Anda di halaman 1dari 20

REFRAT

PENATALAKSANAAN TERMUTAKHIR HEPATITIS VIRUS C

Agung Nopriansah 04043100045

Pembimbing dr. H. Syadra Bardiman, SpPD, K !"H

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2008

HALAMAN PENGESAHAN
Refrat #udu$

PENATALAKSAAN TEMUTAKHIR HEPATITIS VIRUS C


%$eh&

A !" N#$r%a"&a'( S)Ke* +0,00,-.000,/0


'e$ah di(erima dan dise(u)ui sebagai sa$ah sa(u syara( da$am mengi*u(i u)ian *epani(eraan *$ini* senior di Bagian +$mu Penya*i( Da$am ,umah Sa*i( -uhammad Husein .a*u$(as Kedo*(eran /ni0ersi(as Sri1i)aya Pa$embang Periode 12 Agus(us 34 %*(ober 3005

Pa$embang,

%*(ober 3005

Dr. H. Syadra Bardiman, SpPD, K !"H

ii

KATA PENGANTAR
Pu)i syu*ur *epada 'uhan Semes(a A$am, A$$ah S6', a(as ni*ma( dan *arunia Nya. Sho$a1a( beriring sa$am se$a$u (er7urah *epada )un)ungan Nabi -uhammad SA6. Penu$is mengha(ur*an (erima *asih *epada Pro8. dr. "ddy -ar( Sa$im, SpPD, K A+ se$a*u *oordina(or pendidi*an di Bagian Peya*i( Da$am yang (e$ah memberi*an *esempa(an bagi penu$is un(u* menimba i$mu dan *e(rampi$an di bagian ini. Penu$is )uga mengu7ap*an (erima *asih a(as bimbingan se$ama penger)aan re8ra(, yang ber)udu$ 9Pena(a$a*sanaan 'ermu(a*hir Hepa(i(is :irus ;<, ini *epada dr. H. Syadra Bardiman, SpPD, K !"H. Dan (era*hir, bagi semua piha* yang (er$iba(, bai* se7ara $angsung maupun (ida* $angsung, re$a maupun (ida* re$a, yang (ida* dapa( penu$is sebu(*an sa(u persa(u, penu$is ha(ur*an (erima *asih a(as ban(uannya hingga re8ra( ini dapa( (erse$esai*an. Semoga ban(uan yang (e$ah diberi*an mendapa(*an imba$an se(impa$ dari A$$ah S6'. Penu$is menyadari bah1a dida$am re8ra( ini masih banya* *e*urangan bai* i(u da$am penu$isan maupun isi re8ra(. Karena i(u, Penu$is mengharap*an *ri(i* dan saran yang membangun demi sempurnanya re8ra( ini. Penu$is berharap re8ra( ini dapa( berman8aa( bagi *i(a semua.

Pa$embang, %*(ober 3005

Penu$is

iii

DAFTAR ISI
HA=A-AN #/D/= ................................................................................................. i ="-BA, P"N!"SAHAN ...................................................................................... ii KA'A P"N!AN'A, ............................................................................................. iii DA.'A, +S+ ........................................................................................................... i0 BAB +. P"NDAH/=/AN .........................................................................................1 BAB ++. H"PA'+'+S :+,/S ; ++.1. "(io$ogi .........................................................................................................3 ++.3. Si*$us hidup 0irus hepa(i(is ; .......................................................................4 ++.3. Penu$aran ......................................................................................................5 ++.4. -ani8es(asi *$inis .........................................................................................> ++.5. Diagnosis ......................................................................................................4 BAB +++. P"NA'A=AKSANAAN H"PA'+'+S :+,/S ; +++.1. +n(er8eron pegi$asi........................................................................................2 +++.3. ,iba0irin....................................................................................................10 +++.3. ,espon (erapi.............................................................................................11 +++.4. "8e* samping.............................................................................................13 BAB +:. ,+N!KASAN............................................................................................14 DA.'A, P/S'AKA

i0

1A1 I PENDAHULUAN
Hepa(i(is ; ada$ah peradangan pada ha(i yang disebab*an o$eh in8e*si 0irus hepa(i(is ; ?H:;@. Dahu$u hepa(i(is ; di*$asi8i*asi*an sebagai hepa(i(is pas7a (rans8usi ?HP'@, $a$u *emudian di*e$ompo**an *e da$am hepa(i(is non A non B. Namun dengan ban(uan (ehni* *$oning mo$e*u$er pada (ahun 1252, para pene$i(i dari ;hiron ;orpora(ion dari ;a$i8ornia berhasi$ mengiden(i8i*asi*an Hepa(i(is :irus ; sebagai penyebab hepa(i(is non A non B. Dan pada saa( ini, disepa*a(i un(u* memberi nama Hepa(i(is :irus ; pada HNANB yang (ransmisinya me$a$ui produ* darah a(au se7ara paren(era$. Per*embangan penge(ahuan mengenai hepa(i(is ; sanga($ah pesa( pada beberapa de*ade ini, (ida* hanya (erba(as pada e(io$ogi 0irus, namun )uga pada (ing*a( *ronisi(as dan progresi8i(as maupun dari sisi (erapi in8e*si 0irus ini. Penyebaran hepa(i(is ; ada$ah me$a$ui darah yang (erin8e*si a(au se7ara paren(era$. Penderi(a hepa(i(is ; pada umumnya disebab*an *arena penggunaan oba( oba(an (er$arang yang disun(i**an se7ara bergan(ian dan penggunaan )arum yang *o(or pada saa( membua( (a(oA(indi*. Diper*ira*an $ebih dari 140 )u(a orang di dunia (erin8e*si hepa(i(is ;, dan se(iap (ahun 3 4 )u(a orang (erin8e*si. Hepa(i(is ; saa( ini masih berada di (empa( *edua sebagai penyebab hepa(i(is 0irus *roni* di +ndonesia, dengan pre0a$ensi 3,1B. Bi$a dihi(ung se7ara *asar, dari 100 orang yang (erin8e*si hepa(i(is ;, *ira *ira ada 35 orang yang mampu membersih*an 0irus (anpa per$u pengoba(an da$am 1a*(u enam bu$an se(e$ah (erin8e*si. Namun pada umumnya ?*ira *ira 45 orang@ in8e*si 0irus a*an ber*embang men)adi *asus *roni* dan memer$u*an pengoba(an un(u* menyembuh*annya.1 Beberapa orang mung*in (ida* menge(ahui *a$au mere*a (erin8e*si dan menga$ami *erusa*an ha(i sebe$um in8e*si (erdiagnosis. #i*a (ida* dioba(i, hepa(i(is ; dapa( ber*embang men)adi sirosis hepa(is ?pengerasan ha(i@ a(au *an*er ha(i dan mung*in memer$u*an (ransp$an(asi ha(i. 'erapi hepa(i(is ; (e$ah ber*embang da$am 30 (ahun (era*hir ini. Saa( per(ama *a$i (eriden(i8i*asi dan do*(er mu$ai me$a*u*an pengoba(an, mere*a hanya mampu

mengenda$i*anAmenghi$ang*an 0irus pada 10B 30B penderi(a. Saa( ini, (erapi baru memper$iha(*an *eberhasi$an pada 50B 50B penderi(a. Pada pengoba(an hepa(i(is ; biasanya diberi*an *ombinasi in(er8eron in)e*si dan riba0irin perora$. Pasien harus memenuhi beberapa *ri(eria sebe$um mendapa( pengoba(an. Sebagai 7on(oh (erapi in(er8eron dan riba0irin ada$ah& pening*a(an S!%' dan S!P', H:; ,NA posi(i8, (ida* ada masa$ah *e)i1aan, (iroid, anemia dan beberapa *eadaan $ain yang bisa memburu* *arena pemberian in(er8eron. Se$ain i(u, geno(ipe 0irus, disip$in dan *e(era(uran da$am men)a$ani pengoba(an, *esiapan un(u* menerima e8e* samping pengoba(an )uga mempengaruhi *eberhasi$an (erapi. Da(a di Po$i*$ini* Hepa(o$ogi ,S;- sepan)ang (ahun 3001, dari >3 penderi(a hepa(i(is ; yang ber*un)ung hanya 3 orang yang memenuhi syara( dan sanggup men)a$ani (erapi in(er8eron.3 -asa$ah beri*u(nya yang harus dihadapi ada$ah *egaga$an pengoba(an. Pengoba(an hepa(i(is ; be$um$ah memberi*an hasi$ yang memuas*an. Pada a1a$nya in(er8eron merupa*an sa(u sa(unya pi$ihan dengan *eberhasi$an (erapi ?sus(ained 0iro$ogi7a$ responses@ an(ara > 1>B. Se$an)u(nya mono(erapi dengan in(er8eron mu$ai di(ingga$*an, dan diguna*an *ombinasi dengan riba0irin. Kesembuhan yang di7apai mening*a(, yai(u 33 41B, namun (ida* berar(i ha$ ini (e$ah memenuhi *ri(eria sempurna, *arena se(e$ah pengoba(an masih ada *e$ompo* yang (e(ap mengidap 0irus Hepa(i(is ;. Prognosis hepa(i(is ; $ebih buru* dibanding dengan hepa(i(is (ipe $ainnya, bi$a di$iha( dari banya*nya *asus yang ber*embang men)adi sirosis, yai(u sebesar 33B dari pasien yang (erin8e*si 0irus hepa(i(is ;. %$eh *arena i(u, pengoba(an yang $ebih bai* (ida* (erban(ah*an $agi sanga($ah dibu(uh*an. 6a$au (ida* dipung*iri da$am beberapa de*ade ini, sema*in banya* pemahaman mengenai hepa(i(is ; yang (e$ah di*e(ahui sehingga )uga (uru( berpengaruh pada per*embangan (erapi. Sehingga diharap*an di masa yang a*an da(ang a*an di(emu*an agen an(i0irus yang mampu memberi*an respon (erapi yang $ebih bai* pada pasien hepa(i(is ;.

1A1 II HEPATITIS VIRUS C


II).) Et%#2# % Sampai ber(ahun (ahun $amanya be$um di(emu*an ma7am 0irus dari HNANB, dan be$um ada pe(anda sero$ogis yang *has un(u* mende(e*sinya. Sehingga un(u* membua( diagnosis hanya dengan menying*ir*an *emung*inan in8e*si H:A dan H:B, )uga (erhadap 0irus $ainnya misa$nya (erhadap 0irus ;oCsa*ie B, "bs(ein Barr dan ;y(omega$o0irus. Sua(u sis(em an(igen an(ibodi yang spesi8i* dan berbeda dengan an(igen an(ibodi H:A dan H:B (e$ah di(emu*an o$eh Shira7hi dan *a1an *a1an ?1245@ pada penderi(a hepa(i(is pas7a (rans8usi. %$eh beberapa pene$i(i, an(igen an(ibodi i(u disebu( dengan an(igen hepa(i(is ; dan an(ibodi an(i H:;, mes*ipun ha$ ini masih diperdeba(*an. An(igen dapa( dide(e*si sebe$um a(au segera sesudah (er)adi pening*a(an *adar (ransaminase da$am serum dan hi$ang sebe$um (ransamninase men)adi norma$ $agi. An(ibodi (erhadap HNANB (ida* $ama mene(ap. Sis(em an(igen an(ibodi ini *emudian di*e(ahui (ida* di(emu*an pada semua penderi(a HNANB. Sehingga o$eh beberapa pene$i(i $ain dianggap bah1a sampai se*arang be$um ada pemeri*saan sero$ogis yang 7u*up sensi(i8 dan spesi8i* un(u* HNANB. Karena i(u pemeri*saan S!P' $ebih banya* dipa*ai da$am menen(u*an gambaran HNANB. A*hirnya pada (ahun 1255 para pene$i(i dari ;hiron ;orpora(ion di ;a$i8ornia (e$ah menemu*an 0irus hepa(i(is bar, yang disebu( hepa(i(is 0irus ; ?H:;@, di(emu*an pada penderi(a HNANB yang (ransmisinya me$a$ui darah a(au produ* darah. !enom 0irus ini merupa*an un(aian ,NA (ungga$, yang pan)angnya 10.000 nu*$eo(ida. H:; mengandung se$ubung $ipid dengan diame(er 50 >0 nm dan sensi(i8 (erhadap pe$aru( organi* misa$nya *$oro8orm. An(igen 0irus mengadung 3>3 asam amino. An(i H:; (e$ah di(emu*an pada serum penderi(a HNANB pas7a (rans8usi sebanya* >0 20B. Dengan demi*ian se)a* saa( ini HNANB yang (ransmisinya paren(era$, disebu( H:;. Karena i(u (erhadap se(iap donor darah harus di$a*u*an u)i saring, (ida* hanya (erhadap HbsAg sa)a, (e(api )uga pada H:;.3

II)2) S%32!& '%*!$ 4%r!& 'e$at%t%& C #i*a masu* *e da$am darah ma*a H:; a*an segera men7ari hepa(osi( dan *emung*inan se$ $im8osi( B. Hanya da$am se$ ha(i H:; bisa ber*embang bia*. Su$i(nya membia**an H:; pada *u$(ur, )uga (ida* adanya mode$ bina(ang non prima(a, (e$ah menghamba( $a)unya ris(e H:;. Namun proses si*$us hidup H:; (e$ah dapa( di)e$as*an. Per(ama, H:; masu* *e da$am hepa(osi( dengan mengi*a( sua(u resep(or permu*aan se$ yang spesi8i*. ,esep(or ini be$um (eriden(i8i*asi se7ara )e$as, namun pro(ein permu*aan se$ ;D51 ada$ah sua(u H:; binding pro(ein yang berperan da$am masu*nya 0irus. Sa$ah sa(u pro(ein *husus 0irus yang di*ena$ sebagai pro(ein "3 menempe$ pada resep(or si(e di bagian $uar hepa(osi(. Se$an)u(nya pro(ein in(i dari 0irus menembus dinding se$ dengan sua(u proses *imia1i, dimana se$apu( $ema* bergabung dengan dinding se$ dan se$an)u(nya dinding se$ a*an me$ing*upi dan mene$an 0irus ser(a memba1anya *e da$am hepa(osi(. Di da$am hepa(osi(, se$apu( 0irus ?nu*$eo*apsid@ me$aru( da$am si(op$asma dan *$euar$ah ,NA 0irus ?0irus un7oa(ing@ yang se$an)u(nya mengambi$ a$ih peran bagian dari ribosom hepa(osi( da$am membua( bahan bahan un(u* rep$i*asi. Kemudian 0irus dapa( membua( se$ ha(i memper$a*u*an ,NA 0irus seper(i mi$i*nya sendiri. Se$ama proses ini 0irus menu(up 8ungsi norma$ hepa(osi( a(au membua( $ebih banya* $agi hepa(osi( yang (erin8e*si. :irus $a$u memba)a* me*anisme sin(esis pro(ein hepa(osi( da$am memprodu*si pro(ein yang dibu(uh*annya un(u* ber8ungsi dan ber*embang bia*. ,NA 0irus diperguna*an sebagai 7e(a*an un(u* produ*si massa$ po$ipro(ein ?proses (rans$asi@. Po$ipro(ein dipe7ah da$am uni( uni( pro(ein yang $ebih *e7i$. Pro(ein ini ada 3 )enis yai(u pro(ein s(ru*(ura$ dan regu$a(ori. Pro(ein reg$a(ori memu$ai sin(esis *opi 0irus ,NA as$i. ,NA 0irus meng*opi dirinya sendiri da$am )um$ah besar ?mi$iaran *a$i@ un(u* menghasi$*an bahan da$am membne(u* 0irus baru. Hasi$ *opi ini ada$ah bayangan 7ermin ,NA orisini$ dan dinamai ,NA nega(i8 $a$u ber(inda* sebagai 7e(a*an un(u* memprodu*si ser(a ,NA posi(i8 yang sanga( banya* yang merupa*an *opi iden(i* ma(eri gene(i* 0irus. Proses ini ber$angsung (erus dan memberi*an *esempa(an un(u* (er)adinya mu(asi gene(i* yang menghasi$*an ,NA un(u* s(rain baru 0irus dan sub(ipe 0irus hepa(i(is ;. Se(iap *opo 0irus baru a*an berin(rera*si

dengan pro(ein s(ru*(ura$, yang *emudian a*an memben(u* nu*$eo*apsid dan *emudian in(i 0irus baru. Amp$op pro(ein *emudian a*an me$apisi in(i 0irus baru. :irus de1asa *emudian di*e$uar*an dari da$am hepa(osi( menu)u *e pembu$uh darah menembus membran se$. ,ep$i*asi H:; da$am sehari sanga($ah ber$impah dan diper*ira*an bah1a seorang penderi(a dapa( menghasi$*an hingga 10 (ri$iun 0irion per hari.4 II)-) Pe"!2ara" H:; ada$ah 0irus yang di(u$ar*an $e1a( darah ?b$ood borne@. #a$an u(ama in8e*si me$ipu(i&

'rans8usi darah a(au produ* darah dengan sumber darah yang be$um di s*rining. Pema*aian beru$ang )arum, *anu$a a(au a$a( medis $ainnya yang (ida* s(eri$. Sa$ing (u*ar sun(i*an o$eh pengguna nar*oba sun(i* ?+n)e7(ing Drug /serD +D/@. 'indi* ?(e$inga, hidung, bagian (ubuh $ain@, (a(o dengan pera$a(an yang (ida* s(eri$.

Penu$aran se*sua$ dan perina(a$ bisa (er)adi namun $ebih )arang. ,esi*o (u$ar ibu *e ana* re$a(i8 rendah ?5B@. H:; (ida* di(u$ar*an me$a$ui& bersin, pe$u*an, ba(u*, ma*anan, air, penggunaan pera$a(an ma*an a(au *on(a* biasa. Ke$ompo* risi*o (inggi ?di negara ber*embang maupun ma)u@ ada$ah&

Pema*ai nar*oba sun(i* Penerima darahAprodu* darah yang be$um dis*rining H:; pada Ban* Darah ?;a(a(an& Di Ameri*a, darah pada ban* darah 1a)ib diperi*sa (erhadap H+: dan H:;@

Penerima organ yang be$um dis*rining H:; Pasien hemo8i$ia Pasien 7u7i darahAdia$isa %rang dengan mi(ra se*sua$ yang (erin8e*si H:; ?(anpa *ondom@, (eru(ama $a*i $a*i homose*sua$

'enaga medis yang (er(usu* ins(rumen yang (er*on(aminasi Pasien yang men)a$ani prosedur medis a(au gigi dengan a$a( yang (ida* s(eri$

Di negara ma)u diper*ira*an 20B pasien yang (erin8e*si ada$ah pengguna a(au man(an pengguna nar*oba sun(i* dan mere*a yang pernah menerima (rans8usi darahAprodu* darah yang (ida* dis*rining.5 Di negara ber*embang dimana prosedur s*rining H:; un(u* darahAprodu* darah (rans8usi be$um ru(in, (rans8usi merupa*an )a$ur (u$ar u(ama. Pra*(e* ri(ua$ ?suna(, (indi*, (a(o, d$$@, (erapi a$(erna(i8 ?sedo( darah@ dan a*(i0i(as $ain yang menembus *u$i( merupa*an )a$ur (u$ar a$(erna(i8. II),) Ma"%fe&ta&% 32%"%& !e)a$a H:; a*u( $ebih ringan daripada hepa(i(s 0irus a*u( $ainnya. -asa in*ubasi H:; (er$e(a* an(ara H:A dan H:B, yai(u se*i(ar 3 3> minggu, dengan ra(a ra(a 5 minggu. -empunyai masa prodroma$ yang (ida* *has yang dii*u(i o$eh (anda (anda i*(erus. Sebagian besar *asus se*i(ar 40 45B (anpa ge)a$a ?asimp(oma(i*@. /mumnya (anda i*(erus )arang di(emu*an, yai(u hanya se*i(ar 10B, dan biasanya bersi8a( ringan. Kenai*an bi$irubin serum (ida* (er$a$u (inggi. Pada hepa(i(is ani*(eri* *adar (ransaminase yang (inggi $ebih banya* di(emu*an pada hepa(i(is pas7a (rans8usi bi$a dibanding*an dengan hepa(i(is i*(eri*. Nai*nya *adar (ransaminase ini br*isar > 5 minggu. 6a$aupun demi*ian ni$ai (ransaminase (ida* sampai se(inggi pada H:A a(au H:B, namun da$am per)a$anan penya*i( (er)adi 8$u*(uasi se$ama beberapa bu$an. .$u*(uasi dari (ransaminase yang bebrben(u* mono, bi8asi* a(au (ipe menda(ar. Keadaan ini (ida* di(emu*an pada hepa(i(is 0irus a*u( $ainnya. Pada penderi(a hepa(i(is a*u( di(emu*an an(i H:; posi(i8 pada 45,5B HNANB pas7a (rans8usi, 35B pada HNANB sporadi* dan hanya 3,4B pada H:B. Eang men7o$o* disini ia$ah bah1a sebagian besar penderi(a yang (erserang H:; a*an men)urus men)adi *ronis. Dan ang*a *e)adiannya )auh $ebih (inggi daripada penderi(a H:B. Dari hasi$ pene$i(ian se*i(ar 50B *asus be*embang men)adi *ronis, dan 30B di an(aranya a*an men)adi sirosis hepa(is. Dari hasi$ pene$i(ian di(emu*an 54B an(iFH:; posi(i8 pada serum penderi(a 8ase a*u( yang diambi$ 30 >0 hari se(e$ah (imbu$nya ge)a$a, dan >4B

>

di an(aranya memper$iha(*an (e(ap posi(i8 dengan (anda (anda *ronis yang diambi$ > 3> bu$an se(e$ah (imbu$nya ge)a$a. Se$an)u(nya 1a*(u ra(a ra(a un(u* men)adi sirosis ha(i se*i(ar 14 (ahun, dan se*i(ar 30 35 (ahun men)adi *arsinoma ha(i. Diduga 8a*(or usia dan 7ara penu$aran mempunyai peranan pen(ing. -a*in (ua usia penderi(a yang (er*ena in8e*si H:; $ebih sering men)urus *e hepa(i(is *ronis. Demi*ian pu$a in8e*si yang (er)adi me$a$ui (rans8usi $ebih sering dapa( menga*iba(*an penya*i( ha(i *roni* dan sirosis ha(i daripada penderi(a dengan penu$aran sporadi*.> II)/) D%a "#&%& 'ida* seper(i pada hepa(i(is B, pemeri*saan *on0ensiona$ un(u* mede(e*si *eberadaan an(igen H:; (ida*$ah (ersedia, sehingga pemeri*saan un(u* mendiagnosis in8e*si H:; (ergan(ung pada u)i sero$ogi un(u* memeri*sa an(ibodi dan pemeri*saan mo$e*u$ar un(u* par(i*e$ 0irus. /)i sero$ogi yang berdasar*an pada de(e*si an(ibodi (e$ah memban(u mengurangi risi*o in8e*si (er*ai( (rans8usi. Se*a$i seseorang pernah menga$ami sero*on0ersi, biasanya hasi$ pemeri*saan sero$ogi a*an (e(ap posi(i8. Namun demi*ian, *adar an(ibodi an(i H:;nya a*an menurun se7ara gradua$ se)a$an dengan 1a*(u pada sebagian pasien yang in8e*sinya menga$ami reso$usi spon(an. a. Pemeri*saan an(i H:; An(ibodi (erhadap H:; biasanya dide(e*si dengan me(ode enGyme immunoassay yang sanga( sensi(i8 dan spesi8i*. "nGyme immunoassay generasi *e 3 yang banya* diperguna*an saa( ini mengandung pro(ein 7ore dan pro(ein pro(ein s(ru*(ura$ yang dapa( mende(e*si *eberadaan an(ibodi da$am 1a*(u 4 10 minggu in8e*si. An(ibodi an(i H:; masih (e(ap dapa( (erde(e*si se$ama (erapi maupun se(e$ahnya (anpa memandang respons (erapi yang dia$ami, sehingga pemeri*saan an(i H:; (ida* per$u di$a*u*an *emba$i apabi$a sudah pernah di$a*u*an sebe$umnya. /)i immunob$o( re*ombinan ?re7ombinan( immunob$o( assay, ,+BA0 dapa( diguna*an un(u* meng*on8irmasi hasi$ u)i enGyme immunoassay yang posi(i8. Penggunaan ,+BA un(u* meng*on8irmasi hasi$ hanya dire*omendasi*an un(u* se((ing popu$asi $o1 ris* seper(i pada ban* darah. Namun dengan (ersedianya me(ode

enGyme immunoassay yang sudah diperbai*i dan u)i de(e*si ,NA yang $ebih bai* saa( ini, ma*a *on8irmasi dengan ,+BA (e$ah men)adi *urang diper$u*an. b. Pemeri*saan H:; ,NA Da$am beberapa (ahun (era*hir, pemeri*saan baru yang berdasar*an pada de(e*si mo$e*u$er H:; ,NA (e$ah diper*ena$*an. Pemeri*saan ini dapa( memeri*sa *adar H:; ,NA se7ara *ua$i(a(i8 maupun *uan(i(a(i8. -enginga( (ida* s(abi$nya ,NA 0irus, ma*apemrosesan sampe$ harus di$a*u*an se7ara benar un(u* meminima$*an risi*o hasi$ pemeri*saan yang 8a$se nega(i8, dimana sampe$ yang a*an diperi*sa harus dipisah*an dan dibe*u*an da$am 1a*(u 3 )am se(e$ah 8$ebo(omi. Pemeri*saan un(u* mengu*ur )um$ah H:; ,NA merupa*an sua(u 7ara yang dapa( diper7aya un(u* menun)u**an adanya in8e*si H:; dan merupa*an pemeri*saan yang pa$ing spesi8i*. Pemeri*saan H:; ,NA *ua$i(a(i8 didasar*an pada (ehni* P;, ?po$ymerase 7hain rea7(ion@ yang memi$i*i $imi( de(e*si hingga $ebih *e7i$ dari 100 *opi H:; ,NA per mi$i$i(er serum ?50 +/Am$@. Pemeri*saan H:; ,NA *ua$i(a(i8 *hususnya berman8aa( pada *asus *asus dengan *adar (ransaminase yang norma$ a(au apabi$a diser(ai adanya penyebab penya*i( ha(i $ain ?misa$ *onsumsi a$*oho$@ a(au pasien imuno*ompromi ?misa$ penerima 7ang*o* organ, pasien *o in8e*si H+:@ dan pada hepa(i(is ; a*u( sebe$um mun7u$nya an(ibodi. 7. Biopsi Ha(i Biopsi ha(i se7ara umum dire*omendasi*an un(u* peni$aian a1a$ seorang pasien dengan in8e*si H:; *ronis. Biopsi berguna un(u* menen(u*an dera)a( bera(nya penya*i( ?(ing*a( 8ibrosis@ dan menen(u*an dera)a( ne*rosis dan in8$amasi. Pemeri*saan ini )uga berman8aa( un(u* menying*ir*an *emung*inan adanya penyebab penya*i( ha(i yang $ain, seper(i 8i(ur a$*oho$i*, non a$7oho$i7 s(ea(ohepa(i(is ?NASH@, hepa(i(is au(oimun, penya*i( ha(i drug indu7ed a(au o0er$oad besi.4

1A1 III PENATALAKSANAAN HEPATITIS VIRUS C


Pi$ihan (erapi un(u* H:; (e$ah bere0o$usi se$ama de*ade (era*hir sehingga (e$ah menghasi$*an sua(u pening*a(an dari ang*a respons *ese$uruhan. Hingga per(engahan (ahun 20 an, in(er8eron a$8a $on0ensiona$ masih merupa*an sa(u sa(unya pi$ihan yang (ersedia. Namun mono(erapi dengan in(er8eron *on0ensiona$ )arang berhasi$ mengeradi*asi H:;. Bagi yang (erin8e*si o$eh )enis geno(ip H:; yang su$i( di(erapi, respons ra(a ra(a in(er8eron mono(erapi biasanya hanya H10B. Penambahan riba0irin, sua(u ana$og nu*$eosida , dengan (erapi in(er8eron *on0ensiona$ (e$ah memperbai*i respons (erapi se7ara sub(ansia$. Se7ara *ese$uruhan se*i(ar 30 42B pasien diharap*an berhasi$ sembuh ?men7apai S:,@ dengan (erapi *ombinasi in(er8eron dan riba0irin. Se)a* beberapa (ahun (era*hir mu$ai beredar sediaan in(er8eron )enis baru yai(u in(er8eron a$8a pegi$asi yang (e$ah die0a$uasi sebagai mono(erapi maupun *ombinasi (erapi dengan riba0irin pada pasien hepa(i(is ; *roni*. Semua hasi$ s(udi menun)u**an bah1a in(er8eron a$8a pegi$asi memi$i*i e8i*asi yang $ebih superior dibanding in(er8eron *on0ensiona$ ?s(andar@. %$eh *arena i(u, hampir semua pene$i(i (e$ah menyebu(*an in(er8eron a$8a pegi$asi sebagai s(andar (erapi un(u* pasien dengan in8e*si hepa(i(is ; *roni* saa( ini. III).) I"terfer#" $e %2a&% Ke(erba(asan in(er8eron a$8a *on0ensiona$, da$am ha$ *es(abi$an *adar oba( da$am (ubuh bai* saa( diguna*an sebagai mono(erapi maupun *ombinasi (erapi dengan riba0irin, (e$ah men)adi pendorong di*embang*annya sua(u ben(u* in(er8eron yang $ebih bai* o$eh para ah$i. Ha$ ini berhasi$ di7apai dengan me$a*u*an pegi$asi ? penambahan mo$e*u$ P"!, polyethylene glycol@ pada in(er8eron a$8a *on0ensiona$, dimana mo$e*u$ P"! memben(u* ben(eng pe$indung ?protective barrier@ di se*i(ar in(er8eron sehingga memung*in*an in(er8eron pegi$asi memi$i*i $a)u bersihan ?clearance rate@yang $ebih $amba( dan masa paruh yang $ebih pan)ang dibanding

in(er8eron *on0ensiona$. Konsen(rasi in(er8eron pegi$asi yang (e(ap mampu ber(ahan (inggi da$am darah (e$ah menge$iminasi e8e* pea* (rough dan membua( oba( ini diberi*an dengan re)imen se*a$i seminggu. De1asa ini (erdapa( dua )enis in(er8eron pegi$asi di dunia, yai(u in(er8eron I 3a pegi$asi. Kedua in(er8eron pegi$asi ini berbeda da$am ha$ u*uran maupun s(ru*(ur mo$e*u$ P"! yang diguna*an sehinga menghasi$*an perbedaan da$am pro8i$ 8arma*o*ine(i* maupun 8arma*o*ine(i*. +n(er8eron I 3b pegi$asi mengandung in(er8eron I 3b yang se7ara non 7o0a$en($y dii*a(*an dengan ran(ai P"! $inear beru*uran 13 KD, sedang*an in(er8eron I 3a pegi$asi dii*a(*an se7ara 7o0a$en($y dengan mo$e*u$ P"! ran(ai 7abang beru*uran 40 KD. Se$ain i(u, i*a(an *imia yang dipa*ai pada in(er8eron a$8a 3b pegi$asi ada$ah i*a(an ure(hane yang ren(an (erhadap hidro$isis sehingga sehingga begi(u disun(i**an in(er8eron I 3b non pegi$asi (er$epas dari mo$e*u$ P"! nya dan beredar da$am sir*u$asi. Seba$i*nya , i*a(an *imia yang dipa*ai pada in(er8eron I 3a pegi$asi ada$ah i*a(an amida yang (ida* mudah (erhidro$isis sehingga se(e$ah disun(i**an mo$e*u$ u(uh in(er8eron I 3a pegi$asi yang beredar da$am sir*u$asi dan berin(era*si dengan resep(or, bu*an in(er8eron I 3b na(i0e. III)2) R%5a4%r%" ,iba0irin ada$ah sua(u ana$og nu*$eosida yang memi$i*i a*(i0i(as an(i0irus berspe*(rum $uas dan dapa( dipa*ai un(u* me$a1an 0irus ,NA maupun DNA, (ermasu* 0irus *e$ompo* 8$a0i0iridae. ,iba0irin ada$ah sua(u ana$og guanosin sin(e(i* yang a*an diubah men)adi ben(u* a*(i8nya, riba0irin (ri8os8a(, dengan 8os8ori$asi in(rase$u$ar. Apabi$a dipa*ai se7ara (ungga$ un(u* pasien hepa(i(is ; *ronis, mes*ipun dapa( memperbai*i hasi$ pemeri*saan 8ungsi ha(i, riba0irin (ida* memberi*an hasi$ (erapi yang memuas*an dan bah*an (ida* memper$iha(*an e8e* an(i0irus sama se*a$i. A*an (e(api bi$a riba0irin di*ombinasi dengan in(er8eron, *edua oba( ini a*an be*er)a se7ara sinergis dan se7ara nya(a $ebih e8e*(i8 dibanding *edua oba( ini dipa*ai sendiri sendiri. Dosis un(u* (erapi *ombinasi dengan in(er8eron pegi$asi memper$iha(*an bah1a un(u* geno(ip 1 yang per$u diinga( ada$ah bah1a

10

riba0irin merupa*an oba( dengan narro1 di0ide an(ara (o*sisi(as dan e8e*(i0i(as dan be*er)a me$a$ui proses a*umu$asi da$am (ubuh. III)-) Re&$#" tera$% Beberapa is(i$ah s(andar (e$ah disepa*a(i saa( ini un(u* diperguna*an se7ara umum dan memban(u da$am mende8inisi*an bagaimana respons seorang pasien (erhadap sua(u (erapi an(i0irus. a. ,espon 0iro$ogi Sua(u S:, ?sus(ained 0iro$ogi7a$ response@, respon 0iro$ogi*a$ mene(ap, diar(i*an sebagai (ida* (erde(e*sinya H:; ,NA da$am serum seorang pasien mengguna*an sua(u me(ode pemeri*saan dengan sensi(i0i(as hingga 100 *opiAm$ ?50 +/Am$@ di > bu$an se(e$ah (erapi se$esai. S:, ada$ah sua(u endpoin( yang pa$ing dapa( diper7aya da$am menge0a$uasi respons dari sua(u (erapi.4 -es*ipun surroga(e endpoin( ?biomar*er yang di(u)u*an un(u*m menggan(i*an endpoin( *$inis@ S:, (e$ah (erbu*(i memi$i*i *ai(an dengan ou(7omes bene8i( *$inis )ang*a pan)ang yang pen(ing seper(i bagaimana perasaan a(au 8ungsi pasien dan perbai*an 8ibrosis dan ne*roin8$amasi ha(i. Perbai*an *ua$i(as hidup pasien yang nya(a dengan pemeri*saan mengguna*an s(andariGed Jua$i(y o8 $i8e ins(rumen(s )uga (er)adi pada pasien pasien dengan S:,. Da$am s(udi *ombinasi in(er8eron I 3a pegi$asi dengan riba0irin, predi*(abi$i(as dari S:, dengan ":, (e$ah diana$isis un(u* per(ama *a$inya. Sua(u ":, ?ear$y 0iro$ogi7a$ response@ diar(i*an sebagai penurunan se(ida*nya 3 $og dari *adar H:; ,NA base$ine di 13 minggu (erapi. Paien pasien yang men7apai ":, memi$i*i *esempa(an $ebih besar un(u* men7apai S:, da$am pene$i(ian mengguna*an *ombinasi in(er8eron I sa pegi$asi maupun in(er8eron I 3b pegi$asi dengan riba0irin. Se$ain S:,, *i(a )uga mengena$ beberapa po$a respons H:; ,NA se$ama (erapi maupun > bu$an pas7a (erapi yai(u nu$$ response diar(i*an sebagai gaga$nya seorang pasien un(u* men7apai (urunnya *adar H:; ,NA yang berar(i se$ama (erapi. Par(ia$ 0iro$ogi7a$ response ada$ah sua(u *eadaan dimana seorang pasien menga$ami penurunan mua(an 0irus .3 $og dari ni$ai base$ine (e(api H:; ,NA (e(ap (erde(e*si di minggu *e 34 (erapi. Sedang*an 0iro$ogi7a$

11

brea*(hrough dide8inisi*an sebagai (erde(e*sinya *emba$i H:; ,NA pada pasien yang *adar H:; ,NAnya (e$ah nega(i8 se$ama masa (erapi dan re$apse dide8inisi*an sebagai mun7u$nya *emba$i H:; ,NA pada pasien yang *adara H:; ,NA nya (e$ah nega(i8 se(e$ah se$esai (erapi. b. ,espons non 0iro$ogi 'urunnya *adar S!P' hingga ren(ang norma$ di a*hir masa (erapi a(au se(erusnya hingga > bu$an pas7a (erapi ?sus(ained bio7hemi7a$ response@, respon bio*imia mene(ap, (erus die0a$uasi da$am berbagai pene$i(ian *$inis s*a$a besar, namun hanya ada beberapa s(udi yang menun)u**an adanya bene8i( )ang*a pan)ang dari respons bio*omia mne(ap pada pasien pasien yang (ida* berhasi$ men7apai S:,. ,espon his(o$ogi se7ara *on0ensiona$ diar(i*an sebagai (urunnya ni$ai in8$amasi a(au ni$ai (o(a$ sebesar 3 poin a(au $ebih dibanding hasi$ biopsi sebe$um (erapi a(au (urunnya ni$ai 8ibrosis sebesar 1 poin dibanding hasi$ biopsi sebe$um (erapi.4 III),) Efe3 &a6$%" "8e* samping yang sering (er)adi dari penggunaan in(er8eron dan in(er8eron pegi$asi ?(er)adi pada 10B pasien@ me$ipu(i& 8a(igue, nyeri o(o(, sa*i( *epa$a, mua$ dan mun(ah, iri(asi *u$i( pada daerah sun(i*an, demam, *ehi$angan bera( badan, irri(abi$i(as, depresi, supresi ringan sumsum (u$ang, ron(o* rambu(. Dera)a( e8e* samping ber*isar dari yang ringan sampai sedang dan dapa( dia(asi. Pada minggu minggu a1a$ pengoba(an (ampa* e8e* samping yang (er$iha( parah, apa$agi pada sun(i*an per(ama. Ase(aminophen a(au oba( an(i in8$amsi non s(eroid ?%A+NS@ sepere(i ibupro8en a(au naproCen dapa( menga(asi nyeri pada o(o dan demam. .a(igue dan depresi dapa( men)adi penyu$i( sehingga (er*adang dosis harus di*urangi bah*an pengoba(an dihen(i*an $ebih a1a$. "8e* samping dari pengoba(an ini harus (erus dipan(au. Se7ara umum, e8e* samping a*an segera menghi$ang 3 4 minggu se(e$ah *ombinasi (erapi dihen(i*an. ,iba0irin )uga dapa( menimbu$*an e8e* samping seper(i& anemia, 8a(igue dan irri(abi$i(as, ga(a$ ga(a$, ruam pada *u$i(, pi$e*, sinusi(is, dan ba(u*. ,iba0irin menyebab*an hemo$isis se$ darah merah yang (er*ai( dosis, dengan (erapi *ombinasi, hemog$obin biasanya ber*urang 3 3 gAd$ dan hema(o*ri( ber*urang

13

5 10 persen. Penurunan ini (imbu$ pada minggu per(ama dan *eempa( dari (erapi dan sering ber$an)u(. !e)a$a anemia, 8a(igue, sesa* napas, pa$pi(asi, dan sa*i( *epa$a sering (er)adi pada beberapa pasien. Penurunan yang (iba (iba dari hemog$obin dapa( menga*iba(*an angina pe7(oris pada beberapa orang, dan respon yang berbahaya di$apor*an (er)adi pada pasien dengan a*u( mio*ard in8ar* dan s(ro*e yang menerima (erapi *ombinasi un(u* hepa(i(is ;. Karena ha$ ini, riba0irin (ida* bo$eh diberi*an pada pasien dengan anemia a(au pada pasien dengan *e$ainan *ardio 0as*u$ar. #i*a pada pasien (ersebu( harus mendapa(*an (erpai hepa(i(is ;, ma*a yang sebai*nya diberi*an ada$ah in(er8eron mono(erapi. ,iba0irin )uga dapa( menyebab*an ga(a$ ga(a$ dan hidung bun(u a(au pi$e*. "8e* samping ini mirip dengan e8e* his(amin, ha$ ini (er)adi pada 10 30B pasien dari mu$ai ge)a$a ringan hingga sedang. Pada beberapa pasien bah*an (imbu$ ge)a$a sinusi(is, bron7hi(is beru$ang, dan ge)a$a mirip asma. Pen(ing un(u* di*e(ahui bah1a ge)a$a ge)a$a (ersebu( ber*ai(an dengan riba0irin, *arena modi8i*asi dosis ?300 mg per hari@ a(au penghen(ian a1a$ dari pengoba(an dapa( segera di$a*u*an. "8e* samping yang )arang (er)adi dari pemberian in(er8eron a$pha, in(er8eron pegi$asi, riba0irin maupun (erapi *ombinasi ?(er)adi pada *urang dari 3B pasien@, dapa( berupa& penya*i( au(oimun ?*husunya penya*i( (iroid@, in8e*si ba*(eri bera(, (hrombo7y(openia, neu(ropenia, *e)ang, depresi dan usaha bunuh diri, ser(a hi$ang pendengaran, dan (inni(us. "8e* samping yang $ang*a (er)adi dapa( berupa gaga$ )an(ung *onges(i8 a*u(, gaga$ gin)a$, hi$ang $apangan peng$iha(an, 8ibrosis paru a(au pneumoni(is, dan sepsis. Kema(ian dapa( (er)adi pada a*u( mio*ard in8ar*, s(ro*e, bunuh diri, dan sepsis. "8e* samping yang uni* (api sanga( )arang ada$ah (er)adinya e8e* paradoC a(au ber$a1anan a*an *eparahan penya*i(. "8e* ini diduga dia*iba(*an o$eh indu*si au(oimun hepa(i(is, namun penyebab pas(inya be$um$ah di*e(ahui. Kadar amino(rans8erase harus dimoni(or *arena adanya *emung*inan ini. #i*a *adar A=' mening*a( dua *a$i dari ba(as norma$, ma*a (erapi harus dihen(i*an dan *eadaan pasien harus dia1asi. Beberapa pasien dengan *omp$i*asi ini harus diberi*an *or(i*os(eroid un(u* mengon(ro$ hepa(i(is.5

13

1A1 IV RINGKASAN
Pengoba(an (erbai* un(u* hepa(i(is 0irus ; yang saa( ini (ersedia ada$ah in(er8eron pegi$asi dan riba0irin, yang memi$i*i ra(a ra(a (ing*a( respon mene(ap $ebih dari 50B pada semua pasien. 'ing*a( respon mene(ap ini bah*an men)adi $ebih bai* pada pasien yang (erin8e*si hepa(i(is ; se$ain geno(ip 1. Namun, pene$i(ian dan per*embangan yang $ebih bai* mu($a* diper$u*an un(u* menemu*an pengoba(an yang $ebih aman, $ebih e8e*(i8 dan $ebih murah *arena pengoba(an yang (ersedia saa( ini, seper(i in(er8eron pegi$asi dan riba0irin, banya* menimbu$*an e8e* samping dan e8e*(i0i(asnya hanya pada separuh pasien. Ada beberapa *ri(eria un(u* oba( hepa(i(i 0irus ; di masa yang a*an da(ang. Per(ama, in(er8eron a$pha *er)a $ama. +n(er8eron a$pha *er)a $ama yang se*arang (e$ah diguna*an ada$ah in(er8eron pegi$asi. Agen a*(i8 dari in(er8eron pegi$asi sebenarnya sama dengan agen a*(i8 pada in(er8eron a$pha. A*an (e(api, pro(einnya menempe$ dengan po$ye(hi$en g$i*o$, yai(u senya1a iner( yang memper$amba( e$iminasi oba( dari (ubuh. Sehingga *adar in(er8eron a$ph d$am (ubuh a*an (e(ap *ons(an dan sun(i*an dapa( diberi*an $ebih )arang, men)adi sa(u *a$i seminggu. Ha$ ini mening*a(*an *epa(uhan pasien da$am beroba( dan mening*a(*an respon yang $ebih bai* da$am me$a1an a*(i0i(as 0irus. Kedua, oba( yang mampu mening*a(*an respon imun (erhadap 0irus. Beberapa oba( immunomodu$a(or yang dapa( mengubah respon imun sedang diu)i 7oba un(u* menga(asi hepa(i(is ;. %ba( ini mempengaruhi respon radang (erhadap se$ ha(i yang (erin8e*si o$eh 0irus, sayangnya me*anisme dari oba( ini masih be$um dapa( dipahami sepenuhnya. :a*sin (erapi )uga (uru( di*embang*an un(u* menga(asi hepa(i(is ;. Berbeda dengan 0a*sin pre0en(i8, 0a*sin ini diberi*an pada pasien yang (e$ah (erin8e*si dengan (u)uan mening*a(*an sis(em imun. Ke(iga, agen spesi8i* un(u* menga(asi pro(ein 0irus hepa(i(is ;. !enerasi (erbaru dari pengoba(an hepa(i(is ; a*an didesain se7ara spesi8i* un(u* menghamba( 8ungsi dari 0irus hepa(i(is ;. 'arge( dari oba( ini ada$ah genom 0irus hepa(i(is ;. ;on(oh dari oba( ini ada$ah riboGyme. ,iboGyme dapa( merusa* mo$e*u$ ,NA dengan 7ara memo(ong mo$e*u$ ,NA 0irus pada daerah yang menga(ur

14

*e$angsungan hidup 0irus. "8i*asi dari riboGyme sedang diu)i da$am (es (abung dan se*arang oba( ini sedang men)a$ani u)i 7oba *$inis. Keempa(, oba( yang mampu mempengaruhi respon ha(i (erhadap in8$amasi. Ha$ yang di(a*u(*an dari hepa(i(is ; ada$ah progresi8i(asnya un(u* men)adi sirosis hepa(is ?pengerasan ha(i@. Dan beberapa pene$i(ian menun)u**an bah1a 8ibrosis dan sirosis yang di*e(ahui se)a* a1a$ dapa( dia(asi a(au re0ersib$e. %$eh *arena i(u beberapa pene$i(i sedang mengu)i oba( oba(an yang mampu men7egah (er)adi 8ibrosis dan sirosis pada ha(i. Ke$ima, oba( yang mampu menumbuh*an *emba$i se$ ha(i yang rusa*. Pada saa( ini yang men)adi pi$ihan (erapi un(u* ha(i yang (e$ah rusa* ada$ah (ransp$an(asi ha(i. Namun, saa( ini (e$ah di*embang*an sua(u (ehno$ogi *edo*(eran berupa s(em se$. S(em se$ ada$ah se$ yang be$um berdi8erensiasi, sama seper(i se$ pada 8ase a1a$ embryo yang dapa( berdi8erensiasi men)adi banya* )aringan berbeda di da$am (ubuh. Se7ara (eori, s(em se$ ini dapa( dimasu**an dan di(umbuh*an pada hepa(osi( dan diharap*an mampu menumbuh*an se$ ha(i yang (e$ah rusa*. 6a$au masih da$am (ahap per*embangan, namun (ehno$ogi ini sanga( men)an)i*an.2 Per*embangan (erapi hepa(i(is 0irus ; (erbaru mu($a* diper$u*an, (ida* hanya harus $ebih aman dan e8e*(i8, (erapi di masa yang a*an da(ang diharap*an dapa( $ebih murah sehingga dapa( diguna*an o$eh semua orang yang membu(uh*an.

15

DAFTAR PUSTAKA
1. ,ahard)a, Hendra. Hepatitis Viral Akut. Da$am& Bu*u A)ar +$mu Penya*i( Da$am. #i$id +. "disi +++. #a*ar(a& pusa( Penerbi(an Depar(emen +$mu Penya*i( Da$am .K/+&351 35> ?1222@. 3. Su$aiman, A$i& Hepatitis C. Da$am& Bu*u A)ar +$mu Penya*i( Ha(i. #i$id 1. #a*ar(a. 311 334. 3. Hando)o, +ndro. Imunoasai Terapan pada Beberapa Penyakit Infeksi . ;e(a*an Per(ama. #a*ar(a. Air$angga /ni0ersi(y Press&101 13> ?3004@. 4. A*bar, Nuru$& Kelainan n!im pada Penyakit Hati. Da$am& Bu*u A)ar +$mu Penya*i( Da$am. #i$id +. "disi +++. #a*ar(a. Pusa( Penerbi(an Depar(emen +$mu Penya*i( Da$am .K/+&335 343 ?1222@. 5. Diens(ag, #u$es. Acute Viral Hepatitis. Da$am& HarrisonKs. Prin7ip$es o8 +n(erna$ -edi7ine. 1> "di(ion&1533 1534 ?3005@. >. =indse(h, !$enda. "angguan Hati# Kandung mpedu# dan Pankreas. Da$am& Pri7e SA, 6i$son =-. Pa(o8isio$ogi& Konsep *$inis Proses Proses Penya*i(. :o$ume +. "disi :+. #a*ar(a& "!;&443 423 ?3005@. 4. Hando)o, Da0id& Biologi $olekuler Virus Hepatitis C. Da$am& Bu*u A)ar +$mu Penya*i( Ha(i. #i$id 1. #a*ar(a. 345 345. 5. !$ue P, d**& Hepatitis C Treatment Beyond %&&&, S7hering P$ough ,esear7h +ns(i(u(e, HepNe(, S7hering ;anada +n7., 1225 3000. ?h((p&AA111.hepne(.7om dia*ses Sep(ember 3005@. 2. 6orman, Ho1ard& 'e( and )uture Treatment for Chronic Hepatitis C . Ameri7an =i0er .ounda(ion. Spring 3001. ?h((p&AA111.7um7.7o$umbia.edu dia*ses Sep(ember 3005@.