Anda di halaman 1dari 25

KONVERSI ENERGI ELEKTRIK

DASAR TRANSFORMATOR

Ir. Hery Purnomo, MT

TRANSFORMATOR (Transformer)

TRAFO

Peralatan listrik yang digunakan untuk memindahkan dan merubah energi listrik dari suatu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui gandengan magnetik

+ V1 Primer

+
TRAFO V2 -

Sekunder

f1 = f2 (Hz.) S1 = S2 (VA) P1 > P2 (W) V1 > V2 Step down V1 < V2 Step up V1 = V2 Isolasi

JENIS TRANSFORMATOR

Trafo

Daya

Trafo Tegangan Trafo Arus Trafo Pemisah Trafo Las Listrik Trafo Kontrol dll.

Transformator daya (PLN)

Transformator pengukuran
(trafo instrumen)

(a) Voltage transformer

(b) Current transformer

KONSTRUKSI TRANSFORMATOR

1. Inti besi (baja silikon)


2. Belitan/Kumparan
(Tembaga, Aluminium)

3. Isolasi ( email, kertas,


kain, minyak isolasi)

TIPE TRANSFORMATOR
Trafo tipe inti (core type)

Trafo tipe cangkang (shell type)

Tipe inti

Tipe cangkang

Bentuk Inti Besi

Right Hand Rule


Hubungan antara arah arus dan arah medan magnet

Ibu jari menunjukkan arah arus Jari lainnya menunjukkan arah medan magnet

HUKUM DASAR TRANSFORMATOR


Hukum Maxwell Hukum Induksi Faraday 1. Gaya gerak magnet (ggm / mmf): Panjang jalur magnetik (L)

F HL NI
2. Gaya gerak listrik (ggl / emf):

d e( t ) N dt

N lilit Luas penampang inti besi(A)

INDUKSI GANDENG
I
d e1 ( t ) N1 dt

d e 2 ( t ) N2 dt

3. Hubungan antara arus dan tegangan terinduksi

Inti besi jenuh : dengan betambah besarnya arus maka tegangan terinduksi besarnya hampir tetap

Transformator tanpa beban


ggm (N1.Io)
Io + 1. Tegangan terinduksi belitan primer:
N1 N2

fluksi

( t ) m sin t 2 f

2. Tegangan terinduksi belitan sekunder:

Rangkaian Ekuivalen Trafo Tanpa Beban


Io

Ic V1

Im

Io = Ic + Im
V1 = E1 + Io (R1 + j X1)

R1 tahanan belitan primer X1 reaktansi belitan primer Rc tahanan pemagnetan Xm reaktansi pemagnetan Ic arus rugi inti Im arus magnetisasi

Transformator berbeban
I1
+ (ZL )

I2

N1

N2

1. Keadaan tanpa beban: I1 = Io 2. Keadaan berbeban:

SIMBOL TRANSFORMATOR

Inti besi

Belitan primer

Belitan sekunder

Problem
1. Transformator 1 fasa, daya 1000VA, Tegangan 220/110 V, 50 Hz
Dalam keadaan tanpa beban, Hitung tegangan sisi sekunder (sisi TR) apabila sisi primer (sisi TT) disuplai dengan tegangan :

Tegangan 110 V, 50 Hz. Tegangan 220 V, 50 Hz. Tegangan 330 V, 50 Hz.

E1 220, E 2 110 E 220 a 1 2 E2 110

Trafo ideal :

V1 V a V2 1 V2 a

V1 = 110, maka: V1 = 220, maka:

V1 V2 a V1 V2 a

110 55 volt 2 220 110 volt 2

V1 = 330, maka: V2 V1 330 165 volt ??? a 2

2. Trafo 1 fasa, daya 20 kVA, tegangan 2000/200 V, 50 Hz. Diketahui jumlah lilitan sekunder 66

Hitung jumlah lilitan primer Arus beban penuh (nominal) sisi primer dan sekunder
E1 2000, E 2 200 a E1 2000 10 E2 200

E1 N1 E N1 1 x N2 E 2 N2 E2 N1 2000 x 66 66 lilit 200

20000 I1 (nom.) 10 A 2000 20000 I2 (nom.) 100 A 200

3. Transformator dengan daya 10 kVA, tegangan 2200/220 V, 50 Hz. Arus penguat 0,60 A dan rugi inti besi 360 watt, apabila sisi TT disuplai tegangan nominal. Hitung arus pemagnitan hitung arus rugi inti besi
V1 E1 2200 volt Io ( R1 j X1 ) diabaikan
2 Pc Ic Rc E1 Ic

Ic

Pc 360 0,164 A E1 2200

Io Ic Im Im Im
2 2 Io Ic

0,6 2 0,164 0,576 A

SOAL
Trafo 1 fasa, daya 5000 VA, tegangan 2300 V / 230 V, frek. 50 Hz. Data hasil pengukuran sebagai berikut : Arus tanpa beban Io = 0,30 A, rugi inti besi Pc = 40 W, Tahanan belitan primer R1 = 5 ohm dan reaktansi belitan primer X1 = 25 ohm.

1. Hitung arus nominal (arus beban penuh) transformator. 2. Dalam keadaan trafo tanpa beban, belitan primer disuplai dengan tegangan 2300 V, hitung tegangan sisi sekunder a). Asumsikan trafo ideal b). Trafo sebenarnya

Pada transformator keadaan tanpa beban, buktikan bahwa, apabila trafo disuplai sumber tegangan DC, dibanding dengan trafo disuplai sumber tegangan AC, maka:

Io (DC) >> Io (AC)


Misalkan : V(DC) = 100 volt V(AC) = 100 volt

Terima kasih