Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

PENGAMBILAN SAMPEL DARAH ARTERI


Disusun untuk memenuhi tugas Stase Keperawatan Gawat Darurat

Disusun oleh :

Arnindya Kanti Prasasti

22020113210004

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEPERAWATAN JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013

Inisial Pasien Diagnosa Medis Tanggal masuk

: Ny. A (30 tahun) : CKD : 10 Desember 2013

1. Diagnosa Keperawatan dan Dasar Pemikiran Diagnosa Keperawatan Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolar kapiler Dasar Pemikiran Peroses pengambilan sampel darah arteri yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan asam basa pasien. Pengambilan darah arteri ini sering dilakukan untuk mendukung penatalaksanaan pasien kritis yang mengalami gangguan sistem pernafasan (Muttaqin, 2008). Dalam pengambilan darah arteri ini dituntut suatu keterampilan yang tidak mudah, karena hal ini akan menentukan keakurasian hasil yang diambil. Seorang perawat dalam melaksanakan proses pengambilan darah arteri harus berpatokan pada prosedur yang sudah ada, ini untuk menghindari kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan sekaligus tuntutan yang tidak diinginkan. Sehingga mutu pelayanan yang diberikanpun menurut Taylor (1997) akan menjadikan pasien nyaman dan aman karena didukung oleh keterampilan yang baik dan professional. Pengukuran praktek atau keterampilan perawat dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan mengobservasi tindakan atau kegiatan responden dalam melakukan pengambilan darah arteri BGA (Notoatmojo, 1997). Adapun indikatornya tidak saja terampil tekniknya melainkan juga terampil dalam penggunaan alat serta sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

2. Tindakan Keperawatan yang Diberikan Pengambilan sampel dari pembuluh darah arteri

3. Prinsip-prinsip tindakan Tujuan Pengambilan darah arteri dilakukan untuk pemeriksaan analisa gas darah yang digunakan untuk mendiagnosa dan mengevaluasi penyakit pernafasan serta kondisi yang mempengaruhi seberapa efektif paru-paru mengirimkan oksigen ke darah dan mengeleminasi karbondioksida dari darah Indikasi Pada pasien dengan penyakit paru, bayi prematur dengan penyakit paru, Diabetes Melitus berhubungan dengan kondisi asidosis diabetic.

Kontraindikasi Pada pasien dengan penyakit perdarahan seperti hemofilia dan trombosit rendah

Alat yang diperlukan


1.

AGD kit:

Spuit spesifik untuk mengambil darah yang akan digunakan untuk analisa gas darah. Jarum 20 G 1 Jarum 22 G 1 1 ml ampul carian heparin (1:1000)

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Sarung tangan Spuit 5 ml dan 10 ml Alcohol or poviodine-iodine pad 4x4 gauze pads Penutup karet untuk spuit Tas plastik atau wadah berisi es Label Format permintaan laboratorium

Lokasi pengambilan sampel darah arteri Mengidentifikasi arteri untuk pengambilan sampel. Arteri yang paling sering unutk pengambilan sampel termasuk arteri radialis, arteri brachialis, dan

arteri

femoralis.

Dariketiganya,

arteri

radial

adalah area sampling yang

paling disukai karena tiga faktor utama: a) mudah untuk mengakses, b) arteri radial adalah arteri dangkal dan karena itu lebih mudah untuk diraba, stabil, dan mudak ditusuk, dan c) memiliki jaminan aliran darah. Jika kerusakan pada arteri radial terjadi atau menjadi terhambat, arteri ulnaris akan memasok darah ke jaringan biasanya dipasok oleh arteri radial. Untuk menilai arteri radial untuk sampling, harus melakukan tes Allen dimodifikasi untuk menjamin patensi arteri ulnaris. Adapun cara melakukan tes Allen adalah sebagai berikut a) Melenyapkan denyut radial dan ulnar secara bersamaan dengan menekan di kedua pembuluh darah di pergelangan tangan. b) Minta pasien untuk mengepalkan tangan dan melepaskannya sampai kulit terlihat pucat. c) Lepaskan tekanan arteri ulnaris sementara mengompresi arteri radial. Perhatikan kembalinya warna kulit dalam waktu 15 detik Jika tes Allen adalah negatif untuk kedua tangan dan arteri radial tidak dapat diakses, maka arteri brakialis dapat digunakan. Potensi untuk mendapatkan sampel vena lebih besar bila menggunakan arteri brakialis karena ada pembuluh darah besar terletak di dekat arteri brakialis. Selain itu, saraf medial terletak sejajar dengan arteri brakialis dan akan menyebabkan rasa sakit pasien jika Anda secara tidak sengaja mengenainya dengan jarum. Arteri femoralis adalah area sampling arteri yang paling tidak disukai karena merupakan arteri relatif dalam; terletak berdekatan dengan saraf femoralis dan vena, dan tidak memiliki jaminan aliran darah. Tusukan dari arteri femoralis biasanya digunakan untuk situasi muncul atau untuk pasien hipotensi parah yang memiliki perfusi perifer yang buruk. Prosedur
1.

Cek identitas pasien. Beritahu pasien bahwa akan dilakukan pengambilan sampel AGD dan jelaskan tujuan serta prosedurnya. Beritahukan bahwa spesimen akan diambil dari arteri, jaga privasi klien, dan atur posisi klien dalam posisi supinasi atau semi fowler.

2.

Siapkan peralatan. Beri label syringe dengan nama pasien, nomor ruangan, nama dokter, tanggal dan waktu pengambilan, inisial pelaksana AGD. Beri heparin pada spuit.

3.

Lakukan cuci tangan dan gunakan sarung tangan untuk meminimalkan penyebaran mikroorganisme.

4.

Membersihkan kulit di area tusukan dengan kapas alcohol. Tangan klien harus ditekuk sedikit atau letakkan handuk kecil yang digulung di bawah pergelangan tangan. Hal ini membawa arteri radial lebih dekat ke permukaan. Ekstensi berlebihan pada pergelangan tangan harus dihindari karena dapat menutup jalan denyut nadi.

5.

Palpasi denyutan dengan telunjuk dan jari tengah. Setelah menemukan sensasi denyutan terkuat, sedikit fiksasi arteri dengan telunjuk dan jari tengah. Hal ini akan mencegah arteri berubah posisi ketika dilakukan tusukan.

6.

Suntikan harus dengan sudut 45 atau kurang di tangan berlawanan, seperti memegang pensil atau sebuah anak panah. Penempatan paralel dekat jarum tersebut akan meminimalkan trauma arteri dan memungkinkan serat otot polos untuk menutup lubang tusukan setelah jarum ditarik.

7.

Sementara memfiksasi arteri dan dengan sudut jarum mengarah ke atas, masukkan jarum ke tepat di bawah permukaan kulit. Sekarang dorong jarum perlahan-lahan sampai terlihat denyut berkedip darah di pusat jarum. Berhenti dan pertahankan posisi ini sampai terkumpul 2-4 cc darah dalam alat suntik.

8.

Jika jarum masuk terlalu jauh, tarik perlahan-lahan sampai mengalir darah ke jarum suntik. Seharusnya tidak perlu ada aspirasi darah ke jarum suntik sebab tekanan arteri akan mengisi otomatis alat suntik. Hanya dalam jika digunakan jarum gauge kecil (misalnya 25 gauge), atau pasien hipotensi, sebaiknya dilakukan aspirasi jarum suntik.

9.

Setelah mendapatkan jumlah darah yang diinginkan, tarik jarum dan terapkan tekanan ke area tusukan dengan ukuran 4 4. Setelah tekanan diterapkan selama 2 menit, periksa area untuk perdarahan, aliran, atau rembesan darah. Jika ada, terapkan tekanan sampai pendarahan terhenti. Waktu kompresi lama akan diperlukan untuk pasien pada terapi antikoagulan atau yang memiliki gangguan perdarahan.

10.

Lepaskan jarum dari alat suntik. Jarum tidak boleh disumbat, bengkok, atau sengaja dirusak karena bahaya tusukan diri. Semua jarum harus ditempatkan dalam wadah tahan tusukan (umumnya dikenal sebagai wadah benda tajam).

11.

Sangat penting bahwa gelembung udara yang dikeluarkan dari spuit gas darah karena dapat mengubah hasil gas darah. Pegang jarum suntik tegak lurus dan tekan jarum suntik dengan lembut sehingga gelembung udara naik ke bagian atas jarum suntik sehingga dapat dikeluarkan.

12.

Cap jarum suntik dan letakkan spuit dalam kantong es (mendinginkan sampel akan mencegah metabolisme lebih lanjut dari darah). Pasang slip laboratorium untuk tas, dan bawa sampel ke laboratorium. Jika akan menganalisis sampel, harus dilakukan sesegera mungkin.

13.

Lepas sarung tangan dan lakukan cuci tangan untuk mencegah penyebaran mikroorganisme.

4. Analisa tindakan keperawatan SOP Praktik Risiko yang mungkin muncul Alat yang diperlukan :
a.

Alat yang diperlukan :

Penggunaan spuit

AGD kit:
i.

a. Spuit spesifik untuk spesifik perlu spesifik darah untuk yang untuk mengambil darah diperhatikan

Spuit

mengambil akan

yang akan digunakan mengingat pembuluh untuk darah. b. Heparin 1 ml c. Sarung tangan analisa gas darah arteri letaknya dalam dan kecil, sehingga perawat harus berhati-hati dalam

digunakan

analisa gas darah.


ii. iii. iv.

Jarum 20 G 1 Jarum 22 G 1

1 ml ampul carian heparin d. Alcohol or poviodine- pengambilannya. (1:1000) iodine pad e. Label f. Format lab permintaan

b. c. d.

Sarung tangan Spuit 5 ml dan 10 ml Alcohol or poviodine-iodine pad

e. f. g.

4x4 gauze pads Penutup karet untuk spuit Tas plastik atau wadah berisi es

h.

Label

i.

Format laboratorium

permintaan

Lakukan

cuci

tangan

dan Tidak mencuci tangan

Memungkinkan terjadinya infeksi nosokomial

gunakan sarung tangan untuk meminimalkan mikroorganisme.. penyebaran

Tangan klien harus ditekuk Tangan klien sedikit sedikit atau letakkan handuk ditekuk ke belakang,

Mengingat sifat pembuluh darah arteri yang memancar, memungkinkan terjadi cipratan sehingga dapat mengotori perawat dan lingkungan sekitar klien sehingga mengurangi kenyamanan.

kecil yang digulung di bawah namun tidak dialasi pergelangan tangan. Hal ini dengan alas saat membawa arteri radial lebih pengambilan dekat ke permukaan. Ekstensi berlebihan pada pergelangan

tangan harus dihindari karena dapat menutup jalan denyut nadi.

Suntikan harus dengan sudut 45 atau kurang di tangan berlawanan, seperti memegang pensil atau sebuah anak panah

Suntikan dengan sudut 90 derajat, seperti memegang pencil

Memungkinkan jarum masuk terlalu dalam sehingga pembuluh darah arteri tidak terjangkau atau malah pecah

5. Bahaya yang dapat Terjadi Pengambilan darah arteri akan minimal terjadi jika dilakukan dengan benar. Namun dapat terjadi perdarahan atau perdarahan yang tertunda atau memar pada area tusukan jarum atau yang jarang terjadi, kerusakan sirkulasi di sekitar area tusukan.

6. Hasil yang didapatkan dan maknanya Sampel darah arteri dapat diambil dari arteri radialis, hasil dikirim ke lab. Menunggu hasil lab untuk dilakukan tindakan lebih lanjut

7. Tindakan keperawatan lain untuk mengatasi diagnosa Untuk mengetahui analisa gas darah pada seorang pasien, dapat diambilkan juga dari pembuluh darah vena. Namun, hasilnya akan kurang signifikan.

8. Evaluasi Dalam pemberian intervensi, ada baiknya perawat melakukan intervensi sesuai dengan standar operasional prosedur. Perawat hendaknya menggunakan peralatan sesuai dengan ketentuan untuk menjaga kenyamanan pasien. Pada saat melakukan tindakan, lakukan sesuai prosedur untuk menghindari cedera pada pasien.

9. Kepustakaan NANDA International. 2012. Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2012-2014. Jakarta : EGC Virgo, Tio. 2011. Pengambilan Darah Arteri. http://tiovirgo.blogspot.com/2011/12/ pengambilan-darah-arteri-dan-tools_05.html. diakses pada 11 Desember 2013 pukul 05.00 wib.