Anda di halaman 1dari 11

NAMA : APALAH PENTING SEBUAH NAMA

NPM : 0915031082
TUGAS RESUME SP RANGKAIAN LISTRIK 1

TEOREMA SUPERPOSISI, THEVENIN DAN NORTON

1. Teorema Superposisi

Teorema superposisi digunakan untuk menganalisa rangkaian yang terdiri dari beberapa
sumber dan tahanan. Sumber dapat berupa tegangan atau sumber arus. Teorema superposisi
memudahkan menentukan arus pada suatu cabang dengan menganggap sumber bekerja satu
per satu. Arus total pada cabang tersebut merupakan jumlah aljabar dari arus tiap-tiap sumber
dengan memperhatikan arah arus.
Apabila mengerjakan satu sumber, maka sumber yang lain dihubung singkat (untuk sumber
tegangan) dan dihubung terbuka untuk sumber arus. Untuk lebih jelasnya perhatikan
rangkaian pada Gambar 1 di bawah ini.


Gambar 1. Rangkaian dengan Dua Sumber

Untuk menghitung arus pada

dapat dilakukan dengan menghitung arus yang disebabkan

dan

secara bergantian kemudian dijumlahkan .



Langkah langkah menghitung arus pada

adalah sebagai berikut :


1. Arus oleh sumber tegangan

adalah

, rangkaian ekivalen seperti Gambar 2



Gambar 2. Rangkaian Ekivalen

Dalam hal ini

dihubung singkat.



2. Menghitung arus oleh sumber tegangan

dihubung singkat maka


rangkaian ekivalen sebagai berikut (Gambar 3) :

Gambar 3. Sumber Tegangan

Dihubung Singkat.



3. Arus yang mengalir pada

yaitu merupakan jumlah dari

dan

karena
arahnya sama.





Contoh penggunaan terorema superposisi
Soal :

Penyelesaian :

() dengan dan

() dengan dan

() dengan

dan

() dengan dan











2. Teorema Thevenin
Jika suatu rangkaian aktif, linier dan resistif yang mengandung satu atau lebih sumber
tegangan atau sumber arus dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan dan sebuah tahanan
yang diseri menggunakan teorema thevenin / norton, perhatikan Gambar 4.

Gambar 4. Rangkaian Dengan Sumber Tegangan Pengganti

disebut tegangan pengganti Thevenin,

disebut tahanan pengganti Thevenin. Sebagai


contoh perhatikan rangkaian pada Gambar 5 di bawah ini.


Gambar 5. Rangkaian dengan R Pengganti
Untuk menghitung

beban

dilepas, tegangan antara a dan b tanpa

merupakan
tegangan

. (perhatikan Gambar 6)





Gambar 6. Rangkaian Untuk Menghitung



Untuk menghitung

dengan mencari tahanan antara a dan b (dengan sumber tegangan


dihubung singkat) Hal ini dapat diperjelas dengan melihat Gambar 7 di bawah ini.


Gambar 7.
Menghitung

Dengan Sumber Tegangan Dihubung Singkat




Metode untuk mendapatkan Rangkaian Pengganti Thevenin :
No. Jenis Rangkaian Metode penyelesaian
1. Sumber bebas dan resistor a. Cari

dengan menonaktifkan semua sumber,


ganti sumber arus dengan hubung terbuka dan
sumber tegangan dengan hubung singkat dan
dilihat dari terminal ab
b. Cari

, yaitu tegangan pada terminal ab saat


terminal ab hubung terbuka (dengan semua
sumber aktif)
2. Sumber bebas dan sumber tak
bebas, dan resistor
a. Cari

, yaitu tegangan pada terminal ab saat


terminal ab hubung terbuka
b. Cari

, yaitu arus hubung singkat yang mengalir


pada terminal ab saat terminal ab dihubung singkat
c.


3. Sumber tak bebas, dan
resistor (tidak ada sumber
bebas)
a. Tentukan


b. Hubungkan sumber arus 1A pada terminal a-b dan
tentukan


c.



Contoh soal Tegangan thevenin yang dihitung dengan metode loop
Pada rangkaian di bawah ini hitung:
a. Rangkaian setara Thevenin antara titik a dan b.
b. Bila pada keluaran di pasang hambatan beban 5, tentukan besar jatuh tegangan.
c. Tentukan besar hambatan beban agar arus yang mengalir 0,2 mA.


Jawaban :


A. Loop 1

E
1
+ I
1
R
1
+ I
3
(R
2
+ R
3
)= 0
10 + 5 I
1
+ 5 I
3
= 0
10 + 5 I
1
+ 5 ( I
1
+I
2
) = 0
10 + 5 I
1
+ 5 I
1
+ 5 I
2
= 0
10 + 10 I
1
+ 5 I
2
= 0 ..
Loop 2
-E
2
+ I
2
R
4
+ I
3
(R
2
+R
3
) = 0
-5 + 15 I
2
+ 5 I
3
= 0
-5 + 15 I
2
+ 5 I
1
+ 5 I
2
= 0
-5 + 5 I
1
+ 20 I
2
= 0 .

Eliminasi antara dan
10 I
1
+ 5I
2
= -10 X 1 10 I
1
+ 5 I
2
= -10
5 I
1
+ 20 I
2
= 5 - X 2 10 I
1
+ 40 I
2
= 10 -
-35 I
2
= -20
I
2
= 0.57 A
10 I
1
+ 5 I
2
= - 10
10 I
1
+ 5 (20/35 ) = -10
10 I
1
= - 10 - 20/7
10 I
1
= - 12,8
I
1
= 1,28 A (-)

Mensubstitusikan I
1
dan I
2
untuk mendapatkan I
3

I
3
= I
1
+ I
2

I
3
= 1,28 + 0,57
I
3
= 1.86 A

Tegangan Thevenin (V
TH
) = V
AB

= I
3
.R
3

= 1,86 . 2 = 3,72 volt

Hambatan Thevenin ( R
TH
)
R
TH
= ((R
1
//R
4
)+R
2
)//R
3

= (3,75+3) // 2
= 6,75//2
= 1,543
B. Besar jatuh tegangan bila pada keluaran di pasang hambatan beban 5
V = (rth/(rth+rl)) .V
TH

= (1,543/(1,543+5)) 3,72
= (1.543/6.543) 3.72
= 0,877 V

C. Besar hambatan beban agar arus yang mengalir 0,2 mA
I = V
TH
/
(rth+rl)

0,2 X 10
-3
= 3.72/(1.543+5)
1,543 + R
L
= 0,2 X 10
-3
/3.72
1,543 + R
L
= 18600
R
L
= 18598,457


3. Teorema Norton

Suatu rangkaian aktif, linier dan reisistif yang mengandung satu atau lebih sumber tegangan
atau sumber arus dapat diganti dengan sebuah sumber arus dan sebuah tahanan yang diparalel
dengan sumber arus.
Untuk menghitung sumber arus beban dilepas lalu dicari arus hubung singkat. Sedangkan
untuk menghitung tahanan pengganti caranya sama dengan mencari tahanan pengganti
Thevenin. Antara teorema Thevenin dan Norton mempunyai hubungan yang sangat erat. Jika
rangkaian pengganti Thevenin sudah dihitung maka rangkaian pengganti Norton mudah
ditentukan. Misalnya rangkaian pengganti Thevenin di atas diganti Norton menjadi seperti
Gambar 8 berikut ini.




Gambar 8. Gambar Ekivalen Teorema Norton
Metode untuk mendapatkan Rangkaian Pengganti Norton :
No Jenis Rangkaian Metode Penyelesaian
1. Sumber bebas dan resistor a. Cari Rth dengan menonaktifkan semua
sumber, ganti sumber arus dengan hubung
terbuka dan sumber tegangan dengan
hubung singkat, dan dilihat dari terminal
ab
b. Cari Isc , yaitu arus yang mengalir pada
terminal ab saat terminal ab hubung
singkat (dengan semua sumber aktif)
2. Sumber bebas dan Sumber
tak bebas , dan resistor
a. Cari I
sc
, yaitu arus hubung singkat yang
mengalir pada terminal ab saat terminal ab
dihubung singkat
b. Cari V
OC
, yaitu tegangan pada terminal ab
saat terminal ab hubung terbuka
c. R
th
= V
oc
/ I
sc

3. Sumber tak bebas , dan
resistor (tidak ada sumber
bebas)
a. Tentukan I
sC
= 0
b. Hubungkan sumber arus 1 A pada terminal
a-b dan tentukan V
ab

c. R
th
= V
ab
/ 1

Besar tegangan hubung terbuka (V
OC
) pada rangkaian Thevenin dan arus hubung singkat
(I
sC
) pada rangkaian Norton memenuhi persamaan:
th sc oc
R I V . =





Contoh soal :
Dit : Rangkaian Pengganti Norton = ....
Penyelesaian :
2A
6O
9O
10O
8V 4O 20V
a
b
SC
I
sc
=I
4O

Pada saat terminal ab hubung-singkat, arus yang mengalir pada terminal ab (I
SC
) sama
dengan arus yang mengalir pada resistor 4 O :
A I I
A I I
I I
SC
SC
SC
4 , 2
2 72 , 0 32 , 0

4
10 ) 6 9 (
10 ). 6 9 (
20

4 10
10
). 2 .(
10 4
10 . 4
6 9
9
4 10
10
.
10 4
10 . 4
6 9
8
4
4
4
= =
= =
|
|
|
|
.
|

\
|
+
+ +
+
+
(
(

+
+ +
+
(
(

+
+
+ +
= =
O
O
O

Resistansi Norton sama dengan nilai resistansi Thevenin, R
TH
= 10 O
Rangkaian pengganti Norton :
2,4A
a
b
10O