Anda di halaman 1dari 5

Data dan Perhitungan data Senyawa Produk Parasetamol 1.

2 Perhitungan Titik Leleh (oC) 173 Massa produk (gram) 1,03

CH3COONa

m r s

0,01 mol 0,01 mol 0

0,02 mol 0,01 mol 0,01 mol

0,01 mol 0,01 mol

0,01 mol 0,01 mol

hasil

Keterangan

1. 2. 3. 4.

etil asetat aseton etanol metanol

Pembahasan Asetaminofen atau yang biasa dikenal dengan Parasetamol merupakan obat analgetik non narkotik dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama pada system syaraf pusat. Asetaminofen sendiri merupakan senyawa sintesis dari p-aminofenol yang memiliki nama kimia N-(4-hidroksifenil)ethanamide, dengan rumus molekul C8H9NO2 dengan bobot molekul sebesar 151,17 g/mol. Struktur parasetamo lterdiri dari sebuah cincin benzene yang tersubstitusi oleh gugus hidroksil (-OH) dan atom nitrogen dari gugus amida yang berada pada posisi para (1,4), sehingga senyawa tersebut dinamai dengan para-asetaminofenol yang kemudian lebih dikenal dengan nama parasetamol. Percobaan kali ini mengenai sintesis asetaminofen atau parasetamol menggunakan paminofenol yang di asetilasi menggunakan asetat anhidrat. Pertama p-aminofenol sebanyak 1,05 gram p-aminofenol dilarutkan ke dalam 17,5 ml air dan selanjutnya ditambah dengan HCl pekat sebanyak 1 ml sambil diaduk dan dipanaskan menggunakan water batch pada suhu 85oC, pada tahap ini didapatkan larutan yang berwarna coklat pekat dan kotor sehingga ditambahkan norit sebanyak 2 gram untuk memperoleh larutan p-aminofenolhidroklorida. Larutan ini merupakan hasil dari reaksi antara p-aminofenol dengan HCl dengan rumus molekul C6H8NOCl dan mempunyai struktu rmolekul sebagai berikut :

OH2 Cl

NH2

Adapun reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah :

OH

OH2 Cl

Cl

NH2

NH2

Tahap selanjutnya pada erlenmeyer yang lain dilarutkan natrium asetat sebanyak 1,25 gram ke dalam 4 ml air, selanjutnya larutan yang telah didapat tadi yaitu larutan p-aminofenol hidro klorida ditambah dengan larutan natrium asetat dan didapatkan hasil berupa p-

aminofenol, asam asetat dan NaCl. Reaksinya sebagai berikut :


H OH Cl OH

CH3COO

Na

+ CH3COOH + NaCl

NH2

NH2

Seharusnya dua tahap diatas tidak perlu dilakukan dalam pembuatan asetaminofen hal ini dikarenakan bahan yang digunakan berupa p-aminofenol, prosedur diatas dilakukan kemungkinan untuk menghilangkan pengotor pengotor yang terdapat pada p-aminofenol yang akan digunakan.

Prosedur selanjutnya yaitu larutan p-aminofenol yang didapat dipanaskan pada suhu 85oC ditambah dengan larutan anhidrida asetat sebanyak 2,25 ml sambil diaduk selama 15 menit, kemudian di dinginkan dalam es sampai terbentuk kristal dan dibiarkan pembentukan kristalnya selama 60 menit. Namun pada prosedur ini larutan anhidrida asetat yang digunakan bukan 2,25 ml namun ditambahkan kembali sebanyak 6 mL dikarenakan pada proses pendinginan tidak didapatkan. Kristal hal ini dikarenakan kemungkinan masih banyak pengotor pada larutan yang didapat sehingga harus ditambah kembali anhidrida asetatnya agar dapat terbentuk endapan asetaminofen. Setelah didapat kristal yang diduga asetaminofen. Kristal tersebut disaring dengan menggunakan corong Buchner dan dicuci dengan menggunakan air dingin sebanyak 5 mL dan dikeringkan dalam oven. Kristal yang didapat setelah pengeringan yaitu sebanyak 1,03 gram dengan titik leleh sebesar 173oC hal ini sangat mendekati titik leleh asetaminofen pada literatur yaitu sebesar 140oC perbedaan ini dikarenakan asetaminofen yang kurang murni. Selanjutnya dilakukan uji kelarutan dalam etanol, aseton, methanol, etilasetat. Hasil yang didapat pada proses ini adalah larut pada semuanya, seharusnya asetaminofen tidak larut pada etilasetat dan aseton hal ini di karenakan etil asetat dan aseton bukan pelarut polar sedangkan asetaminofen merupakan larutan polar. Pada percobaan ini asetaminofen ternyata larut dalam etil asetat hal ini dikarenakan kemungkinan adanya pengotor yang menyebabkan asetaminofen Kesimpulan titik leleh parasetamol dari percobaan didapat sebesar 173oC yang mendekati literatur dan % rendemen sebesar 81,1 hasil dari percobaan ini dapat larut pada etil asetat. didapat dari percobaan ini masih