Anda di halaman 1dari 4

ASKEP PASIEN DENGAN TRAUMA GINJAL Trauma ginjal disebabkan oleh trauma abdomen punggung. Biasanya trauma multiple.

Patofisiologi/etiologi : Trauma tumpul : seperti jatuh, kecelakaan olahraga, kecelakaan bermotor dapat mengakibatkan berpindahnya ginjal dari posisi semula. Kecelakaan kendaraan bermotor kontak ginjal dengan tulang iga atau Lumbal kerusakan ginjal Trauma tajam : seperti tembak, tusuk dapat mengakibatkan trauma ginjal Klasifikasi trauma renal ; Kerusakan minor : kontusio, laserasi minor, hematoma Kerusakan mayor : laserasi mayot ruptur kapsul ginjal karena meluasnya hematoma Kerusakan kritis : laserasi multiple, laserasi hebat sehingga vena dan arteri renalis terobek 80% pasien dengan trauma ginjal mengalami trauma pada sistem organ lain Manifestasi klinis : Hematuri : trauma berat Nyeri pinggang perirenal hematoma Nausea, vomiting, rigiditas abdomen. Syok Klasifikasi trauma ginjal : 1. Konstusio ginjal dengan hematoma subkapsuler 2. Laserasi minor dengan robekan parerkhim 3. Laserasi parenkhim s/kaliks 4. Fragmentasi ginjal 5. Ruptur pedikel Pem. Diagnostik : Pem. Urin untuk pem. hematuria CT / MRI melihat laserasi, hematuma dan deteksi ekstravasasi urin IVP untuk melihat kerusakan ginjal dan fungsi kontralateral ginjal Pengkajian penyebab trauma : tumpul atau tajam tekanan Untuk IVP ( Intravenous Pyelogram )

Memasukkan obat kontrast yang berkosentrasi dengan urin yang akan memebrikan visualisasi terhadap ginjal, ureter dan bladder.

Obat kontrast ini akan dibersihkan dari peredaran darah oleh excresi ginjal. Persiapan pasien : Minum air putih sehari sebelum pembedahan Laxant malam sebelum pembedahan Puasa semalam sebelum pembedahan Kontradiksi :

Klien GGK DM yang tidak terkontrol Multiple mylome Jika IVP kurang jelas dilakukan : Retrograde Pyelography : Penyuntikan bahan kontrast melalui kateter ureter ureter pelvis renalis (manipulasi cystoskopi)

Kontradiksi : 1. Pasien dengan infeksi traktus uririorius 2. Suspek perforasi ureter / bladder 3. Alergi terhadap obat kontrast Manajemen medis : 1. Kontusio dan laserasi minor bed-rest. Cairan / i.v, monitor urin terhadap hematuri 2. Laserasi mayor operasi 3. Ruptur parsial nefrektomi 4. Kerusakan pada saluran atas ginjal : keadaan emergency operasi perbaikan ginjal / nefrektomi. Komplikasi : Syok dengan kolaps kardiovaskuler hematoma / formasi urinoma, abses Hypertensi Pyelonefritis Nefrolithiasis Perhatikan keluhan pasien :

TD , nyeri pinggang / abdomen. Ginjal teraba waktu palpasi perdarahan operasi Diagnosa keperawatan : A. B. C. Perubahan perfusi jaringan ginjal berhubungan dengan injury Perubahan eliminasi urin berdasarkan injury Nyeri berdasarkan injury Intervensi keperawatan : A. Tujuan : memperbaiki perfusi ginjal (1) (2) Pantau tanda-tanda vital, CVP untuk memonitor perdarahan dan mencegah syok Observasi massa pembengkakan pada abdomen / pinggang dan ecchymosis perdarahan atau extravasasi urin (3) (4) Bengkak beri tanda / gambar untuk perbandingan dihari berikutnya Pertahankan infus untuk mensupport TD dengan cairan / vasopressor, pengganti darah dan perfusi (5) Monitor hematocrit deteksi perdarahan B. Tujuan : mempertahankan kelancaran eliminasi urin (1) (2) (3) (4) Inspeksi setiap produlsi urin terhadap derajat hematuri dan bandingkan dengan cara : Ambil spesimen dan beri label : tgl dan jam Jika spesimen tidak tampak darah kirim lab untuk pem. Monitor in-take dan out-put dengan teliti Beri antibiotika sesuai program untuk inf. Karena perineal hermatoma Monitor gejala paralytic ileus ( peristaltik usus karena perdarahan retroperitoneal dengan cara : Puasa sanpai terdengar bising usus Cairan i.v untuk keseimbangan cairan dan output urin

C. Tujuan : mengontrol nyeri (1) Beri analgesik sesuai program (2) Bed rest dan beri posisi menyenangkan sampai hematuri hilang fasilitasi penyembuhan

(3) Suhu karena retroperitoneal hematoma dan terjadi absorbsi bekuan darah beri antipyretika sesuai program Health maintenance : Beritahu pasien tidak melakukan aktivitas berat selama 1 bulan memperpanjang waktu penyembuhan / perdarahan sekunder. Ajarkan pasien tentang gejala komplikasi inf dan neprhrolithiasis Ukur TD sesering mungkin dan konsisten mendeteksi hypertensi