Anda di halaman 1dari 11

Resiko Meningitis Bakterial pada Anak-Anak dengan Kejang Pertama Kali pada Saat Demam : Tinjauan Sistematis dan

Meta-Analysis Abolfazl Najaf-Zadeh1,2, Francois Dubos1,2,3, Valerie Hue1,2, sabelle !ru"os#1,2, Ania $ennour1,2, Alain %ar#ino#1,2,3& 1'ni" (ille Nord-de-France, 'D)(, (ille, France, 2!aedia#ric *+er,enc- and nfec#ious Diseases 'ni#, .H/', (ille, France, 3*A2012, !ublic Heal#h, *3ide+iolo,- and 4uali#- of .are, (ille, France Abstrak Latar belakang : Perhatian utama demam pada anak-anak yang disertai dengan kejang adalah kemungkinan terjadinya Meningitis Bakterial (BM). Kami melakukan suatu tinjauan yang sistematis untuk memperkirakan resiko BM pada berbagai macam subgroup anak-anak dengan kejang yang pertama kali pada saat demam, dan untuk menilai kegunaan lu+bar 3un#ure (LP) rutin pada anak-anak dengan kejang yang disertai demam. Metode/Penemuan penting : Da#abase dari kepustakaan M !L"# , "#"$%, dan &'&()*# dicari dari penelitian yang diterbitkan dari permulaan !esember +,--, ditambah dengan pencarian manual kepustakaan dengan arteikel rele.an ynag potensial dan adanya ulasan artikel. Penelitian yang ada melaporkan pre.alensi anak-anak dengan BM yanbg diba/a ke instalasi ga/at darurat diantaranya karena i) 0kejang dan demam1, ii) tampak simpel 2$, iii) tampak 2s yang kompleks. Lima belas penelitian menemukan kriteria inklusi. Pada anak-anak dengan 0kejang dan demam1 yang pertama kali dan memiliki pre.alensi BM yang didapatkan yaitu +,34 (,,5-6,- "K 564)7 BM dapat diduga dari pemeriksaan klinis pada 564 anak-anak yang berusia 8 3 bulan. *nak-anak yang menunjukkan simpel 2$, rata-rata pre.alensi kejadian 2$ adalah ,,+4 (antara , sampai -4). Pre.alensi yang didapatkan pada anak-anak dengan 2$ yang kompleks adalah ,,34 (,,+--,9 "K 564). Kegunaan LP secara rutin sangat rendah untuk penegakkan diagnosa in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera pada anak-anak dengan 2$ pertama kali; jumlah pasien yang diperlukan untuk pemeriksaan guna mengidenti:ikasi suatu kasus seperti in:eksi adalah --,5 anak-anak yang pertama kali mengalami simple 2$ dan -<, anak-anak yang pertama kali mengalami 2$ kompleks.

Kesimpulan : #ilai yang disajikan pada penelitian ini memberikan dasar e"idence-based a33roach untuk tatalaksana yang berbeda pada masing-masing subgroup anak-anak yang diba/a ke instalasi ga/at darurat dengan kejang yang pertama kali pada saat demam. Penda uluan Kejang terjadi pada sebagian besar penyakit pada anak-anak, dan terhitung sekitar -64 dari seluruh kunjungan di instalasi ga/at darurat ( !) =-,+>. Kejang demam (2$) me/akili dari seluruh bentuk kejang pada masa kanak-kanak, dimana mengenai sekitar +-64 bayi dan anak-anak di ropa dan *merika ?tara dan <4 di @epang =A>. Kejang demam ini dide:inisikan secara luas sebagai kejang yang berhubungan dengan demam tanpa ada bukti terjadinya in:eksi pada sistem sara: pusat (&#$), terjadi pada anak-anak usia 3 bulan sampai 6 tahun. (ubungan antara kejang dengan meningitis bacterial (BM) terbukti ada =6-B>. 'leh karena itu, sangat penting untuk mengesampingkan BM sebelumnya untuk menegakkan diagnosa 2$. Bagaimanapun juga, merupakan suatu tantangan untuk menegakkan diagnosa 2$ pada subgroup anak-anak tertentu yang tampak adanya 2$. 2$ mungkin satu-satunya mani:estasi yang timbul pada bayi dengan BM =9> 7 kejang kompleks dapat meningkatkan resiko BM =<,5>. 'leh karena itu, anak-anak yang menunjukkan 2$, klinisi masih ragu untuk mempertimbangkan resiko BM. Pada :ase akut, persoalan yang menantang adalah untuk membuat keputusan kapan dilakukannya (u+bar !unc#ure (LP) untuk mengesampingkan BM. Pengetahuan pre.alensi BM diantara berbagai macam subgroup anak-anak dengan 2$ dapat membantu klinisi dalam membuat keputusan klinis. $ejumlah penelitian klinis yang melaporkan pre.alensi BM diantara anak-anak dengan 2$ telah diadakan diseluruh dunia =-,--<>. @uga terdapat 9 literatur artikel (dipublikasikan tahun -5<,, +,,-, +,,A dan +,--) menunjukkan pre.alensi BM pada anakanak dengan 2$ di negara berkembang =-5-++>. #amun, terdapat tiga tinjauan pustaka =-5+-> yang subjeknya mengalami bias dikarenakan penggabungan kelompok yang berbeda kedalam penelitian mereka (yaitu anak-anak dengan kejang dan demam =<,5,+A-+6>, anakanak yang kelihatan seperti 2$ =----A,+3-A-> dan anak-anak dengan 2$ =A+>). Kepustakaan tahun +,-- terbatas kepada subgroup anak-anak usia C-< bulan dengan simple 2$ yang diikuti selama masa post-.aksin (yaitu imunisasi mela/an Hae+o3hilus nfluenzae tipe b ((ib) dan )#re3#ococcus !neu+oniae =++>. 'leh sebab itu, dengan menggunakan metode yang lebih teliti dari sebelumnya, dan dipublikasikan baru-baru ini, kami melakukan tinjauan yang sistematis dan meta-analisis,

dimana menggunakan literatur yang rele.an dan tepat untuk menyajikan perkiraan pre.alensi BM yang yang lebih akurat pada anak-anak dengan kejang yang disetai demam. Pertanyaan utama yang mengin:ormasikan tinjauan pustaka ini adalah bagaimana pre.alensi BM pada anak-anak yang menunjukkan ; i) 0kejang dan demam1 pertama kali, ii) simple 2$ yang pertama kali dan iii) 2$ kompleks yang pertama kaliD Kammi juga ingin menge.aluasi kegunaan LP rutin untuk mendiagnosa in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera diantara anak-anak dengan serangan 2$ yang pertama kali. Metode Kami melakukan dan melaporkan tinjauan sistematis ini disesuaikan dengan P)"$M* (!referred /e3or#in, #e+s for )-s#e+a#ic re"ie5s and %e#a-anal-sis). (%eks $-) =AA>. Strategi Penelitian Literatur penelitian bertujuan untuk mengidenti:ikasi samua penelitian yang mencari pre.alensi BM pada anak-anak dengan serangan kejang pertama kali disertai demam yang diba/a ke instalasi ga/at darurat. ?ntuk mengidenti:ikasi artikel asli yang memenuhi syarat, kami mencari di database elektronik berikut dari a/al !esember +,-- ; M !L"# .ia P?BM !, "#"$% ()cien#ific and 6echnical nfor+a#ion ns#i#u#e ) .ia articleEinist dan perpustakaan &'&()*# . Pada setiap database elektrnik, terdapat berbagai macam istilah yang digunakan pada penelitian, yaitu ; 0kejang demam1, 0demam kon.ulsi1, 0demam1, 0kejang1, 0kon.ulsi1, 0meningitis1 dan 0in:eksi system sara: pusat1. !a:tar artikel yang rele.an dan potensial untuk dijadikan re:erensi disaring dari artikel tambahan terkait. $trategi penelitian yang lebihh detail dari setiap database elektronik dapat ditemukan di %eks $+. Kriteria !ang Memenu i S"arat !ipakai suatu kriteria inklusi dan eksklusi sebelumnya yang tegas. Penelitian Kohurt yang secara berturut-turut mempublikasikan anak-anak yang dipilih secara acak sebelum A, !esember +,--, memenuhi syarat untuk kriteria inklusi penelitian kami jika ; -) mereka melaporkan data pre.alensi BM pada anak-anak yang diba/a ke ! atau pasien ra/at inap untuk menge.aluasi serangan 0kejang dan demam1 yang pertama, (+) de:inisi 2$ (simple atau kompleks) yang mereka gunakan sama atau hamper sama dengan sebagian besar literatur =9,A9>, (A) mereka meneliti di negara dengan sumber daya yang tinggi (penelitian dari negara dengan sumber daya yang rendah dieksklusi karena memiliki pre.alensi BM yang tinggi dan

kondisi yang berbeda (yaitu malaria, ("F yang berhubungan dengan in:eksi &#$ dan tuberkulosis &#$) yang dapat menyebabkan kejang dengan disertai demam =A6-A5>)7 !a:tar PBB digunakan untuk mengidenti:ikasikan negera-negara dengan sumber daya yang tinggi, dan (9) mereka menulis dalam bahasa "nggris atau Prancis. Ketika banyak artikel yang melaporkan penelitian populasi yang sama, kami memasukkan artikel yang hanya mempublikasikan in:ormasi yang detail untuk mendapatkan kriteria inklusi. Ketika suatu penelitian diidenti:ikasikan sebagai data yang bersangkutan yang tidak dipublikasikan (yaitu penelitian yang memasukkan anak-anak dengan 2$, namun tidak membuat perbedaan antara simple 2$ dan 2$ kompleks), kami menghubungi penulis untuk mendapatkan data yang tidak ada. Ketika tidak ada respon dan data mentah dari penelitian yang kami ikuti membedakan dua kelompok pasien seperti artikel yang dimasukkan dalam penelitian7 sebaliknya kami eksklusi. Kemungkinan dikarenakan penelitian dengan jumlah pasien yang kurang dari +, pasien. Laporan kasus, artikel, editorial, komentar dan clinical ,uideline dieksklusi. Proses Seleksi Penelitian $eleksi penelitian dilakukan secara independen dengan dua tinjauan (*#, *M) dalam + sesi pertama, semua judul dan abstrak dari kutipan yang teridenti:ikasi disaring. Kedua, artikel yang berpotensi secara rele.an ditinjau secara keseluruhan. $etiap in.estigator membuat rekomendasi untuk menginklusi atau eksklusi suatu artikel. Perbedaan pendapat diselesaikan dengan mu:akat. Pengukuran #asil Dari De$inisi Pengukuran hasil yang utama adalah pre.alensi BM diantara anak-anak dengan serangan kejang yang pertama dan disertai dengan demam. Pengukuran hasil yang lainnya adalah (-) pre.alensi in:eksi &#$ secara keseluruhan (termasuk meningitis (.irus dan bacterial)), 03ossible $%1, Her3es )i+3le7 Virus (($F) ense:alitis dan ense:alitis karena etiologi yang lain. !iantara anak-anak dengan serangan kejang yang pertama yang disertai demam, dan (+) kegunaan LP rutin untuk mendiagnosa in:eksi &#$ yang membutuhkan pengobatan segera. "n:eksi &#$ yang memerlukan tata laksana segera diantaranya BM dan ($F ense:alitis. BM dipastikan dengan hasil positi: dari kultur cairan serebros3inal (&$2) yang ditemukan adanya bakteri patogen, kultur negati: &$2 pada pe/arnaan gram positi:, &$2 !leoc-#osis dengan kultur darah positi: dan ditemukan bakteri patogen atau &$2 !leoc-#osis dengan pemeriksaan (a#e7 A,,lu#ina#ion yang positi:. 03ossible $%1 dipastikan dari pe/arnaan gram negati: dengan &$2 3leoc-#osis dan hasil negati: dari kultur darah dan

&$2 pada anak-anak pre-medikasi antibiotic. !leoc-#osis dipastikan dengan penemuan 8 6 sel darah putih per GL =++>. ($F ense:alitis dipastikan dari hasil &$2 ($F poositi: dari 3ol-+erase chain reac#ion (P&)). !e:inisi 2$ dapat dilihat di bagian pendahuluan (lihat diatas). 0Kejang dan demam1 termasuk kejang yang terjadi pada anak-anak yang mengalami demam diakibatkan oleh banyak penyebab =9,>. 2$ yang semu dide:iniskan sebgai suatu keadaan yang memenuhi kriteria diagnosa 2$ tetapi tidak dapat disingkirkan kemungkinan in:eksi &#$ dengan LP atau follo5 u3. $impel 2$ dide:inisikan sebagai kejang primer general yang terjadi kurang dari -6 menit dan tidak berulang dalam +9 jam =9>. Kompleks 2$ dide:inisikan berdasarkan satu atau lebih cirri berikut ; suatu onset kejang :ocal, durasi memannjang (lebih dari -,--6 menit) dan dapat kambuh dalam +9 jam atau terjadi setelah serangan pertama =A9>. ?ntuk setiap penelitian periode rutin .aksin (ib dan ). !neu+oniae terdahulu dipertimbangkan sebagai era pre-.aksin dan periode berikutnya sebagai era post.aksin =-B,9--9A>. %kstraksi Data dan Penilaian Kualitas kstraksi data dan penilaian kualitas yang termasuk didalam penelitian ini dilakukan secara independen oleh dua resensi (*#, *M) yang menggunakan bentuk baku pengumpulan data. $etiap perbedaan pendapat diselesaikan dengan diskusi. "n:ormasi-in:ormasi berikut diambil dari masing-masing penelitian ; penulis pertama, negara asal, tanggal penda:taran, tipe penelitian (prospekti: atau retrospekti:), pengaturan klinis, jumlah pasien, kriteria inklusi dan eksklusi, metode pemastian hasil (dasar klinis, dasar klinis dengan follo5 u3, LP), jumlah kejadian dari hasil (in:eksi &#$, BM), de:inisi 2$ (pada penelitian dengan simpel 2$, dan 2$ kompleks), hasil dari sejumlah pasien yang mendapatkan pre-medikasi dengan antibiotik, dan masa selama terda:tar (pre-.aksin atau post-.aksin). Kami mengadaptasi sistem penilaian kualitas untuk artikel-artikel pre.alensi =99>. $etiap artikel ditinjau kembali untuk menentukan apakah ; (-) !esain penelitian sesuai untuk mendapatkan perkiraan pre.alensi, (+) sampel merupakan per/akilan dari suatu karakteristik populasi tertentu (usia, kondisi medis), (A) de:inisi yang diberikan jelas dan dapt dicerna, (9) metode penetapan hasil dide:inisikan dengan jelas dan memadai. Kami menilai indikator-indikator kualitas secara terpisah untuk masing-masing artikel7 dimana skor total kualitas tidak dihitung =96>. Sintesis dan Analisis Data $emua analisis dilakuakn secara terpisah untuk masing-masing kelompok pasien; anak-anak dengan 0kejang dan demam1, anak-anak dengan serangan simpel 2$ pertama kali,

dan anak-anak dengan serangan 2$ kompleks yang terjadi pertama kali. Penelitian, pasienm metode penetapan hasil, dan adta hasil dirangkum menggunakan suatu statistik deskripti: dasar (hanya memaparkan jumlah dan proporsi). )ata-rata pre.alensi in:eksi &#$ dan BM dihitung dengan cara emmbagi jumlah anak yang ada dengan jumlah sasaran dari keseluruhan jumlah pasien yang terdapat dalam penelitian ini. Pre.alensi BM merupakan :okus utama pada penelitian ini, dimana proporsi BM yang dikumpulkan disintasis menggunakan teknik meta-analisis. Proporsi yang pertama kali diubah menjadi kuantitas yang didasarkan kepada .arian Free+an-6u8e- yang dapat merubah akar proporsi =93> dan cocok untuk ringkasan yang biasa ataupun acak =9B>. Proporsi yang ada dihitung sebagai rata-rata bac8-#ransfor+ yang didapat setelah proporsi a/alnya diubah menggunakan .arian in"erse arcsine untuk kelompok yang tetap dan menggunakan bobot Der)i+onian-(aird untuk kelompok yang acak. (eterogenitas statistik diukur dengan menggunakan uji chi-s9uare .ochran (p H ,,dianggap bermakna) dan dinilai secara .isual menggunakan 6he :albrai#h 3lo# of he#ero,eni#-. ?ntuk menentukan presentase heterogenitas suatu penelitian, statistik -s9uare ("I) dihitung =9<>. ?ntuk menge.aluasi perkiraan dari suatu artikel khusus, kami melakukan influence anal-sis. Metode ini digunakan untuk menghitung ulang perkiraan yang terkumpul pada suatu /aktu dan suatu penelitian. *nalisis %e#a-re,ression dan penilaian bias tidak dilakukan karena jumlah sampel penelitian yang sedikit. Kegunaan LP rutin untuk menegakkkan diagnosa in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera dianggap sebagai ;nu+ber needed #o #es#<(##%), yang menunjukkan jumlah pasien yang perlu menjalani LP untuk menegakkan diagnosa in:eksi &#$ tersebut. ##% dihitung dengan cara membagi jumlah pasien yang terlibat dalam penelitian ini dengan jumlah pasien dengan in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera yang didiagnosis setelah pemeriksaan LP rutin. $emua uji statistik dilakukan menggunakan )#a#a .ersi --,- ()#a#a .or3, .olle,e )#a#ion, %eJas) dan )#a#sDirec# .ersi +.B.5 ()#a#sDirec#= (#d, "nggris). #asil #asil Penelitian %ujuh ratus tiga puluh empat artikel diidenti:ikasi melalui pencarian da#abase elektronik, dimana +, artikel dianggap layak untuk ulasan teks secara lengkap. %ujuh belas artikel tambahan yang rele.an diidenti:ikasi dengan skrining da:tar tinjauan dari artikel yang rele.an dan artikel tinjauan. !ari AB artikel yang ada, didapatkan -9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. *lur pencarian dan penyaringan artikel serta alasan mengeksklusi suatu penelitian yang teridenti:ikasi dapat dilihat pada Kambar -.

Anak-Anak dengan &Kejang dan Demam' (asil data anak-anak dengan 0kejang dan demam1 didapatkan dari 6 penelitian dimana jumlah keseluruhan pasien adalah -553 pasien =<,5,+A-+6>. )incian karakteristik, hasil dan metodologi penelitian dirangkum dalam %abel - dan %abel +. !ari seluruh penelitian, sampel me/akili populasi dengan karakteristik tertentu (%abel +). (asil didokumentasikan berdasarkan LP atau pemeriksaan klinis dengan follo5 u3 pada -,,4 pasien yang ada pasa semua penelitian (%abel +). !ari -553 anak, BB anak didiagnosa mengalami in:eksi &#$, dimamna 9- diantaranya mengalami BM. dari 9- anak yang menderita BM, 9 diantara nya berusia C 3 bulan, dan AB lainnya berusia 8 3 bulan. !iagnosa BM dicurigai dari 564 pemeriksaan klinis yang dilakukan pada anak-anak (n H A6). )ata-rata keseluruhan pre.aalensi in:eksi &#$ adalah A,54 (sekitar +,A-B,94). Pre.alensi BM dengan metode acak didapatkan +,34 (,,5-6,- "K 564) (Kambar +). Ketika masing-masing penelitian digabungkan dalam meta-analisis, ada heterogenitas yang bermakna pada perkiraan pre.alensi BM penelitian ini ("I H <B4, 3 ,,,,-). 6he :albrai#h 3lo# mengidenti:ikasi populasi yang diteliti oleh '::ringa dkk dan @o::e dkk sebagai sumber heterogenitas ini =<, 5>, namun pengecualian dari satu atau kedua penelitian ini tidak secara bermakna dapat mengubah hasil (3 H ,,9). $elanjutnya, analisis regresi menunjukkan tidak ada penelitian, termasuk keduanya, yang secara bermakna memiliki dampak pada perkiraan pre.alensi yang dikumpulkan. Anak-Anak dengan Simpel (S %ujuh penelitian dengan jumlah keseluruhan pasien -.<35 melaporkan data hasil anak-anak dengan simpel 2$ sebelumnnya =-,--3>. )incian karakteristik, hasil, dan metodologi penelitian dirangkum dalam %abel - dan %abel +. !ari seluruh penelitian, sampel merupakan per/akilan dari karakteristik tertentu (%abel +). (asil A penelitian didokumentasikan dengan berdasarkan LP atau pemeriksaan klinis dengan foollo5 u3 pada -,,4 pasien =-,,--,-A>. Meta-analisis tidak dilakukan karena kelebihan jumlah zero e"en# pada sampel yang ada. )ata-rata keseluruhan pre.alensi iin:eksi &#s pada anak-anka usia 3B+ bulan (berdasarkan 9 penelitian, nH5--) adalah ,,+4 (sekitar ,,,--,94) dan BM (berdasarkan 6 penelitian, nH --,5) adalah ,,+4 (sekitar ,,,--,,4). ##% yang digunakan untuk mendeteksi suatu kasus in:eksi &#$ pada anak usia 3-B+ bulan yang memerlukan penatalaksanaan segera adalah sebanyak -.-,5 (dari dua kasus BM, yang satu didiagmosa setelah pemeriksaan LP rutin dan yang satunya lagi dengan &$2 yang normal setelah

pemerikasaan LP rutin, namun pemeriksaan LP diulang dalam +9 jam kemudian dan didapatkan hasil BM)(%abel -). Anak-Anak dengan (S kompleks (asil data dari anak-anak dengan 2$ kompleks berasal dari dua penelitian dengan jumlah pasien sebanyak B-< pasien =-B,-<>. )incian karakteristik, hasil dan metodologi penelitian dirangkun pada %abel - dan %abel +. !ari seluruh penelitian, sampel me/akili dari populasi dengan karakteristik tertentu (%abel +). Pre.alensi keseluruhan dari in:eksi &#$ adalah +,+4 (kisaran ,,6 L +,54). Pre.alensi Bm yang dikumpulkan dengan model fi7ed affec# adalah sebesar ,,34 (,,+--,6 "K 564). Ketika masing-masing penelitian digabungakn dalam suatu meta-analisis, tidak ada heterogenitas yang bermakna diantara perkiraan pre.alensi BM dari penelitian tersebut ("I H ,,,4, 3 H ,,5). ##% yang digunakan untuk mendeteksi suatu kasus in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera adalah sebanyak -<, (%abel -). Diskusi Penelitian kami merupakan tinjaun sistematis dan meta-analisis yang pertama yang mencoba mengukur resiko BM pada subgroup yang berbeda dari anak-anak dengan kejang yang disertai dengan demam, dan untuk menge.aluasi kegunaan LP secara rutin pada anakanak dengan serangan 2$ yang pertama kali. $elurh resiko BM pada masing-masing kelompok rendah, mulai dari ,,+4 pada kelompok anak-anak dengan simpel 2$ dan +,34 pada anak-anak dengan serangan 0kejang dan demam1. Kegunaan LP rutin sangat rendah untuk membantu menegakkan diagnosa in:eksi &#$ yang memerlukan penatalaksanaan segera pada anak-anak dengan serangan 2$ pertama kali ; dimana ##% pada anak-anak dengan simple 2$ sebanyak --,5, dan -<, pada anak-anak dengan 2$ kompleks. BM dapat tampak sebagai kejang yang berhubungan dengan demam =6-B>. Pada penelitian kami, +,34 anak-anak dengan 0kejang dan demam1 memiliki BM, dimana penegakkan diagnosa BM dari kemungkinan pemeriksaan klinis dari 564 anak-anak (%abel -). *ngka ini menggambarkan kemampuan pemeriksaan klinis dalam mengidenti:ikasi hampir semua anak dengan serangan 0kejang dan demam1 yang pertama kali sehingga pemeriksaan LP rutin tidak perlu untuk dilakukan. #amun, mengingat sebagian besar penelitian yang ada bersi:at retrospekti: maka penelitian ini akan membutuhkan .alidasi klinis yang lebih lanjut.

Ketakutan penulis tidak mendapatkan sampel BM maka beberapa diantara mereka menganjurkan pemeriksaan LP rutin pada bayi yang mengalami simpel 2$ =+3,9,,95>. !alam penelitian kami, kami tidak dapat menilai kegunaan LP rutin pada bayi, dikarenakan 9 dari B penelitian (total jumlah anak 369) tidak menentukan jumlah anak yang terdapat pada penelitiannya =-,--A> (tiga penelitian yang lain termasuk diantajumlah anak yang terdapat pada penelitiannya =-,--A> (tiga penelitian yang lain termasuk diantaranya A,A bayi =-9--3>) (%abel -). Pada penelitian %rainor dkk, -A4 dari jumlah anak-anak yang diteliti diantaranya terdapat bayi =-9>. kstrapolasi data ini menunjukkan bah/a terdapat sekitar <6 bayi dari 369 anak-anak. 'leh karena itu, jumlah bayi dengan simpel 2$ pada penelitian kami diperkirakan berjumlah A<< (++A diantaranya terda:tar selama ere pre-.aksin dan -36 terda:tar selama era post-.aksin) (%abel -). Karena pada penelitian kami hanya didapatkan satu bayi dengan simpel 2$ yang mengalami in:eksi &#$ dan memerlukan penatalaksanaan segera (%abel -), maka kami menggunakan ##% untuk mendeteksi in:eksi &#$ yang mungkin terjadi pada A<< anak lainnya. %emuan ini menantang kegunaan LP rutin pada bayi dengan simpel 2$. #amun, BM merupakan suatu penyakit yang bersi:at progresi: dan dapat menunjukkan gejalanya dalam /aktu yang singkat, sehingga LP dapat dilakukan. Pengamatan klinis yang cermat perlu dilakukan pada anak-anak setalah beberapa jam pertama serangan kejang. $ejak diperkenalkan .aksin (ib dan )= !neu+oniae, kejadian BM pada anak-anak menurun secara drastis =6,,6->. 'leh karena itu, pada tahun +,-- **P mere.isi pedoman e.aluasi neurodiagnostik anak dengan simpel 2$ =6+>. Pedoman *ap terbaru tidak lagi mendukung dilakukannya LP rutin pada anak-anak dengan imunisasi lengkap (ib dan )= !neu+oniae, tetapi Lp rutin direkomendasikan pada anak-anak dengan simpel 2$ dengan imunisasi yang tidak lengkap atau sama sekali tidak mendapatkan imunisasi =6+>. Pada penelitian kami, terdapat ++A bayi dengan serangan pertama simpel 2$ yang terda:tar selama era pre-.aksin, dimana salah seorang diantaranya mengalami BM (%abel -). ##% yang digunakan untuk mendekteksi suatu kasus in:eksi &#$ yang memerlukan pera/atan segera dapat dilakukan pada ++A anak tersebut. !engan demikian, pengamatan klinis yang cermat sebelum melakukan LP rutin juga dapat dilakukan pada bayi dengan immunisasi tidak lengkap atau tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. 2$ kompleks merupakan :aktor resiko terjadinya BM =<,5>. 'leh karena itu, LP rutin sering direkomendasikan untuk menge.aluasi anak-anak dengan 2$ kompleks =6A,69>. #amun pada penelitian kami, kegunaan LP rutin pada anak-anak dengan 2$ kompleks cukup rendah (##% H -<,). $elain itu, LP rutin yang dilakukan tidak tanpa resiko. Keluhan yang timbul pasca LP dianataranya timbul sakit kepala dan dapat disertai dengan muntah =66>, dan

dapat menyebabkan fa#al cerebral connin, atau masuknya mikroorganisme ke dalam aliran &$2 =63>. 2akta yang ada menentang kegunaan LP pada anak-anak dengan kondisi seperti ini. $ehingga LP rutin yang dilakukan berdasarkan ciri kejang komplek dirasa tidak perlu dilakukan.Penatalaksanaan segera di rumah sakit untuk diobser.asi dapat menjadi strategi yang masuk akal. Penelitian kami memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan. Pertama, sebagian besar penelitian yang masuk ke dalam ulasan kami merupakan penelitian retrospekti: dan sering ditemukan adanya bias. Kedua, dalam kasus simpel 2$ dan 2$ kompleks, tidak ditemukannya BM hanya didasarkan pada alasan klinis saja tanpa mempertimbangkan dilakukannya pemeriksaan &$2 atau pemeriksaan klinis pada masingmasing subgroup sebesar 9A4 dan -<4. *da kemungkinan bah/a sebagian besar anak-anak diperbolehkan pulang ke rumah namun ternyata anak-anak tersebut mengalami meningitis dan justru diba/a ke rumah sakit yang berbeda. #amun, keterbatasan analisis untuk kasus dimana BM diperintahkan untuk dilakukan pemeriksaan &$2 dan pemeriksaan klinis tidak dapat memberikan perubahan yang signi:ikan. Ketiga, resiko BM pada anak-anak yang premedikasi dengan antibiotik dilaporkan dapat mengaburkan tanda dan gejala a/al BM dan juga dapat mengurangi hasi positi: kultur &$2 =6B>. Karena sebagain besar penelitian yang masuk dalam ulasan kami ini memberikan data secara terpisah pada anak-anak dengan pre-medikasi antibiotik, maka kami tetap menghitung pre.alensi BM terlepas anak tersebut dengan pre-medikasi antibiotik atau tidak. (al ini membuat keterbatasan dalam penerapan hasil penelitian kami kepada anak-anak dengan pre-medikasi antibiotik. Keempat, mayoritas 2$ yang jinak dira/at di rumah oleh dokter umum =6<>, sedangkan 2$ dengan resiko tinggi terjadinya in:eksi yang serius dira/at di rumah sakit. Penelitian kami hanya terbatas pada anak-anak yang ada di ?K! atau yang dira/at di bangsal, sehingga temuan kami hanya berlaku untuk anak-anak dengan keadaan dan pengaturan yang sama. *khirnya penelitian ini hanya terbatas untuk anak-anak di negaranegara dengan sumber daya yang tinggi sehingga hasil penelitian kami ini tidak dapat digeneralisasikan untuk anak-anak di negara-negara dengan sumber daya yang rendah. Kesimpulanan )esiko BM semata-mata menyajikan gambaran 2$ yang sangat rendah, baik berdasarkan umur ataupun ciri dari kejang itu sendiri (simple atau kompleks). 'leh karena itu, pelaksanaan LP secara rutin pada pasien tanpa disertai tanda atau gejala yang menunjukkan BM sepertinya tidak memberikan banyak man:aat pada anak-anak yang

mengalami demam dan mendapatkan serangan kejang pertama kali. Penemuan kami meragukan kegunaan LP secara rutin pada anak-anak dengan 2$ kompleks, dan pada bayi yang mengalami simpel 2$ dan mendapatkan imunisasi lengkap atau tidak dalam mela/an (ib dan )= !neu+oniae. 'bser.asi klinis yang cermat selama beberapa jam pertama setelah kejang dapat menjadi strategi yang cocok pada anak-anak. Kontribusi Penulis $etuju dengan hasil naskah dan kesimpulan ;*# 2! F( "P *B *M. Kontribusi dalam interpretasi data dan hasil re.isi yang kritis ; *# 2! F( "P *B *M. Penyusun dan perancang penelitian ; *# 2! *M. Pelaksana penelitian ; *# F( *M. Penganalisis data ; *# F( *B *M. Kontribusi pengadaan reagenMmaterialMperalatan analisis ; *# "P *M. Penulis naskah ; *# 2! *M.