Anda di halaman 1dari 78

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tantangan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada saat ini sudah harus dilakukan untuk dapat mengikuti berbagai perkembangan ilmu dimasa yang akan datang dan dapat menjawab berbagai persoalan yang ada di masyarakat maupun di tempat kita mengampu pendidikan,sehingga sumber daya manusia (SDM) dapat ditingkatkan. Namun dalam kita melakukan suatu kegiatan apapun, sudah pasti ada suatu ganjalan yang harus kita lewati untuk mencapai tujuan itu. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar IPA kebanyakan anak hanya sekedar mengikuti, kurang cakap dalam memahami konsep-konsep yang diajarkan , sehingga untuk mencapai hasil belajar yang sesungguhnya sangat sulit tercapai sesuai yang ditargetkan oleh sekolah SMP Negeri 4 Amlapura sebesar 63. 65 dan 67 masing-masing untuk kelas VII,VIII dan kelas IX. Untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran, maka setiap akhir program pembelajaran dilakukan evaluasi, salah satu hasil evaluasi tersebut adalah hasil belajar IPA. Hasil belajar IPA di SMPN 4 Amlapura yang dicapai oleh siswa masih sangat rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian IPA siswa kelas IXA seperti berikut. Tabel 1.1 Rata-Rata nilai ulangan harian I Mata Pelajaran IPA Rata-Rata 62,3 Ketuntasan Klasikal 40%

Hasil belajar IPA untuk siswa seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Mengidentifikasikan bahwa kemampuan siswa dalam belajar IPA belum optimal. Hasil obbservasi dengan sejumlah guru IPA dan siswa SMP Negeri 4 Amlapura tentang proses pembelajaran di dapat data sebagai berikut ; Pertama Prestasibelajar siswa di bidang IPA masih rendah, hal ini dapat dibuktikan dengan lomba-lomba yang diikuti tidak pernah sampai mendapat juara. Kedua guru dalam menyajikan materi semata-mata hanya berorientasi pada materi yang tercantum dalam kurikulum dan buku teks, sehingga kurang dikaitkan dengan pengalaman dan pengamatan siswa dalam kehidupan sehari hari. Kondisi tersebut menyebabkan PBM kurang bermakna bagi siswa, serta mengurangi minat dan motivasi siswa. Padahal menurut penelitian anak-anak menjadi berminat

untuk belajar jika dibahas sedapat mungkin dihubungkan dengan pengalaman mereka dan disesuaikan dengan alam berpikir mereka. Ketiga Bagi siswa belajar tampaknya untuk menghadapi ulangan dan lepas dari kehidupan nyata mereka. Sedangkan yang namanya kegiatan belajar mengajar antara pemberi materi dan yang menerima haruslah sama-sama dalam keadaan

kondusif,aktif,kreatif dan saling mengisi,sehingga timbul timbal balik dan ada interaksi. Dari kekurangan yang ada dikelas IX A dimana KKM dalam setiap evaluasi tidak tercapai/prosentasenya kecil,siswa kurang termotivasi,kurang bisa mengekplorasi pengetahuan dan tidak berani mengemukakan pendapatnya, sehingga kami mencoba untuk mengubah proses kegiatan belajar mengajar dengan harapan ;KKM dalam setiap evaluasi dapat tercapai/prosentasenya meningkat baik secara perorangan maupun klasikal, anak menjadi termotivasi dan selalu senang dalam setiap KBM berjalan dan berani mengemukakan pendapatnya

dalam setiap ada kesempatan,sehingga KBM menjadi aktif,kreatif dan tidak membosankan. Berdasarkan paparan permasalahan diatas, maka perlu adanya strategi/model pembelajaran sehingga KBM menjadi lebih bermakna, Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan Pembelajaran

kooperatif(cooperative learning),Yang merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki perbedaan baik jenis kelamin,ekonomi maupun tingkat kemampuan akademik. Dalam

menyelesaikan tugas kelompk,setiap anggota saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Guru menyajikan pelajaran dan siswa bekerja didalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut,sehingga pada akhirnya semua siswa dikenai kuis tentang materi itu dan tidak boleh di bantu oleh teman. Berikut Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif: Tabel 1.2 Sintaks Pembelajaran Kooperative FASE-FASE Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa TINGKAH LAKU GURU Menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Fase 2 Menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan belajar. Fase 5 Evzluasi

Menjelaskan cara- cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok untuk melakukan transisi secara afisien.

Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 6 Memberi penghargaan

Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Dengan menggunakan Model Pembelajaran seperti ini sudah jelas bahwa guru tidak lagi menjadi sumber belajar yang utama, melainkan guru dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih memusatkan pada siswa, maka guru dapat berperan sebagai menejer pembelajaran yang dapat menciptakan kondisi belajar bermakna.Proses kegiatan akan terjadi jika siswa dapat berinteraksi dengan berbagai sumber belajar (Depdiknas,2003b;14).Untuk mencapai Salah satu

kenyataan itu hendaknya guru menerapkan model pembelajaran.

model pembelajaran yang akan dicoba dan diyakini dapat meningkatkan hasil adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning ) berbantuan kartu refleksi.

Atas dasar kenyataan yang diuraikan tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Dengan Penerapan Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Kartu Refleksi pada siswa kelas IX A SMP Negeri 4 Amlapura.

B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang diatas maka permasalahan yang dicari pemecahannya dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura? 2. Bagaimanakah respon siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi

C. Tujuan Penelitian Berkaitan dengan permasalahan yang dikemukakan, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura. 2. Mendeskripsikan respon siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan

kartu refleksi.

D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagi siswa Penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi ini dapat memberikan pengalaman bagi siswa untuk dapat berfikir kreatif dan tanggung jawab atas pembelajaran yang telah dilakukannya. 2. Bagi peneliti/guru a. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam memilih model pembelajaran sebagai upaya meningkatkan hasil belajarsiswa. b. Dengan melakukan penelitian ini,peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penelitian tindakan kelas sebagai upaya peningkatan hasil belajar. c. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai syarat untuk naik pangkat kejenjang yang lebih tinggi.

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori Beberapa teori yang digunakan sebagai landasan berfikir untuk menjawab permasalahan yang diangkat adalah; Model pembelajaran cooperative berbantuan kartu refleksi. 1. Model Pembelajaran Kooperative Berbantuan Kartu Refleksi Pembelajaran kooperatif merupakan strategi dengan sejumlah siswa membentuk kelompok kecil antara 4-5 orang yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam kerja kelompok mengerjakan permasalahan yang siswa harus bekerja sama dan serius dihadapi dalam pembelajaran. Dalam

pembelajaran kooperative belum dikatakan selesai jika salah satu dari anggota kelompok belum menguasai bahan yang diajarkan. Dalam pembelajaran kooperatif unsur dasar yang ada adalah sebagai berikut (Lungdren,1994). a. Semua siswa harus memiliki persepsi bahwa merekatenggelam atau berenang bersama. b. Semua siswa mempunyai tanggung jawab yang sama pada kelompok dalam penguasaan materi yang dihadapi. c. Semua siswa harus memiliki pandangan yang sama dan memiliki tujuan yang sama. d. Semua siswa membagi tugas dan tanggung jawab didalam kerja kelompok.

e. Semua siswa diberikan suatu evaluasi berpengaruh terhadap evaluasi kelompok.

atau penghargaan yang akan ikut

f. Semua siswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh ketrampilan bekerjasama selama belajar. g. Setiap siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individu materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Pembelajaran kooperatif berasal dari ide-ide konstruktivis yang banyak berlandaskan pada teori Vygotsky yang telah digunakan untuk menunjang metode pengajaran. Salah satu prinsip yang diturunkan dari teorinya adalah penekanan pada hakekat sosial dalam pembelajaran. Ia mengemukakan siswa belajar melalui interaksi dengan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu (Slavin, 2000).Berdasarkan teori ini dikembangkan pembelajaran kooperatif, yaitu siswa lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya. Hal ini sejalan dengan ide Blanchard (2001) bahwa strategi CTL mendorong siswa belajar dari sesama teman dan belajar bersama. Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah; (a) setiap anggota memiliki peran, (b) terjadi interaksi langsung antar siswa,(c) setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas belajarnya dan teman-teman sekelompoknya,(d) guru mengembangkan ketrampilan-ketrampilan interpersonal Kelompok,(e) guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan (Cari,1993). Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran kooperatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Slavin (1995), yaitu penghargaan

kelompok, pertanggungjawaban individu, dan kesempatan yang sama untuk berhasil. a. Penghargaan kelompok Pembelajaran kooperative menggunakan tujuan-tujuan kelompok untuk memperoleh penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok didapat jika mendapat skor diatas kriteria yang ditentukan. Keberhasilan kelompok ditentukan oleh kerja kelompok dan individu sehingga perlu saling bantu. b. Pertanggungjawaban Individu Kelompok akan berhasil sangat tergantung dari pembelajaran individu dari semua anggota kelompok. Pertanggungjawaban itu menitik beratkan pada individu yang saling bantu dalam belajar. c. Kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan Pembelajaran kooperatif menggunakan metode skoring yang mencakup nilai perkembangan berdasarkan peningkatan prestasi yang diperoleh dari yang terdahulu. Dengan metode skoring ini semua siswa baik yang berprestasi rendah, sedang atau tinggi memperoleh kesempatan yang sama untuk berhasil dan melakukan yang terbaik untuk kelompoknya. 2. Pendekatan dalam Pembelajaran Kooperative Menurut Arend (2008:12) terdapat empat pendekatan dalam

melaksanakan pembelajaran Kooperative yaitu Student Teams Achievement Division, Jigsaw,GroupInvestigation dan Pendekatan Struktural , dan yang diimplementasikan dalam penelitian ini hanyalah tentang Student Teams Achievement Devisions (STAD). Slavin (2009:143) menjelaskan STAD terdiri

atas lima komponen utama yaitu: presentasi kelas, tim, kuis, skor kemampuan individu dan rekognisi tim. a. Presentasi Kelas. Dalam pembelajaran cooperative dengan pendekatan STAD yang diterapkan selalu mengarah pada presentasi, sehingga peserta didik akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka. b. Tim. Dalam setiap pembelajaran, tim terdiri dari empat atau lima peserta didik yang diwakili seluruh bagian dari kelas yang membaur dalam hal kinerja akademik dan jenis kelamin. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar dan menyiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis atau hasil kerja tim dengan baik. Tim adalah fungsi yang paling penting dalam STAD karena melakukan yang terbaik untuk tim dan poin yang ditekankan membuat tim menjadi yang terbaik untuk membantu anggotanya. c. Kuis Setelah pembelajaran satu atau dua pertemuan, para peserta didik akan mengerjakan kuis individu, dan peserta didik tidak diperbolehkan membantu dalam mengerjakan kuis,sehingga tiap peserta didik bertanggung jawab secara individu untuk memahami materinya. d. Skor Kemajuan Individu. Tiap peserta didik dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal pada timnya dalam system skor ini. Peserta didik diberikan skor awal yang diperoleh

dari rata-rata kinerja peserta didik tersebut sebelum dalam mengerjakan kuis. Pesertab didik selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka. e. Rekognisi. Tim akan mendapat sertifikat atau penghargaan apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. 3. Ketuntasan Belajar Minimum/Hasil belajar minimal Ketuntasan Belajar adalah tingkat/batas standar kompetensi yang harus dicapai oleh siswa permata pelajaran untuk menentukan hasil belajar, dimana nilai ketuntasan belajar maksimum 100 dan nilai ketuntasan belajar siswa dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 - 100. Nilai ketuntasan belajar tiap matapelajaran ditetapkan diawal tahun pelajaran, dan penetapannya oleh forum guru (MGMP). Penetapan standar ketuntasan ini indikator pencapaian dilakukan melalui analisis

pada kompetensi dasar yang terkait. Setiap KD

dimungkinkan adanya perbedaan KKM dan penetapannya harus memperhatikan. a. Tingkat Esensial(kepentingan) terhadap KD dan Standar Kompetensi yang harus dicapai oleh siswa pada setiap semester.

b. Tingkat Kompleksitas (Kesulitan dan Kerumitan) setiap KD yang harus dicapai oleh siswa. c. Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa. 4. Kartu Refleksi Kartu Refleksi adalah Kartu yang digunakan pada akhir pembelajaran yang berisi tentang himbauan dan petunjuk mengenai apa yang baru dipelajari atau

berfikir kebelakang tentang apa-apa yang sudah dilakukan dimasa lalu dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas atau pengetahuan yang baru diterima(Nurhadi, 2002). Pengetahuan yang bermakna diperoleh melalui suatu proses pengetahuan yang dimiliki siswa diperluas dan diperdalam melalui konteks pembelajaran. Hal ini sesuai degnan pandangan Konstruktivisme bahwa pengetahuan itu tidak sekali jadi, tetapi diperdalam sedikit demi sedikit. Belajar dapat didefinisikan sebagai proses menjadi tahu, dari tahu sedikit menjadi tahu lebih banyak, dari tahu yang dangkal menjadi tahu yang lebih dalam. Agar terjadi proses refleksi guru membantu siswa untuk membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Dalam penerapan kartu refleksi ini guru selalu menyisakan waktunya untuk siswa melakukan refleksi.

B. Kerangka Berfikir Upaya yang dilakukan oleh guru untuk dapat mencapai KKM siswa/hasil belajar adalah melakukan tindakan yang mengarah pada pencapaian tujuan secara optimal. Menerapkan model dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) adalah merupakan contoh salah satu dari tindakan tersebut. Dalam penelitian ini akan dicobakan suatu model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi. Model ini akan memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan rasa kerjasama dan tanggungjawab dalam pencapaian

KKM/hasil belajar sehingga dalam setiap evaluasi akan ada pencapaian KKM dan bahkan melampaui KKM. Tercapainya KKM akan meningkatkan kebermaknaan pembelajaran. Dari paparan semua ini sudah dapat diduga bahwa upaya untuk meningkatkan hasil belajar dengan penelitian yang berjudul Upaya

meningkatkan hasil belajar IPA dengan pembelajaran cooperative berbantuan kartu refleksi benar-benar dapat terwujud dan pasti ada respon yang positif dari siswa.

C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan landasan teoritis dan kerangka berfikir diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Upaya meningkatkan hasil belajar IPA dengan pembelajaran cooperative berbantuaan kartu refleksi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura. 2. Respon siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura terhadap penerapan model pembelajaran kooperative berbantuan kartu refleksi adalah positif.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan mengikuti beberapa tahapan seperti yang dikemukakan Kemmis dan Taggart (1998) yaitu, 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap tindakan (action), 3) tahap observas /evaluasi (evaluation), dan 4) tahap refleksi (reflection), kemudian kembali lagi ketahap perencanaan, tahap tindakan dan seterusnya sehingga membentuk siklus seperti yang tertera pada gambar 3.1

SIKLUS I Perencanaan

SIKLUS II Perencanaan Rekomendasi

Tindakan

Tindakan

Observasi/Evaluasi

0bservasi/Evaluasi

Refleksi

R efleksi

Gambar 3.1 Siklus penelitian tindakan kelas

Refleksi awal Keadaan awal tentang hasil belajar/pencapaian KKM diperoleh dari ulangan harian pertama, Berdasarkan hasil itu ditemukan beberapa permasalahan diantaranya adalah. a. Pencapaian KKM / Hasil Belajar siswa sangat rendah prosentasenya. b. Siswa tidak mengetahui pentingnya Hasil Belajar/KKM yang harus dicapai. c. Penggunaan metode ceramah/pembelajaran yang berpusat pada guru masih mendominasi dalam kegiatan belajar mengajar Siklus I Dalam siklus I, dilakukan beberapa tahapan yaitu perencanaan tindakan I, pelaksanaan tindakan I, observasi dan evaluasi I, serta tahap refleksi yang dilaksanakan oleh peneliti pada akhir siklus. Tujuan refleksi siklus I untuk mencari kelemahan-kelemahan dan kelebihan yang terjadi dalam tindakan sebelumnya ,dan memberikan pengobatan/masukan pada tindakan pada siklus selanjutnya,sehingga kelemahan tindakan siklus berikutnya dapat ditekan seminimal mungkin untuk mendapat hasil yang maksimal/meningkat. Masing-masing tahapan dipaparkan sebagai berikut; a. Perencanaan Tindakan Untuk melaksanakan tindakan ,hal yang perlu dipersiapkan meliputi. 1. Menentukan materi ajar. 2. Menyiapkan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi.

3.

Membentuk kelompok siswa yang kemampuannya heterogen berdasarkan sampai 5 orang nilai IPA ulangan sebelumnya dengan anggota 4

4. Menyiapkan instrument penelitian berupa: - Lembar kerja siswa - Rencana pembelajaran - Test Hasil Belajar - Kartu refleksi/Kuis b. Pelaksanaan tindakan Langkah langkah yang dilaksanakan pada saat kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tahap pendahuluan Mengimpormasikan beberapa materi yang harus di ingat siswa sebagai prasyarat pengetahuan dalam mempelajari materi yang akan diberikan. Menyampaikan hasil belajar/ketercapaian yang harus dicapai. Dengan Tanya jawab, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan stimulant untuk memotivasi siswa mengikuti pelajaran. Tahap inti pembelajaran 1. Guru menyuruh siswa untuk mencari kelompoknya yang telah ditentukan. 2. Guru menyeting pembelajaran sesuai dengan sintaks pembelajaran Kooperatif berbantuan kartu refleksi. 3. Siswa berdiskusi untuk membahas masalah dan menjawab pertanyaanpertanyaan yang ada pada LKS dalam kelompoknya

4. Guru mengawasi siswa yang kerja dalam kelompok. 5. Guru memberi bantuan pada kelompok yang mengalami kesulitan. 6. Setelah waktu diskusi kelompok berakhir, dilanjutkan dengan diskusi kelas Tahap Penutup 1. Siswa membuat rangkuman dengan bantuan guru. 2. Guru memberi kartu refleksi untuk dipahami selanjutnya. c. Observasi dan evaluasi Observasi dilakukan setiap pertemuan dengan cara melihat langsung dan mencatat kejadian/permasalahan yang baik maupun yang jelek dalam proses kegiatan belajar mengajar. Untuk mencari nilai atau hasil evaluasi tentang hasil belajar/ pencapaian KKM dilakukan pada akhir siklus dengan test tertulis. d. Refleksi Refleksi dilakukan pada akhir siklus. Sebagai acuan dalam refleksi ini adalah test hasil belajar/pencapaian KKM. Hasil refleksi ini digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki dan menyempurnakan perencanaan tindakan pada siklus berikutnya. Untuk siklus II tahapannya juga sama dan merupakan perbaikan dari tahapan siklus sebelumnya/pengobatan dari kekurangan dari tahapan sebelumnya Tabel 3.1 Siklus dan Materi Pokok Siklus I Materi Pokok Kemagnetan 1. Cara membuat magnet dan menghilangkan sifat magnet 2. Medan Magnet 2 3 2 X 40 2 X 40 1 2 X 40 Pertemuan Ke Waktu

3. Kemagnetan Bumi Evaluasi (Test Hasil Belajar IPA I) 4 2 X 40

II

Induksi Elektromagnetik 4. Induksi 5. Penerapan Induksi 6. Transformator Evaluasi (Tes Hasil Belajar II) 5 6 7 8 2 X 40 2 X 40 2 X 40 2 X 40

B. Subyek dan Obyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP N 4 Amlapura tahun pelajaran 2010/2011, yang berjumlah 38 orang ,dengan 23 laki-laki dan 15 perempuan sedangkan Obyek dari penelitian ini adalah: 1) Hasil

Belajar/Pencapaian KKM dan 2) Respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi yang diterapkan.

C. Sumber data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari 1. Data Hasil Belajar mata pelajaran IPA akhir siklus. Data ini dikumpulkan dengan test esay 2. Data respon siswa dikumpulkan dengan angket respon pada akhir penelitian. Angket yang digunakan yaitu model skala Likert dengan pilihan sangat setuju (SS),setuju (S), ragu- ragu (RR), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Untuk pernyataan yang positif masing-masing pilihan pada setiap item diberi skor yaiti: SS=5 : S=4 :RR=3: TS=2: STS=1. Sedangkan untuk pernyataan

yang negatif , masing-masing pilihan pada setiap item diberi skor yaitu : SS=1 : S=2: RR=3: TS=4: dan STS=5.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Teknik pengumpulan data Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan cara: Melakukan test pada setiap akhir siklus. Melakukan observasi dalam setiap pembelajaran Wawancara pada saat diperlukan dalam KBM. Pemberian angket untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran. 2. Alat Pengumpulan Data Butir soal yang sudah dianalisis Lembar Observasi Pedoman wawancara. Lembar Kerja Siswa Daftar Nilai Kelas IXA KIT Listrik

E. Teknik analisis Data 1. Data Hasil Belajar. Data ini dianalisis secara deskriptif yaitu dengan menentukan nilai hasil test akhir siklus dan nilai rata-rata Hasil Belajar dengan rumus; M=

Keterangan M = Rata-rata Hasil belajar. X = Nilai hasil belajar. N = Banyaknya siswa. (Nurkencana, Sunartana, 1990:173) Kualifikasi pencapaian Hasil belajar/KKM ditentukan dengan kriteria berikut, 8,5 7,0 5,5 4,0 0 M 10 M < 8,5 M < 7,0 Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang (STKIP Singaraja,1999:28) Kriteria keberhasilan nilai untuk anak kelas IXA di SMP N 4 Amlapura adalah 67 sesuai dengan tuntutan/hasil MGMP IPA yang dituangkan dalam KKM. Untuk mencari daya serap dan ketuntasan sebagai berikut: DS = M X 10% Keterangan M = Nilai rata-rata Hasil Belajar. siswa secara klasikal digunakan rumus

M M

< 5,5 < 4,0

Keterangan DS = Daya serap KB = Ketuntasan belajar N = Banyaknya siswa

Daya serap dan ketuntasan belajar yang dicapai mengacu pada tuntutan kurikulum tingkat satuan pendidikan yaitu sesuai yang ditetapkan oleh sekolah masing-masing melalui musyawarah guru mata pelajaran. 2. Data Respon Siswa Analisis terhadap respon siswa dilakukan secara deskriptif. Kriteria penggolongan respon siswa disusun berdasarkan mean ideal (MI) dan standar deviasi ideal (SDI). Rumus MI dan SDI adalah: MI = (skor tertinggi ideal + skor terendah ideal). SDI = 1/6 (skor tertinggi ideal skor terendah ideal). (Nurkencana, Sunartana, 1991) Respon siswa ditentukan dengan menghitung rata-rata respon siswa untuk kemudian dikategorikan dengan pedoman berikut, MI + 1,5 SDI R MI + 0,5 SDI R < MI + 1,5 SDI MI - 0,5 SDI R < MI + 0,5 SDI MI - 1,5 SDI R < MI - 0,5 SDI R < MI - 1,5 SDI Sangat positif Positif Cukup positif Kurang positif Sangat kurang positif

Untuk skor rata-rata respon siswa digunakan rumus:

Keterangan : R= skor rata-rata respon siswa X = skor respon siswa N = banyaknya siswa

F. Validasi Data 1. Dalam tahap persiapan. Agar penelitian ini betul-betul valid, kami selaku peneliti minta persetujuan dari Kepala Sekolah sebagai penanngung jawab instansi dan Kepala Perpustakaan. Disamping itu juga agar data yang diperoleh dalam penelitian ini lebih baik maka, kami peneliti berkoordinasi dengan sesama teman yang mengajar satu rumpun yaitu yang mengajar mata pelajaran IPA di SMP Negeri 4 Amlapura. Kerjasama yang kami lakukan dalam persiapan penelitian adalah: Pembuatan kisi-kisi soal, dan langsung menuangkan kedalam soal. Menguji coba soal dalam kelas Menganalisis soal untuk mengetahui tingkat kesukaran dan fungsi masing-masing distraktor. Memperbaiki soal yang perlu diperbaiki Merahasiakan soal yang sudah dianalisis Pembuatan RPP yang sesuai dengan sintaks pembelajaran kooperative Pembuatan LKS yang dapat memotivasi siswa

2. Dalam tahap Pelaksanaan/Observasi Pada tahap pelaksanaan /observasi kami selalu berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah dituangkan dalam silabus dan buku-buku yang relevan (bse), semua sarana dan materi yang diperlukan dalam penelitian ini selalu mengacu pada refrensi yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah. Tentang metode yang digunakan juga selalu berpedoman pada buku-buku yang sudah mendapat pengakuan dari pemerintah dan dikemukakan oleh pakar-pakar pendidikan.

Disinilah segala sesuatu yang dibuat dalam persiapan, diterapkan sebaik mungkin dan untuk dapat betul-betul menggali informasi dari anak didik sehingga data yang didapat sevalid mungkin. 3. Tahap evaluasi Dalam tahap evaluasi dilakukan pencarian data hasil belajar dengan menggunakan test hasil belajar dan pencarian data tentang respon siswa dengan angket yang telah disediakan.

G. Indikator Kinerja Dalam penelitian ini peneliti selalu menginginkan agar metode yang diterapkan dapat meningkatkan baik hasil belajar maupun respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan, sehingga hasil belajar/ pencapaian KKM yang sudah ditetapkan oleh sekolah dapat tercapai bahkan mungkin supaya dapat terlampaui. Pada tahun ini ketercapaian hasil belajar minimal atau KKM yang sudah ditetapkan di SMP Negeri 4 Amlapura adalah sebagai berikut: KKM Mata Pelajaran IPA Tahun 2010/2011 KELAS VII VIII IX KKM 63 65 67 Tabel 3.2 KKM SMP N 4 Amlapura Dari table diatas peneliti menginnginkan dalam setiap pembelajaran semua anak dapat mencapai nilai minimal 67 untuk kelas IX,dan prosentasenya dapat meningkat setiap saat, sehingga dalam penelitian ini antara siklus I dan siklus II ada peningkatan nilai rata-rata maupun prosentase secara klasikal.

H. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang akan dilaksanakan terdiri atas beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan , tahap evaluasi/penilaian dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas menurut Kemmis dan Mc Targart dengan langkah langkah dalam satu siklus dapat digambarkan sebagai berikut Bagan 3.3. Prosedur Penelitian Persiapan Orientasi dan observasi KBM Merancang model pembelajaran kooperatif Merancang perangkat eksperimen /LKS

Pelaksanaan Pelaksanaan pre test di kelas Melakukan kegiatan proses belajar mengajar di kelas dengan model pembelalajaran kooperatif

Evaluasi Pelaksanaan Penilaian Post test/ketercapaian KKM Pengambilan Respon siswa terhadap model pemb

Refleksi

Dalam siklus pertama dilakukan beberapa tahapan seperti yang ada dalam bagan yaitu; Perencanaan tindakan I, pelaksanaan tindakan I, observasi dan evaluasi I serta refleksi yang dilakukan pada akhir siklus atau akhir pembelajaran. Tujuan refleksi siklus I adalah untuk mencari kelemahan-kelemahan dan kelebihan yang terjadi dalam tindakan, sehingga dalam siklus berikutnya kelemahannya dapat diobati/ditekan sekecil mungkin.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran yang diuraikan pada bagian ini adalah hasil belajar IPA pada siklus I dan siklus II serta respon siswa. Hasil Belajar IPA siklus I Data hasil belajar IPA pada siklus I terlihat pada lampiran 8 Distribusi tingkat hasil belajar IPA pada siklus I disajikan pada table berikut. Tabel 4.1 Distribusi Hasil Belajar IPA Siklus I Kriteria Jumlah siswa (orang) 85 M 100 70 M < 85 55 M < 70 40 M < 5,5 0 M < 40 0 17 20 1 0 0% 44,7% 53% 2,6% 0% Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang % Keterangan

Berdasarkan table 4.1 diperoleh persentase jumlah siswa yang termasuk kategori baik sebesar 44,7% .kategorin cukup nsebesar 53% kategori kurang sebesar 2.6% dan tidak ada siswa dengan kategori sangat baik dan sangat kurang. Untuk daya serap dan ketuntasan belajar klasikalnya dihitung dengan menggunakan data pada lampiran 8

DS = M X1% = 67,5 X 1% = 67,5% KB = Banyaknya siswa yang memperoleh 67 X100% N = 44.7%

Dari hasil tersebut bahwa daya serapnya telah memenuhi kriteria yang ditetapkan, sedangkan ketuntasan belajar klasikalnya belum memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti selama pemberian tindakan pada siklus I ditemukan beberapa kendala atau hambatan; 1. Beberapa siswa belum optimal berpartisipasi dalam kerja kelompok, sehingga menyebabkan kelompok tersebut belum mampu menyelesaikan kegiatan seperti yang tertuang dalam LKS maupun kartu refleksi. 2. Pada saat pengambilan data masih banyak anak yang belum

mempersiapkan diri secara maksimal , hanya ada beberapa siswa yang berani bertanya diluar jam pelajaran. Ketidak siapan beberapa siswa

dalam menghadapi tes menyebabkan masih banyaknya siswa mendapat nilai dibawah standar yang diharapkan sehingga ketuntasan belajarnya masih ada dibawah standar kriteria keberhasilan. Adanya kendala atau hambatan tersebut menyebabkan proses dan hasil pembelajaran belum optimal sesuai yang diharapkan. 3. Masih banyak anak kurang efektif menggunakan waktu untuk belajar sehingga menghambat tujuan yang ingin dicapai. Adapun upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan melakukan tindakan sebagai berikut.

a. Pada siklus II dipilih salah satu kelompok sebagai kelompok terbaik dengan kriteria dapat menyelesaikan kegiatan dengan sempurna sesuai waktu yang telah ditentukan. Selain itu peneliti juga mengubah kelompok yang terbentuk sebelumnya terutama kelompok yang pasif. b. Memberikan arahan agar siswa tidak takut salah dan takut bertanya, baik pada teman maupun pada guru pengajar dan guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya sebelum tes dimulai.

Hasil Belajar IPA Siklus II Data hasil belajar IPA siklus II terlihat pada lampiran 9. Distribusi tingkat hasil belajar IPA pada siklus II disajikan pada table berikut.

Tabel 4.2 Distribusi Hasil Belajar IPA Siklus II Kriteria Jumlah siswa(orang) 85 M 100 70 M < 85 55 M < 70 40 M < 55 0 M < 40 1 32 6 0 0 Persentase % 2,6% 84,2% 15,8% 0% 0% Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Kategori

Berdasarkan table 4.2 diperoleh persentase jumlah siswa yang termasuk kategori baik sangat baik 2,6%,kategori baik sebesar 81,6%, kategori cukup sebesar 15,8%, dan tidak ada siswa dengan kategori kurang dan sangat kurang

Untuk daya serap dan ketuntasan belajar klasikalnya dihitung dengan menggunakan data pada lampiran 9 DS = M X 10% = 71.4 X 10% = 71,5% KB = Banyaknya siswa yang memperoleh 67 X100% N = 86,8 % Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa daya serap dan ketuntasan klasikalnya telah memenuhi criteria yang ditetapkan. Perbandingan hasil belajar IPA untuk masing-masing terlihat pada table berikut Tabel 4.3 Rata-Rata dan Ketuntasan Klasikal Siklus Rata-Rata Hasil Belajar IPA Ketuntasan Klasikal I II 67,5 71,5 44,7% 86,8% Belum Tuntas Tuntas Keterangan

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dijelaskan bahwa pada siklus I rata-rata skor hasil belajar IPA sebesar 67,5 dan ketuntasan klasikalnya 44,7 masih kurang dari ketuntasan klasikal yang ditetapkan 85%. Dengan demikian, pembelajaran pada siklus I belum tuntas. Pada siklus II rata-rata hasil belajar IPA mengalami peningkatan menjadi 71,5dan ketuntasan klasikalnya 86,8%, dengan ndemikian pembelajaran pada siklus II tuntas. Dari Tabel 4.3 terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 4,0 untuk rata-rata hasil belajar IPA ketuntasan klasikalnya. dan 42,1% untuk

Respon Siswa Data respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif berbantuan kartu Refleksi terlihat pada lampiran 11. Distribusi respon siswa disajikan pada table berikut. Tabel 4.4 Distribusi Respon Siswa Kriteria Jumlah (orang) 80 R < 100 67 R < 80 53 R < 67 40 R < 53 R < 40 25 13 0 0 0 siswa Persentase (%) 64,1% 35,8% 0% 0% 0% Sangat positif Positif Cukup positif Kurang positif Sangat positif Kurang Kategori

Berdasarkan table 4.4, ada sebanyak 64,1% siswa yang memberikan respon sangat positif, dan sebanyak 35,8% siswa memberikan respon positif dan tidak ada siswa yang memberikan respon cukup positif, kurang positif, maupun sangat kurang positif

B. Analisis Hasil Pembelajaran Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I, rata-rata skor hasil belajar IPA sebesar 67,5 dengan kategori cukup/tuntas. Hasil itu menunjukkan telah memenuhi syarat sesuai yang diharapkan dalam penelitian ini. Namun secara klasikal ketuntasannya masih ada dibawah standar yang diharapkan, ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I hanya sebesar 44,7% masih lebih kecil dari

yang diharapkan sebesar 85%. Dari hasil refleksi pada siklus I, terdapat hambatanhambatan menyebabkan belum tercapainya hasil yang diharapkan, yaitu ; (1) Ada beberapa siswa yang belum sungguh-sungguh bekerja dalam kelompok. Dari hasil pengamatan dan wawancara, siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam kelompoknya masih ragu dan malu membimbing teman-temannya; (2) Pada saat menghadapi tes, masih banyak siswa yang kurang siap dan percaya diri dan hanya ad abeberapa siswa yang berani menanyakan permasalahan yang belum dipahami. Berdasarkan kendala-kendala/permasalahan yang dialami pada siklus I,maka pada siklus II dilakukan upaya untuk mengobati/memperbaiki kendala itu dengan cara; (1) Peneliti kembali memperbaiki kelompok agar lebih heterogen baik kemampuan akademis maupun jenis kelamin ,dan memotivasi agar anak yang lebih mampu tidak ragu dan malu-malu untuk membimbing temannya.Untuk lebih memotivasi pada siklus II peneliti memilih salah satu kelompok sebagai kelompok terbaik jika dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik dan tepat waktu. (2) Peneliti memberikan arahan agar siswa tidak malu dan takut bertanya baik pada guru maupun teman, jika ada permasalahan yang tidak dapat dipecahkan. Selain itu sebelum tes dimulai peneliti juga memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas . Dengan adanya perbaikankan kendala-kendala pada siklus I,

pembelajaran pada siklus II tampak lebih baik, aktif dan menyenangkan sehingga semua siswa kelihatan aktif dalam mencari penyelesaian lewat diskusi, hal ini berdampak pada hasil yang diperoleh. Rata-rata skor hasil belajar IPA meningkat dari67,5 dengan kategori cukup/tuntas pada siklus I menjadi sebsar 71,5 dengan kategori baik /terlampaui pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga

meningkat dari 47,7%(belum tuntas) pada siklus I menjadi sebesar 86,6%(tuntas) pada siklus II. Hasil analisis data respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu berada pada kategori sangat positif ( 82,7). Dilihat dari hasilnya, penelitian ini dapat dikatakan berhasil, karena dua butir kriteria keberhasilan dapat tercapai yaitu; (1) hasil belajar IPA selama penerapan model pembelajaran kooperatif memenuhi kriteria yang ditetapkan, Ketuntasan belajarnya meningkat dari belum tuntas menjadi tuntas. (2) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi dalam pembelajaran IPA mencapai kategori sangat positif. Keberhasilan yang diperoleh dalam penelitian ini disebabkan karena adanya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh model pembelajaran kooperatif, yaitu; (1) Peserta didik bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan belajar.(2)Timtim itu terdiri atas peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan tinggi. (3) Sistem reward-nya berorientasi kelompok maupun individu. refleksi dalam pembelajaran IPA

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembelajaran dan analisis hasil pembelajaran tersebut di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut; 5. Penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IXA SMP Negeri 4 Amlapura. 6. Respon siswa kelas IX-A SMP Negeri 4 Amlapura terhadap penerapan model pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar sangat positif.

B. Saran Beberapa saran yang dikemukakan terkait hasil pembelajaran yang

menggunakan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi dalam pembelajaran IPA adalah sebagaiberikut; 1. Bagi para guru IPA, disarankan untuk mencoba menggunakan model dalam pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi mengajar IPA, karena model ini terbukti dapat

meningkatkan hasil belajar. 2. Bagi pengelola pendidikan, disarankan agar hasil-hasil penelitian mengenai keberhasilan guru dalam pembelajaran disebarluaskan sehingga dapat bermanfaat dan dijadikan rereferensi bagi guru untuk menambah wawasan tentang model-model pembelajaran.

Lampiran 1 DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,S 1991.Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Depdiknas 2003a.Kurikulum Berbasis Kompetensi : Jakarta : Depdiknas. Depdiknas 2007 Rambu-rambu Penetapan Standar Ketuntasan Belajar Minimum :Dikmenum. Endang Sadbudhy,Nuryata,2010 Pembelajaran Masa Kini. Jakarta: Sekarmita. Karyana,Pande Putu 2010 Penelitian Tindakan Kelas(PTK) Disajikan dalam Rangka Kegiatan Pemberdayaan MGMP IPA : Karangasem. Nurkencan, Sunartatana, 1990. Evaluasi Hasil Belajar, Surabaya ; Usaha Nasional. Sadia I.W,2007 Pembelajaran Kontekstual (contextual Teaching And Learning) Disajikan dalam PTK Bagi Guru SMP: Klungkung. Sarya,I Gede 2007,Sistematika Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Disajikan dalam workshop PTK Guru Fisika, Karangasem.

Lampiran 2

KARTU REFLEKSI

Apabila anda sudah membaca atau mempelajari tentang kemagnetan dengan baik seharusnya kamu sudah bisa dan mengerti tentang hal-hal sebagai berikut; 1. Cara membuat magnet ada berapa? Dan jelaskan! 2. Garis gaya magnet dan medan magnet serta arah medan magnetnya. 3. Kemagnetan Bumi dan kutub-kutub magnet bumi 4. Medan magnet yang ditimbulkan arus listrik serta kutub-kutubnya. 5. Gaya Lorentz dan yang mempengaruhi Apabila ada materi yang belum kamu pahami tanyakan, pada temanmu dan gurumu. Setelah paham, maka pelajarilah bab selanjutnya!.

Lampiran 3

KARTU RFLEKSI

Apabila kamu sudah mempelajari tentang materi Induksi Elektro magnetic dengan baik ,seharusnya kamu sudah mengerti dan bisa menjelaskan tentang hal-hal sebagai berikut; 1. Cara membangkitkan GGL Induksi dan menjelaskannya. 2. Penerapan Induksi Elektromagnetik dan yang mempengaruhinya. 3. Menentukan Efisiensi Transsformator dan yang mempengaruhinya. Apabila masih ada materi yang belum kamu pahami dan belum bisa dimengerti, tanyakanlah pada teman yang sudah paham atau gurumu. Setelah paham, maka pelajarilah bab selanjutnya!.

Lampiran 4 Test Pencapaian Hasil Belajar Siklus I Waktu : 2 X 40 menit Jawablah dengan singkat dan jelas pertanyaan-pertanyaan dibawah ini! NO Pertanyaan pertanyaan soal Skor

1 2

Sebutkan 3 cara membuat magnet dan jelaskan! Gambarkanlah medan magnet berikut! b a S U S SSUU SU U U S

20

20

Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh elektromagnet!

20

Sebuah kawat panjangnya 10 m berada tegak lurus dalam medan magnet sebesar 60 tesla. Jika kuat arus listrik yang mengalir pada kawat 2 A ,tentukan besarnya Gaya Lorentz!

20

Tentukan arah medan magnet gambar berikut!

20

Lampiran 5 Test Pencapaian Hasil Belajar Siklus II Jawablah Pertanyaan dibawah ini dengan jelas dan singkat (Waktu 80 mnt) No 1 Pertanyaan Mengapa magnet yang digerakkan disekitar kumparan, pada kedua ujung kumparan dapat mengakibatkan ggl induksi? 2 3 Sebutkan lima cara menimbulkan ggl induksi Sebutkan 4 alat yang menerapkan induksi elektromagnetik 4 Sebutkan perbedaan antara trafo step up dengan trafo step donw 5 6 Sebutkan 3 faktor yang mempengruhi efisiensi trafo Sebutkan upaya yang dilakukan untuk membuat kualitas trafo tinggi 7 Tegangan sekunder trafo 330V dan perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder 1 : 3 . Tentukan tegangan primer trafo 8 Sebuah trafo tegangan primer dan sekundernya 220V dan 55V. Jika kuat arus primer 0,5 A dan kuat arus sekunder 1,5 , berapakah efisiensi trafo? 9 10 Bagaimanakah cara memperbesar arus induksi? Jelaskan perbedaan prinsip dari generator arus searah dengan generator arus ac 10 20 30 30 10 20 20 20 20 20 Skor

Lampiran 6 DAFTAR NAMA SISWA KELAS IXA SMP NEGERI 4 AMLAPURA TH 2010/2011 1. Ari Pratiwi Ni Made 2. Ari Putra I Ketut 3. Aridamayanti I Kadek 4. Astuti Ni luh 5. Ayu Purnamisari Julianti 6. Ayu Sukerni Ni Komang 7. Bagus Temen I Gusti 8. Dedy AstinaPutra I Kadek 9. Dewi Astriani Ni Wayan 10. Diah Paramita Putu 11. Dude Arimbawa I Komang 12. Eka Sekarini Ni Luh 13. Eny Sri Wahyuni Ni Komang 14. Juli Hermawan I Komang 15. Karsi Sanila I Gusti Ayu 16. Mertayasa I Wayan 17. Padmayasa I Putu 18. Ratih Nama Sari I Gusti Ayu 19. Ristawa I Made 20. Rumi Hendra Cahyani Ni Ny. 21. Sri Mahayuni Ni Putu 22. Suardana Putra I Komang 23. Sucitawati Ni Made 24. Sudarmawan I Ketut 25. Budiana I Nengah 26. Suendra I Gede 27. Sumiasih Ni Luh 28. Urip Astawa I Kadek 29. Wahyu Ariawan I Gede 30. Suartana I Nengah 31. Warnika I Wayan 32. Wendy Mertajaya I Nyoman 33. Wijaya I Made 34. Windu Julihartawan I Gede 35. Yana Saputra I Gede 36. Yuli wulandari Putu 37. Yulia Pratami Adnyani Ni Pt 38. Yuliantari Ni Luh

Lampiran 9 DATA HASIL BELAJAR SIKLUS II No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Hasil Pencapaian KKM/Hasil Belajar 80 75 75 70 85 80 70 85 70 75 70 70 75 65 80 75 70 70 75 70 Keterangan Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Rata-Rata

70 75 90 70 80 65 70 75 70 68 70 75 70 70 75 75 67 67 71,5

Baik Baik Sangat baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Cukup

Lampiran 8 DATA HASIL BELAJAR SIKLUS I No Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Data Hasi pencapaian KKM 65 75 67 67 65 75 70 70 75 60 65 70 65 70 65 50 70 70 75 60 Keterangan Cukup Baik Cukup Cukup Cukup Baik Baik Baik Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Cukup Kurang Baik Baik Baik Cukup

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Rata-Rata

70 60 65 70 65 70 70 60 70 65 75 65 70 65 70 65 65 65 67,5

Baik Cukup Cukup Baik Cukup Baik Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Cukup Cukup

Lampiran 10 ANGKET RESPON SISWA

Anda diminta memberikan tanggapan terhadap proses pembelajaran dengan menggunakan model belajar kooperatif dengan berbantuan kartu refleksi Petunjuk 1. Pada tabel berikut terdiri dari pernyataan-pernyataan yang terkait dengan proses pembelajaran. Berikanlah tanggapan kalian dengan memberikan tanda (x) pada kolom yang sesuai dengan pilihan kalian. 2. Angket ini tidak ada hubungannya dengan nilai raport atau hal-hal lain yang dapat merugikan kalian. Keterangan SS = Sangat setuju. setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju R = Ragu-ragu. STS = Sangat tidak

No 1 Konsep

PERNYATAAN Magnet dan Induksi

SS

TS

STS

Elektromagnetik Yang diajarkan dapat menambah wawasan pengetahuan pelajarana IPA saya khususnya dalam

No 2 Konsep

PERNYATAAN Magnet dan Induksi

SS

TS

STS

Elektromagnetik Yang diajarkan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. 3 Menurut saya,konsep magnet dan Induksi yang diajarkan terlalu banyak dan hanya menambah beban belajar. 4 Permasalahan yang diajukan diawal

pembelajaran memotivasi saya untuk untuk mengetahui tentang magnet dan induksi E 5 Dengan kartu refleksi saya lebih senang belajar IPA 6 Dengan kartu refleksi menambah motivasi dan semangat belajar saya 7 Dengan adanya kartu refleksi saya lebih diingatkan untuk belajar kembali 8 Dengan adanya kesempatan berdiskusi dapat membantu saya dalam menjawab permasalahan yang dihadapi 9 Pada kegiatan diskusi, saya termotivasi untuk mengemukakan gagasan/ide tentang materi yang diajarkan

No 10

PERNYATAAN Dengan adanya kegiatan praktikum yang disertai dengan kegiatan diskusi, saya lebih tertarik untuk mempelajari konsep-konsep IPA.

SS

TS

STS

11

Dengan

penerapan

pembelajaran

kooperatif berbantuan kartu refleksi saya tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran 12 Dengan adanya kegiatan praktikum,

hasilnya lebih lama dapat diingatkan. 13 Dengan adanya kegiatan praktikum yang disertai dengan kegiatan diskusi dapat meningkatkan aktifitas saya dalam proses pembelajaran 14 Dengan kegiatan praktikum yang disertai dengan diskusi kelompok ,materi ajar lebih mudah saya pahami. 15 Cara mengajar yang diterapkan tidak membuat saya bosan dan jenuh 16 Cara mengajar yang diterapkan dapat mengembangkan cara kerja kelompok

dalam kelas maupun dengan guru pengajar

No 17

PERNYATAAN Model pembelajaran yang diterapkan perlu dilanjutkan berikutnya Belajar dengan model kooperatif dapat pada pembelajaran IPA

SS

TS

STS

18 19

meningkatkan hasil belajar Belajar dengan model kooperatif

berbantuan kartu refleksi dapat lebih mudah untuk memahami materi ajar 20 Dengan penerapan model pembelajaran ini saya merasa lebih senang dan termotivasi

Lampiran 11 DATA RESPON SISWA No siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Skor 78 90 98 78 80 86 80 84 76 77 77 80 75 85 84 90 95 83 82 91 Keterangan Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Positif Positif Positif Sangat positif Positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Rata-Rata

76 78 78 74 76 80 86 81 91 94 82 80 75 77 78 80 90 92 82,7

Positif Sangat positif Sangat positif Positif Positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif Positif Positif Sanagt positif Sangat positif Sangat positif Sangat positif

Lampiran LEMBAR OBSERVASI DALAM SETIAP PEMBELAJARAN

Pertemuan ke : Hari/Tanggal : No 1 Kelompok I Permasalahan yang ditemukan

II

III

IV

VI

VII

VIII

ABSTRAKS

Dastra, I Nyoman,2011 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Model Pembelajaran Kooperative Berbantuan Kartu Refleksi Kata-Kata Kunci, Kooperatif, Kartu Refleksi, Hasil Belajar IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran cooperative berbantuan kartu refleksi dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model ini. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 4 Amlapura pada siswa kelas IXA. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri tahapantahapan; perencanaan, tindakan,observasi/evaluasi,dan refleksi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah; data hasil belajar IPA dan data respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi. Data mengenai hasil belajar IPA dikumpulkan dengan tes hasil belajar IPA, dan data respon siswa dikumpulkan dengan angket respon siswa. Data hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan mencari rata-ratanya dan digolongkan ke dalam klasifikasi sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang (untuk hasil belajar IPA) serta klasifikasi sngat positif, positif, cukup positif, kurang positif, dan sangat kurang positif (untuk respon siswa) Hasil penelitian ini adalah; terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar IPA dari 67,5 (siklus I) menjadi 71,5(siklus II) dan peningkatan ketuntasan klasikal dari tidak tuntas (44,7%) menjadi tuntas (86,8%). Respon siswa terhadap penerapan model ini adalah sangat positif (82,7). Sehubungan dengan hasil penelitian ini dapat dikategorikan berhasil, maka diajukan saran kepada guru-guru IPA untuk mencoba menggunakan model pembelajaran kooperatif berbantuan kartu refleksi sebagai model pembelajaran alternatif dalam mengajar IPA karena model ini sudah terbukti berhasil meningkatkan hasil belajar.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar 4.1 Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet Indikator 1. Menjelaskan pengertian magnet, bahan magnetik dan bahan non magnetik 2. Menunjukkan sifat kutub magnet 3. Berbagai cara membuat magnet dan cara menghilangkan sifat kemagnetan 4. Menggambarkan medan magnet dengan garis-garis gaya magnet. 5. Memaparkan teori kemagnetan bumi : SMP : IX (Sembilan)/1 : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

6. Menjelaskan sifat medan magnet secara kualitatif di sekitar kawat berarus listrik Alokasi waktu : 6 x 40 ( 3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian magnet, bahan magnetik dan bahan non magnetik 2. Menjelaskan sifat-sifat kutub magnet.

3. Menemukan cara membuat magnet. 4. Menjelaskan cara menghilangkan sifat kemagnetan benda magnet. 5. Menjelaskan pengertian medan magnet dan cara menggambarkan garisgaris gaya magnet. 6. Mendeskripsikan teori kemagnetan bumi. 7. Menjelaskan pengaruh medan magnet di sekitar kawat berarus listrik. B. Materi Pembelajaran: Gejala kemagnetan dan cara membuat magnet C. Metode Pembelajaran: 1. Model : - Direc Intruction (DI) - Kooperatif Learning (CL) 2. Metode: - Diskusi informasi - Eksperimen D. Langkah- langkah Kegiatan : 1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi - Apa yang terjadi jika dua kutub magnet saling didekatkan ? b. Kegiatan Inti Eksplorasi Guru membimbing siswa membentuk kelompok Guru menyuruh siswa untuk membaca buku paket bse hal.187 dan memberi lks untuk eksperimen.

Elaborasi 1. Siswa secara kelompok melakukan diskusi untuk menjelaskan

pengertian magnet, bahan magnetik dan bahan non magnetik. 2. Siswa melakukan diskusi hasil kajian pustaka dengan bimbingan guru. 3. Guru menyuruh seorang siswa melakukan demonstrasi percobaan

menentukan sifat magnet sesuai LKS. 4. Siswa melakukan diskusi kelompok tentang hasil demonstrasi dengan bimbingan guru. Konfirmasi Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya Siswa yang lain bersama guru memberikan konfirmasi tentang hasil presentasi Guru memberi penghargaan pada kelompok yang berhasil.

Kegiatan Penutup 1. Siswa membuat rangkuman dipandu oleh guru 2. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui daya serap materi yang dipelajari. 2. Pertemuan Kedua a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Bagimana cara membuat magnet ?

2. Prasyarat pengetahuan - Sifat-sifat kutub magnet

b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru. 2. Guru memberi petunjuk tentang cara kerja kegiatan lewat lks. Elaborasi Masing-masing kelompok melakukan eksperimen membuat magnet dengan cara menggosok, dialiri arus listrik dan dengan cara induksi. Masing-masing kelompok melakukan eksperimen cara menghilangkan sifat kemagnetan. Masing-masing kelompok melakukan percobaan medan magnet Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil eksperimen dengan bimbingan guru. Konfirmasi - Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerjanya didepan kelas - Siswa yang belum dapat giliran menanggapi hasil kerja yang disampaikan - Guru memberi pujian pada kelompok yang berhasil c. Kegiatan Penutup 1. Siswa membuat rangkuman dipandu oleh guru 2. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui daya serap materi yang dipelajari 3. Pertemuan Ketiga a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Mengapa jarum kompas selalu menunjuk arah utara selatan ?

2. Prasyarat pengetahuan - Sifat-sifat kutub magnet c. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru. 2. Siswa mendengar arahan guru tentang cara kerja kegiatan Elaborasi Masing-masing kemagnetan bumi. Masing-masing kelompok melakukan pengamatan tentang medan magnet di sekitar arus listrik( percobaan Oersted ) yang kelompok melakukan kajian pustaka tentang

didemonstrasikan guru lewat charta. Siswa mendiskusikan hasil eksperimen dalam bimbingan guru.

Konfirmasi Setiap kelompok menyampaikan hasil kerjanya didepan kelas Siswa lain bersama guru member konfirmasi tentang hasil kerja kelompok c. Kegiatan Penutup 1. Siswa membuat rangkuman di bantu oleh guru 2. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui daya serap materi yang dipelajari E. Sumber Belajar a. Buku Fisika kelas IX bse magnet batang, statif dan benang nilon, serbuk besi, sumber tegangan, palu, api.

b. Buku Referensi c. Alat-alat : magnet batang, statif dan benang nilon, serbuk besi, sumber tegangan,palu, api. F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik penilaian: Tes tertulis Tes Unjuk Kerja

b. Bentuk instrumen: Uraian dan pilihan ganda

c. Contoh instrumen: Contoh soal uraian : 1. Jelaskan pengertian bahan feromagnetik dab berilah 3 contohnya! 2. Apa yang akan terjadi jika dua kutub magnet yang senama didekatkan ? 3. Jelaskan tiga cara membuat magnet ! 4. Dari hasil percobaan,sebutkan tiga hal penting tentang garis-garis gaya magnet ! 5. Jelaskan pengertian sudut deklinasi dan sudut inklinasi ! 6. Berilah kesimpulan percobaan Oersted ! Contoh soal pilihan ganda : Magnet jarum berubah kedudukannya sewaktu arus listrik mengalir pada kawat penghantar. Hal ini membuktikan bahwa .... a. arus listrik menimbulkan medan magnet b. penghantar berarus listrik menjadi magnet c. di sekitar penghantar terjadi magnet elementer

d. penghantar berarus listrik menjadi elektromagnet Lebih lanjut lihat Uji Kompetensi buku paket bse hal 203

Soal Uji Petik Kerja Rubrik : No Kegiatan 1 1 2 3 4 Cara merangkai alat Kerja sama dalam kelompok Menanggapi jawaban kelompok lain Menarik kesimpulan percobaan Skor 2 3 4

Skor maksimum = 16 Berilah tanda cek (V) pada kolom skor 1, 2, 3, dan 4, dengan ketentuan: 1 : kurang 2 : sedang 3 : baik 4 : sangat baik

Mengetahui, Kepala SMP N 4 Amlapura.

Amlapura 1 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

I Wayan Gede Suastika SPd NIP 196208201983011004

I Nyoman Dastra SPd NIP196611301990021003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar 4.2 Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi. Indikator 7. Menjelaskan cara kerja bel listrik, relai, telepon 8. Menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari 9. Menyadari pentingnya pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi Alokasi waktu : 2 x 40 ( 2 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat : 8. Menjelaskan bagian-bagian penting dan cara kerja bel listrik. 9. Menjelaskan bagian-bagian penting dan cara kerja relai. 10. Menjelaskan bagian-bagian penting dan cara kerja telepon. 11. Menjelaskan bagian-bagian penting dan cara kerja motor listrik 12. Menjelaskan bagian-bagian penting dan cara kerja alat ukur listrik : SMP : IX (Sembilan)/1 : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) Fisika.

13. Menjelaskan teknologi.

pentingnya

pemanfaatan

kemagnetan

dalam

produk

B. Materi Pembelajaran: Pemanfaatan kemagnetan. C. Metode Pembelajaran: 1. Model : 2. Metode: - Kooperatif Learning (CL) - Diskusi informasi

D. Langkah- langkah Kegiatan : 1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Bagaimana cara kerja bel listrik ?

2. Prasyarat pengetahuan : Prinsip elektromagnet

b. Kegiatan Inti Eksplorasi Siswa dibimbing guru membentuk kelompok Siswa mendengar arahan guru tenteng kegiatan selanjutnya Siswa melakukan kajian pustaka untuk menjelaskan bagian-bagian penting dari bel listrik, relai dan telepon. Elaborasi 5. Siswa melakukan diskusi hasil kajian pustaka dengan bimbingan guru.

6. Guru

membimbing

kelompok-kelompok

dan

membantu

permasalahan yang dialami Konfirmasi -Siswa secara bergilir mempresentasikan hasil kerjanya -Siswa yang lain menanggapi hasil kerja kelompok -Guru memberi penghargaan pada semua anak yang berhasil c. Kegiatan Penutup 1. Guru membimbing siswa membuat rangkuman 2. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui daya serap materi yang dipelajari. 2. Pertemuan Kedua c. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Bagimana cara kerja motor listrik ?

3. Prasyarat pengetahuan - Gaya Lorentz. d. Kegiatan Inti Eksplorasi Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru Siswa mendengar penjelasan guru tentang jalannya kegiatan Siswa melakukan kajian pustaka untuk menjelaskan bagian-bagian penting dari motor listrik dan alat ukur listrik. Elaborasi 1. Siswa melakukan diskusi hasil kajian pustaka dengan bimbingan guru.

2. Siswa dibantu guru untuk mendalami tentang motor dan alat ukur listrik Konfirmasi - Siswa menyampaikan hasil kerja kelompok didepan kelas - Guru dan siswa lain memberikan konfirmasi hasil kerja kelompok c. Kegiatan Penutup 3. Guru membimbing siswa membuat rangkuman 4. Siswa mengerjakan tes untuk mengetahui daya serap materi yang dipelajari 5. Guru memberi tugas siswa untuk mengidentifikasi peralatan dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan prinsip kemagnetan. E. Sumber Belajar a. Buku Fisika kelas IX bse b. Buku Referensi c. Alat-alat : bel listrik,baterai, magnet U, aluminium foil, saklar,motor listrik, alat ukur listrik F. Penilaian Hasil Belajar d. Teknik penilaian: Tes tertulis

e. Bentuk instrumen: Uraian dan pilihan ganda

f. Contoh instrumen: Contoh soal uraian : 1. Sebutkan bagian-bagian penting dan prinsip kerja bel listrik !

2. Sebutkan penggunaan prinsip gaya Lorentz pada alat listrik dalam kehidupan sehari-hari ! 3. Identifikasikan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan prinsip kemagnetan! Contoh soal pilihan ganda : Alat listrik berikut ini yang menggunakan prinsip gaya Lorentz adalah .... a. relai b. telepon c. motor listrik d. bel listrik Lebih lanjut lihat uji kompetensi buku pakat bse hal. 203

Mengetahui, Kepala SMP N 4 Amlapura

Amlapura 1 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran IPA

I Wayan Gede Suastika SPd NIP 196208201983021004

I Nyoman Dastra SPd NIP 196611301990021003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS II Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Kompetensi Dasar 4.3. Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik Indikator 1. Menjelaskan terjadinya gaya gerak listrik induksi 2. Menjelaskan prinsip kerja generator DC, generator AC dan dinamo sepeda. 3. Menjelaskan secara kualitatif prinsip kerja transformator dan persamaan sederhana. 4. Menjelaskan transmisi daya listrik jarak jauh. Alokasi waktu : 6 x 40 ( 3 x pertemuan ) A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat : 1. Menjelaskan pengertian induksi elektromagnetik : SMP : IX (Sembilan)/1 : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)-Fisika

2. Menjelaskan syarat agar terjadi ggl induksi pada sebuah kumparan 3. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya ggl induksi

4. Menyebutkan bagian-bagian penting generator arus searah( DC ) 5. Menjelaskan cara kerja generator DC 6. Menyebutkan bagian-bagian penting generator arus bolak balik( AC ) 7. Menjelaskan cara kerja generator AC 8. Menyebutkan bagian-bagian penting dinamo sepeda 9. Menjelaskan cara kerja dinamo sepeda 10. Menyebutkan perbedaan utama generator AC dan generator DC 11. Menjelaskan prinsip kerja sederhana transformator 12. Membedakan transformator step-up dan step-down 13. Menggunakan persamaan perbandingan lilitan dan tegangan pada trafo untuk menyelesaikan soal sederhana 14. Menjelaskan transmisi daya listrik jarak jauh. B. Materi Pembelajaran: Induksi Elektromegnetik C. Metode Pembelajaran: 1. Model : - Direc Intruction (DI) - Kooperatif Learning (CL) 2. Metode: - Diskusi Informasi - Eksperimen/ Demonstrasi D. Langkah- langkah Kegiatan : 1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi

Apakah yang akan terjadi jika jumlah garis-garis gaya magnet mengalami perubahan terus-menerus ?

2. Prasyarat pengetahuan Apa kesimpulan percobaan Oersted?

3. Pra eksperimen: Mengenal galvanometer

b. Kegiatan Inti Eksplorasi a. Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru. b. Siswa mendengar arahan guru tentang kegiatan selanjutnya Elaborasi Masing-masing kelompok melakukan pengamatan tentang demonstrasi yang dilakukan guru tentang induksi. masing-masing kelompok melakukan diskusi di dalam kelompok.

Konfirmasi Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi

kelompok melalui diskusi kelas. Guru bersama siswa lain member konfirmasi hasil kerja kelompok Guru member penghargaan pada kelompok yang berhasil

c. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa membuat kesimpulan b.Guru memberi penghargaan pada setiap kelompok berdasarkan kinerjanya

2. Pertemuan kedua e. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Berasal dari mana sumber energi untuk menyalakan lampu pada sebuah sepeda 2. Prasyarat pengetahuan Sebutkan cara-cara menimbulkan ggl induksi pada sebuah kumparan f. Kegiatan Inti Eksplorasi Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru Siswa melakukan arahan guru tentang jalannya kegiatan Siswa melakukan kajian pustaka mengenai bagian-bagian penting ,skema dan cara kerja generator AC, generator DC dan dinamo sepeda Elaborasi Guru dan siswa mendiskusikan hasil kajian pustaka materi yang dipelajari Guru membimbing setiap kelompok untuk mencari materi yang berhubungan dengan generator Konfirmasi Secara bergilir setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi Guru member pujian pada semua anak yang berhasil.

g. Kegiatan Penutup 1. Guru memberi penguatan pada bagian-bagian yang penting.

2. Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap siswa 3. Pertemuan ketiga a. Kegiatan pendahuluan 1. Motivasi dan apersepsi Dapatkah terjadi induksi pada kumparan yang di dekatkan dengan kumparan lain yang mempunyai arus berubah-ubah ? 2. Prasyarat pengetahuan Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan elektromagnet ! Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya ggl induksi !

b. Kegiatan Inti Eksplorasi 1. Siswa membentuk kelompok dengan bimbingan guru 2. Siswa melakukan kajian pustaka kemudian mendiskusikan pengertian transformator Elaborasi Dari data tentang jumlah lilitan kumparan primer, jumlah lilitan kumparan sekunder, tegangan primer dan tegangan sekunder siswa berdiskusi untuk menemukan hubungan antara Np, Ns, Vp, dan Vs. Konfirmasi Kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas, guru dan kelompok yang tidak presentasi memperhatikan dan menanggapi hasil presentasi Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan tentang hubungan antara Np, Ns, Vp, dan Vs

Siswa memperhatikan contoh penyelesaian soal dengan menggunakan hubungan antara Np, Ns, Vp, dan Vs

* Siswa dan guru melakukan diskusi informasi mengenai transmisi listrik jarak jauh. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan tes untuk mengetahui daya serap siswa Siswa mencatat tugas rumah

E. Sumber Belajar a. Buku Fisika kelas IX bse b. Alat-alat praktikum : galvanometer, magnet batang, kumparan kawat. c. Buku Referensi F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik penilaian: Tes tertulis Tes unjuk kerja

b. Bentuk instrumen: Pilihan Ganda Uraian Uji petik, kerja, prosedur

c. Contoh instrumen: Pilihan Ganda 1. Dalam melakukan transmisi daya listrik melalui jarak jauh sebaiknya menggunakan .... a. tegangan tinggi

b. tegangan rendah c. daya yang besar d. kuat arus besar 2. Perbedaan generator AC dan generator DC terletak pada .... a. adanya sikat b. adanya cincin luncur c. adanya magnet tetap d. jumlah lilitan kumparan Contoh soal uraian: 1. Apa yang akan terjadi pada jarum galvanometer jika kutub utara magnet dikeluar masukkan ke dalam kumparan ? 2. Apa yang dimaksud dengan trafo? Sebutkan jenis-jenis trafo !

Lebih lanjut lihat uji kompetensi buku paket bse hal 223. Tes Unjuk Kerja : Uji Petik Kerja Prosedur Lakukan percobaan untuk mengamati timbulnya arus listrik di dalam medan magnet. ( Eksperimen 6.1 hal 152 buku Fisika IX penerbit Yudistira)

Rubrik Uji Petik Kerja Produk : No. 1. 2. 3. 4. Aspek Menyusun alat percobaan dengan benar Melakukan kegiatan dengan prosedur yang benar Memperoleh data dengan benar Membuat kesimpulan dengan benar Jumlah skor Skor 3 2 2 3 10

Nilai = jumlah skor yang diperoleh. Mengetahui, Kepala SMP N 4 Amlapura Amlapura 1 Juli 2010 Guru Mata Pelajaran

I Wayan Gede Suastika SPd NIP 196208201983011004

I Nyoman Dastra SPd NIP 196611301990021003

LKS 4.1.1 Materi Pelajaran Tujuan Alat dan bahan paku kecil Cara Kerja : : Kemagnetan dan cara membuat magnet : Mengetahui cara membuat magnet ; Magnet tetap, benda magnetik,baterai, kawat berisolasi dan

1.Gosoklah besi paku dengan magnet tetap kesatu arah ! Dan dekatkan paku kecil pada paku Paku yang sudah digosok, amati apa yang terjadi ? 1. Ambil magnet tetap dan dekati dengan paku besar ! ,Kemudian paku besar dekati dengan paku kecil , amati apa yang terjadi ? 2. Rangkailah alat seperti pada gambar !

4.Dekati salah satu ujungnya dengan benda magnetik ,amati apa yang terjadi? Pertanyaan 1.Ada berapa cara membuat magnet? 2.jelaskan masing-masing cara membuat magnet?

LKS 4.1.2 Materi Pelajaran Tujuan Alat dan bahan : Kemagnetan dan cara membuat magnet : Mengetahui interaksi antar kutub magnet : Magnet batang, benang, spidol dan statif

Cara Kerja 1.Ikat magnet ditengah-tengah dan gantungkan pada statif! 2.Setelah seimbang dekati kutub magnet dengan kutub magnet sejenis yang lain 3. Amati keadaan magnet 4. Ulangi cara kerja nomor 2 dan 3 ,tetapi menggunakan kutub magnet yang berlainan jenis Gambar

Pertanyaan 1. Apa yang terjadi jika kutub sejenis didekatkan? 2. Apa yang terjadi jika kutub berlainan jenis didekatkan? 3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan itu pada buku kerjamu!

LKS 4.1.3 Materi Pelajaran : Medan magnet Tujuan Alat dan bahan Cara Kerja : Mengamati medan magnet : Magnet batang 2 buah, serbuk besi dan kertas tipis 1. Taruh magnet diatas meja ,tutup dengan kertas dan

taburkan serbuk besi Diatas kertas secara merata 2. Getarkan kertas secara perlahan , amati apa yang terjadi? 3.Lakukan kegiatan 1 dan 2 dengan cara mengganti magnet,baik dengan Satu magnet maupun dua magnet yang kutubnya sama dan berbeda. 4. Catat semua hasil pengamatanmu pada kertas kerjamu!

Pertanyaan 1. Dimanakah kelihatan serbuk besi paling padat? 2. Bagaimanakah pola serbuk besi ketika dua buah kutub senama saling berdekatan? 3. Bagaimanakah pola serbuk besi ketika kutub belainan berdekatan?

LKS 4.3.1 Materi Pelajaran Tujuan magnet Alat dan bahan kabel Cara Kerja 1. Rangkailah alat seperti gambar 2.Gerakkan kutub U magnet batang keluar masuk pada kumpaan dan amati jarum Galvanometer! 3.Gerakkan kutub S magnet keluar masuk kumparan, amati jarum galvano meter! 4. Diamkan magnet dalam kumparan dan amati jarum galvanometer Pertanyaan 1.Bagaimanakah gerak Jarum galvanometer pada saat a. Kutub U digerakkan b. Kutub S digerakkan c. Magnet diam didalam kumparan 2. Menunjukkan hal apakah gerak jarum galvano meter? 3. Diskusikan dan simpulkanlah hasil pengamatanmua! Gambar : Kumparan 500 lilitan ,Galvanometer, Magnet batang dan : Induksi Elektromagnetik : Mengamati terjadinya arus listrik yang ditimbulkan sebuah

LKS 4.3.2 Materi Pelajaran Tujuan Alat dan bahan bataang dan kabel Cara Kerja 1. Rangkailah kumparan 500 lilitan dengan galvano meter hingga membentuk rangkaian tertutup 2.Gerakkan magnet keluar masuk kumparan 500 dan amati jarum galvanometer 3.Gerakkan magnet dengan cepat dan amati jarum galvanometer 4. Gunakan 2 magnet batang dengan cara 2 5.Ganti kumparan 500 dengan 1200 dan lakukan cara 2 6. Catat hasil pengamatan dalam buku kerja Pertanyaaan 1.Pada kegiatan itu bila mana simpangan jarum galvanometer terbesar? 2.Faktor2 apa saja yang mempengaruhi besar GGL induksi? 3.Diskusikan hasil pengamatanmu, dan buatlah kesimpulan! : Induksi Elektromagnetik : Menyelidiki faktor yang mempengaruhi besar GGL induksi : Kumparan 500 dan 1200 lilitan, Galvanometer, dua magnet

LKS 4.3.3 Materi pelajaran Tujuan Alat dan bahan : Induksi Elektromagnetik : Mengetahui prinsip kerja transformator : Inti besi, Voltmeter, Kertas, Penghantar dan Catu Daya

Cara Kerja 1. Lilitkan penghantar pada inti besi 2.Tutuplah lilitan pada inti besi dengan kertas.Selanjutnya lilitkan penghantar pada Gulungan kertas seperti gambar 3.Pasangkanlah rangkaian tersebut pada catu daya 4.Amatilah jarum pada voltmeter Gambar

Pertanyaan 1. Bagaimanakah jarum penunjuk pada voltmeter? Mengapa demikian? 2. Catatlah kesimpulanmu dibuku kerjamu!