Anda di halaman 1dari 14

Tinjauan Pustaka

digestivus Pendahuluan
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestin, adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus. Selain itu, pencernaan merupakan suatu proses penguraian makanan dari struktur yang komplek diubah menjadi satuan-satuan lebih kecil yang dapat diserap oleh enzim-enzim yang diproduksi di dalam sistem pencernaan.1

ujuan penulisan makalah ini adalah sebagai bahan pembelajaran dan penambah pengetahuan mengenai sistem digesti!us yaitu mengenai struktur makroskopis, struktur mikroskopis, dan "ungsi hati. Struktur Makroskopis Hati

#epar menempati sebagian besar rongga abdomen kanan atas. #ati kenyal seperti jeli. $erat hati ber!ariasi, rata-rata 1 % kg. #epar dilapisi peritoneum, kecuali bagian belakang yang langsung melekat pada diphragma dan disebut bare area &area nuda'. Pada penampang sagital hepar, tampak bagian depan lebih rendah dari pada bagian belakang. #epar dibedakan menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri. $atas lobus kanan dan lobus kiri adalah sebuah alur berbentuk huru" # yang ditempati oleh lig. eres hepatis dan lig !enosum arantii di sebelah caudal, dan lig "alci"orme hepatis di sebelah cranial. (obus kanan terbagi menjadi lobus caudatus dan )uadratus oleh hepatis dan "ossa sagitalis de*tra. +i luar hepar terlihat "acies diaphragmatica yaitu bagian yang berhubugnan dengan di"ragma dan "acies !isceralis
1

atau "acies in"erior yaitu bagian yang menghadap ca!um abdomen. #ati & hepar 'dilapisi oleh peritoneum kecuali yang berbatasan dengan diaphragma yang disebut bare area atau area ,-+.. Hepar terdiri atas / lobus yakni01 Hepar pars sinister Hepar pars dexter Hepar pars dexter terbagi atas / lobus yaitu lobus caudatus dan lobus Quadratus. $atas lobus de*ter dan sinister adalah alur yang ditempati oleh ligamentum teres hepatis 1 ligamentum venosum arantii. Hepar erdiri dari 3 facies yaitu0 1 2acies diaphragmatica yaitu "acies yangberbatasan langsung dengan permukaan bawah paru dan jantung ke impressio cardiaca 2acies !isceralis yaitu "acies in"erior 2acies superior yaitu bare area 3at-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil &kapiler'. Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam !ena yang bergabung dengan !ena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai !ena porta. 4ena porta terbagi menjadi pembuluhpembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah. 1

5ambar 1. #ati
2

Struktur Mikroskopis Hati #ati merupakan kelenjar terberat di dalam tubuh, beratnya kurang lebih 1,6 kgatau lebih, konsistensinya lunak dan terletak dibawah dia"ragma dalam rongga abdomen atas. +alam keadaan segar hati warnanya merah tua atau coklat yang disebabkan oleh adanyan darah dalam jumlah banyak. +i samping menerima perdarahan dari arteri seliaka, juga menerima perdarahan dari saluran cerna melalui !ena porta. #ati menerima semua bahan yang diserap dari usus kecuali lemak, yang sebagian besar diangkut oleh sistem lim"atik. +i samping bahan yang dicerna dan diserap yang diasimilasi dan disimpan dalam hati, darah porta juga membawa berbagai bahan toksik yang akan didetoksikasi atau dieksresikan oleh hati. 7mpedu dari hati mengalir keluar melalui sistim saluran kedalam duodenum dan sebagian merupakan sekresi karena mengandung garam empedu yang penting untuk pencernaan dan sebagian lagi merupakan ekskresi karena mengandung bahan tak berguna. / 4ena porta dan arteri hepatika masuk ke dalam hati melalui daerah porta hepatis. Pada daerah tersebut juga terdapat saluran empedu yang berjalan menuju keluar hati. #ati diliputi oleh simpai jaringan ikat "ibrosa &dari Glisson' dan dari sini membentuk septa jaringan ikat tipis yang masuk ke dalam hati di daerah porta hepatis dan membagi-bagi hati dalam lobus dan lobulus. / (obulus klasik hati berbentuk bidang bersudut banyak &poligonal'. Sisi bidang ini merupakan batas lobulus yang dibentuk oleh jaringan ikat longgar. 8aringan ikat pembatas lobulus tidak selalu jelas pada setiap sajian. Pada babi jaringan ikat ini sangat jelas, tetapi pada sajian hati manusia atau tikus batas atau jaringan ikat ini tidak jelas. +i tengah lobulus terdapat !ena sentralis. +iluar !ena !ena sentralis terdapat deretan sel hati yang tersusun mirip jari-jari mengarah ke jaringan interlobular. +i antara deretan sel hati terdapat sinusoid hati yang bermuara ke dalam !ena sentralis. +inding sinusoid berupa selapis sel endotel yang terlihat melekat pada deretan sel hati. Sel endotel ini berbentuk gepeng dengan inti yang gepeng pula dan mempunyai kromatin padat. +i dalam ruang sinusoid ini dapat dijumpai sel Kuffer yaitu sel dengan inti yang berkromatin tidak terlalu padat, sitoplasmanya tampak bercabang-cabang dan menempel pada dinding-dinding sinusoid di seberangnya. +i dalam sitoplasmanya mungkin dapat dilihat benda-benda asing yang telah dilahapnya &"agositosis'./ Sel hati atau hepatosit berbentuk polygonal dengan inti bulat atau sedikit lonjong dan kromatin agak padat. +apat juga ditemui sel berinti ganda. +i antara dua sel hati yang berdekatan terdapat kanalikuli biliaris, tempat keluarnya empedu yang diproduksi oleh sel hati./ +i antara lobulus hati terdapat daerah yang disebut segitiga Kiernan, yang sebenarnya merupakan kolom jaringan ikat yang berbentuk prisma segitiga. +aerah ini disebut juga sebagai
3

kanal portal (Portal tract). Pada segitiga Kiernan ini terdapat saluran empedu &duktus biliaris', arteriol cabang arteri hepatica dan !enula cabang !ena porta./

5ambar /. Struktur mikroskopis hati

Fungsi hati #ati adalah organ metabolik terbesar dan terpenting di tubuh. #ati penting bagi system pencernaan untuk sekresi garam empedu, tetapi hati juga melakukan berbagai "ungsi lain yaitu 0 1. 2ungsi hati sebagai sekresi empedu (ubang duktus biliaris ke dalam duodenum dijaga oleh s"ingter 9ddi, yang mencegah empedu memasuki duodenum, kecuali selama ingesti makanan. .pabila s"ingter tertutup, sebagian besar empedu yang disekresikan oleh hati akan dibelokkan ke dalam kandung empedu, suatu struktur kecil berbentuk mirip kantung yang melekat di bawah tetapi tidak berhubungan langsung dengan hati. 7mpedu kemudian disimpan dan dipekatkan di dalam kandung empedu diantara waktu makan. Setelah makan, empedu masuk ke duodenum akibat kombinasi e"ek pengosongan kandung dan peningkatan sekresi empedu oleh hati. 8umlah empedu yang disekresikan hati berkisar dari /6: ml sampai 1 liter, tergantung pada derajat rangsangan.3

Sekresi empedu dapat ditingkatkan melalui mekanisme kimiawi, hormonal dan sara"0 3 ;ekanisme kimiawi &garam empedu'. Setiap bahan yang meningkatkan sekresi empedu oleh hati disebut koleretik. Koleretik paling kuat adalah garam empedu itu
4

sendiri. +i antara waktu makan, empedu disimpan didalam kandung empedu, tetapi selama makan empedu dikosongkan dari kandung empedu untuk dialirkan ke duodenum waktu kandung empedu berkontraksi. Setelah berpartisipasi dalam pencernaan dan penyerapan lemak, garam-garam empedu dirabsorpsi dan dikembalikan oleh sirkulasi enterohepatik ke hati, tempat mereka ber"ungsi sebagai koleretik kuat untuk merangsang sekresi empedu lebih lanjut. +engan demikian, selama makan, sewaktu garam empedu dibutuhkan dan sedang dipakai, sekresi empedu oleh hati dipacu. ;ekanisme hormonal &sekretin'. Selain meningkatkan sekresi ,a#<93 encer oleh pancreas, sekretin juga merangsang sekresi empedu alkalis encer oleh duktus hati tanpa disertai peningkatan garam empedu. ;ekanisme sara" &sara" !agus'. Stimulasi terhadap sara" !agus hati hanya sedikit berperan meningkatkan sekresi empedu selama "ase se"alik pencernaan. ;ekanisme sara" meningkatkan aliran empedu hati sebelum makanan mencapai lambung atau usus. /. 2ungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat #ati adalah jaringan pertama yang menggunakan glukosa, di hati glokosa akan diubah menjadi glikogen dan ketika jumlah glukosa melebihi kapasitas yang ada maka akan diubah. $ersama dengan perpidahannya dari chylomicron dan 4(+( oleh lipoprotein lipase yang disimpan pada jaringan adipose, yang akan menyediakan energi yang akan digunakan pada "ase penyerapan dan "ase lapar. $eberapa glukosa yang berasal dari usus dibawa ke hati dan diedarkan ke jaringan yang lain. 9tak dan beberapa jaringan pusat sara" sangat bergantung pada glokosa sebagai sumber energi. Pengguna glukosa terbesar lainnya adalah =$<s yang kekurangan mitokonria, yang akan mengubah glikolitically menjadi laktat sebagai sumber energi bagi sel dan sebagai sumber dari ,.+P# untuk menghindari he*osemonophosphat > &/' pada jaringan adipose, gliserol dan asam lemak sebagai tanda komponen dari triacilglikoserol, walaupun pada manusia triaglikoserol disintesis dalam hati dan dibawah ke jaringan adipose> &3' 9tot menggunakan glukosa untun mensintesis glikogen, yang diterimah dari sel darah merah dan semua jaringan mengkatabolisasi glucose sebagai energi dalam siklus Krebs.?

5ambar 3. ;etabolisme karbohidrat

3. 2ungsi hati sebagai metabolisme lemak .sam lemak berkumpul didalam lemak hati atau melepaskan diri kedalam sirkulasi sebagai lipoprotein plasma. +alam manusia, kebanyakan sintesis asam lemak berlangsung dihati dibanding adipose. .dipose menyimpan triasilgliserol yang tiba dari hati secara primer dalam bentuk plasma 4(+(s dan dari tindakan lipoprotein lipase atas kilomikron. Kebanyakan keadaan asam lemak adalah bahan baker oksidati" yang utama di dalam hati. .setil <o. tidak dapat menggunakan energi untuk digunakan dalam pembentukan badan keton, yang mana bahan bakar sangat penting untuk jaringan peripheral tertentu seperti otak, otot jantung, terutama sekali selama makan@puasa.? tidak

5ambar ?. ;etabolisme lemak

?. 2ungsi hati sebagai metabolisme protein #ati adalah tempat sintesis dari banyak protein berbeda, pasangan strukural dan plasma-borne, dari asam amino. .sam amino dapat juga diubah dalam produk non protein seperti nukleotida, hormone dan porphyrins. .sam amino dapat diubah dan didegradasi manjadi asetil <o. dan intermediet siklus krebs lain, dan itu pada gilirannya dapat dioksidasi untuk energi, atau mengubahnya menjadi glukosa atau lemak. 5lukosa dibentuk dari glukoneogenesis dan dipindahkan ke otot untuk digunakan oleh jaringan, dan sintesis asam lemak dapat dikerahkan ke jaringan adipose untuk disimpan atau digunakan sebagai bahan bakar oleh otot. #epatosit adalah bagian yang eksklusi" untuk pembentukan urea, bentuk pengeluaran besar dari asam amino nitrogen.#ati menjadi lokasi sintesis urea, mekanisme utama untuk membuang kelebihan zat lemas yang diperoleh dari asam amino digunakan dalam proses dan glukoneogenesis. bertindak sebagai #ati menjadi lokasi yang Selama utama dalam proses puasa, glukoneogenesis di mana A-ketoacids &kelompok asam amino yang telah dipindahkan' penunjang substrat. menjalankan glukoneogenesis menjadi suatu metabolisme yang sangat penting di dalam pengaturan tingkat glukosa plasma. +alam proses 5lukoneogenesis, 5injal bekerja sama dengan hati selama berpuasa. Proses gluconeogenesis pada 5injal dibarengi oleh kotoran dan "ormasi amoniak. #ati ber"ungsi sangat penting dalam hubungannya dengan otot selama menjalankan puasa atau latihan yang sangat menghabiskan banyak tenaga, hal
7

ini dapat memberikan contoh dalam alanine- glukosa yang beredar. .lanine, terbentuk di dalam otot, yang merupakan hasil dari piru!at yang transamisikan dengan glutamat. Piru!at sebagian besar terbentuk dari proses glicogenolisis otot tetapi bisa juga diproses kembali dalam hati. .lanin menyediakan suatu jalur peredaran untuk zat lemas yang diproduksi dari katabolisme asam amino otot. .lanin kemudian kembali ke hati dengan A- ketoglutarate. ?

5ambar 6. ;etabolisme protein 6. 2ungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah #ati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya0 membentuk "ibrinogen, protrombin, "aktor 4, 4BB, BC, C. $enda asing menusuk kena pembuluh darah D yang beraksi adalah "aktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung D yang beraksi adalah "aktor intrinsik.2ibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan "aktor CBBB, sedangakan 4it K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa "aktor koagulasi. 3
8

E. 2ungsi hati sebagai metabolisme !itamin, mineral dan tembaga #epar juga ber"ungsi sebagai penyimpan cadangan macam-macam mineral dam !itamin. 4itamin ., +, 7, K dan $1/ disimpan dan dapat digunakan jika diperlukan. Selain itu, mineral seperti zat besi disimpan dan digunakan untuk membentuk hemoglobin. 4itamin + merupakan prohormon jenis sterol yang sah. 4itamin + adalah istilah umum untuk deri!at-deri!at sterol yang larut dalam lemak dan akti" dalam mencegah rakhitis. Si"at umum dari !itamin + adalah larut dalam lemak dan lebih tahan terhadap oksidasi daripada !itamin .. 4itamin + terdiri dari !itamin + / dan +3. 4itamin +3 mempunyai tiga peran pokok, yaitu 0 meningkatkan absorpsi kalsium di usus halus, memungkinkan resorpsi kalsium dari tulang, dan meningkatkan ekskresi "os"at dari ginjal. $ersama-sama dengan hormon paratiroid, hasil dari akti!itas !itamin + adalah berupa peningkatan kadar kalsium dalam darah. Sebelum !itamin +3 e"ekti", haruslah terlebih dahulu diakti"kan. Sebagiannya diakti"kan di dalam hati, melalui kon!ersinya menjadi /6-hidroksikalsi"erol &dengan hidroksilasi'. Bni lalu diangkut ke ginjal, untuk hidroksilasi berikutnya menjadi 1, /6hidroksikalsi"erol. +alam bentuk inilah !itamin ini sepenuhnya akti". +i dalam darah, bentuk yang akti" tersebut bekerja pada sel dari mukosa usus hingga terjadi sintesa suatu. 3 embaga merupakan elemen yang sangat dubutuhkan oleh hewan biarpun dalam komposisi yang relati" sedikit. .bsorpsi tembaga dalam traktus gastrointestinal memerlukan mekanisme spesi"ik, karena si"at alamiah ion kupri &<u /F' yang sangat tidak larut. +alam sel mukosa usus, tembaga mungkin berikatan dengan protein pengikat metal &banyak mengandung sul"ur' dengan berat molekul rendah yaitu metalotionein pada bagian tionein. $iosintesis metalotionein diinduksi dengan pemebrian 3n, <u,<d dan #g dan diblokir oleh inhibitor-inhibitor sintesis protein. ;eskipun tembaga akan merangsang produksi protein hati yang berikataan dengan tembaga, seng juga diperlukan untuk akumulasi <u-tionein. Seng akan menstabilkan <u-tionein terhadap degradasi oksidati". embaga masuk dalam plasma, dimana tembaga terikat pada asam-asam amino, terutama histidin, dan pada albumin serum pada tempat pengikatan tunggal yang kuat. +alam kurang dari satu jam, tembaga yang baru diserap diambil dari sirkulasi oleh hati.3

#ati memproses tembaga melalui dua jalan, yaitu 0 tembaga diekskresi dalam empedu ke dalam traktus gastrointestinal, dimana tembaga tidak diabsorpsi kembali. ernyata, homeostasis tembaga dipertahankan hampir seluruhnya oleh ekskresi bilier, semakin tinggi dosis tembaga, semakin banyak yang diekskresikan dalam "eses. 8alan kedua metabolisme tembaga dalam hati adalah penggabungan tembaga sebagai bagian integral seroloplasmin, suatu glikoprotein yang semata-mataa disintesis dalam hati. Seruloplasmin bukan protein pembawa <u/F, karena tembaga seruloplasmin tidak bertukar dengan ion tembaga atau tembaga yang terikat dengan dengan molekulmolekkul lain. Seroluplasmin mengandung E - G atom tembaga, setengah bagiaan ion kupro &<uF' dan setengahnya lagi ion kupri &<u/F'.3 H. 2ungsi hati sebagai detoksikasi #epar memiliki peranan yang sangat penting dalam detoksi"ikasi zat-zat endogen dan eksogen. Salah satu zat yang sangat toksik yang ditangani hepar adalah amonia. .monia ini dihasilkan dalam usus besar, kerja bakteri pada protein menghasilkan amonia. ;elalui sirkulasi enterohepatik, hepar melepas amonia dari darah dan mengubahnya menjadi urea sehingga tidak beracun. +i dalam hepar, proses deaminasi terjadi ketika sekelompok amino diambil dari asam amino yang mengakibatkan pembentukan amonia. Selanjutnya hepar mengubah amonia menjadi urea. ;elalui urine, urea dapat dikeluarkan oleh ginjal. #epar dapat pula membuat hormon-hormon steroid &esterogen, progesteron, testosteron, kortikosteron, aldosteron' menjadi tidak akti". 9leh karena itu penyakit hepar dapat mengakibatkan kadar hormon dalam darah menjadi patologis. #epar dapat mendetoksi"ikasi zat-zat eksogen seperti obat-obat barbiturat dan beberapa sedati".6

Metabolisme Xenobiotik Cenobiotik adalah senyawa yang asing bagi tubuh. Kelas-kelas utama *enobiotik yang rele!an dari segi medis adalah obat, karsinogen kimia dan berbagai senyawa yang melalui satu dan lain cara sampai di lingkungan kita, misalnya polychlorinated biphenyls &P<$' dan insektsida tertentu. Sebagian besar bahan kimia ini mengalami metabolisme di dalam tubuh manusia dengan hati sebagai organ yang terutama berperan, kadang-kadang suatu *enobiotik diekresikan tanpa mengalami perubahan.
10

;etabolisme *enobiotik dibagi menjadi dua "ase. Pada "ase 1, reaksi utama adalah hidroksilasi yang dikatalisis oleh anggota suatu kelas enzim yang disebut monooksigenase atau sitokrom P?6:. #idroksilasi dapat menghentikan kerja suatu obat meskipun tidak selalu demikian. Selain hidroksilasi, enzim-enzim ini mengkatalisis berbagai reaksi, termasuk reaksi yang melibatkan deaminasi, dehalogenasi, desul"urasi, epoksidasi, peroksigenasi dan reduksi. Pada "ase /, senyawa yang telah terhidroksilasi atau diproses dengan cara lain pada "ase 1 diubah oleh enzim spesi"ik menjadi berbagai metabolit polar oleh konjugasi oleh asam glukuronat, sul"at, asetat, glutation, atau asam amino tertentu, atau oleh metilasi. E ujuan keseluruhan kedua "ase metabolic *enobiotik ini adalah meningkatkan kelarutan *enobiotik ini adalah meningkatkan kelarutan *enobiotik dalam air &polaritas' sehingga ekskresinya dari tubuh juga meningkat. E G. 2ungsi hati sebagai "agositosis dan imunitas Sel kup"er merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses "agositosis. Selain itu sel kup"er juga ikut memproduksi I - globulin sebagai imun livers mechanism. J. 2ungsi hemodinamik #ati menerima K /6L dari cardiac output, aliran darah hati yang normal K 16:: cc@ menit atau 1::: D 1G:: cc@ menit. +arah yang mengalir di dalam a.hepatica K /6L dan di dalam !.porta H6L dari seluruh aliran darah ke hati. .liran darah ke hepar dipengaruhi oleh "aktor mekanis, pengaruh persara"an dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktu e*ercise, terik matahari, shock.#epar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah. 1:. 7kskresi kolesterol dan bilirubin ergolong lipid, mempunyai inti siklopentanoperhidro"enantren. erdapat dalam

jaringan sebagai komponen struktural membran dalam plasma sebagai lipoprotein, dalam bentuk bebas atau berikatan dng asam lemak &kolesterol ester'. 2ungsi 0 komponen membran sel dan prekursor hormon steroid&kortikosteroid,hormon seks dll',asam@garam empedu,!itamin +. Sumber nya dapat berasal dari makanan &eksogen' atau disintesis dalam tubuh dari asetil- Ko. &endogen'. $erperan pada
11

patogenesis aterosklerosis arteri menyebabkan penyakit serebro!askuler, koroner dan pembuluh peri"er.6 Sintesis kolesterol M M M M erutama berlangsung di hati, walaupun demikian sejumlah signi"ikan juga dihasilkan usus, adrenal korteks, gonad serta plasenta Semua atom <-nya &/H' berasal dari asetil-Ko. yang dapat berasal dari oksidasi karbohidrat, lipid 1 asam amino ;emerlukan pereduksi 0 ,.+P# $erlangsung di sitosol dalam ? tahap, enzim regulator #;5- Ko. reduktase

;etabolisme kolesterol di hati M M Sejumlah kolesterol yang disintesis di hati digunakan untuk sintesis membran sel dan sebagian besar kolesterol disekresi ke darah Sintesis kolesterol ester dikatalisis oleh asil Ko.-kolesterol asil trans"erase &.<. ' yang memindahkan asam lemak dari asil-Ko. ke kolesterol - Kolesterol diekskresi ke dalam empedu dalam bentuk kolesterol atau asam @ garam empedu dikeluarkan melalui "eses. $ilirubin hanya sedikit larut dalam air, tetapi kelarutannya dalam plasma meningkat oleh pembentukan ikatan nonko!alen dengan albumin. Setaiap molekul albumin tampaknya memiliki satu tempat bera"initas tinggi dan satu tempat bera"initas rendah untuk bilirubuin. +alam 1:: m( plasma, sekitar /6 mg bilirubin dapat terikat erat dengan albumin di tempat bera"initas tinggi. $ilirubin yang jumlahnya melebihi angka ini dapat terikat secara longgar sehingga mudah terlepas dan berdi"usi ke dalam jaringan. Sejumlah senyawa, misalnya antibiotik dan obat lain bersaing dengan bilirubin untuk menempati tempat pengikatan dapat menggeser bilirubin dari albumin dan menimbulkan dampak klinis yang signi"ikan. +i #ati, bilirubin dikeluarkan oleh albumin dan diserap pada permukaan sinusoid hepatosit oleh suatu perantara yang jenuh. Sisitem transpor ter"asilitasi ini memiliki kapasitas yang sangat besar, bahkan pada kondisi patologis sekalipun, sistem ini dapat membatasi laju metabolisme bilirubin. Karena sistem transpor ter"asilitasi ini memungkinkan tercapainya keseimbangan antara kedua sisi membran hepaosit, penyerapan netto bilirubin bergantung pada pengeluaran bilirubin melalui jalur-jalur metabolik berikutnya. Setelah masuk kedalam hepatosit, bilirubin
12

berikatan dengan protein sitosol tertentu yang membantu senyawa ini tetap larut sebelum dikonjungasi. (igansin &anggota "amili glutation s-trans"erase' dan protein N adalah proteinprotein plasma yang berperan. Keduanya juga membantu mencegah aliran balik bilirubin ke dalam aliran darah.6 11. Sintesis protein plasma .lbumin adalah protein plasma utama dalam plasma manusia &3,?-?,H g@dl' dan membentuk sekitar E: L protein plasma total. Sekitar ?:L albumin terdapat dalam plasma, dan E:L sisanya terdapat di ruang ekstrasel. #ati menghasilkan 1/ g albumin per hari, yaitu sekitar /6 L dari semua sintesis protein oleh hati dan separuh jumlah protein dan disekresikannya. .lbumin mula-mula dibentuk sebagai suatu paprotein. Peptida sinyalnya dikeluarkan sewaktu protein ini maasuk kedalam sisterna retikulum endoplasma kasar, dan heksapeptida di terminal amino yabng terbentuk kemudian diputuskan ketika protein ini mencegah jalur sekretorik. Sintesis albumin berkurang pada beragam penyakit, terutama penyakit hati. .lbumin manusia terdiri dari satu rantai polipeptida dengan 6G6 asam amino dan mengandung 1H ikatan disul"ida. +engan menggunakan protease, albumin dapat dibagi domain yang memiliki "ungsi berbeda-beda. .lbumin berbentuk elips yang berarti bahwa albumin tidak meningkatkan !iskositas plasmasebnayak peningkatan yang dilakukan oleh molekulpanjang seperti "ibrinogen. Karena molekulnya rendah dan konsentrasi yang tinggi albumin diperkirakan menentukan H6-G:L tekanan osmotik plasma manusia. 2ungsi lain albumin adalah kemampuannya mengikat berbagai ligan. (igan-ligan tersebut mencakup asam lemak bebas, kalsium, hormonsteroid tertentu, bilirubin, dan sebagian tripto"an plasma.

Kesimpulan
#ati merupakan organ dalam tubuh manusia yang memiliki banyak "ungsi. 9rgan hati yang rusak dapat mengganggu kemampuan tubuh manusia dalam memecah sel darah merah dari toksin atau racun yang terkandung di dalamnya. $ilirubin pada darah serta racun atau to*in lain yang ada pada darah pun tidak mampu dikeluarkan tubuh sehingga menetap di dalam tubuh kita. ;etabolisme karbohidrat, lemak dan protein juga merupan penting untuk kebutuhan di hati agar bisa menghasilkan sekresi empedu,ekresi kolesterol dan bilirubin

Daftar Pustaka
13

1. Pearce <. .natomi n "isiologi untuk paramedis. 8akarta0 5ramedia> /::G.h./:1-?. /. $loom, 2awcett. $uku ajar histologi. 7disi ke-1. 8akarta0 75<> /::1.h./3J-6/. 3. (auralee S. 2isologi ;anusia dari Sel ke Sistim. Bn0 $eatrica BS. Sistim +igesti!us. 7d. /. 8akarta0 75<> /::1.h.6EE ?. ;etabolisme. 1/ april /::J diunduh dari0 http0@@repository.ui.ac.id@dokumen@lihat@33/?.pd". 17 juli 2011 6. $aradero ;, +ayrit ;O, Siswadi N. Klien gangguan hati seri asuhan keperawatan. 8akarta0 75<>/::G.h.H-J E. ;urray =K, 5ranner +K, ;ayes P., =odwell 4O. $iokimia #arper. Bn0 $ani .P, Sikumbang ;,. Pencernaan dan .bsorpsi. /6th ed. 8akarta0 75<>/::3.h./??,/JH,E:G

14