Anda di halaman 1dari 19

HALAMAN PERSAETUJUAN TUGAS MANDIRI

Judul Nama Nis Program studi Jurusan SMAN 7 Padang

: Tanaman Bonsai : Rahmi Oknivyoza : 102152 : Bahasa Indonesia : Ilmu Pengetahuan Alam

Padang, Disetujui oleh : Kepala Sekolah SMAN 7 Padang

Maret 2012

Guru Pembimbing

Drs. NURSAL SAMIN

DASWITA, S.Pd

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS MANDIRI

Dinyatakan telah memenuhi tugas mandiri kepada guru pembimbing Jurusan ilmu pengetahuan alam SMAN 7 padang

Tanaman bonsai

Nama Nis Jurusan Program studi

: Rahmi Oknivyoza : 102152 : Ilmu Pengetahuan Alam : Bahasa Indonesia

Padang,

Maret 2012

Guru Pembimbing

Daswita, S.Pd

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis sampaikan kehadirat ALLAH SWT , atas berkat rahmat dan karunia serta izin-Nya , penulis dapat menyelesaikan laporan penelitian ini dengan judul : TANAMAN BONSAI . Tujuan penulis ini adalah untuk memenuhi tugas mandiri bahasa Indonesia , SMAN 7 padang . Dalam penyusunan dan penulisan laporan penelitian ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin , namun demikian penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan dan harapan. Hal ini dapat disebabkan oleh keterbatasan kemampuan penulis sendiri. Untuk itu penulis ssangat mengharapkan kritikan yang sehat dan masukan-masukan yang sifatnya membangun dari semua pihak, guna kempurnaan tulisan ini untuk masa mendatang. Dalam penulisan laporan penenlitian ini, penulis banyak menerima bantuan baik morilmaupun materil . oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Daswita, S.Pd , selaku guru pembimbing, yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran serta kesabaran dalam membimbing dan mengarahkan penulis dalam proses penyelesaian laporan penelitian. 2. Anita, S.Pd , yang telah memberikan saran dan masukan dalam penyusunan laporan penelitian ini. 3. Papa, mama, dan kakak tercinta yang senantiasa memberi dukungan. Penulis menyadari bahwa penulisan laporan penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu diharapkan saran dan kritikan yang membangun dari pembacaan demi kesempurnaan laporan penelitian ini. Akhir kata penulis hanya bias mendoakan semoga amal yang diberikan mendapat imbalan yang setimpal dan bermanfaat bagi kita semua.

Padang,

Maret 2012

Penulis

ABSTRAK
Rahmi Oknivyoza : Tanaman Bonsai Masalah penelitian ini adalah cara memelihara dan merawat bonsai dengan baik. Untuk mengetahui cara tersebut maka dibutuhkan adanya pengetahuan yang cukup mengenai tanaman bonsai. Tujuan dari penelitian ini diantaranya adalah Mengetahui bagian bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai, Mengetahui tanaman bibit bonsai, Mengetahui tanaman bakal bonsai dan bagaimana cara menanamnya, Mengetahui bagaimana cara membuat tanaman bonsai, dan Untuk memenuhi tugas mandiri mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode dari penelitian ini adalah metode deskripsi dan pendekatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan normative, dimana penulis menjelaskan dan memaparkan bagaimana cara membentuk tanaman menjadi tanaman bonsai dengan menggunakan literature yang ada. Hasil dari penelitian tersebut adalah Bonsai adalah tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya. Bagian-bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai adalah, batang pokok, dahan ranting dan akar.Bibit atau benih yang dapat dijadikan bakal bonsai dapat dihasilkan melalui penyemaian biji, setekan, cangkokan, okulasi dan langkah-langkah tanaman yang masih bertunas. Adapun prinsip atau cara menanam bonsai adalah: Pot dibuat dari tanah bakaran, porslen atau plastik. Air di dalam pot harus dapat mengalir jika berlebih. Jenis tanahnya harus yang tidak mudah padat.Tanah di dalam pot harus cerul, sehingga banyak mengandung udara bersih.Daya serap tanah terhadap air baik. Membentuk tanaman bonsai ialah membuat duplikat dari bentuk pohon-pohonan di alam bebas. Skala duplikat ini bisa kecil, sedang, hingga cukup besar namun tetap dibawah ukuran.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... 1 HALAMAN PENGESAHAN . 2 KATA PENGANTAR . 3 ABSTRAK ... 4 DAFTAR ISI 5 BAB I PENDAHUUAN A. B. C. D. E. F. BAB II BAB III BAB IV BAB V Latar bekang masalah . 6 Identifikasi masalah .6 Pembatasan maslah ..7 Perumusan masalah ......7 Tujuan penelitian ..7 Manfaat penelitian 7

KERANGKA TEORI 8 METODE PENELITIAN .11 PEMBAHASAN ..12 PENUTUP ....18

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut Rismunandar, (1993L tanpa halaman) menyatakan, tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuk dan warnanya itu di Jepang diberi nama bonsai. Dari kutipan di atas menunjukan tentang pengertian bonsai, jadi bonsai adalah tanaman kerdil yang bentuknya menyerupai tanaman di alam bebas yang di tanam di pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya atau sering juga disebut tanaman hias, itu karena bentuknya yang indah dan menarik dan biasa dipajang di halaman rumah sebagai Hiasan untuk menambah keindahan rumah, sehingga orang yang melihat akan merasa tertarik. Pertama kalinya tanaman bonsai ini dikembangkan di Tiongkok pada abad ke XI, kemudian pada abad ke XV seni tanaman bonsai masuk ke Jepang, hingga seni tanaman kerdil ini disebut bonsai. Dengan keindahan dan keunikan dari tanaman bonsai ini akhirnya tanaman bonsai ini sampai merambah ke Amerika Serikat bahkan ke dunia Barat termasuk ke Indonesia bonsai ini banyak digemari dan diminati untuk bisa memiliki tanaman itu. Dengan demikian untuk bisa memenuhi hasrat itu, maka bonsai dalam penyusunan karya ilmiah ini. Hal ini sengaja penulis sajikan agar menambah kreatifitas bagi yang berminat tanaman hias.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka masalah penelitian dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Apa Tanaman Bonsai Itu Ciri-Ciri Tanaman Bonsai Jenis-Jenis Tanaman Bonsai Cara Memelihara Dan Merawat Tanaman Bonsai Manfaat Tanaman Bonsai

C. Pembatasan Masalah
Dalam berbagai keterbatasan yang ada, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian dibatasi pada : 1. Apa Tanaman Bonsai Itu 2. Ciri-Ciri Tanaman Bonsai 3. Jenis-Jenis Tanaman Bonsai 4. Cara Memelihara Dan Merawat Tanaman Bonsai

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang dikemukakan diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah Tanaman Bonsai Itu? 2. Apakah Ciri-Ciri Dari Tanaman Bonsai? 3. Apa Jenis-Jenis Tanaman Bonsai? 4. Bagaiman Cara Memelihara Dan Merawat Tanaman Bonsai?

E. Tujuan
Dalam penyusunan karya ilmiah ini, tentunya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuannya adalah agar dapat: 1. Mengetahui bagian bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai 2. Mengetahui tanaman bibit bonsai 3. Mengetahui tanaman bakal bonsai dan bagaimana cara menanamnya 4. Mengetahui bagaimana cara membuat tanaman bonsai 5. Untuk memenuhi tugas mandiri mata pelajaran bahasa Indonesia

F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap : 1. Menumbuhkan minat seseorang untuk bisa memiliki bonsai 2. Memberikan motivasi untuk bisa berkreasi dan kreatif 3. Memberikan pengetahuan dan pengalaman bagaimana membentuk tanaman bonsai

BAB II KERANGKA TEORI

Bonsai (?) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas, Wikipedia (2010:13). Bonsai merupakan salah satu seni pemangkasan tanaman (pohon) agar tumbuh kerdil, mini, atau cebol, Krempel Haag (1987:59). Bonsai berasal dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut penjing () dari periode Dinasti Tang. Di makam putra dari Maharani Wu Zetian terdapat lukisan dinding yang menggambarkan pelayan wanita yang membawa pohon berbunga dalam pot dangkal. Pot dangkal berukuran kecil ini merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam. Kalangan bangsawan di Jepang mulai mengenal penjing sekitar akhir zaman Heian. Aksara kanji untuk penjing () dilafalkan orang Jepang sebagai bonkei. Sama halnya dengan di Cina, bonkei di Jepang juga merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam. Seni yang hanya dinikmati kalangan atas, terutama kalangan pejabat istana dan samurai, dan baru disebut bonsai pada zaman Edo. Menanam bonsai adalah pekerjaan sambilan samurai zaman Edo, saat bonsai mencapai puncak kepopuleran. Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap sebagai hobi yang bergaya. Namun pemeliharaan bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu. Sejalan dengan lingkungan tempat tinggal di Jepang yang makin modern dan tidak memiliki halaman, penggemar bonsai akhirnya terbatas pada kalangan berusia lanjut, Sejarah Tanaman Bonsai (2001:12). Istilah bonsai ini muncul di jepang pada pemerintahan Kamakura (1192-1333) yang dicatat dalam Kasuga Srhire. Pada masa yang sama, sebuah ilustrasi tentang bonsai muncul dengan gambar yang terkenal milik seorang pendeta bernama honen, Ilustrasi itu menggambarkan bonsaidibuat de4ngan tujuan memenuhi kepuasan penggemarnya. Pada masa itu pohon-pohon dikumpul kan berbagai lokasi, seperti pegunungan dan lading, lalu dikerdilkan dan ditanam di pot.Meskipun kata bonsai berasal dari bahasa jepang, seni bonsai pertama kali muncul di Cina pada masa pemerintahan Dinasti Tsin (265-420) dan semakin marak pada masa Dinasti Tang (618-907). Pada masa Dinasti yuan (1280-1368) banyak pejabat, pelajar, dan pedagang dari Jepang yang membawa seni bonsai itu ke negerinya. Di Jepang, pada tahun 1309, seni bonsai ini mulai marak dan banyak digemari masyarakat. Bukti konkretnya adalah banyaknya lukisan karya Takakane Takashima yang menggunakan bonsai sebagai objeknya, Asal-Usul Bonsai (2003:27) Pohon yang paling umum dibonsai adalah berbagai spesies pinus. Jenis tanaman dan pohon dipakai untuk mengelompokkan jenis-jenis bonsai :

Bonsai pohon pinus dan ek: tusam, cemara cina, cemara duri, sugi, dan lain-lain. Bonsai pohon buah untuk dinikmati keindahan buahnya (Ilex serrata, kesemek, Chaenomeles sinensis, apel mini, dan lain-lain). Bonsai tumbuhan berbunga untuk dinikmati keindahan bunganya (Prunus mume,Chaenomeles speciosa, sakura, azalea satsuki). Bonsai pohon untuk dinikmati bentuk daunnya (maple, Zelkova serrata, Rhus succedanea, bambu). 8

Ada banyak sekali tanaman tropis yang telah dicoba dan ternyata cocok untuk dibonsai, di antaranya asam jawa, beringin, cemara udang, waru, dan jambu biji, Tanaman Bonsai (2005:25). Setiap jenis tanaman memiliki batasan kerdil yang berbeda. Bisa saja tanaman yang tingginya 1 meter dikategorikan kerdil, dan yang tingginya hanya 0,5 meter tidak masuk dalam kategori kerdil. Jadi , kerdil dalam seni bonsai adalah tanaman yang memiliki penampilan lebih mungil dari pada tanaman aslinya. Karenanya, tanaman herba atau semak meskipun tingginya kurang dari 1 meter tidak bias dikategorikan kerdil. Pasalnya di habitat aslinya memang tingginya hanya sekitar 1 meter, Kusyanto (1994:95) Adapun bentuk-bentuk bonsai adalah sebagai berikut :

Tegak Lurus (Chokkan)

Tegak Berkelok-kelok (Moyogi)

Sarung Angin/Tertiup Angin (Fukinagashi)

Menggantung (Kengai)

Setengah Menggantung (Han Kengai)

Batang Bergelung (Bankan)

Sapu Tegak (Hkidachi)

Berbatang Dua (Skan)

Pohon Sastrawan (Bunjinki) Bentuk Dasar Bonsai (2005:20)

Bonsai dikelompokkan menjadi enam kelompok berdasarkan tinggi tanaman dari pangkal batang hingga bagian puncak tanaman:

raksasa: tinggi pohon lebih dari 101 cm. sangat besar: tinggi pohon antara 76-100 cm. besar: tinggi pohon antara 46-75 cm sedang: tinggi pohon antara 31-45 cm kecil: tinggi pohon antara 16-30 cm . sangat kecil: tinggi pohon kurang dari 15 cm. Bentuk-Bentuk Bonsai (2007:14)

Dalam perawatan bonsai kesabaran anda sangat diperlukan. Ketahuilah bahwa yang sedang anda kerjakan adalah merawat tumbuhan khusus. Langkah utama yang paling diperlukan untuk merawat bonsai adalah pemberian air, pupuk, pemangkasan perkembangan cabang maupun ranting, banyaknya cahaya, dan pencegahan hama bagi tanaman bonsai. Sesederhananya anda merawat bonsai memerlukan ketelitian anda dalam mengerti kebutuhan tanaman. Pentingnya kontinuitas serta pemberian kebutuhan tanaman yang tepat, merupakan suatu awal keberhasilan pembentukan bonsai. Sebenarnya tiada aturan yang baku sekali, untuk merawat bonsai dikarenakan kebutuhan tanaman satu dengan yang lainnya berbeda. Perawatan sederhana bonsai (2010:17). Anda dapat merawat bonsai anda dengan cara yang sederhana, namun itupun perlu pengetahuan tersendiri supaya bonsai anda dapat hidup lama. Saat melakukan pengairan ukur terlebih dahulu kadar Ph dan air tanah untuk memudahkan kita memberi takaran air pada bonsai. Berikan air pada saat pertama kali menanam bonsai, dan jangan lupa berikan air lebih banyak saat cuaca kering dan suhu udara meningkat. Pilihlah pot yang dapat meratakan penyiraman air ke berbagai penjuru arah. Untuk pupuk pilihlah pupuk nitrogen, fosfor dan potassium untuk keseimbangan kadar oksigen dalam tanah dan juga kesehatan tanaman. Berikan vitamin untuk menambah kilap daun, memperkuat ranting dan dahan dan sebagainya. Pangkas ranting, daun, dahan secara rutin yang tumbuh diluar bentuk yang kita inginkan, juga akar liar yang mengganggu bentuk. Saat memangkas usahakan supaya tidak menimbulkan luka di batang yang dipangkas. Letakkan bonsai di tempat yang terkena cahaya matahari pagi, namun terlindungi dari terik matahari siang. Untuk pencegahan hama, berikan zat anti hama yang dapat anda beli di toko tanaman. Konsultasikan dengan ahli tanaman untuk memberikan obat anti hama yang cocok untuk tanaman bonsai anda. Tips Merawat Bonsai (2002:21)

10

BAB III METODE PENELITIAN

Dalam penyusunan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi dan pendekatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan normative, dimana penulis menjelaskan dan memaparkan bagaimana cara membentuk tanaman menjadi tanaman bonsai dengan menggunakan literature yang ada.

11

BAB IV PEMBAHASAN

A. Bagian Tanaman, Sifat Dan Fungsinya


Bagi seorang yang baru ingin mengembangkan daya kreasinya membentuk bonsai, terlebih dahulu memerlukan bekal pengetahuan ala kadarnya tentang tumbuh-tumbuhan. Membuat bonsai pada hakikatnya mempengaruhi bagian-bagian tanaman sedemikian rupa sehingga bisa tampil pertumbuhan yang dikehendaki pemiliknya. Perlu diingat, bahwa tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk yang hidup, walaupun bersifat pasif, tetap akan memberikan reaksi terhadap gangguan pada tubuhnya. 1. Organ-Organ Tanaman dan Sifatnya Hingga saat ini tanaman yang dikerdilkan pada umumnya termasuk keluarga besar Dicotyledon atau tanaman yang bijinya berkeping dua, maka dari itu uraian tentang bagian-bagian tanaman di bawah ini khusus ditujukan terhadap tanaman yang berkeping dua. Bagian-bagian tanaman dapat dibagi dalam dua bagian ialah: - Bagian vegetatif (organum nutritivum) - bagian generatif (organum reproductivum) Untuk landasan membuat bonsai dibatasi pada penguraian bagian vegetatif saja, Karena bagian generatif kurang perannya dalam membentuk bonsai. a. Bagian Vegetatif Bagian vegetatif dapat dibagi dalam 2 (dua) bagian: 1. Yang berada di atas tanah (batang pokok, dahan, ranting, daun) berada di dalam lingkungan yang penuh dengan udara dan lembap, serta sinar matahari dan suhu udara yang tidak konstan 2. Bagian yang berada di dalam tanah, perakaran yang tumbuhnya ke bawah atau ke dalam tanah dan menghindari matahari. Bagian ini terdiri dari: - Akar tunggang atau akar pokok yang tumbuhnya lurus ke bawah - Akar lateral, tumbuhnya mendatar, dan keluar dari dekat leher akar b. Sifat dan fungsi bagian vegetatif 1. Batang pokok Dapat meningkat tingginya, Karena diperlengkapi dengan titik tumbuh pucuknya. Dan dapat memperbesar lingkaran batangnya Karena diperlengkapi dengan jaringan khusus yang disebut kambium. Letak kambium di atas kayu, dan di bawah kulit. 2. Dahan Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun pada batang pokok yang masih muda. Tumbuhnya bisa mendatar atau membentuk sudut kurang dari 90. Dengan adanya dahan-dahan tersebut dibentuklah mahkota pohon yang konis, pyramidal, bulat telur, lonjong dan sebagainya. 3. Ranting Tumbuh dari kuntum yang berada di ketiak daun dahan, dapat tumbuh ke arah yang beraneka ragam, namun rata-rata tumbuh ke luar arah dahan. Pertumbuhan ranting dapat dihentikan dengan reaksi 12

membentuk ranting-ranting baru. 4. Kuntum Kuntum dapat berada di titik tumbuh, ketiak daun dan ada pula yang terpendam (tidak nampak) yang setiap waktu dapat tumbuh sebagai ranting atau dahan baru. 5. Akar Akar sifatnya menghindari sinar matahari, sifat ini disebut negatif phototropis. Pertumbuhan akar tidak kaku, yang berarti dapat menyesuaikan diri dengan ruang lingkup di mana mereka berada, misalnya akar tunggang menjadi lateral bila tumbuhnya terhalang oleh suatu benda yang tidak bisa ditembus, akan berubah arahnya. Sebagai contoh akar tanaman di dalam pot atau keranjang akan melingkar-lingkar bilamana sudah tua umurnya. 2. Fungsi Bagian Tanaman Organ-organ tanaman yang berada di atas tanah, tidak dapat dipisahkan dari organ-organ yang berada di dalam tanah. Dampak pertumbuhan perakaran, nampak pula pada pertumbuhan batang pokok dahan dan sebagainya. a. Daun merupakan pabrik untuk menghasilkan zat karbohidrat, protein dan lemak. Ketiga zat ini dibentuk melalui proses fotosintesa. Sarana dari proses tersebut adalah: - Hijau daun yang sehat - Sinar matahari - Udara yang mengandung zat asam arang (CO2) - Air b. Fungsi akar Fungsi akar yang utama adalah untuk menyerap zat-zat mineral yang larut di dalam air atau dari tanah. Zat-zat mineral ini pada umumnya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Air yang diserap bersama zat mineral, diperlukan untuk berlangsungnya fotosintesa. Tanpa air atau kekurangan air tanaman akan nampak layu, terutama yang diserang terlebih dahulu bagian-bagian yang masih relatif muda.

B. Bibit Bonsai
Bibit untuk bonsai atau bakal bonsai dapat diperoleh dari: - Biji yang khusus disemaikan atau dari semai yang ada di alam bebas - Setekan atau cangkokan, yang pembuatannya memerlukan sedikit keterampilan - Okulasi - Bongkah-bongkah tanaman yang masih bertunas dan masih nampak bertahan untuk hidup 1. Semai Bakal Bonsai Untuk mendapatkan bibit melalui penyemaian sendiri, akan memakan waktu cukup lama. Menyemaikan biji hingga dapat di tanam dalam pot banyak liku-likunya, sehingga dapat menghabiskan semangat untuk memulai mengayunkan langkah membentuk bonsai. Pesemaian bibit bonsai lebih baik diserahkan saja kepada perusahaan bibit (bonsai) yang sekaligus berkecimpung dalam pembikinan bonsai untuk di jual. 2. Setek, Cangkok Dan Okulasi Menyetek, mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri. Menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang relatif singkat (1-2 bulan). Sedangkan 13

membuat okulasi bisa membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun. a. Menyetek Sebelum mempraktekan teknis menyetek tanaman, perlu disadari bahwa setiap jenis tanaman dapat dengan mudah disetek. Dikenal 3 jenis setek, yaitu: - Setek lunak dan setengah lunak - Setek keras - Setek daun b. Cangkok Untuk mencangkok, dipilihlah dahan minimal sebesar pensil atau ibu jari, dan kulitnya mudah dikelupas (tidak lengket). Teknik mencangkok - Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm - Buang lendirnya dengan mengerok atau melap dengan kain yang kering - Biarkan 3-4 hari - Kemudian tutup lukanya dengan mos yang dibasahi atau campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1 - Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik, dan ikat baik-baik di bagian atas dan bawah - Dengan jarum lembaran plastik dilubangi agar sirkulasi udara dapat berlangsung. c. Membikin Okulasi Bagi yang telah biasa menanam satu jenis pohon misalnya buah-buahan dalam bentuk okulasi untuk dijadikan bonsai, tidak merupakan suatu problem yang pelit. Tapi tidak demikian halnya bagi seorang pendatang baru, yang ingin menyibukkan diri dalam seni bonsai dan harus didahului dengan membikin ekolusi sendiri. Bibit ekolusi terdiri dari 2 (dua) bagian ialah : - Batang bawah (onderstam) - Batang atas (entrijs) Langkah-langkah dalam perokulasian: - Batang pokok bersihkan 15 cm di atas tanah - Sayat kulit 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm, dengan membikin keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun 4 cm panjang - Tarik kulit ke bawah, sehingga merupakan lidah, kemudian potong separuhnya - Sayat mata dari dahan entrijs, dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas, panjang 4 cm di atas mata yang merata, sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok - Angket kayu perlahan-lahan tanpa merusak matanya - Kulit yang bermata, masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok, yang telah dibuka, dan tempelkan kembali, usahakan matanya tidak tertutup - Balut dengan tali raffia yang erat

C. Bakal Bonsai Dan Cara Menanamnya


Prinsip-prinsip menanam bonsai ini ialah: - Pot dibikin dari tanah bakar, porselin atau plastik - Air di dalam pot yang berlebih harus dapat mengalir keluar dengan sendirinya - Jenis tanahnya adalah tanah yang tidak mudah padat atau plastik (liat/lengket) - Tanah di dalam pot harus yang cerul, sehingga banyak mengandung udara bersih - Daya serap tanahnya terhadap air baik, sehingga dapat mempertahankan kelembapannya. 1. Pot dan isinya 14

Pot merupakan sarana dalam kreasi bonsai yang tidak kalah penting dengan bonsai sendiri. Dengan bonsai, pot merupakan rangkaian yang harus harmonis, yang serasi dan atraktif dengan kata lain berukuran seimbang dengan bentuk bonsainya. Pot bonsai dapat berbentuk: bulat, oval, segi lima, segi panjang dan sebagainya Ukurannya : besar, sedang, kecil hingga kecil sekali, tinggi hingga rendah seperti talam Warnanya : beraneka ragam Lubang pembuangan air : Selain pot berbentuk baki, semua pot bonsai diperlengkapi dengan satu atau lebih lubang pembuangan air, yang ditutup dengan gas plastik atau yang lain Pada umumnya jenis tanaman tertentu membutuhkan campuran tanah yang khas bagi mereka. Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar (Beringin, getahperca, sawo, dan sebagainya) adalah: 50 % tanah liat sedang 20 % pasir dan 30 % kompos 2. Mengisi Pot Mengisi pot untuk tanaman bonsai merupakan duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas. Lapisan paling atasnya atau topsil, tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul, penuh dengan humus, dan subur. Lapisan kedua masih lunak, masih dapat menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. Lapisan ketiga bisa berbentuk lapisan tanah yang banyak batu-batuan berukuran beraneka ragam dan akhirnya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air. Kesuburan dan tinggi rendahnya pertumbuhan tanaman tahunan tergantung pada tebal tipisnya lapisan kedua dan ketiga. Bila lapisan kedua dan ketiga bercadas, pertumbuhan akar tunggangnya terhalang. Tanah yang tidak dalam dan bercadas dalam musim kemarau banyak mengalami kekurangan air. Akibatnya ialah tanaman tahun yang tumbuh di atasnya tidak akan normal, alias pendek. 3. Pengamanan Isi Pot Batu kerikil, pasir dan tanah bisa mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai, terutama cacing dan nematoda. Cacing tanah atau cacing hujan walaupun tidak akan merusak akar namun tetap saja dapat merisaukan. Selain serangga, jenis-jenis penyakit yang dapat mengakibatkan pembusukan pun bisa berada di dalam tanah maupun pasir. Biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat pula di pasir. 4. Cara Menanami Bonsai Bakal bonsai dapat diperoleh melalui beberapa cara ialah: - Membibitkan sendiri melalui penyemaian - Membeli dari penjual bibit di pinggir jalan atau kebun bibit - Mencari di luar halaman atau di alam bebas 5. Pemeliharaan Setelah Tanam Setelah penanaman selesai, siram bakal bonsai dan tanahnya dengan mempergunakan spayer yang halus. Air penyiraman harus bersih dan tidak berlumpur dan nentral (tawar). Hentikan penyiraman jika air sudah berkelebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air. Bila air nampak mengenang dan tidak mau keluar lubang air, ini merupakan pertanda bahwa lubang air tersumbat. Malapetaka kecil ini dapat diatasi dengan alat pengungkit. Untuk menghindari permukaan tanah di dalam pot cepat mengering. Dapat ditutup dengan mos kering sebagai mulsa atau lumut hijau bilamana ada. Namun yang lebih praktis adalah dibungkus dengan lembaran plastik. Batu kerikil kecil-kecil dapat berfungsi juga sebagai mulsa. Tempatkan kemudian bakal bonsai di tempat yang teduh, tidak banyak angin dan bebas dari gangguan anak-anak atau hewan kesayangan. Untuk mempercepat tumbuhnya kembali (recovering) bakal bonsai dapat diusahakan dengan menutup 15

seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan.

D. Tahap-Tahap Pembentukan Bonsai


Membentuk tanaman kerdil alias bonsai pada hakikatnya ialah membuat duplikat dari bentukbentuk pohon-pohonan di alam bebas. Skala duplikasi ini bisa kecil, sedang, hingga cukup besar namun tetap di bawah ukuran yang normal. Bentuk bonsai dapat menggambarkan sejenis pohon yang bertahan terhadap keganasan alam, misalnya angin yang keras, badai laut di pinggir pantai yang berlaut-laut. Pohon nampak porak-poranda namun tetap survive. Bonsai dapat menampilkan bentuk mahkota pohon indah secara individual, namun dapat pula berbentuk kebun mini. Kebun mini ini dapat berbentuk rata, namun dapat pula berbentuk puncak gunung dengan beberapa tanaman kerdil. Puncak gunung dapat nampak hijau karena tertutup mos atau berbentuk batubatu karang yang menampilkan bentuk tanah yang kritis. 1. Tahap Pertama, Membentuk Kerangka Dasar Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah benar-benar sehat kembali, setelah mengalami pemindahan. Batang Pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya untuk dibentuk. Kerangka dasar sementara sudah dimulai pada waktu memindahkan tanaman ke dalam pot bonsai. Sebelum membentuk kerangka dasar, rencanakan terlebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan, dan bagaimana kira-kira bentuk bonsai pada akhirnya nanti. Kerangka dasar ini terdiri dari rangkaian batang pokok dan beberapa dahan Dahan-dahan yang dianggap berlebihan dipangkas dengan gunting pemangkas sedemikian rupa, sehingga habis pangkalnya. Tepatnya, luka bekas dahan nampak rata dengan permukaan kulit batang pokok. Batang Pokok Batang pokok dapat diatur sikapnya menjadi: - Tegak lurus dengan dahan membentuk mahkota yang sistematis atau asimatris - Berliku-liku namun menjulang ke atas - Miring hingga menggelantung - Berbatang pokok lebih dari satu yang tumbuh dekat leher akar atau lebih tinggi dan sebagainya. 2. Tahap Kedua Merubah Arah Dan Bentuk Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai. Untuk keperluan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya sebagai berikut: - Kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya - Tali raffia - Tang untuk memotong kawat - Gunting pemangkas - Gunting biasa - Pisau kecil yang tajam - Tang yang runcing ujungnya - Cellotape

E. Penyempurnaan Bentuk Bonsai


Tidak semua jenis tanaman dapat dikerdilkan. Misalnya tanaman advokat yang berdaun lebar dan panjang tidak. Mungkin memenuhi persyaratan agar daunnya bisa mengecil. Tanaman yang dapat memenuhi persyaratan untuk dikerdilkan adalah tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil, misalnya Beringin, jeruk kingki (Triphasi aurantium), jenis-jenis coniper (cemara, pinus dll), delima 16

(punika granatum), lo (ficus glomerata) dan sebagainya. Di samping berukuran kecil hendaknya mempunyai sifat mudah rontok. Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat, namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya. Batang pokok dan dahan harus nampak tumbuh kuat, dan menghasilkan ranting-ranting dan daun yang sehat. Walaupun bagaikan suburnya pertumbuhan daun namun dalam peryempurnaan bentuk bonsai, batang pokok dan dahan harus nampak jelas tidak tertutup. kedua-duanya merupakan kerangka dasar, dan sebagai dasar yang harus tetap menonjol. Langkah-langkah penyempurnaan ini dalam hakikatnya sangat mengasyikan pemiliknya. Setiap waktu yang senggang sering dimanfaatkan untuk meneliti pohon kerdil kesayangannya. Langkah-langkah penyempurnaan ini terdiri dari. - Pemangkasan - Pengetipan/pengurangan kuntum ranting maupun dahan - Jika perlu menambah lakukan dan sebaginya. 1. Pengendalian pertumbuhan Setiap orang mengetahui, bahwa tanaman khususnya yang berbentuk pohon, bila dibiarkan sekehendak hatinya, akan berbentuk pohon, bila dibiarkan sekehendak hatinya, akan meningkat tingginya dan akan melebar mahkotanya. Setiap bagian yang dilengkungkan, sebagai reaksinya ialah mengeluarkan kuntum baru yang dapat menjadikan dahan maupun ranting mengakibatkan kuntum di bawah titik tumbuh yang semula pasif (tidur) akan aktif dan tumbuh. Pengendalian pertumbuhan tersebut dilaksanakan melalui pemangkasan dan pengetipan / Pemetikan titik tumbuh Dengan pemangkasan dibuangnya: - Cabang/ dahan yang tumbuhnya di luar rencana akibat dari lengkungan atau yang tumbuh dari kuntum adventif - Ranting-ranting yang tumbuhnya saling tindih yang tampil kurang sedap - Ranting-ranting yang tumbuh ke arah bawah atau ke arah batang pokok - Ranting-ranting yang lemah pertumbuhannya 2. Cara dan Waktu Pemangkasan Memotong dahan atau ranting, dilakukan sebagai berikut: - Potong sedekat mungkin dengan kuntum yang nampak sehat - Bila ingin membentuk ranting baru, potong sedekat mungkin dengan ranting yang tumbuhnya sehat - Bila memangkas cabang, Potonglah sedemikian rupa hingga lukanya rata dengan permukaan pangkal tumbuhnya. Tutup lukanya yang besar dengan paraffin. 3. Melilit Dahan Dengan Kawat Melilit dahan-dahan yang memanjang karena pertumbuhannya masih dapat dilaksanakan. Tindakan ini dilakukan selama pertumbuhan baru, masih memungkinkan tanpa mengganggu bentuk dan penampilan bonsai selanjutnya Langkah-langkah dalam penyempurnaan bonsai nampaknya sederhana. Tapi hasil yang cukup mengesankan baru dapat dicapai setelah beberapa tahun, ada yang tiga ada yang lima tahun lebih.

17

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan pengkajian secara normative pada Bab II, maka penulis menyimpulkan, yaitu: 1. Bonsai adalah tanaman kerdil yang dipelihara di dalam pot yang beraneka ragam bentuknya dan warnanya. 2. Bagian-bagian tanaman yang dapat dibentuk menjadi bonsai adalah, batang pokok, dahan ranting dan akar. 3. Bibit atau benih yang dapat dijadikan bakal bonsai dapat dihasilkan melalui penyemaian biji, setekan, cangkokan, okulasi dan langkah-langkah tanaman yang masih bertunas. 4. Adapun prinsip atau cara menanam bonsai adalah: Pot dibuat dari tanah bakaran, porslen atau plastik. Air di dalam pot harus dapat mengalir jika berlebih. Jenis tanahnya harus yang tidak mudah padat. Tanah di dalam pot harus cerul, sehingga banyak mengandung udara bersih. Daya serap tanah terhadap air baik. 5. Membentuk tanaman bonsai ialah membuat duplikat dari bentuk pohon-pohonan di alam bebas. Skala duplikat ini bisa kecil, sedang, hingga cukup besar namun tetap dibawah ukuran.

B. Saran
Agar dalam penyusunan karya ilmiah ini bisa memberikan manfaat yang besar maka penulis menyarankan: 1. Belajar mengkerdilkan pohon tidak akan selancar yang diharapkan, kegagalan pasti akan dialaminya. Dengan demikian hendaknya bagi para pemula untuk memiliki kesabaran yang tinggi Jadikanlah kegagalan sebagai ujian untuk mengulang lagi lebih baik lagi. 2. Bagi yang memiliki tanaman bonsai, hendaknya memeliharanya dengan baik, karena membentuk tanaman kerdil dan memeliharanya hingga beberapa ratus tahun lamanya, merupakan suatu kesenian tersedirinya.

18

DAFTAR PUSTAKA

Amrullah B, Dedi. 2001 . Sejarah Tanaman Bonsai .Jakarta : Jayapura. Arikunto, Suharsimi. 2003 . Asal Usul Bonsai .Jakarta : Rineka Cipta. Kusyanto, M . 2005 . Tanaman Bonsai . Bandung : Genexa Exact. Suwirman, Drs . 1994 . Tanaman Hias . Jakarta : Erlangga. Waluyo, Herman . 2010 . Perawatan Sederhana Bonsai . Jakarta : Ressindo. Hadi, Farid . 2002 . Tips Merawat Bonsai .Jakarta : Gramedia. Hidayat, Agus . 2007 . Bentuk-Bentuk Bonsai .Jakarta : Jayapura . Arifin, E. Zaenal . 2005 . Bentuk Dasar Bonsai . Jakarta : Gramedia. Purnama, Deffan . 2010 . Mempelajari Tanaman Bonsai .Bandung : Genexact. Angell, R . 1987 . Tanaman Bonsai . Jakarta : Gramedia.

19