Anda di halaman 1dari 8

Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam Kongres X111 t:ahun 1973 di Jakarta, dan disempurnakan dalam Kongres

XVI tahun 1989 di Jakarta, sebagai berikut : uru Indonesia men!adari, bah"a pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap #uhan $ang %aha &sa , 'angsa, dan (egara, serta kemanusiaan pada umumn!a) uru Indonesia !ang ber*i"a +an,asila dan setia pada -ndang.undang /asar 1901, turut bertanggung *a"ab atas ter"u*udn!a ,ita.,ita +roklamasi Kemerdekaan 2epublik Indonesia 17 3gustus 1901) 4leh sebab itu, uru Indonesia terpanggil untuk menunaikan kar!an!a dengan memedomani dasar.dasar sebagai berikut : 1) 5) 3) 0) 1) 7) 7) 8) 9) uru berbakti membirnbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhn!a !ang ber*i"a +an,asila) uru memiliki dan melaksanakan ke*u*uran pro6essional) uru berusaha memperoleh in6ormasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan) uru rnen,iptakan suasana sekolah sebaik.baikn!a !ang menun*ang berhasiln!a proses bela*ar.menga*ar) uru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan mas!arakat sekitarn!a untuk membina peran serta dan rasa tanggung *a"ab bersama terhadap pendidikan) uru se,ara pribadi dan bersama.sama mengembangkan dan meningkati,an mutu dan martabat pro6esin!a) uru memelihara hubungan sepro6esi, semangat kekeluargaan, dan kesetiaka"anan sosial) uru se,ara bersama.sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi + 2I sebagai sarana per*uangan dan pengabdian) uru melaksanakan segala kebi*akan +emerintah dalam bidang pendidikan)

Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada ndang! ndang "asar #$%&, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita!cita Proklamasi 'emerdekaan (epublik Indonesia #) *gustus #$%&.

+leh sebab itu, Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar! dasar sebagai berikut, #. -. /. %. &. 0. ). 1. $. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran pro.esional. Guru berusaha memperoleh in.ormasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik!baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Guru secara pribadi dan bersama!sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat pro.esinya. Guru memelihara hubungan sepro.esi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. Guru secara bersama!sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PG(I sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

23 "ikutip dari lembaran 'ode Etik Guru Indonesia 4yang disempurnakan pada 'ongres 56I, Tahun #$1$ di 7akarta3 terbitan PG(I.

Kamis,

2007

Desember

13

KODE ETIK GURU INDONESIA


Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 8angsa, dan 9egara serta pada kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada " #$%&, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita!cita proklamasi kemerdekaan (epublik Indonesia #) *gustus #$%&, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar!dasar sebagai berikut, #. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber!Pancasila. a. Guru menghormati hak indi:idu dan kepribadian anak didiknya masing!masing b. Guru berusaha mensusseskan pendidikan yang serasi 4jasmaniyah dan rohaniyah3 bagi anak didiknya c. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila d. Guru dengan bersunguh!sunguh mengintensi.kan Pendidikan Moral Pancasila bagi anak didiknya e. Guru melatih dalam memecahkan masalah!masalah dan membina daya krasai anak didik agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun .. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada anak didik. -. Guru memiliki kejujuran pro.essional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing!masing. a. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing!masing b. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan klebutuhan anak didik masing!masing c. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda!bedakan 7anis dan posisi orang tua muridnya /. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh in.ormasi tentang anak didik,. Tetapi menghindarkan diri dari segtsala bentuk penyalah gunaan a. 'omunikasi Guru dan anak didik didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang b. ntuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakangt keluarganya masing!masing. c. 'omunikasi Guru ini hanya diadakan semata!mata untuk kepentingan pendidikan anak didik %. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik!baiknya bagi kepentingan anak didik a. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga anak didik betah berada dan belajar di sekolah b. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran in.ormasi timbale balik untuk kepentingan anak didik c. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid< masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya. d. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur &. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai pro.esi keguruan b. Guru turut menyebarkan program!progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat seketernya, sehingga sekolah tersebut turut ber.ubgsi sebagai pusat

pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu c. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat ber.ungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya. d. Guru turut bersama!sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai akti.itas e. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik!bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t&ua murid dan masyarakat. 0. Guru secara sendiri!sendiri dan atau bersama!sama mengembangkan dan meningkatkan mutu pro.esinya. a. Guru melanjutkan setudinya dengan , = Membaca buku!buku = Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan!pertemuan pendidikan dan keilmuan lainnya = Mengikuti penataran = Mengadakan kegiatan!kegiatan penelitian b. Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat pro.esinya, ). Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesame guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan. a. Guru senantiasa saling bertukar in.ormasi pendapat, salung menasehatri dan 8antu!membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas pro.gesinya b. Guru tidak melakukan tindakan!tindakan yang merugikan nama baik rekan!rekan sepro.esinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi 1. Guru secara bersama!sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru pro.essional sebagai sarana pengabdiannya. a. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina pro.esi dan pendidikan pada umumnya b. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesame pengabdi pendidikan c. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap!sikap ucapan, dan tindakan yag merugikan organisasi $. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan a. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan!ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan b. Guru melakukan tugas pro.esinya dengan disiplin dan rasa pengabdian c. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya d. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik!baiknya. Menurut uraian diatas mengenai 'ode Etik Guru, kita perlu melihat pula, 'ualitas guru!guru di Indonesia! khususnya yang berstatus P9> dan guru sekolah swasta yang ?hidup segan mati takmau@, juga saat ini berada dalam titik ?rendah@. Para guru juga tidak hanya gagap dalam beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan .enomena sosial kemasyarakatan, mereka juga terjebak dalam kebiasaan menjadi ?robot@ kurikulum pendidikan. Prakarsa inisiati. para guru untuk belajar mengalimetode, bahan ajar dan pola relasi belajar!mengajar yang baru sangat minimalis. Tidak mengherankan ketika "epdiknas merekonsepsikan dan mengimplementasikan kerangka kurikulum pembaruan, '8' 4kurikulum berbasis kopetensi3, banyak guru yang sangat sulit memahami. 8anyak yang menggerutu dan

beranggapan '8' hanya sebagai wujud kurikulum yang ?ngayawara@ 4tidak realistik3. (endahnya mutu atau kapabilitas guru di Indonesia, selama ini disebabkan oleh beberapa .actor. .actor structural, para guru selama tiga dekada +rde 8aru dijadikan ?bemper@ politik bagi kekuatan partai Golkar. Guru dijadikan agen politik pembagunanisme dan juga agen pemenangan program partai golkar. Melelui organisasi 'orpri dan PG(I, mereka dijadikan proyek korporatisme 9egara. kuatnya politik pendidikan, yang mengontrol arah dan system pendidikan selama tiga decade membuat para guru seperti ?robot@ yang dipenjara melelui tuggas!tugas kedinasan yang stagnan. rendahnya tingkat kesejahteraan guru Indonesia membuat mereka tidak bisa optimal dalam menjalankan .ungsi dan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar karena selalu mengurusi persoalan ekonomi keluarga. kuatnya kultur .eodalistik dalam dunia pendidikan, sehingga tidak terjadi proses ?social clustering@ dan regenerasi ekskusi. komunitas guru muda. Pola regenerasi bukan atas dasar kemampuan akademik dan kemampuan mengajar guru, namun le:el kepangkatan. Pemerintah selama ini tidak memiliki kerangka acuan untuk meningkatkan kualitas sosial dan intelektual para guru. 8erbagai upaya internal di birokrasi pendidikan yang konon untuk meningkatkan kapabilitas pro.esi guru, justru lebih banyak pada lkegiatan pembinaan dan pendisiplinan guru dalam optic pemahaman kekuasaan. Para guru dibina dan disiplinkan pengetahuan, dan sikapnya selaras dengan kehendak penguasa, agar tidak mengajarkan sesuatu yang berbeda dengan doktri 9egara.

IK232 -21) 89..:endi6;..<Kami uru Indonesia adalah insan pendidik bangsa !ang beriman dan bertak"a kepada #uhan $ang %aha &sa= 89..:i6 9support>ists;..<5) 89..:endi6;..<Kami uru Indonesia adalah pengemban dan pelaksana ,ita.,ita +roklamasi Kemerdekaan 2epublikiIndonesia, +embela, dan +engamal +an,asila !ang setia pada -ndang.-ndang /asar 1901 89..:i6 9support>ists;..<3) 89..:endi6;..<Kami uru Indonesia, bertekad bulat me"u*udkan #u*uan (asional dalam men,erdaskan kehidupan 'angsa= 89..:i6 9support>ists;..<0) 89..:endi6;..<Kami uru Indonesia, bersatu dalam "adah organisasi per*uangan +ersatuan uru 2epublik Indonesia, membina persatuan dan kesatuan 'angsa !ang ber"atak kekeluargaan= 89..:i6 9support>ists;..<1) 89..:endi6;..<Kami uru Indonesia, men*un*ung tinggi Kode &tik uru Indonesia,sebagai pedoman tingkah laku pro6esi dalam pengabdian terhadap 'angsa, (egara, serta Kemanusiaan

?3%'-#3( @32I -2- ?&/-(I3 '! J3?%3(?$3@ A6ullpost Bdispla!:none=C ?ambutan Ketua -mum +' + 2I /r) ?ulisti!o %)+d +ada peringatan @ari uru ?edunia 1 oktober 5DD8 +eningkatan mutu guru saat ini sudah tidak dapat dita"ar.ta"ar lagi, sudah mutlak harus dilakukan) #anpa peningkatan mutu guru, berbagai upa!a peningkatan kualitas pendidikan dan ku,uran anggaran besar.besaran sia.sia belaka atau tidak e6ekti6) +eringatan @ari uru ?edunia !ang *atuh setiap 1 4ktober men*adi bahan introspeksi untuk peningkatan mutu dan pro6esionalisme) @al itu dikemukakan Ketua -mum +engurus 'esar +ersatuan uru 2epublik Indonesia E+' + 2IF ?ulist!o dalam rangka peringatan @ari uru Internasional, %inggu E1G1DF) +erbaikan kualitas dan mutu guru merupakan tanggung *a"ab /epartemen +endidikan (asional, pemerintah daerah, sekolah, dan guru sendiri) +erlu tumbuhkan kesadaran ?ulist!o mengatakan, penting menumbuhkan kesadaran internal guru sendiri tentang perbaikan dan perubahan kiner*a) uru perlu mengetahui persis ke"a*iban dan penguasaan kompetensi se,ara maksimal) Ken!ataann!a, sebagai ilustrasi, dalam disertasin!a, ?ulist!o meneliti kemampuan metakognisi guru dalam mempersiapkan pembela*aran, !akni bagaimana guru meran,ang, memikirkan, dan mengelola bahan a*ar) Kemampuan guru mempersiapkan pembela*aran di kelas masih lemah) uru minim gambaran apa !ang harus dilakukan di kelas, u*ar ?ulist!o !ang men!ebar kuesioner, obserHasi dalam kelas, "a"an,ara mendalam, serta tes psikologi untuk penelitian tersebut) +ersiapan han!a dilakukan 6ormal dengan buku persiapan penga*aran !ang disusun %us!a"arah uru %ata +ela*aran E% %+F, biasan!a di,etak dinas pendidikan setempat, tetapi se,ara substanti6 belum diha!ati para guru) 'an!ak program tidak tepat sasaran ?ulist!o melihat, peningkatan pro6esionalisme guru di tingkat kabupaten atau kota sering tidak men!entuh kebutuhan guru !ang ada disana) uru masih dilihat dari ka,a mata birokrasi, bukan akademisi)

uru perlu mendapat in6ormasi tentang ilmu dan teknologi pendidikan) (amun, itu tidak dipenuhi sehingga semakin lama beker*a, guru semakin ketinggalan in6ormasi) Ini persoalan klasik di Indonesia, u*arn!a) Kadang han!a per"akilan para guru !ang dikirim ke pelatihan) 3da guru !ang tidak mengalami peningkatan) /i sisi lain, ada guru beruntung mendapat pelatihan berkali. kali, u*arn!a) ?ulist!o melihat, /epartemen +endidikan (asional seharusn!a mengeHaluasi kembali dan melakukan ka*ian ulang program.program peningkatan kualitas guru karena kondisin!a selama ini tidak ban!ak berubah) +erlu dilihat apakah program.program itu tepat sasaran dan sesuai kondisi topogra6i Indonesia) ?umber : + 2I