Anda di halaman 1dari 19

LOW VISION

Wijayanti 030.07.271

Anatomi bola mata


Anterior
konjunctiva

Kornea

Sklera

Iris

Aquos humor

Lensa

Uvea

Badan siliar

Vitreus humor

Koroid

posterior

Retina

Saraf optik

Refraksi

Definisi

Definisi
suatu keadaan dimana setelah dilakukan tindakan optimal seperti pengobatan, operasi dan koreksi kacamata tetapi penglihatan masih buram (kurang dari 6/18) atau lapangan pandang kurang dari 10 derajat dari titik fiksasi tetapi sisa penglihatan masih dapat digunakan untuk melihat

WHO
Setelah diobati dan dikoreksi dengan kacamata, masih memiliki kelainan pada fungsi penglihatnnya. Ketajaman penglihatan 6/18 (20/60) sampai persepsi cahaya.

Lapang pandangnya kurang dari 10 derajat.

Dapat menggunakan atau berpotensi untuk menggunakan sisa penglihatannya dalam merencanakan dan melaksanakan tugas sehari-hari

Epidemiologi

Angka kejadian kebutaan dan low vision akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi disertai penyebab lain, didapati sekitar 314 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan. Sebanyak 153 juta penduduk dunia mengalami visual impairement yang disebabkan kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, sedikitnya 13 juta diantaranya adalah anak-anak usia 5-15 tahun dimana prevalensi tertinggi terjadi di Asia Tenggara

Klasifikasi
Pengliihatan normal

Moderate visual impairment. Severe visual impairment.

Penglihatan hampir normal

Low vision sedang

Profound visual impairment.


Low vision berat

Low vision nyata

Near-total vision loss.

Hampir buta

Total blindness.

Buta total

Penglihatan normal
Sistem desimal Snellen meter jarak 6 Snellen kaki jarak 20 Efisiensi penglihatan

2,0 1,33 1,0 0,8

6/3 6/5 6/6 6/7,5

20/10 20/15 20/20 20/25 100% 100% 95%

Pada keadaan ini penglihatan mata adalah normal dan sehat

Penglihatan hampir normal


Sistem desimal 0,75 0,6 0,5 0,4 0,33 Snellen meter 6/9 5/9 6/12 6/15 6/18 jarak 6 Snellen jarak 20 kaki 20/30 15/25 20/40 20/50 20/60 85% 75% Efisiensi penglihatan 90%

0,285

6/21

20/70

Sistem desimal 0,25 0,2

Snellen jarak 6 meter 6/24 6/30 6/38

Snellen jarak 20 kaki 20/80 20/100 20/125

Efisiensi penglihatan 60% 50% 40%

Sistem desimal 0,1 0,066 0,05

Snellen jarak 6 meter 6/60 6/90 6/120

Snellen jarak 20 kaki 20/200 20/300 20/400

Efisiensi penglihatan 20% 15% 10%

Sistem
desimal 0,025

Snellen
meter 6/240

jarak

6 Snellen
kaki 20/800

jarak

20 Efisiensi
penglihatan 5%

Klasifikasi

Total blindness. Near-total vision loss. Profound visual impairment. Severe visual impairment.

Moderate visual impairment.

etiologi
Penglihatan sentral dan perifer yang kabur atau berkabut, yang khas akibat kekeruhan media (kornea, lensa, corpus vitreous). Gangguan resolusi fokus tanpa skotoma sentralis dengan ketajaman perifer normal, khas pada oedem makula. Skotoma sentralis, khas untuk gangguan makula degeneratif atau inflamasi dan kelainan-kelainan nervus optikus. Skotoma perifer, khas untuk glaukoma tahap lanjut, retinitis pigmentosa dan gangguan retina perifer lainnya

Gejala

Menulis dan membaca dalam jarak dekat

Hanya dapat membaca huruf dalam ukuran besar

Mengerutkan dahi ketika melihat di bawah cahaya terang

Terlihat tidak menatap lurus ke depan ketika memandang sesuatu

Kondisi mata tampak lain

diagnosis
Mengenali wajah teman dan orang di sekitarnya. Membaca, memasak, menjahit dan mengenal alatalat di sekitarnya. Melakukan aktivitas di rumah dengan penerangan yang redup. Membaca rambu-rambu lalu-lintas, bis dan nama toko. Memilih dan mencocokkan warna baju.

Anamnesa

Pemeriksaan

Pemeriksaan tajam penglihatan Pemeriksaan penglihatan dekat dan kemampuan membaca Pengukuran sensitivitas kornea Pemeriksaan lapang pandang

Pemeriksaan tajam penglihatan

Pemeriksaan kemampuan membaca

Pemeriksaan sensitivitas kornea


Sensitivitas kornea merupakan kemampuan mendeteksi benda pada kontras rendah Pembesaran dilakukan bilaa tidak dapat mengenal huruf dengan kontras tinggi saat membaca Penurunan sensitivitas kornea sering ditemukan padedema makula

pemeriksaan lapang pandang

Kelainan refraksi bola mata

Anda mungkin juga menyukai