Anda di halaman 1dari 12

HERNIA A. Epidemiologi Hernia terdapat 6 kali lebih banyak pada pria dibandingkan wanita.

Pada pria, 97 % dari hernia terjadi di daerah inguinalis, 2 % sebagai hernia femoralis dan % sebagai hernia umbili!alis . Pada wanita "ariasinya berbeda, yaitu #$ % terjadi pada daerah inguinalis, %& % pada !analis femoralis dan 6 % pada umbili!us. 'empat umum hernia adalah lipat paha, umbilikus, linea alba, garis semilunaris dari (piegel, diafragma, dan insisi bedah. 'empat herniasi lain yang sebanding tetapi sangat jarang adalah perineum, segitiga lumbal superior dari )rynfelt, segitiga lumbal inferior dari Petit, dan foramen obturator serta skiatika dari pel"is.

Tabel 1. Frekuensi relatif Hernia abdominal external 3 Tipe Hernia Insidens ( *pigastri! +mbili!al % ,nsisional $ ,nguinal 7.emoral 7 /ain0lain 1jarang2 !

A. "efinisi 0 0 0 3dalah suatu benjolan4penonjolan isi perut dari rongga normal melalui lubang kongenital atau didapat. 3dalah penonjolan usus melalui lubang abdomen atau lemahnya area dinding abdomen 1%2. Is the abnormal protrusion of an organ, tissue, of part of an organ through the structure that normally cotains it 1 2. 5ari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hernia adalah penonjolan dari isi perut dalam rongga normal melalui lubang yang kongenital ataupun didapat. #lasifikasi 67enurut lokalisasi .Hernia ,nguinalis 0 0 0 0 0 ,ndirek8 batang usus melewati !in!in abdomen dan mengikuti saluran spermamasuk ke dalam kanalis inguinalis 5irek8 batang usus melewati dinding inguinalis bagian posterior Hernia yang melalui diafragma 9atang usus melewati !in!in umbili!al 9atang usus melewati femoral ke bawah ke dalam kanalis femoralis #. Hernia (!rotalis9atang usus yang masuk ke dalam kantong skrotum 6Hernia insisi menurut sifatnya 2 Hernia :eponibel,si hernia dapat keluar masuk, usus keluar jika mengedan, dan masuk jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri4gejala 22 Hernia ,reponibel ;antong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga, ini disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneal 2. Hernia 5iafragma %. Hernia +mbilikal &. Hernia .emoralis

%2 Hernia ,nkaserada4Hernia (tragulata ,si hernia terjepit oleh !in!in hernia4terperangkap, tidak dapat kembali ke dalamrongga perut $. Etiologi Hernia dapat terjadi karena lubang embrional yang tidak menutup atau melebar, atau akibat tekanan rongga perut yang meninggi Hernia congenital 0 Pro!essus "aginalis peritoneum persisten 0 'estis tidak sampai s!rotum, sehingga pro!essus tetap terbuka 0 Penurunan baru terjadi 02 hari sebelum kelahiran, sehingga pro!essus belum sempat menutup dan pada waktu dilahirkan masih tetap terbuka 0 Predileksi tempat8 sisi kanan karena testis kanan mengalami desensus setelah kiri terlebih dahulu 0 5apat timbul pada masa bayi atau sesudah dewasa 0 Hernia indire!t pada bayi berhubungan dengan !ripto!ismus dan hidro!ele Hernia didapat: 3da faktor predisposisi 0 ;elemahan struktur aponeurosis dan fas!ia tran"ersa 0 Pada orang tua karena degenerasi4atropi .aktor predisposisi8 0 'ekanan intra abdomen meningkat 0 Pekerjaan mengangkat benda0benda berat 0 9atuk kronik 0 )angguan 939, missal struktur ani, feses keras 0 )angguan 93;, mis8 9PH, "eskolitiasis 0 (ering melahirkan8 hernia femoralis %. &atofisiologi Hernia inguinalis indireksa sebagian besar mempunyai dasar kangenital karena penonjolan dari prossesus "aginalis peritonei atau penonjolan peritoneum yang disebabkan oleh penurunan testis yang menarik peritoneum ke daerah skrotum.

Pada bayi yang sudah lahir, umumnya prossesus ini telah mengalami abliterasi sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui knalis tersegut. 9ila prosseus terbuka terus 1karena tidak mengalami obliterasi2, akan timbul hernia inguinalis lateralis longenital. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup, namun karena men!iptakan lokus minoris resistensie maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intra abdominal meningkat, kanal tersebut dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateralis akuisita. (etiap kondisi yang menyebabkan tekanan intra abdominal memegang peranan untuk timbulnya dan membesarnya hernia.

&at'(a)s

Proses "aginalis peritonei

)agal abliterasi (ebagian terbuka Hidrokel Hernioraphy )angguan aliran darah 'erputusnya kontraktilitas jaringan 7untah hijau =ln masuk kuman nyeri Potensial infeksi <yeri 3bdomen lambung )angguan pasase segmen usus yang terjepit 'erbuka terus H. inguinalis 1terjadi jepitan oleh anulus inguinalis2

,ntoleransi aktifitas

$. Tanda dan *e+ala +mumnya penderita menyatakan turun berok, burut atau kelingsir atau menyatakan adanya benjolan di selakanganya4kemaluan.bnjolan itu bisa menge!il atau menghilang, dan bila menangis mengejan waktu defekasi4miksi, mengangkat benda berat

akan timbul kembali. 5apat pula ditemukan rasa nyeri pada benjolan atau gejala muntah dan mual bila telah ada komplikasi. ". &emeriksaan &enun+ang a. b. Pemeriksaan diameter anulus inguinalis (inar > abdomen menunjukkan abnormalnya kadar gas dalam usus4 obstruksi usus.

!. Hitung darah lengkap dan serum elektrolit dapat menunjukkan hemokonsentrasi 1 peningkatan hematokrit 2, peningkatan sel darah putih dan ketidakseimbangan elektrolit. E. #omplikasi . 'erjadi perlengketan pada isi hernia dengan dinding kantong hernia tidak dapat dimasukkan lagi 2. 'erjadi penekanan pada dinding hernia akibat makin banyaknya usus yang rusak %. Pada strangulasi nyeri yang timbul lebih hebat dan kontinue menyebabkan daerah benjolan merah %. &enatalaksanaan 0 0 Pada hernia inguinalis lateralis reponibilis maka dilakukan tindakan bedah efektif karena ditakutkan terjadi komplikasi. Pada yang ireponibilis, maka diusahakan agar isi hernia dapat dimasukkan kembali. Pasien istirahat baring dan dipuasakan atau mendapat diit halus. 5ilakukan tekanan yang kontinyu pada benjolan misalnya dengan bantal pasir. 9aik juga dilakukan kompres es untuk mengurangi pembengkakan. /akukan usaha ini berulang0ulang sehingga isi hernia masuk untuk kemudian dilakukan bedah efektif di kemudian hari atau menjadi inkarserasi. 0 Pada inkerserasi dan strangulasi maka perlu dilakukan bedah darurat. 'indakan bedah pada hernia ini disebut herniotomi 1memotong hernia dan herniorafi 1menjahit kantong hernia2. Pada bedah efektif manalis dibuka, isi hernia dimasukkan,kantong diikat dan dilakukan ?bassin plasty@ untuk memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis. Pada bedah darurat, maka prinsipnya seperti bedah efektif. Ain!in hernia langsung di!ari dan dipotong. +sus dilihat apakah "ital4tidak. 9ila tidak dikembalikan ke rongga perut dan bila tidak dilakukan reseksi usus dan anastomois ?end to end@.

F. &engka+ian #epera(atan A.&engka+ian Pengkajian pasien Post operatif 15oenges, 9992 adalah meliputi 8 2. (irkulasi )ejala 8 riwayat masalah jantung, )=;, edema pulmonal, penyakit "as!ular perifer, atau stasis "as!ular 1peningkatan risiko pembentukan trombus2. 22. ,ntegritas ego )ejala 8 perasaan !emas, takut, marah, apatis B fa!tor0faktor stress multiple, misalnya finan!ial, hubungan, gaya hidup. 'anda 8 tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan4peka rangsang8 stimulasi simpatis. %2. 7akanan 4 !airan )ejala 8 insufisiensi pan!reas457, 1predisposisi untuk hipoglikemia4ketoasidosis2 B malnutrisi 1termasuk obesitas2 B membrane mukosa yang kering 1pembatasan pemasukkan 4 periode puasa pra operasi2. &2. Pernapasan )ejala 8 infeksi, kondisi yang kronis4batuk, merokok. #2. ;eamanan )ejala 8 alergi4sensiti"e terhadap obat, makanan, plester, dan larutan 5efisiensi immune 1peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan2 B 7un!ulnya kanker 4 terapi kanker terbaru B :iwayat keluarga tentang hipertermia malignant4reaksi anestesi B :iwayat penyakit hepati! 1efek dari detoksifikasi obat0obatan dan dapat mengubah koagulasi2 B :iwayat transfuse darah 4 reaksi transfuse. 'anda 8 men!ulnya proses infeksi yang melelahkan B demam. 62. Penyuluhan 4 Pembelajaran )ejala8 pengguanaan antikoagulasi, steroid, antibioti!, antihipertensi, kardiotonik glokosid, antidisritmia, bron!hodilator, diureti!, dekongestan, analgesi!, antiinflamasi, antikon"ulsan atau tranCuiliDer dan juga obat yang dijual bebas, atau obat0obatan

rekreasional. Penggunaan al!ohol 1risiko akan kerusakan ginjal, yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia, dan juga potensial bagi penarikan diri pas!a operasi2.

". "iagnosa #epera(atan )ang mungkin mun,ul . <yeri 1khususnya dengan mengedan2 yang berhubungan dengan kondisi hernia atau inter"ensi pembedahan. Hasil yang diperkirakan 8 dalam jam inter"ensi, persepsi subjektif klien tentang ketidaknyamanan menurun seperti ditunjukkan skala nyeri. ,ndikator objektif seperti meringis tidak ada4menurun. a. ;aji dan !atat nyeri b. 9eritahu pasien untuk menghindari mengejan, meregang, batuk dan mengangkat benda yang berat. !. 3jarkan bagaimana bila menggunakan dekker 1bila diprogramkan2. d. 3jarkan pasien pemasangan penyokong skrotum4kompres es yang sering diprogramkan untuk membatasi edema dan mengendalikan nyeri. e. 9erikan analgesik sesuai program. 2. :etensi urine 1resiko terhadap hal yang sama2 yang berhubungan dengan nyeri, trauma dan penggunaan anestetik selama pembedahan abdomen. Hasil yang diperkirakan 8 dalam -0 $ jam pembedahan, pasien berkemih tanpa kesulitan. Haluaran urine $$ ml selama setiap berkemih dan adekuat 1kira0kira $$$0 #$$ ml2 selama periode 2& jam. a. ;aji dan !atat distensi suprapubik atau keluhan pasien tidak dapat berkemih. b. Pantau haluarna urine. Aatat dan laporkan berkemih yang sering E $$ ml dalam suatu waktu. !. Permudah berkemih dengan mengimplementasikan 8 pada posisi normal untuk berkemih rangsang pasien dengan mendengar air mengalir4tempatkan pada baskom hangat. %. ;urang pengetahuan 8 potensial komplikasi ), yang berkenaan dengan adanya hernia dan tindakan yang dapat men!egah kekambuhan mereka. Hasil yang diperkirakan 8

setelah

instruksi, pasien mengungkapkan pengetahuan tentang tanda dan gejala

komplikasi ), dan menjalankan tindakan yang diprogramkan oleh pen!egahan. a. 3jarkan pasien untuk waspada dan melaporkan nyeri berat, menetap, mual dan muntah, demam dan distensi abdomen, yang dapat memperberat awitan inkarserasi4strangulasi usus. b. 5orong pasien untuk mengikuti regumen medis 8 penggunaan dekker atau penyokong lainnya dan menghindari mengejan meregang, konstipasi dan mengangkat benda yang berat. !. 3njurkan pasien untuk mengkonsumsi diit tinggi residu atau menggunakan suplement diet serat untuk men!egah konstipasi, anjurkan masukan !airan sedikitnya 20% l4hari untuk meningkatkan konsistensi feses lunak. d. 9eritahu pasien mekanika tubuh yang tepat untuk bergerak dan mengangkat. &. )angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan sekunder post operasi Hasil yang diperkirakan 8 setelah dilakukan tindakan keperawatan, rasa nyeri berkurang sampai hilang a. ;aji karakteristik nyeri b. 3jarkan pasien teknik relaksasi panas dalam !. 3tur posisi yang nyaman d. 7onitor tanda F tanda "ital e. ;olaburasi dokter untuk pemberian analgetik #. intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri hasil yang diperkirakan8 setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2G2& jam aktifitas pasien tidak terganggu a. 9antu pasien dalam melakukan :H7 aktif dan pasif b. 9antu dalam hal pemenuhan kebutuhan pasien !. ;aji tingkat kemampuan pasien d. 3njurkan pasien untuk beraktifitas 6. resti infeksi berhubungan dengan adanya luka post operasi hasil yang diperkirakan8 setelah dilakukan tindakan keperawatan, infeksi tidak terjadi a. ;aji luka pasien

b. 7onitor tanda0tanda "ital pasien !. )anti balut setiap hari dengan teknik steril d. 7onitor hasil laboratorium 1Hb, /eko, 'rombosit2 e. ;olaburasi dokter untuk pemberian antibiotik

"AFTAR &-.TA#A . Core Principle and Practice of Medical Surgical Nursing. /edmannIs. 2. Kapita Sele ta Kedo teran. *disi ,,. 7edi!a 3es!ulaplus .; +,. 99-. %. Kepera!atan Medi al "edah. (wearingen. *disi ,,. *)A. 2$$ . &. Kepera!atan Medi al "edah. Aharlene =. :ee"es, 9ayle :ouG, :obin /o!khart. Penerjemah =oko (etyono. Penerbit (alemba 7edia. *disi ,. 2$$2. #. Kumpulan Kuliah Ilmu "edah. 9agian 9edah (taf Pengajar +,. .; +,. 6. 7. Jidjaja, H, 3natomi abdomen, =akarta, *)A, 2$$7, Hal 8 2 02#. (!hwartD, (hires, (pen!er, ,ntisari Prinsip0prinsip ,lmu 9edah, *disi 6, *)A, =akarta,Hal 8 #$9 F # 7.

/A&0RAN &EN"AH-/-AN &RA#TI# #E&ERA1ATAN *A1AT "AR-RAT II HERNIA I%- R.-" &ANE2$AHAN .EN0&ATI

&en)usun 3 /ENNA AN-*RAHENI %2 $$-

.E#0/AH TIN**I I/2- #E.EHATAN 4EN"ERA/ AH2A" 5ANI 50*5A#ARTA 6713 <ama K 'anda tangan 7ahasiswa

1LLLLLLLLL..2

<ama K 'anda 'angan Pembimbing 3kademik

<ama K 'anda 'angan Pembimbing ;linik

1LLLLLLLLL..2

1LLLLLLLLLL2