Anda di halaman 1dari 41

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.

A DENGAN GANGGUAN
PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI DI RUANG NAKULA
RSJD SURAKARTA

DISUSUN OLEH :
1. AGUS TRIANTO
2. AGUS TRIWAHYUDI
3. ANGGIE YULIANTI MUSYAROFAH
4. BUDI SARI DEWI
5. CAHYA ARI WIDYA NINGRUM
6. FIRDA RATMA PRATIWI
7. HASNAN PRADANA AL HAKIM
8. INTAN MAHARSIWI
9. MEILINA LUZYANY
10. NATALIA TRI KURNIASARI
11. NURKHOLIS AL ROSYID
12. PAHLEVI BETSYTIFANI
13. RETNO WIJAYANTI
14. RISKA DESTRIANA PERMATASARI
15. RIZKI FITRIYANI
16. ROBBY ARGO WENANG SAPUTRO
17. ROHMAN
18. ULFA AGUSVIA PUTERI UTAMI
19. YULIANTI SAGITA WULANDARI
20. YULISKA ISDAYANTI

P27220011 159
P27220011 160
P27220011 162
P27220011 166
P27220011 167
P27220011 172
P27220011 179
P27220011 180
P27220011 183
P27220011 186
P27220011 188
P27220011 189
P27220011 192
P27220011 195
P27220011 196
P27220011 197
P27220011 198
P27220011 203
P27220011 205
P27220011 206

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2013/2014

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN. A DENGAN GANGGUAN


PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI DI RUANG NAKULA
RSJD SURAKARTA
I.

PENGKAJIAN
A. INFORMASI UMUM
Pengkajian dilakukan pada hari selasa tanggal 18 November 2013
pukul 13.00 WIB di ruang Nakula RSJD Surakarta melalui
wawancara, observasi, dan status pasien
1. Identitas Pasien
a. Nama

: Tn.A

b. Umur

: 36 tahun

c. Alamat

: Kendal

d. Status

: Kawin

e. Pendidikan

: Tidak sekolah

f. Agama

: Islam

g. Diagnosa Kep

: Halusinasi

h. No.RM

: 051446

i. Tanggal Masuk

: 4 November 2013 pukul 10.35

2. Penanggungjawab
a. Nama

: Ny.S

b. Umur

: 37 tahun

c. Alamat

: Kendal

d. Hubungan dgn pasien : Petugas Baresos

B. KELUHAN UTAMA
2 Minggu yang lalu pasien bingung dan merasa gelisah. Pasien
tampak bicara sendiri,mondar-mandir dan pasien sering terlihat
merenung sendirian.Kemudian oleh petugas Baresos Kab.Kendal
pasien dibawa ke IGD RSJD Surakarta pada Tanggal 4 November
2013 pukul10.35 WIB Kemudian dirawat inap.

C. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Biologi
a. Riwayat Kesehatan Sebelumnya
Pasien pernah mengalami gangguan jiwa dan pernah dirawat
di rumah sakit jiwa 3x.
1) Tahun 2004 di RSJD Magelang dibawa oleh keluarga
karena nampak bingung, mondar-mandir, gelisah
2) Tahun tidak terkaji di RSJD Semarang sebanyak 2x
dibawa oleh keluarga karena keluhan yang sama.
Pengobatan sebelumnya dinyatakan kurang berhasil karena
pasien masih nampak bingung, mondar-mandir, gelisah dan
bicara sendiri.
b. Genetik
Keluarga pasien tidak ada yang mengalami gangguan jiwa
seperti pasien.

2. Psikososial
a. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Pasien mengatakan pada tahun 2012 diceraikan oleh
istrinya dikarenakan pasien tidak mampu memenuhi
kebutuhan ekonomi keluarganya sehingga pasien merasa
sakit hati. Namun setengah tahun kemudian mereka rujuk
kembali karena merasa memiliki anak yang merupakan
tanggung jawab bersama.
b. Riwayat penganiayaan
Pasien

mengatakan

tidak

pernah

mengalami

penganiayaan fisik selama ini ,namun selama dirawat di


RSJD Surakarta pasien di cakar pasien lain tanpa sebab
yang jelas. Di cakar di bagian perut dan terdapat bekas
cakaran,

sehingga

menyebabkan

pasien

mengalami

ketakutan.Pasien tidak pernah mengalami penganiayaan


seksua, kekerasan dalam rumah tangga,dan tindakan
kriminal.
c. Genogram

Keterangan :

Penjelasan
Dari genogram di atas dapat dijelaskan bahwa :
-

Pasien adalah anak kelima dari enam bersaudara.

Saat di rumah tinggal bersama istri, anak, ibu, kakak


keempatnya dan

kakak iparnya, sebelum di RSJD

Surakarta pasien berada di baresos Kendal.


-

Bapak kandung dan mertuanya sudah meninggal dunia.

Sejak satu tahun yang lalu pasien resmi bercerai dengan


istrinya dan setengah tahun kemudian mereka rujuk
kembali dan hidup bersama dalam satu rumah.

Pola asuh dalam keluarga tidak membeda-bedakan


diantara anak-anaknya.

Pola komunikasi pasien dengan keluarga dan lingkungan


baik.

Dalam

pengambilan

keputusan

selama

dirumah

dilakukan dengan musyawarah.

D. FAKTOR PRESIPITASI
Pasien putus obat, tidak pernah kontrol karena pasien di baresos.

E. PEMERIKSAAN FISIK
1) Tanda-Tanda Vital :

TD

: 100/80 mmHg

Nadi

: 84x/menit

Suhu : 36,3o C

RR

: 20x/menit

2) Ukur :

BB

: 60kg

TB

: 165 cm

3) Keluhan Fisik: Pasien mengatakan gatal di kedua kaki dan


kedua tangan. Kulit kering bersisik.
Terdapat luka bekas garukan pada kedua siku dan kedua kaki ,
tidak ada oedema, CRT <2 detik.

F. SOSIAL KULTURAL SPIRITUAL


1. Konsep Diri
a. Citra Tubuh

Tidak ada cacat tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Pasien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang paling
disukai,

pasien

menerima

keadaan

tubuhnya

karena

pemberian dari Allah SWT.


b. Ideal Diri
Pasien terlihat menyendiri dan tidak berinteraksi dengan
orang lain. Pasien lebih suka menyelimuti seluruh tubuhnya
dengan selimut. Pasien mengatakan ingin segera pulang
berkumpul dengan keluarga.
c. Identitas Diri
Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 36 tahun.
Seorang kepala keluarga dengan anak satu. Pasien merasa
kurang puas sebagai seorang kepala keluarga karena tidak
mampu menafkahi keluarganya sehingga pasien selalu
memikirkannya.Pasien mengatakan ingin pulang dan bertemu
dengan keluarganya namun dari keluarga tidak ada kabar
sehingga pasien bingung.
d. Peran
Pasien adalah seorang kepala keluarga dan mempunyai anak
satu dengan usia

4 tahun 9 bulan. Pasien mengatakan

bingung dalam memenuhi kebutuhan keluarganya karena


selama ini pasien menganggur dan hanya menggantungkan
kebutuhan hidup pada kakak iparnya. Setelah keluar dari
RSJD pasien mengatakan ingin mencoba mencari pekerjaan
untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
e. Harga Diri

Selama

dipanti

pasien

kurang

berinteraksi

dengan

lingkungan karena pasien merasa malu tidak bekerja. Selama


di panti sakit pasien lebih banyak menyendiri dan tidak mau
berinteraksi dengan orang lain, pasien mengatakan bingung
dan sedih karena tidak bisa bertemu dengan keluarga.

f. Hubungan Sosial
1) Orang yang paling dekat
Pasien mengatakan orang yang paling dekat selama
dirumah adalah istri, ibu dan kakak keempatnya.
Biasanya pasien bercerita kepada ibunya ketika ada
masalah. Selama di BARESOS tidak ada orang yang
paling dekat dengannya karena pasien hanya menyendiri
disana.
2) Peran dalam masyarakat
Pasien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan
social di lingkungan masyarakat. Pasien hanya warga
biasa. Pasien hanya berdiam dirumah dan beberapa saat
bercakap-cakap dengan keluarga
3) Hambatan dalam berhubungan
Pasien banyak terlihat menyendiri dan senang
menyelimuti seluruh tubuhnya dan berdiam diri
karena selalu memikirkan keluarganya dirumah.
4) Spiritual
a) Nilai dan keyakinan

Pasien beragama islam, sesuai dengan keyakinannya


pasien menganggap masalah yang dialami pasien
merupakan ujian dari Allah SWT namun pasien
mengingkari keadaannya.
b) Kegiatan ibadah
Pasien mengatakan dirumah rajin beribadah sholat
lima waktu tetapi di RSJD Surakarta kadang-kadang
lupa dan jika sholat hanya di atas tempat tidur..

G. STATUS MENTAL
1. Deskripsi Umum
a. Penampilan
1) Pakaian
Penampilan pasien cukup rapi, Pakaian pasien sesuai
dengan ketentuan baju pasien di RSJD Surakarta.
Pasien rajin mengganti pakaiannya setiap habis mandi.
Penggunaan

pakaian

sesuai,

klien

tidak

pernah

menggunakan pakaian double/terbalik.


2) Cara berjalan
Cara berjalan pasien tegap tidak membungkuk, kadang
pasien berjalan menundukan kepala

3) Kebersihan
Rambut pendek tidak disisir, rambut terdapat ketombe,
kuku tangan dan kaki panjang dan kotor, pasien tidak
berkumis dan tidak berjenggot.gigi Nampak kuning.
4) Ekspresi wajah dan kontak mata
Ekspresi wajah pasien datar, kontak mata menatap
lawan bicara saat berinteraksi dan pasien kadang beralih
ke pandangan lain.
b. Pembicaraan
Pasien berbicara lambat, suara pasien lembut, pasien
mengalami inkoherensi karena saat ditanya jawaban tidak
sesuaai dengan pertaanyaan. Pasien malas berbicara, Pasien
jika tidak diajak bicara tidak mengawali pembicaraan.
c. Aktivitas Motorik
Pasien terlihat tegang memikirkan sesuatu, pasien selalu
ditempat tidur menyelimuti tubuhnya. Kontak mata pasien
kadang beralih saat diajak bicara.

d. Interaksi saat wawancara


1) Kontak mata pasien memperhatikan tapi kadang
beralih.
2) Pasien

mengalami

defensive,

selalu

berusaha

mempertahankan pendapat dan kebenaran darinya.

3) Pasien tidak curiga dan tidak menganggap lawan bicara


adalah musuh
2. Status Emosi
a. Alam Perasaan
Pasien tampak cemas dan khawatir. Pasien ingin segera
pulang dan bekerja.
b. Afek
Afek pasien tumpul, saat ada stimulus emosi yang kuat
pasien baru bereaksi, kadang juga datar karena pasien tidak
ada perubahan ekspresi wajah saat ada stimulus yang
menyenangkan atau menyedihkan.
3. Persepsi
Pasien mengalami gangguan persepsi halusinasi penglihatan.
Pasien melihat bayang-bayang putih dan melihat bayangan
anaknya. Halusinasi itu muncul terutama pada malam hari dan
lamanya 3-5 menit dengan frekuensi 1-3 kali. Pasien saat
melihat itu biasanya menutup matanya karena ketakutan.
4. Proses Pikir
a. Bentuk Pikir
Non realistic karena pasien melihat bayangan yang tidak
dilihaat orang lain
b. Arus Pikir
Pasien mengalami inkoheren : pasien berbicara kacau.
c. Isi fikir

Pasien mengalami phobia, saat melihat bayangan putih


pasien mengalami ketakutan.
5. Sensori dan Kognisi
a. Tingkat Kesadaran
Pasien

tampak

bingung,

pasien

tidak

mengalami

disorientasi waktu dan tempat. Hanya pasien tidak


mengenal pasien lainnya.
b. Daya Ingat/memori
Pasien mengalami gangguan daya ingat jangka panjang,
pasien tidak ingat tahun berapa saat di rawat di RSJD
Semarang sebelumnya. Pasien tidak mengalami gangguan
daya

ingat

jangka

pendek

karena

pasien

mampu

menyebutkan namanya dengan benar dan menempati


tempat tidur yang sama sejak awal masuk.
c. Tingkat Konsentrasi dan berhitung
Klien tidak mengalami gangguan konsentrasi, saat diminta
menyebutkan

angka

serta

wawancara

pasien

dapat

menyebutkan serta berhitung angka 1-10.


d. Insight/Daya tilik diri
Pasien

mengingkari

penyakit

yang

diderita,

pasien

mengatakan sehat dan ingin segera pulang.


e. Pengambilan Keputusan
Pasien mampu mengambil keputusan ringan, seperti
memilih sholat atau makan dulu, pasien memilih makan
dulu karena lapar.

H. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
Pasien makan dengan mandiri yaitu 3x sehari di RSJD
Surakarta. Pasien menghabiskan 1 porsi penuh, pasien juga
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, pasien mau
mencuci alat makan secara mandiri, pasien minum 4 gelas
sedang air teh, 200cc bubur kacang hijau dan air putih 3 gelas
sedang.
2. BAB/BAK
Pasien sudah memahami cara BAB dan BAK yang benar dan
baik yaitu dikamar mandi khusus pasien, harus dibersihkan dan
disiram. Pasien BAB 1-2 x sehari dan BAK 4-5 x sehari
dikamar mandi secara mandiri.
3. Mandi
Pasien mengatakan mengetahui tentang mandi dan tujuan
mandi yaitu menjaga kebersihan tubuh dan agar badan terasa
segar. Pasien mandi 2x sehari dan tidak pernah keramas. Pasien
mengatakan dapat mandi secara mandiri dengan menggunakan
sabun dikamar mandi.
4. Berpakaian / Berhias
Pasien mengatakan mengetahui tujuan dan fungsi berpakaian
dan berhias serta pasien mampu menggunakan pakaian secara
mandiri dan tampak kooperatif.
5. Istirahat dan Tidur

Pasien mengatakan mengetahui manfaat dan tujuan dari tidur,


pasien tidur kurang lebih 9 jam pada malam hari terlihat tidur
setelah mendengarkan adzan isya serta bangun ketia adzan
subuh dan kurang lebih 2 jam tidur siang dansetelah bangun
tidur pasien merapikan tempat tidur secara mandiri.
6. Penggunaan Obat
Pasien mengatakan belum tahu masing-masing fungsi obat.
Pasien hanya mengenali warna, jumlah obat yang diminumnya
secara teratur yaitu pagi, sore dan malam.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Pasien mengatakan bersedia minum obat secara teratur dan
bersedia control ke pelayanan kesehatan agar sakitnya tidak
kambuh kembali setelah nanti pulang kerumah.
8. Aktivitas di rumah
Pasien

mengatakan

aktivitasnya

dirumah

pasien

hanya

bahwa

pasien

dalam

beraktivitas didalam rumahnya.

I. MEKANISME KOPING
Hasil

pengkajian

di

dapat

menyelesaikan masalah pasien sering menyendiri di rumah, pasien


jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar karena malu, minder
dan takut dengan orang lain serta kalau melihat bayangan putih
dengan cara menutup mata.

J. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

Pasien mengatakan kurang senang apabila ada orang lain


mengatakan dirinya sakit dengan menghindar dari orang yang
mengatakannya serta ingin cepat sembuh dan keluar dari Rumah
Sakit Jiwa.

K. KURANG PENGETAHUAN TENTANG


Pasien mengatakan kurang mengetahui tentang sakitnya sekarang
dan beranggapan kalau dirinya sehat.

L. ASPEK MEDIK
a. Diagnosa Medik : F. 20.8
b. Terapi Medik

II.

Risperidon

2 X 2 mg

Amitripilin

2 X 25 mg

Chlorpromazine

1 X 100 mg

CTM (chlortrimeton)

3 X 4mg

ANALISA DATA

N
O
1.

DATA FOKUS
DS:

MASALAH
KEPERAWATAN
Gangguan Persepsi

Pasien

mengalami

gangguan

persepsi sensori:Halusinasi

halusinasi penglihatan. Pasien mengatakan


selalu melihat bayang-bayang putih dan
melihat

bayangan

anaknya.

Pasien

mengatakan halusinasi itu muncul terutama


pada malam hari.
DO:

Pasien tampak bingung

Kontak mata pasien mudah beralih

2.

Pasien sering melamun

DS:

Isolasi Sosial :
Pasien mengatakan tidak pernah mengikuti Menarik Diri
kegiatan social di lingkungan masyarakat.
Pasien mengatakan hanya warga biasa. Pasien
mengatakan hanya berdiam dirumah dan
beberapa saat bercakap-cakap dengan keluarga

DO:

Pasien

terlihat

menyendiri

dan

senang

menyelimuti seluruh tubuhnya dan berdiam


diri karena selalu memikirkan keluarganya
dirumah.
3.

DS:

Harga Diri Rendah


Pasien mengatakan selama

dirumah pasien

kurang berinteraksi dengan tetangga karena


pasien merasa malu tidak bekerja. Pasien
mengatakan Selama dirumah sakit pasien lebih

banyak menyendiri dan tidak mau berinteraksi


dengan orang lain, pasien mengatakan bingung
dan sedih karena tidak bisa bertemu dengan
keluarga.

Pasien merasa kurang puas sebagai seorang


kepala

keluarga

karena

tidak

mampu

menafkahi keluarganya sehingga pasien selalu


memikirkannya
DO:

Pasien

terlihat

menyendiri

dan

tidak

berinteraksi dengan orang lain. Pasien lebih


suka menyelimuti seluruh tubuhnya dengan
selimut. Pasien mengatakan ingin segera
pulang berkumpul dengan keluarga.
4.

DS:

Defisit Perawatan

Pasien mengatakan gatal di kedua kaki dan Diri


kedua tangan. Pasien mandi 2x sehari dan tidak
pernah keramas
DO:
Kulit kering bersisik. Terdapat luka bekas
garukan pada kedua siku dan kedua kaki , tidak
ada oedema, CRT <2 detik.

III.

POHON MASALAH

IV.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan Persepsi sensori : Halusinasi
2. Gangguan Isolasi Sosial : Menarik Diri
3. Harga Diri Rendah ( HDR )

V.
Tgl

INTERVENSI KEPERAWATAN
No

Perencanaan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi
persepsi TUM: Klien dapat 1. Setelah dilakukan 2 1. Bina hubungan saling percaya dengan

Dx.Keperawatan

Diagnosa
1
Gangguan
sensori:
lihat/

Halusinasi mengontrol
dengar/ halusinasi

kecap/penghidu.

X
yang

interaksi

klien

menunjukan tanda-

dialaminya

tanda percaya pada

TUK 1: Klien dapat

perawat :

membina hubungan

Ekspresi

saling percaya.

wajah

Menunjukan rasa
kontak

terapeutik :
a. Sapa klien dengvan ramah baik
b. Perkenalkan

nama,

nama

panggilan, dan tujuan perawat


berkenalan
nama panggilan yang disukai
klien

mata.
berjabat

tangan.
Mau
menyebutkan
nama.

komunikasi

c. Tanyakan nama lengkap dan

senang.

Mau

prinsip

verbal maupun non verbal

bersahabat.

Ada

menggunakan

d. Buat kontrak yang jelas


e. Tunjukkan
menepati

sikap

jujur

dan

janji

setiap

kali

sikap

empati

dan

interaksi
f. Tunjukkan

Mau

menjawab

g. Beri perhatian kepada klien dan

salam.

perhatikan kebutuhan dasar klien

Mau
dudukberdampin
gan

menerima apa adanya

dengan

h. Tanyakan perasaan klien dan


masalah yang dihadapi klien
i. Dengarkan

perawat.

dengan

penuh

perhatian ekspresi perasaan klien

Bersedia
memngungkapka
n masalah yang

Adakan kontak sering dan singkat secara

dihadapi.
TUK 2 :
Klien dapat

bertahap
2.1

Setelah

x Observasi tingkah laku klien terkait


klien dengan halusinasinya ( dengar / lihat /

mengenal

interaksi

halusinasinya

menyebutkan isi, penghidu /


waktu, frekuensi, menemukan
situasi,
kondisi

raba
klien

kecap
yang

),

jika

sedang

dan halusinasi :
yang 1. Tanyakan apakah klien mengalami

menimbulkan

sesuatu ( halusinasi dengar / lihat /

halusinasi

penghidu / raba / kecap )

2. Jika klien menjawab ya, tanyakan


apa yang sedang dialaminya
3. Katakana bahwa perawat percaya
klien

mengalami

namun

perawat

mengalaminya

hal

tersebut,

sendiri

tidak

dengan

nada

bersahabat tanpa menuduh atau


menghakimi )
4. Katakana bahwa ada klien lain yang
mengalami hal yang sama
5. Katakana

bahwa

perawat

akan

membantu klien
2.2

setelah

interaksi

2x

Diskusikan dengan klien apa yang

klein

dirasakan jika terjadi halusinasi dan beri

menyatakan

kesempatan

untuk

mengungkapkan

perasaaan

dan

perasaannya

responya

saat

Diskusikan dengan klien apa yang

mengalami

dilakukan untuk mengatasi perasaan

halusinasi

tersebut

Marah

Diskusikan tentang dampak yang akan

Takut

dialami

Sedih

halusinasinya

bila

klien

menikmati

Senang
Cemas
TUK 3 : klien dapat

Jengkel
3.1
setelah

mengotrol

interaksi

halusinasinya

menyebutkan

2x

3.1. Identifikasi bersama klien cara atau

klien

tindakan yang dilakukan jika terjadi


halusinasi

tindakan
biasa

yang
dilakukan

untuk

tidur,

marah,

menyibukkan diri dll)


3.2. Diskusikan cara yang digunakan
klien

mengendalikan

3.2.1 Jika cara yang digunakan

halusinasinya

adaptif beri pujian.

3.2

setelah

interaksi

2x

3.2.2 Jika cara yang digunakan

klien

maladaptive diskusikan kerugian

menyebutkan cara
baru

mengontrol

cara tersebut
3.3

Diskusikan

cara

baru

untuk

halusinasi
3.3

memutuskan atau mengontrol timbulnya

setelah

2x

interaksi
dapat

halusinasi :

klien

3.3.1 Katakan pada diri sendiri

memilih

bahwa ini tidak nyata ( saya

dan

tidak mau dengar / lihat /

memperagakan

penghidu / raba / kecap pada

cara

saat halusinasi terjadi )

mengatasi

halusinasi (dengar

3.3.2 Menemui orang lain ( perawat

, lihat, penghidu,

/ teman /anggota keluarga )

raba, kecap )

untuk menceriterakan tentang

3.4

setelah

interaksi

2x
klien

halusinasi
3.3.3 Membuat dan melaksanakan

melaksanakan

jadwal kegiatan sehari hari

cara yang telah

yang telah disusun

dipilih

untuk

3.3.4 Meminta keluarga, teman,

mengendalikan

perawat, menyapa jika sedang

halusinasinya

berhalusinasi

3.5

setelah

pertemuan

2x

3.4 Bantu klien memilih cara yang

klien

sudah dianjurkan dan latih untuk

mengikuti

terapi

aktivitas

mencobanya
3.5 Beri kesempatan untuk untuk

kelompok

melakukan cara yang dipilih dan


dilatih
3.6 Pantau pelaksanaan yang telah
dipilih dan dilatih, jika berhasil
beri pujian
3.7 Anjurkan klien mengikuti terapi
aktivitas

kelompok,

orientasi

realita, stimuli persepsi


TUK 4 : klien dapat
dukungan
keluarga

dari
dalam

4.1

setelah

2x

pertemuan

pertemuan ( waktu, tempat, topik )

keluarga, keluarga

mengotrol

menyatakan

halusinasinya

setuju

4.1 Buat kontrak dengan keluarga untuk


4.2 Diskusikan dengan keluarga ( pada
saat

untuk

pertemuan

keluarga

kunjungan rumah )

mengikuti

4.2.1 Pengertian halusinasi

pertemuan dengan

4.2.2 Tanda dan gejala halusinasi

perawat

4.2.3 Proses terjadinya halusinasi

4.2

setelah

2x

4.2.4 Cara yang dapat dilakukan

interaksi keluarga

klien

dan

keluarga

meyebutkan

memutus halusinasi

pengertian, tanda

4.2.5 Obat obatan halusinasi

dan gejala, proses

4.2.6

terjadinya

merawat

anggota

keluarga yang halusinasi di

halusinasi
tindakan

Cara

untuk

dan
untuk

rumah ( beri kegiatan jangan


dibiarkan

sendiri,

makan

mengedalikan

bersama, bepergian bersama,

halusinasi

memantau obat obatan, dan


cara

pemberiannya

untuk

mengatasi halusinasi)
4.2.7 Beri informasi waktu kontrol
kerumah sakit dan bagaimana
cara mencari bantuan jika
halusinasi tidak dapat diatasi
TUK 5 : klien dapat
memanfaatkan obat

5.1

setelah

interaksiklien

2x

di rumah
5.1 Diskusikan dengan klien tentang
manfaat

dan

kerugian

tidak

dengan baik

menyebutkan

minum obat, nama, warna, dosis,

manfaat

cara,

minum obat

samping penggunaan obat

efek

terapi,

dan

2x
klien

mendemonstrasik
penggunaan

obat dengan benar


setelah

interaksi

klien

5.4 Diskusikan

akibat

berhenti

minum obat tanpa konsultasi

kepada dokter / perawat jika

obat

5.3

jika

5.5 Anjurkan klien untuk konsultasi

samping

an

pujian

dengan dokter

efek

interaksi

efek

menggunakan obat dengan benar

dosis,

setelah

dan

obat
5.3 Beri

nama,
warna,

5.2

terapi,

5.2 Pantau klien saat penggunaan

kerugian
minum obat

efek

2x
klien

terjadi hal hal yang tidak


diinginkan

menyebutkan
akibat

berhenti

minum obat tanpa


konsultasi dokter

VI.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

WAKTU DIAGNOSA
IMPLEMENTASI
18/11/13 Gangguan
1. Mendiskusikan perasaan pasien
S :
13.30
persepsi
2. Mengenal
halusinasi
dengan

EVALUASI
Pasien mengatakan takut karena melihat

sensori :

mendiskusikan jenis, isi, waktu,

bayangan putih dan kadang sosok anaknya

halusinasi

frekuensi, situasi yang mencetuskan

yang muncul 1 sampai 3 kali pada saat siang

SP 1

respon klien

hari dan malam hari saat pasien sendiri.

3. Mengajarkan atau melatih pasien

Biasanya saat bayangan muncul pasien akan

cara mengontrol halusinasi dengan


menghardik
4. Menganjurkan

menutup matanya

pasien

untuk

memasukkan kegiatan menghardik


dalam kegiatan harian

pasien mengatakan dapat mempraktekkan


cara menghardik saat halusinasi datang

pasien mengatakan sudah memasukkan

PARAF

latihan menghardik pada jadwal kegiatan


hariannya
O:

Pasien terlihat gelisah.

Pasien terlihat mempraktekkan cara


mengontrol halusinasi dengan menghardik.

A:

Pasien telah mengenali halusinasi.

Pasien mampu mempraktekkan cara


menghardik.

P : pasien:
Latihan cara menghardik bila halusinasi muncul.
Masukkan dalam jadwal kegiatan harian
pasien.
P : Validasi cara menghardik
Mengajarkan cara mengontrol halusinasi
dengan bercakap-cakap.
19/11/13
09.30

Halusinasi

1. mendiskusikan perasaan pasien

Sp II

2. melatih

dan

mengendalikan

S:
1 : pasien mengatakan perasannya pada hari

halusinasinya dengan bercakap-

ini biasa saja.


Pasien mengatakan masih takut karena

cakap bila halusinasi datang


3. menganjurkan
memasukkan

pasien

untuk

melihat bayangan yang kadang muncul saat

kegiatan

yang

pasien sendiri dan tidak melakukan apapun..

sudah di alihkan ke dalam

kemudian pasien mengontrolnya dengan cara

kegiatan harian

menghardik.
Pasien mengatakan ia mengetahui cara
mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
O:

Pasien mampu menyebutkan cara mengontrol


halusinasi dengan menghardik dan bercakapcakap

Pasien mampu mempraktekkan cara


menghardik

Pasien belum mau banyak berbicara dengan


orang lain

A:

klien belum mampu mempraktekkan cara


mengontrol halusinasi dengaan bercakapcakap.
P : pasien :
ajurkan untuk melatih mengendalikan
halusinasinya dengan bercakap-cakap
anjurkan untuk memasukkan ke dalam jadwal
kegiatan harian
perawat :
evaluasi kontrol halusinasi dengan bercakap
cakap dengan orang lain.
Melatih cara control halusinasi ke tiga dengan
melakukan kegiatan
20/11/13
09.00

Halusinasi
Sp II

1. mendiskusikan persaan paien


saat ini
2. mengevaluasi cara mengontrol
halusinasi dengan bercakap
cakap bila halusinasi datang
3. menganjurkan klien untuk

S:
1 : pasien mengatakan perasannya pada hari
ini biasa saja.
Pasien mengatakan masih takut karena
melihat bayangan yang kadang muncul saat
pasien sendiri dan tidak melakukan apapun..

memasukkan kegiata yang sudah

kemudian pasien mengontrolnya dengan cara

di ajarkan ke dalam buku harian

menghardik.
Pasien mengatakan ia mengetahui cara
mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
Pasien menyebutkan cara mengontrol
halusinasi dengan menghardik dan bercakapcakap
O:

Pasien mempraktekkan cara menghardik

Pasien mempraktekkan cara mengontrol


halusinasi dengan bercakap-cakap

A:
pasien sudah mulai ada peningkatan untuk
berinteraksi dengan orang lain
pasien mampu mempraktekkan cara
menghardik
pasien sudah mampu mempraktekkan cara
mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap

P : pasien :
anjurkan pasien untuk tetap meningkatkan
dalam berinteraksi dengan orang lain atau
teman temannya
anjurka pasien untuk memasukkan kedalam
jadwal kegiatan harian
perawat:
pantau kemampuan pasien dalam berinteraksi
dengan teman temannya
lanjutkan Sp III (mengendalikan
halusinasinya dengan melakukan aktivitas
terjadwal)
21/11/13
09.15

Sp III

S:

1. Mendiskusikan perasaan pasien


saat ini
2. Mengobservasi tingkah laku
pasien saat ini
3. Mengevaluasi jadwal kegiatan
harian pasien

klien mengatakan perasaannya sedang gelisah


pasien menanyakan kapan pasien boleh
pulang ?
pasien mengatakan sudah jarang melihat
bayangan putih dan sosok anaknya

pasien mengatakan mau memasukkan

4. Menganjurkan pasien
memasukkan kegiatan dalam

kegiatan yang dianjurkan perawat dalam

jadwal kegiatan harian

jadwal kegiatan harian( merapikan tempat


tidur )
pasien menyebutkan cara mengontrol
halusinasi cara 1- 3 dan mampu
mempraktekkan cara mengontrol halusinasi
yaitu menghardik ,bercakap-cakap dan
merapikan tempat tidur
O:
pasien tampak kooperatif
setelah pasien bangun pasien terlihat
merapikan tempat tidur
pasien terlihat tenang
A:
pasien mampu menyebutkan cara mengontrol

halusinasi cara 1- 3
pasien mempunyai kegiatan positif yang dapat
diterapkan dalam jadwal kegiatan harian
(merapikan tempat tidur)
P:
pasien:
anjurkan pasien untuk menerapkan cara
mengontrol halusinasi yang paling efektif saat
halusinasi muncul
anjurkan pasien untuk memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian pasien
perawat:
validasi Sp I-III
pantau kemampuan pasien untuk menerapkan
kegiatan tersebut
evaluasi control halusinasi dengan melakukan
kegiatan

lanjutkan Sp IV (memberikan pendidikan


kesehatan tentang menggunakan obat secara
teratur.
21/11/13
13.00

Sp IV

S:
Pasien menanyakan kapan pasien pulang?

1. Mendiskusikan perasaan pasien


saat ini

pasien mengatakan sudah jarang melihat

2. Mengevaluasi jadwal kegiatan

bayangan putih dan sosok anaknya

harian pasien

pasien mengatakan mengerti jika ia minum

3. Memberikan pendidikan

obat secara teratur ia akan sembuh dan cepat

kesehatan tentang menggunakan


obat secara teratur

pulang
pasien mengatakan mau minum obat secara
teratur
pasien mampu menyebutkan cara mengontrol
halusinasi cara 1- 4 dan mampu

O:
pasien kooperatif
mempraktekkan cara mengontrol halusinasi
yaitu menghardik

setelah pasien bangun pasien merapikan


tempat tidur
pasien terlihat tenang
pasien minum obat sesuai program
A:
pasien mampu menyebutkan cara mengontrol
halusinasi cara 1- 4 dan mampu
mempraktekkan cara mengontrol halusinasi
yaitu menghardik
pasien mempunyai kegiatan positif yang dapat
diterapkan dalam jadwal kegiatan harian
(merapikan tempat tidur)
pasien sudah mengetahui tujuan minum
obat,kegunaan masing-masing obat,efek
samping dan efek putus obat
P:
pasien:
anjurkan pasien untuk menerapkan cara

mengontrol halusinasi yang paling efektif saat


halusinasi muncul
anjurkan pasien untuk memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian pasien
anjurkan pasien untuk minum obat secara
teratur sesuai dengan kegunaan obatyag telah
dijelaskan
perawat:
validasi Sp I-IV
pantau kemampuan pasien untuk menerapkan
kegiatan tersebut
evaluasi control halusinasi yang telah
dilakukan
pantau penerapan pasien minum obat secara
teratur

Risperidon

2 X 2 mg

Amitripilin

2 X 25 mg

Chlorpromazine

1 X 100 mg

Chlor Tri Meton

3 X 4 mg

JADWAL KEGIATAN HARIAN


Nama

: Tn .A

No RM

: 051446

Ruang

: Nakula

no

Jam

kegiatan

tanggal
19/11/13 20/11/13 21/11/13 22/11/13

05.00

Bangun

tidur,merapikan
tempat tidur
2

06.00

Mandi

07.00

Makan dan minum

Latihan menghardik

Latihan bercakap-

obat dan olah raga


4
5

08.00
09.00

cakap
6

10.00

Mengikuti
rehabilitasi

11.30

Makan siang

12.00

Sholat

13.30

Istirahat tidur

11

15.00

Sholat

12

16.00

Mandi

13

17.00

Makan malam dan

minum obat

14

18.00

Sholat

15

19.00

Berinteraksi dengan

teman
16

19.15

Sholat

17

20.00

Latihan menghardik

18

20.30

tidur

KETERANGAN :
B: BANTUAN
M: MANDIRI