Anda di halaman 1dari 10

Sistem Pemerintahan Negara Argentina dan Negara Indonesia

diajukan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

disusun oleh: Muhamad Fadhli Hanifan

Sekolah Menengah Atas Alfa Centauri Bandung 2013

KATA PENGATAR
Puji dan Syukur Saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik. Dalam makalah ini Saya membahas mengenai perbedaan sistem pemerintahan Negara Argentina.

Demikian makalah ini saya buat, Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun saya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Penulis,

Muhamad Fadhli Hanifan

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................... DAFTAR ISI.................................................................................................... BAB I................................................................................................................ PENDAHULUAN............................................................................................ 1.1. LATAR BELAKANG............................................................................... 1.2. RUMUSAN MASALAH........................................................................... 1.3. TUJUAN PENELITIAN .......................................................................... BAB II.............................................................................................................. ISI..................................................................................................................... 2.1. POLITIK DI NEGARA ARGENTINA..................................................... 2.2. SISTEM PEMERINTAHAN ARGENTINA............................................ BAB III............................................................................................................. HUBUNGAN SISTEM PEMERINTAHAN ARGENTINA INDONESIA..... BAB IV............................................................................................................. PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN ARGENTINA

INDONESIA..................................................................................................... BAB V.............................................................................................................. KESIMPULAN.................................................................................................

BAB I Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut. Dalam arti luas pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badab legislatif, eksekutif, dan yudikatif di suaru negara dalam mencapai tujuan negara. Dalam arti sempit pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam mencapai tujuan negara. Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Presidensial Parlementer Semipresidensial Komunis Demokrasi liberal liberal

1. Menurut Utrecht ada 3 pengertian : Pemerintahan adalah gabungann dari semua badan kenegaraan yang memiliki kekuasaan untuk memerintah (legislatif,Eksekutif, Yudikatif). Pemerintahan adalah gabungan badan-badan kenegaraan tertinggi yang memiliki kekuasaan memerintah (Presiden, Raja, Yang dipertuan Agung). Pemerintahan dalam arti kepala negara (Presiden) bersama kabinetnya. 2. Menurut Offe pemerintahan adalah hasil dari tindakan administratif dalam berbagai bidang, bukan hanya hasil dari pelaksanaan tugas pemerintah dalam melaksanakan undang-undang melainkan hasil

dari kegiatan bersama antara lembaga pemerintahan dengan klien masing-masing. 3. Menurut Kooiman pemerintahan adalah proses interaksi antara berbagai aktor dalam pemerintahan dengan kelompok sasaran atau berbagai individu masyarakat. 4. Menurut Austin Ranney pemerintahan adalah proses kegiatan pemerintah dalam membuat dan menegakkan hukum dalam suartu negara. 5. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia pemerintahan berarti A. Proses, cara, perbuatan memerintah. B. Segala urusan yang dilakukan negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyat dan kepentingan Negara. Melalui makalah ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai sistem pemerintahan salah satu negara dengan sistem pemerintahan republik, yaitu Negara Argentina.

1.2

Rumusan Masalah

1. Bagaimana sistem pemerintahan di Negara Argentina 2. Apa saja perbedaan sistem pemerintahan Negara Argentina dan Negara Indonesia. 1.3 Tujuan

Adapun tujuan penyusun membuat makalah ini adalah untuk mencapai beberapa tujuan antara lain dapat di kemukakan sebagai berikut: 1. Agar mengetahui sistem pemerintahan di Negara Argentina. 2. Agar mengetahui perbedaan dalam sistem pemerintahan di Negara Argentina dan Negara Indonesia.

BAB II Isi

2.1

Politik di Negara Argentina Politik Argentina berada dalam kerangka republik demokrasi yang dipimpin oleh presiden. Presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan dan juga sistem partai yang yang beragam. Kekuasaan eksekutif berada di tangan pemerintah. Kekuasaan legislatif itu berada di tangan pemerintah dan dua kamar parlemen. Kehakiman pula tubuh bebas dari pengaruh eksekutif dan legislatif. Presiden adalah kepala negara dan kepala eksekutif. Seseorang rakyat Argentina hanya bisa menjabat ini selama 2 periode (setara dengan delapan tahun) berturut-turut. Semua anggota kabinet ditunjuk oleh Presiden.

2.2. Sistem Pemerintahan Negara Argentina Konstitusi Argentina 1853, yang diubah pada 1994, memberi mandat pembagian kekuasaan antara badan-badan eksekutif, legislatif dan kehakiman di tingkat nasional dan negara bagian. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung setiap 4 tahun. Mereka boleh menyandang jabatan selama tidak lebih 2 masa jabatan; mereka hanya diizinkan bertarung untuk kali ketiga setelah tidak aktif selama satu masa. Presiden melantik anggota kabinet dan konstitusi memberikan kekuasaan besar kepadanya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, termasuk kuasa untuk mengubah undang-undang di bawah mandat presiden dengan syarat "mendesak dan perlu" dan juga hak veto yang terbatas.

Parlemen Argentina dikenal sebagai Kongres Nasional atau Congreso Nacional. Menggunakan sistem Parlemen bikameral terbagi atas dua kamar yang utama: Senat atau Senado dengan 72 kursi dan Dewan Perwakilan atau Cmara de Diputados dengan 257 anggota. Sejak

2001, para senator dipilih secara langsung, dengan setiap negara bagian, termasuk ibu kota Federal, Buenos Aires, diwakili oleh tiga senator. Para senator menjabat selama 6 tahun. Sepertiga anggota Senat akan bertanding sekali lagi setiap 2 tahun. Anggota Dewan Perwakilan dipilih secara langsung dan menjabat selama 4 tahun. Rakyat memilih separuh dari anggota Dewan Perwakilan setiap dua tahun dan setiap anggota dewan dipilih mengikuti sistem pemilu perwakilan seimbang. Sepertiga dari semua calon yang diajukan oleh partai-partai harus terdiri dari kaum perempuan.

Lembaga yudikatifnya bebas dari lembaga eksekutif dan legislatif. Mahkamah Agung Argentina mempunyai 9 anggota, yang diangkat oleh Presiden atas persetujuan Senat. Sisa hakim-hakimnya ditunjuk oleh Consejo de la Magistratura de la Nacin (Dewan Kehakiman Nasional), sebuah sekretariat yang terdiri atas wakil-wakil para hakim, pengacara, Kongres, dan pihak Eksekutif.

BAB III Hubungan Sistem Pemerintahan Argentina dan Indonesia


Sebagai negara yang mempunyai tradisi sepakbola yang kuat, Argentina dapat dijadikan percontohan bagi sistem pelatihan sepakbola di Indonesia. Pada tahun 2007, Argentina menjadi tempat pelatihan pemain sepakbola junior Indonesia dalam persiapan menuju SEA Games 2007. Di lain pihak, Indonesia dapat menawarkan pelatihan bulu tangkis yang merupakan olahraga yang masih kurang diakrabi oleh masyarakat Argentina. Di bidang ekonomi, setelah krisis ekonomi Argentina pada tahun 2001 yang sempat mengurangi nilai perdagangan antara kedua negara, pada tahun 2002 perlahan volume perdagangan kedua negara mulai membaik. Pada tahun 2006 ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 164,17 juta dollar membaik sebesar 37,55% dibanding dengan nilai ekspor pada tahun 2005. Sementara ekspor Indonesia meningkat, impor Indonesia dari Argentina pada tahun 2006 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2005 dengan nilai impor tahun 2006 sebesar US$ 362.80 juta. Sampai dengan November tahun 2007, ekspor Indonesia ke Argentina telah mencapai angka 166.66 juta dollar sedangkan impor Indonesia mencapai 402,22 juta dollar, sehingga total volume perdagangan Indonesia-Argentina sampai dengan November 2007 mencapai 568,88 juta dollar atau meningkat sekitar 7,95% dari volume tahun sebelumnya.

BAB IV

Perbandingan Sistem Pemerintahan Argentina dan Indonesia


Sistem pemerintahan negara republik Indonesia berdasarkan UndangUndang Dasar 1945 adalah sistem presidensial kabinet. Dengan sistem pemerintahan tersebut, baik para penyelenggara negara maupun rakyat dan bangsa Indonesia telah merasa sesuai. Sejalan dengan perkembangan dan dinamika politik masyarakat, penyelenggaraan negara dengan sistem presidensial kabinet telah mengalami perubahan dan penyempurnaan hingga sekarang ini. Sistem pemerintahan Argentina hampir sama dengan sistem yang dianut oleh Indonesia. Bentuk negaranya sama-sama republik, pembagian kekuasaan menggunakan metode Trias Politica (eksekutif, Legislatif & yudikatif), sistem pemerintahan presidensial, parlemen menggunakan sistem parlemen bikameral (2 kamar), hanya saja presiden bisa menjabat hinga tiga periode, sedangakan Indonesia hanya 2 periode.

V Kesimpulan

Dapat di simpulkan bahwa sistem politik yang ada di Indonesia Perlu di rombak lebih dalam lagi mengingat masih banyaknya ketidak sesuaian dalam menjalankan sistem politik di Negara Indonesia ini, seharusnya Indonesia mengambil contoh dari Negara lain bukan Meniru gaya negara lain karena belum tentu sistem Politik di Negara lain sesuai dengan Kondisi dan Keadaan Negara Indonesia yang carut maut ini. Sudah sangat jelas masing masing Negara memiliki sistem politik yang jauh berbeda antara Indonesia dan amerika yang sama sama berpaham demokratid dan bersistem pemerintahan presidensil saja sudah muncul perbedaan apa lagi jika di bandingkan dengan Negara yang mempunyai paham Komunis dan bersistem pemerintahan Parlementer.