH O H OH H H OH H I O I OH OH H N OH H OH H N H H O H H H OH H CH2OH CH2OH O H OH O H H O H H + 2 I biru H OH OH H OH OH CH2OH

-. 8eaksi 'romer
C H 2O H O H H H H O H O H H C H 2O H O H + C u SO O H O H H O H H H O H O H
4

C H 2O H O H NaO H O H O H H H O H H H + 2 N a 2SO O H
4

+ C u 2O

BAB H PE#BAHA)AN

Pada per(obaan ini digunakan tiga $enis karbohidrat! oligosakarida! dan polisakarida. #onosakarida

aitu monosakarida!

ang digunakan adalah glukosa!

2ruktosa! dan galaktosa. .ligosakarida ang digunakan adalah sukrosa dan laktosa. )edangkan polisakarida ang digunakaan adalah amilum. Per(obaan ini dilakukan dengan menggunakan beberapa pereaksi antara lain 9

Benedi(t! 3ehling! 'ollens dan beberapa larutan pereaksi antara lain 9 larutan AgN. 4 A!% N 6 H+l pekat 6 Na.H %A & 6 Iodium A!% N 6 H-).7 pekat dan NH7.H %#. Pada per(obaan pertama dilakukan reaksi umum untuk mengidenti2ikasi karbohidrat aitu dengan melakukan u$i #olish. Dengan reaksi ini diperoleh hasil ang berbeda*beda untuk setiap $enis karbohidrat ang berbeda. Pada saat amilum direaksikan dengan larutan al2a na2tol! dihasilkan larutan putih ang tidak larut. )etelah ditambahkan larutan asam sul2at pekat! terbentuk dua 2ase pada larutan akni bagian atas putih dan bagian ba"ah ungu. )edangkan pada reaksi sukrosa dengan asam sul2at pekat! terbentuk larutan ber"arna merah ke(oklatan. Hasil ang diperoleh ini sesuai dengan literature aitu karbohidrat oleh asam sul2at pekat akan dihidrolisa men$adi monosakarida ang selan$utn a akan mengalami dehidrasi oleh asam sul2at men$adi 2ur2ural atau hidroksi metil 2ur2ural ang akan berkondensasi dengan al2a na2tol membentuk sen a"a kompleks ber"arna ungu. Pada per(obaan monosakarida! glukosa direaksikan dengan larutan 2ehling A dan 3ehling B dan menghasilkan larutan ber"arna biru. Namun setelah dipanaskan terbentuk endapan merah bata. Hal ini disebabkan karena larutan 3ehling ang terdiri

dari (ampuran kupri sul2at! Na*kalium tartrat dan natrium hidroksida dengan gula reduksi ang dipanaskan akan terbentuk endapan ang ber"arna hi$au! kuning

orange atau merah! tergantung dari ma(am gula reduksin a. Pada saat glukosa direaksikan dengan 'ollens terbentuk endapan (ermin perak! disebabkan karena pereaksi 'ollens ang mengandung perak nitrat bereaksi positi2 dengan glukosa dan setelah dipanaskan glukosa akan mereduksi Ag: men$adi Ag dan menghasilkan endapan ang menempel pada dinding tabung! aitu endapan (ermin perak. Untuk u$i 2ruktosa digunakan pereksi )ali"ano22 ang menghasilkan larutan ang ber"arna kuning gelap. Hasil ang diperoleh ini tidak sesuai dengan literature! aitu pada pengu$ian 2ur2ural ang terbentuk dari dehidrasi dapat bereaksi dengan resorsinol membentuk sentL a"a kompleks ber"arna merah. )elan$utn a glukosa direaksikan dengan Benedi(t menghasilkan endapan merah bata. Hal ini disebabkan karena

Benedi(t dengan gula reduksi akan ter$adi reaksi oksidasi dan dihasilkan endapan merah dari kupro oksida. )edangkan pada reksi galaktosa dengan Benedi(t dihasilkan endapan $ingga. Pada per(obaan disakarida! mula*mula direaksikan u$i 'ollens pada sukrosa ,gula inMersi/ dan tern ata sukrosa tidak dapat mereduksi ion*ion Ag : atau +u-:. Hal ini dikarenakan sukrosa tidak mempun ai gugus aldehid atau keton bebas atau tidak memiliki gugus B.H glikosidik. Pada saat mereaksikan sukrosa dengan pereaksi Benedi(t terbentuk endapan merah bata. Pada reaksi laktosa dengan pereaksi 3ehling diperoleh endapan biru tua. Dan setelah dipanaskan terbentuk endapan merah bata!

disebabkan karena laktosa mempun ai gugus aldehid ang akan bereaksi positi2 terhadap pereaksi 3ehling. Pada per(obaan polisakarida! aitu ketika mereaksikan amilum dengan larutan iodium akan dihasilkan larutan dan endapan biru tua! kemudian bening! dan kembali men$adi biru tua. Hasil ang diperoleh ini sesuai dengan literature bah"a

karbohuidrat golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodium dan memberikan re"arna spesi2ik bergantung pada $enis karbohidratn a! aitu

amilosa dengan iodium akan menghasilkan larutan ber"arna biru! amilopeptin akan ber"arna merah Miolet! dan glikogen maupun deFtrin akan menghasilkan "arna (oklat. Pada reaksi hidrolisa amilum akan menghasilkan endapan merah bata. )elan$utn a untuk reaksi amilum dengan pereaksi Benedi(t! maka akan dihasilkan larutan ungu muda. Dan ang terakhir adalah reaksi 'rommer! aitu pada saat

amilum direaksikan dengan Na.H dan +u).7! dihasilkan larutan keruh. Dan setelah larutan tersebut dipanaskan! maka terbentuk suatu larutan ber"arna merah.

BAB HI PENU'UP HI.%. Kesimpulan Dari per(obaan ang telah dilakukan! dapat disimpulkan bah"a 9 * U$i #olish pada karbohidrat menghasilkan sen a"a kompleks ber"arna ungu. * Pada monosakarida glukosa bereaksi positi2 dengan pereaksi 3ehling dan Benedi(t menghasilkan endapan merah bata ! dengan pereaksi 'ollens menghasilkan endapan (ermin perak! 2ruktosa dengan pereaksi )ali"ano22 menghasilkan sen a"a kompleks ber"arna merah. * Pada disakarida! sukrosa tidak bereaksi dengan AgN. 4 dan tidak membentuk endapan (ermin perak. Namun ketika direaksikan dengan pereaksi 3ehling dan Benedi(t menghasilkan endapan merah bata. Begitu pula pada reaksi Laktosa dengan 3ehling menghasilkan endapan merah bata. * Pada polisakarida ! amilum bereaksi positi2 dengan iodium

menghasilkan larutan biru dan dengan reksi tromer menghasilkan larutan merah. )edangkan dengan pereaksi Benedi(t akan menghasilkan larutan ungu muda.

DAFTAR PUSTAKA

%. Direktorat 5endral P.# Depkes 8I! %==<! Farmakope Indonesia, Edisi ketiga! Depkes 8I 9 5akarta. -. 3essenden dan 3essenden! %==-! Kimia Organik, Edisi ketiga! Erlangga 9 5akarta. 4. Klein2ender! Nood! %=?A! Kimia untuk Universitas jilid 2, edisi keenam! Erlangga 9 5akarta. 7. Pine! )tanle .! dkk! %=??! Kimia Organik 2, 'erbitan keempat! I'B 9 Bandung. >. 8espati! Ir.! %=?A! Pengantar Kimia Organik, Aksara Baru 9 5akarta. 0. 'im Dosen Kimia Dasar! -AA7! Kimia Dasar I, UniMersitas Hasanuddin 9 #akassar. <. 'im Dosen Kimia! -AA>! Kimia Dasar II, UniMersitas Hasanuddin 9 #akassar. ?. Nilbraham! Anton +. dan #i(hael ). #atta! %==-! PengantarKimia Organik dan Hayati, =. Penuntun Praktikum Kimia .rganik I! -AA>! UniMersitas Hasanuddin 9 #akassar.

Beri Nilai