Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Othematome merupakan hematom daun telinga akibat ruda paksa yang menyebabkan timbulnya darah dalam ruangan antara perikondrium dan kartilago. Keadaan ini biasanya terdapat pada remaja atau or dewasa yang mempunyai kegiatan yang memerlukan kekerasan, namun bisa juga dijumpai pada usia lanjut dan anak-anak. Bagi dokter THT sangat mudah mendiagnosisi othematoma, akan tetapi tenaga medis lainnya tidak jarang keliru mendiagnosis, sehingga menerapkan cara pengobatan yang tidak semestinya. 1,2,3,4,5,6,7,8 Masalah ini paling sering terjadi pada atlet muda, terutama pegulat atau pemain football yang berlatih tanpa tutup kepala mereka. Namun setiap trauma tumpul berat untuk daun telinga membuat akumulasi subperikondrial darah, dengan pembuluh darah, dengan kambuh dan kurangnya reabsorbsi, sebuah kemungkinan. Biasanya hematoma pada permukaan superolateral, berpusat diatas konkha scapha dan atas. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13 Terjadi proses utama selama reaksi inflamasi ini yaitu, aliran darah kedaerah itu menigkat, permeabilitas kapiler meningkat, mula-mula neutrophil dan makrofag, lalu limfosit keluar dan kapiler menuju ke jaringan sekitranya. Selanjutnya bergerak ketempat cedera dibawah pengaruh stimulus-stimulus kemotaktik. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,18 Peradangan pada telinga yang muncul dalam waktu seminggu setelah penyebeb yang diduga cidera, trauma langsung pada telinga secara teratur mendahului pembengkakan. Peradangan ditelinga mungkin memeliki warna kebiru-biruan dan kadang-kadang dapat menimbulkan perdarahan.4,5,6,7,12 Mekanisme biasanya melibatkan gangguan traumatis pembuluh darah pericondrial. Akumulasi darah dalam hasil ruang subperikondrial dalam pemisahan perikondrium dari tulang rawan. Efek pengobatan yang paling baik untuk aurikularis hematom adalah insisi dan drainase yang memadai dengan melalui suture secured gulung seperti gulungan gigi.5,7

Kesalahan penanganan othematoma, dapat menyebabkan perikondritis supuratif aurikuler, komplikasi infeksi daun telinga ini sangat ditakuti karena dapat menyebabkan seluruh daun telinga terken infeksi dan mengubah bentuk daun telinga (Cauliflower ear). Beberapa cara pengelolaan banyak ditulis , antara lain dengan tindakan operasi atau insisi pembersihan, kemudian dilakukan pembalutan. Tindakan ini tidak hanya dapat menimbulkan kekambuhan tetapi juga dapat menyebabkan ketidak nyamanan dalam tugas sehari-hari ataupun melakukan latihan/pertandingan bagi olahragawan.1,2,3,4,5,6,7,12,18,19,20 Penanganan dengan cara aspirasi dan dilanjutkan penekanan memakai gips sebagai fiksasi memperoleh hasil cukup baik tidak semua pos pelayanan medis didaerah terutama di dipuskesmas mempunyai gips.9,11,12