Anda di halaman 1dari 5

Infeksi Candida

Candida albicans secara alami sebenarnya terdapat pada membrane mukosa dalam tubuh kita, paling banyak terdapat dalam saluran pencernaan. Selain itu, Candida juga ditemukan dalam vagina yang sehat, mulut, dan rektum. Jika pertumbuhannya terlalu pesat, Candida dapat menginfeksi vagina, sehingga terjadi peradangan, yang disebut candidiasis. Candidiasis bisa menyerang wanita di segala usia, terutama usia pubertas. Keparahannya berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dan dari waktu ke waktu meski pada wanita yang sama. Gejalanya, bibir vagina dan kulit di sekitarnya membengkak, menjadi kemerahan, nyeri, dan gatal. agina terasa panas setiap kali buang air kecil. Candidiasis adalah penyakit jamur, yang bersifat akut atau subakut disebabkan oleh spesies Candida, biasanya oleh spesies Candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, bronki, atau paru, kadang!kadang dapat menyebabkan septikemia, endokarditis, atau meningitis. "ama lain dari Candidiasis adalah kandidosis, dermatocandidiasis,

bronchomycosis, mycotic vulvovaginitis, muguet, dan moniliasis. #stilah candidiasis banyak digunakan di $merika, sedangkan di Kanada, dan negara!negara di %ropa seperti #tali, &erancis, dan #nggris menggunakan istilah kandidosis, konsisten dengan akhiran 'osis seperti pada histoplasmosis dan lain ' lain. Gejala khas candidiasis yang paling dikenal oleh umum adalah keluarnya cairan vagina berwarna putih menyerupai keju cottage. (ungkin karena inilah candidiasis popular dengan sebutan )keputihan*. Cairan putih keju tersebut berbau tidak sedap, tetapi tidak busuk. Ketika Candida tumbuh semakin pesat, sel!selnya mengalami metamorfosis. Sebagai khamir alias ragi yang semula selnya berbentuk bulat, berubah menjadi kapang yang berfilamen, memiliki sulur!sulur akar. $kar ini akan berkembang semakin panjang dan menembus sel mukosa usus. Setelah mencapai sistem sirkulasi, Candida akan melepaskan +at racun. ,ersama protein yang tidak tercerna, +at racun ini akan merasuki seluruh jaringan tubuh dan mengakibatkan kemerosotan sistem kekebalan tubuh. $kibatnya, muncul reaksi alergi, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya. #stilah lain gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh )jamur* Candida ini adalah sindroma Candida kronis -Candida!.elated Comple/, C.C0.

EPIDEMIOLOGI &enyakit ini terdapat di seluruh dunia, dapat menyerang semua umur terutama bayi dan orang tua, baik laki ' laki maupun perempuan. Jamur penyebabnya terdapat pada orang sehat sebagai saprofit. Gambaran klinisnya bermacam ' macam sehingga tidak diketahui data ' data penyebarannya dengan tepat. ETIOLOGI 1ang tersering sebagai penyebab ialah Candida albicans yang dapat diisolasi dari kulit, mulut, selaput mukosa vagina, dan feses orang normal. Sebagai penyebab endokarditis kandidosis ialah Candida parapsilosis dan penyebab kandidosis septikemia adalah Candida tropicalis. Genus Candida merupakan sel ragi uniseluler yang termasuk ke dalam Fungi imperfecti atau Deuteromycota, kelas Blastomycetes yang memperbanyak diri dengan cara bertunas, famili Cryptococcaceae. Genus ini terdiri lebih dari 23 spesies, yang paling patogen adalah C. albicans diikuti berturutan dengan C. stellatoidea, C. tropicalis, C. parapsilosis, C. kefyr, C. guillermondii dan C. krusei. PATOGENESIS #nfeksi kandida dapat terjadi, apabila ada faktor predisposisi baik endogen maupun eksogen. 4aktor endogen meliputi perubahan fisiologik, umur,dan imunologik. &erubahan fisiologik seperti kehamilan -karena perubahan p5 dalam vagina06 kegemukan -karena banyak keringat06 debilitas6 latrogenik6 endokrinopati -gangguan gula darah kulit06 penyakit kronik seperti7 tuberkulosis, lupus eritematosus dengan keadaan umum yang buruk. 8mur contohnya7 orang tua dan bayi lebih mudah terkena infeksi karena status imunologiknya tidak sempurna. #munologik contohnya penyakit genetik. 4aktor eksogen meliputi7 iklim, panas, dan kelembaban menyebabkan respirasi meningkat, kebersihan kulit, kebiasaan berendam kaki dalam air yang terlalu lama

menimbulkan maserasi dan memudahkan masuknya jamur, dan kontak dengan penderita misalnya pada thrush, dan balanopostitis. GEJALA Gejalanya bervariasi, tergantung kepada bagian tubuh yang terkena., dapat dibagi menjadi7 infeksi pada lipatan kulit -infeksi intertriginosa0, infeksi vagina -vulvovaginitis0, infeksi penis, thrush, perl9che, dan paronikia. #nfeksi pada lipatan kulit -infeksi intertriginosa0 biasanya menyebabkan ruam kemerahan, yang seringkali disertai adanya bercak!bercak yang mengeluarkan sejumlah kecil cairan berwarna keputihan. ,iasanya timbul bisul!bisul kecil, terutama di tepian ruam dan ruam ini menimbulkan gatal atau rasa panas. .uam Candida di sekitar anus tampak kasar, berwarna merah atau putih dan terasa gatal. #nfeksi vagina -vulvovaginitis0 sering ditemukan pada wanita hamil, penderita diabetes atau pemakai antibiotik.Gejalanya berupa keluarnya cairan putih atau kuning dari vagina disertai rasa panas, gatal dan kemerahan di sepanjang dinding dan daerah luar vagina. #nfeksi penis sering terjadi pada penderita diabetes atau pria yang mitra seksualnya menderita infeksi vagina. ,iasanya infeksi menyebabkan ruam merah bersisik -kadang menimbulkan nyeri0 pada bagian bawah penis. :hrush merupakan infeksi jamur di dalam mulut. ,ercak berwarna putih menempel pada lidah dan pinggiran mulut, sering menimbulkan nyeri. ,ercak ini bisa dilepas dengan mudah oleh jari tangan atau sendok. :hrush pada dewasa bisa merupakan pertanda adanya gangguan kekebalan, kemungkinan akibat diabetes atau $#;S. &emakaian antibiotik yang membunuh bakteri saingan jamur akan meningkatkan kemungkinan terjadinya thrush. &erl9che merupakan suatu infeksi Candida di sudut mulut yang menyebabkan retakan dan sayatan kecil. ,isa berasal dari gigi palsu yang letaknya bergeser dan menyebabkan kelembaban di sudut mulut sehingga tumbuh jamur. &aronikia adalah candida tumbuh pada bantalan kuku, menyebabkan

pembengkakan dan pembentukan nanah. Kuku yang terinfeksi menjadi putih atau kuning dan terlepas dari jari tangan atau jari kaki.

PEMBANTU DIAGNOSIS ;apat dibagi menjadi pemeriksaan langsung dan pemeriksaan biakan. &emeriksaan langsung7 kerokan kulit atau usapan mukokutan diperiksa dengan larutan K<5 =3> atau dengan pewarnaan gram, terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu. &emeriksaan biakan7 bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dektrosa glukosa Sabouraud, dapat pula agar ini dibubuhi antibiotik -kloramfenikol0 untuk mencegah pertumbuhan bakteri. &erbenihan disimpan dalam suhu kamar atau lemari suhu ?@ AC, koloni tumbuh setelah BC!C2 jam, berupa yeast like colony. #dentifikasi Candida albicans dilakukan dengan membiakkan tumbuhan tersebut pada corn meal agar. DIAGNOSIS BANDING ;apat dibagi berdasarkan tempatnya yaitu kandidiasis kutis lokalisata, kandidiasis kuku, dan kandidiasis vulvovaginitis. Kandidiasis kutis lokalisata dengan7 =0. eritrasma7 lesi di lipatan, lesi lebih merah, batas tegas, kering tidak ada satelit, pemeriksaan dengan sinar Dood positif, B0. dermatitis intertriginosa, ?0. dermatofitosis -tinea06 Kandidiasis kuku dengan tinea unguium6 Kandidiasis vulvovaginitis dengan7 =0. trikomonas vaginalis, B0. gonore akut, ?0. Eeukoplakia, C0. liken planus PENGOBATAN ;engan cara menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi, topikal, dan sistemik. :opikal meliputi7 =0. larutan ungu gentian F!=> untuk selaput lendir, =!B> untuk kulit, dioleskan sehari B kali selama ? hari B0. nistatin7 berupa krim, salap, emulsi ?0. amfoterisin ,

C0. grup a+ol antara lain7 (ikona+ol B> berupa krim atau bedak, Klotrima+ol => berupa bedak, larutan dan krim, :iokona+ol, bufona+ol, isokona+ol, Siklopiroksolamin => larutan, krim, $ntimikotik yang lain yang berspektrum luas. Sistemik meliputi7 =0. :ablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna, obat ini tidak diserap oleh usus, B0. $mfoterisin , diberikan intravena untuk kandidiasis sistemik, ?0. 8ntuk kandidiasis vaginalis dapat diberikan kotrima+ol G33 mg per vaginam dosis tunggal, sistemik dapat diberikan ketokona+ol B / B33 mg selama G hari atau dengan itrakona+ol B / B33 mg dosis tunggal atau dengan flukona+ol =G3 mg dosis tunggal, C0. #trakona+ol7 bila dipakai untuk kandidiasis vulvovaginalis dosis untuk orang dewasa B / =33 mg sehari, selama ? hari.= ,eberapa terapi non!obat tampaknya membantu. :erapi tersebut belum diteliti dengan hati!hati untuk membuktikan hasilnya, seperti7 =0. mengurangi penggunaan gula, B0. minum teh &au d*$rco. #ni dibuat dari kulit pohon $merika Selatan, ?0. memakai bawang putih mentah atau suplemen bawang putih. ,awang putih diketahui mempunyai efek anti! jamur dan antibakteri. "amun bawang putih dapat mengganggu obat protease inhibitor, C0. kumur dengan minyak pohon teh -tea tree oil0 dapat dilarutkan dengan air, G0. memakai kapsul laktobasilus -asidofilus0. PENCEGAHAN :idak ada cara untuk mencegah terpajan pada Candida. <bat!obatan tidak biasa dipakai untuk mencegah kandidiasis. $da beberapa alasan7 =0. &enyakit tersebut tidak begitu bahaya, B0. $da obat!obatan yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut, ?0. .agi dapat menjadi kebal -resistan0 terhadap obat!obatan. (emperkuat sistem kekebalan tubuh adalah cara terbaik untuk mencegah jangkitan kandidiasis.
Sumber DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Patho-physiologic Approach, 6th Ed., McGraw Hill, New York.

Anda mungkin juga menyukai