Anda di halaman 1dari 2

Obat Untuk Penderita TB Paru Nama Obat Isoniazid (INH) Rifampisin Pyrazinamid Etambutol Lama Penggunaan selama 6-12

bulan selama 6-12 bulan selama 2-3 bulan pertama selama 2-3 bulan pertama

Cara Minum Obat

Efek Samping Obat TB Paru Nama Obat Isoniazid Efek Samping


Radang saraf tepi, untuk pencegahan harus diberikan supplement B6, gangguan fungsi hati dan alergi obat
Hepatitis drug induced (radang hati oleh obat),

Pengobatan TB Paru Nama Paket Pengobatan Paket A (Digunakan untuk penderita baru) Paket B (Digunakan untuk penderita yang kambuh atau gagal obat) Masa Pengobatan Tahap awal, lama pengobatan 2 bulan Tahap lanjutan, lama pengobatan 4 bulan Tahap awal, lama pengobatan 3 bulan Tahap lanjutan, dengan lama pengobatan 5 bulan

a. Obat harus diminum teratur, setiap hari b. Isoniazid (H), Rifamfisin (R), dan Pirazinamid (Z) selama 2 bulan diminum setiap hari (2HRZ) pada tahap intensif c. Isoniazid (H), Rifamfisin (R) selama 4 bulan diminum setiap hari (4HR) pada tahap lanjutan d. Obat boleh diminum satu persatu. Obat harus habis dalam waktu 2 jam e. Minum obat sebaiknya sebelum makan pagi

Rifamfisin

syndrome

Pyrazinamid

(disebabkan oleh dosis yang berlebihan terdapat kerusakan hati yang berat, warna merah terang pada urin, air mata, lidah dan kulit)

redman

Etambutol

Gangguan fungsi hati gout/pirai (meningkatnya kadar asam laktat didalam darah), analgia, anoreksia, mualmuntah, disuria, malaise dan demam Peradangan pada saraf mata yang berupa penurunan tajam penglihatan dan buta warna merah, hijau, gout/pirai, gatal, nyeri sendi, nyeri epigastrik, nyeri perut, malaise, sakit kepala, sakit hepar, linglung, bingung, halusinasi

Efek samping dapat muncul dan menjadi berat disebabkan oleh kebiasaan minum obat yang tidak teratur (Menyebabkan peningkatan dosis obat)

Akibat Minum Obat Tidak Teratur

Pengobatan
untuk

Penyakit

semakin

sulit

diobati karena ada kemungkinan bakteri akan kebal terhadap obat TB paru. Kuman TB paru dalam tubuh akan tumbuh dan berkembang biak lebih banyak Menghabiskan biaya lebih besar, karena memerlukan obat yang lebih ampuh dan lebih banyak jenisnya. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh karena harus memulai pengobatan lagi dari awal.

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXVI

TB Paru

Ayo Rajin Minum Obat

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Poliklinik Anak RSUP Hasan Sadikin