Anda di halaman 1dari 2

Berat jenis urin menggambarkan jumlah solid yang terlarut dalam urin.

Nilai ini didapatkan dari perbandingan atau rasio dari berat volume urin dengan berat volume air. Air dalam keadan standar memiiliki berat jenis 1,000. Karena terdiri dari campuran mineral, garam-garam, dan unsure organic dalam air, berat jenis urin menjadi lebih dari 1,000. Hasil pemeriksaan berat jenis urin menggambarkan konsentrasi zat-zat terlarut dalam urin. (Suromo, 1988) Berat jenis urin sangat erat kaitannya dengan diuresis, makin besar diuresis, makin rendah berat jenisnya, dan sebaliknya. Batas normal urin berbeda-beda dari 1,003 1030 (umum ditulis 1003-1030, tanpa koma). (Gandosoebrata, 2010) Berat jenis urin juga bertalian dengan faal pemekatan ginjal, makin pekat urin, makin tinggi berat jenisnya. Urin yang berat jenisnya lebih dari normal dapat disebabkan karena demam dan dehidrasi.. sedangkan berat jenis urin kurang dari normal dapat disebabkan oleh intake cairan yang berlebihan, alkalosis, dan kegagalan ginjal yang menahun. (R. Wirawan, dkk., ____) Beberapa factor penyebab rendahnya BJ urin antara lain karena banyak minum, udara dingin, serta Diabetes Insipidus. Sedangkan BJ tinggi dari urin dapat disebabkan oleh dehidrasi, proteinuria, serta Diabetes Mellitus. (Oka, 2007) Penentuan berat jenis urin merupakan barometer untuk mengukur jumlah solid yang terlarut dalam urin dan digunakan untuk mengetahui daya konsentrasi dan daya ilusi ginjal. (Pusdiknakes, 1989) Berat jenis urin diukur dengan bantuan alat urinometer. Jika volume urin kecil, maka dapat digunakan refraktometer.(Heru, ____) Urinometer yang dipakai hendaklah yang dibaca pada suhu antara 27C dan 32C. jika suhu saat pembacaan beda dari suhu kamar (atau dari suh urin) harus diadakan koreksi terhadap pembacaan urinometer. Tambahlah 1 (0,001) pada berat jenis yang dibaca pada urinometer untuk setiap 3C perbedaan di atas suhu terbaca atau kurang 1 (0,001) untuk setiap 3C perbedaan di bawah suhu terbaca. (Gandosoebrata, 2010) Jika jumlah urin terlalu sedikit dan penetapan berat jenis dipandang perlu dilakukan , encerkanlah urin itu dengan sama banyak aqua destilata . untuk mendapat berat jenis sebenarnya, kedua angka terakhir dari pembacaan harus dikali 2 kali pula. (gandosoebrata, 2010) pengenceran dilakukan tidak boleh lebih dari 3 kali. (Oka, 2007) Jika dikehendaki, boleh juga mengadakan koreksi untuk adanya glukosa atau protein yang ada dalam urin. Untuk urin, 1 g protein dikurangi 0,003 pada berat jenis yang terbaca. (Gandosoebrata, 2010)

DAPUS Gandosoebrata, R. 2010. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta: Dian Rakyat Oka, Tjokorda Gede. 2007. Penuntun Praktikum Patologi Klinik. Bagian Patologi Klinik FK Unud/RSUP Sanglah, Denpasar Wahito Nugroho, Heru Santoso. ____. Laboratorium Klinik 2: Pemeksaan Urin Suromo. 1988. Dalam http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/1/jtptunimus-gdl-s1-2006-ismiyati20-11-2bab2.pdf. (diakses 30 September 2013) Pusdiknakes. 1989. Dalam http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl-yenniprayo-5324-27.bab2.pdf. (diakses 30 September 2013) R. Wirawan, dkk. ____. Dalam http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/107/jtptunimus-gdl-yenniprayo5324-2-7.bab2.pdf. (diakses 30 September 2013)