Anda di halaman 1dari 7

1. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Pengkajian pemeriksaan fisik meliputi : a.

Aktivitas/istirahat ; insomnia, otot lemah, gangguan koordinasi,

kelelahan berat, atrofi otot. b. Eliminasi ; urine dalam jumlah banyak, perubahan dalam faeces, diare. c. Integritas ego ; mengalami stres yang berat baik emosional maupun fisik, emosi labil, depresi. Makanan/cairan ; kehilangan berat badan yang mendadak, nafsu makan meningkat, makan banyak, makannya sering, kehausan, mual dan muntah, pembesaran tyroid, goiter. d. Rasa nyeri/kenyamanan ; nyeri orbital, fotofobia. e. Pernafasan ; frekuensi pernafasan meningkat, takipnea, dispnea, edema paru (pada krisis tirotoksikosis). Keamanan ; tidak toleransi terhadap panas, keringat yang berlebihan, alergi terhadap iodium (mungkin digunakan pada pemeriksaan), suhu meningkat di atas 37,40C, diaforesis, kulit halus, hangat dan kemerahan, rambut tipis, mengkilat dan lurus, f. eksoptamus : retraksi, iritasi pada konjungtiva dan berair, pruritus, lesi eritema (sering terjadi pada pretibial) yang menjadi sangat parah. g. Seksualitas ; libido menurun, perdarahan sedikit atau tidak sama sekali, impotensi.

1. Kaji Riwayat Penyakit : Sudah sejak kapan keluhan dirasakan klien ? Apakah ada anggota keluarga yang berpenyakit sama ?

2. Tempat tinggal sekarang dan pada masa balita 3. Usia dan jenis kelamin 4. Kebiasaan makan : bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya faktor goitrogenik ? 5. Penggunaan obat-obatan : Kaji jenis-jenis obat yang sedang digunakan dalam 3 bulan terakhir.

Sudah berapa lama digunakan Tujuan pemberian obat

6. Keluhan klien : Suara serak / parau Merasa malu dengan leher yang besar dan tidak simetris. Sesak nafas, apakah bertambah sesak bila beraktivitas.

7. Pemeriksaan fisik : Palpasi kelenjar tiroid, nodul tunggal atau ganda, konsistensi dan simetris tidaknya, apakah terasa nyeri pada saat dipalpasi. Inspeksi bentuk leher simetris tidaknya. Auskultasi bunyi pada arteri tyroidea , Nilai kualitas suara Palpasi apakah terjadi deviasi trachea

8. Pemeriksaan diagnostik : Pemeriksaan kadar T3 dan T4 serum ,Test TSH serum 10 9. Lakukan pengkajian lengkap dampak perubahan patologis diatas terhadap kemungkinan adanya gangguan pemenuhan oksigen, nutrisi, cairan dan elektrolit serta gangguan rasa aman dan perubahan konsep diri seperti : - Status pernafasan : frekwensi, pola dan teratur tidaknya, dan apakah klien menggunakan otot pernapasan tambahan seperti retraksi sternal dan cuping hidung. - Warna kulit apakah nampak pucat atau cianosis. - Suhu kulit khususnya daerah akral. - KU / kesadaran, apakah klien tampak gelisah atau tidak berdaya - Berat badan dan tinggi badan. - Kadar Hb - Kelembaban kulit dan teksturnya - Porsi makan yang dihabiskan - Turgor - Jumlah dan jenis cairan proral yang dikonsumsi - Kondisi mukosa mulut

- Kualitas suara - Bagaimana ekspresi wajah, cara berkomunikasi dan gaya berinteraksi klien dengan orang disekitarnya. - Bagaimana klien memandang dirinya sebagai seorang pribadi. 2. Analisa Data No 1. Data Ds :Do : Etiologi Nodular goiter Dyspneu, Pn trakea RR penekanan didalam Menekan trakea Jalan nafas sempit Peningkatan kerja jantung Masalah Keperawatan Ketidakefektifan nafas pola

takepnu, meningkat

untuk memiliki kebutuhan O2 Takepneu , dyspneu Keidakefektifan pola nafas 2. Ds: 1. Klien Terjadi pembesaran di leher Nodular Goiter Gangguan Citra Tubuh

mengatakan malu dengan

keadaanya saat ini

Bentuk leher asimetris

2. Klien merasa Timbul masalah estetika dan putus dengan kondisinya. 3. Klien Klien mengatakan malu asa kecantikan

dengan keadaanya

mengatakan takut terisolasi dengan lingkungannya. Klien mengatakan takut Klien merasa putus asa

dengan kondisinya.

terisolasi Do : 1. Terdapat lingkungannya.

dengan

pembesaran kelenjar tiroid di leher 2. Bentuk leher Asimetris 3. Ds: jarang

GANGGUAN CITRA TUBUH

Defisiensi Iodium

Defisit pengetahuan

mengkonsumsi makanan mengandung yodium yang Kurang asupan makanan & minuman yang mengandung

(garam, iodium

sea food dll)

Do: Terjadi penurunan/ kekurangan iodin di dalam tubuh

Iodium sedikit

di

kelenjar

tiroid

Goiter

Defisit pengetahuan 3. Intervensi a. Diagnosa: ketidakefektifan pola nafas basi ditandai dengan takipneu, dyspneu, RR meningkat. Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24

ketidakefektifan pola nafas dapat diperbaiki NOC Indikator : respiratory status ventilation No. Indikator 1 2 3 4 5

1. 1.

Respiratory rate Dyspneu at rest

V v

1 : Severe deviation from normal range 2 : Substantial deviation from normal range 3 : Moderate deviation from normal range 4 : Mild deviation from normal range 5 : No deviation from normal range Nic : Respiratory monitoring 1. membantu perubahan posisi yang nyaman untuk bernafas 2. monitor for dyspneu and even that improve and worsen it 3. Monitor for hoarsness and vice change every hours in patient with facial burns. b. Diagnose Tujuan : Gangguan Citra Tubuh b/d. Biofisik, dan Penyakit : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24

jam, diharapkan harga diri pasien meningkat. Kriteria hasil : NOC = Self-Esteem Self esteem Acceptance of self limitation Confidence level Description of succes in social group Feeling about self worth Body image Adjustment to changes in body function Adaptation disability to physical v v v v 1 2 sometimes often 5 v

Uses personal support system Report feelings decrees in negative v

INTERVENTION : NIC : self esteem enhancement 1. Monitor patient statement of self worth 2. Encourage patient to identify strength 3. Facilited an environment and activties that will increased self esteem 4. Asisst in setting realistic goal to achiev higher self esteem 5. Asisst patient to identify the impact of peer group on fillings of self worth 6. Monitor level of self esteem overtime, As appropriate

c. Diagnosa: defisit pengetahuan b.d kurang pajanan ditandai dengan perilaku tidak tepat (apatis) Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan pasien mengerti pentingnya konsumsi iodium Kriteria hasil: Knowledge : Diet Recommended diet Advantages of diet Dietary goals Healthy nutritional practices Strategies to change dietary habits Knowledge: disease process Specific disease process Cause and contributing factors Effect of disease Strategies to minimize disease V V V V 1 2 3 4 V V V V V 5

progression Keterangan : 1= no knowledge 2= limited knowledge 3= moderate knowledge 4= substantial knowledge 5= extensive knowledge Intervensi: Teaching: disease process Berikan gambaran tentang proses penyakit Menjelaskan penyebab dan faktor resiko penyakitnya Menjelaskan perubahan kondisi fisik karena penyakit Diskusikan dengan klien mengenai perubahan lifestayl yang dapat mencegah terjadinya kompilkasi dan mengontrol penyakit Diskusikan pilihan terapi dan pengobatan

Teaching : prescibed diet Jelaskan tujuan diet pada pasien Ajarkan pasien bagaimana menjaga makanan sehari-hari Bantu pasien untuk mengaplikasikan diet yang sesuai kebutuhannya Observasi pilihan makan klien terkait dengan dietnya Ajarkan klien merencanakan makanan yang dibutuhkan