Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang penggunaan kendaraan bermotor menjadi salah satu dari kebutuhan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan kendaraan bermotor sangat membantu memudahkan pekerjaan manusia sehari-hari. Seiring dengan bertambahnya populasi manusia tiap tahun membuat meningkatnya jumlah penggunaan kendaraan bermotor. Pada kendaraan bermotor terdapat komponen yang sangat berperan penting untuk mendukung kinerja suatu kendaraan bermotor agar dapat beroperasi secara normal. Penggunaan peralatan yang menggunakan energi listrik diantaranya merupakan alat transportasi berupa kendaraan bermotor. Semua peralatan yang menggunakan energi listrik akan membutuhkan energi lagi demi kelangsungan pemakaiannya, yang paling jelas dapat terlihat dari kendaraan bermotor dimana selain menggunakan pembakaran untuk

menghasilkan daya gerak alat ini juga menggunakan energi listrik untuk menjalankan sistem kerja lainnya dalam alat tersebut. Energi listrik dihasilkan dari sebuat alat yang dinamakan generator, generator merupakan sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari energi mekanik dan biasanya menggunakan induksi elektromagnet dalam sistem kerjanya. Pada dasarnya energi listrik tidak dapat diperbaharui. Apabila manusia tidak dapat menggunakannya secara efektif dan efisien, maka energi listrik akan cepat habis. Maka dibuatlah alat yang disebut alternator.

1.2 Tujuan 1. Memahami cara kerja generator DC pada kehidupan nyata. 2. Mempelajari cara kerja sistem pegisian menggunakan generator. 3. Mempelajari cara kerja sistem pengapian menggunakan generator.

1.3 Batasan Masalah Pada makalah ini kami sebagai penyusun membahas tentang cara kerja dari sebuah alternator. Dengan menjelaskan dan menerangkan hal tersebut sehingga dapat membuat masalah yang mengenai hal tersebut sehingga dapat membuat masalah yang selama ini di dapati dapat dimengerti dan dapat diselesaikan permasalahannya. Beberapa diantara bahan yang akan kami bahas di makalah ini sebagai berikut bagaimana penjelasan tentang alternator pada mobil, komponen yang dipakat pada bagian alternator, fungsi dan cara kerja alternator pada kendaraan bermotor. Semua masalah dasar pada alternator yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya akan dengan mudah dapat dimengerti oleh pembaca makalah ini. Kami juga sebagai penyusun menyajikan permasalahan pada alternator ini dengan bantuan gambar yang sistematik yang jelas arah dan pola nya. Hal tersebut bertujuan agar para pembaca makalah ini tidak mendapati kesulitan dalam melihat berbagai masalah yang tengah di bahas.

1.4 Dasar Teori Praktikum

1. Resistansi Pada Mesin DC Pada Mesin DC DM-250 disamping terminal sirkuit breaker, terdapat empat pasangan terminal lainnya. Satu pasangan ditandai dengan Field Rheostat (rheostat medan). Pasangan kedua terminal ditandai armature jangkar. Pasangan keempat ditandai Series Field (medan Seri). Pada percobaan ini, saudara akan melihat bagaimana resistansi keempat elemen ini mempengaruhi operasi mesin. Mesin DC adalah peralatan yang merubah bentuk energi ke lainnya. Sebagai generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Semagai motor merubah energi listrik menjadi energi gerak. Manfaat kumparan medan adalah mensuplai gaya gerak magnet (mmf) menghasilkan medan magnet mantap. Gaya gerak magnet yang dihasilkan oleh kumparan adalah sama dengan arus dikalikan dengan jumlah lilitan (ampere-turn)

Kumparan medan shunt dihubungkan sepanjang saluran, paralel terhadap jangkar. Oleh karenanya seharusnya mengalirkan arus sekecil mungkin. Inilah mengapa kumparan medan shunt dililit dengan banyak lilitan kumparan yang halus. Resistansinya relatif besar sehingga arus yang melaluinya kecil. Tetapi disebabkan banyak lilitan, akan menghasilkan medan magnet yang kuat. Rheostat medan apabila digunakan dihubungkan seri dengan kumparan medan shunt. Tugasnya merubah-ubah arus medan shunt dari nilai normalnya turun ke nilai lebih rendah. Ini tentu saja mengurangi mmf, dan juga kuat medan magnet yang dihasilkan oleh kumparan medan shunt. Terlihat bahwa pengaruh berkurangnya keluaran tegangan generator atau menambah kecepatan motor. Kumparan medan seri apabila digunakan, dihubungkan secara seri terhadap jangkar, harus membawa arus jangkar yang berat, sehingga resistansinya dipertahankan serendah mungkin. Sekalipun mempunyai lilitan relatif sedikit, arus yang mengalirnya cukup tinggi untuk menghasilkan mmf yang dibutuhkan. Jangkar (armature) adalah dimana aksi bekerja, harus membawa arus beban. Apakah beban mekanis (untuk motor) atau beban listrik (untuk generator). Saudara dapat mengharapkan resistansi kumparan jangkar sama dengan kumparan medan seri. Hubungan ke kumparan jangkar dibuat melalui komutator dan sikat. Oleh karenanya, saat mengukur resistansi dari terminal, allowance harus dibuat untuk resistansi kontak diantara sikat dan komutator.

2. Arah Putaran Jika saudara meletakkan magnet batang pada bukaan magnet tapal kuda, saudara dapat segera mengatakan apa yang akan terjadi. Magnet batang akan berputar spin sampai kutub N nya dekat dengan kutub S dari magnet tapal kuda (dan kutub S magnet batang dekat dengan kutub N magnet tapal kuda), ini disebabkan Like Poles Repel dan Unlike Poles Attract. Jika saudara membalik kutub baik magnet batang dan magnet tapal kuda, saudara seharusnya menyebabkan magnet batang berputar spin dalam arah yang terbalik. Ini hampir mirip kedua elektromagnet yang dimiliki oleh motor. Kumparan medan magnet mantap diantara potongan kutub. Yang mana salah satu

dari kedua potongan kutub adalah N dan yang mana adalah S tergantung pada mana terminal kumparan medan dihubungkan ke sisi positif supply dan yang mana ke negatif. Medan magnet yang mengelilingi konduktor jangkar mempunyai arah juga. Dan arahnya bergantung pada arah arus yang mengalir melalui jangkar. Jika saudara membalik polaritas sikat, saudara membalik arah medan magnet kumparan jangkar. Jika saudara membalik polaritas medan magnet utama ataupun arah medan jangkar, rotor berputar dalam arah berlawanan. Jika saudara membalik keduanya bersama-sama, motor berlanjut berputar dalam arah yang sama.

3. Hubungan Medan Untuk membuat motor DC berputar, saudara harus mensuplai arus searah ke kumparan medan dan ke jangkar. Adalah benar-benar tidak diperlukan mempunyai dua sumber DC terpisah. Saudara dapat membuat satu sumber DC melakukan pekerjaan itu dengan menghubungkan medan dan jangkar pada rangkaian yang sama. Kuat medan magnet yang diciptakan oleh kumparan medan sebanding dengan arus yang mengalir melaluinya dikali jumlah lilitan pada kumparan. Suatu medan shunt dirancang untuk dihubungkan secara paralel dengan jangkar, yang berarti bahwa tegangan jangkar juga dikenakan padanya. Ketika saudara tidak menginginkan merampok arus dari jangkar, saudara ingin medan untuk menggunakan arus sekecil mungkin. Inilah mengapa medan shunt dililit dengan banyak lilitan dari kawat halus. Ini membuat resistansi tinggi, menjaga arus rendah, tetapi memberikan ampere-turn yang dibutuhkan. Cara lain untuk menghubungkan kumparan medan adalah secara seri dengan jangkar. Tetapi ini berarti kumparan medan membawa arus jangkar penuh. Untuk medan seri resistansi yang lebih kecil makin baik. Inilah mengapa medan seri dililit dengan sedikit kawat yang besar. Resistansi adalah rendah untuk menjaga dari pengurangan arus mengalir melalui jangkar. Tetapi arus cukup tinggi memberikan ampere-turn ang dibutuhkan untuk kuat medan.

Kumparan medan dililit pada inti besi dinamakan potongan kutub. DCM250 mempunyai medan seri dan medan shunt. Kedua kumparan medan seri dan kumparan medan shunt dililit pada potongan kutub yang sama. Untuk beberapa aplikasi dihubungkan kumparan medan seri secara seri dengan jangkar dan kumparan medan shunt secara paralel. Ini dinamakan motor kompon, jika kedua kumparan medan dihubungkan sedemikian sehingga keduanya cenderung menghasilkan elektromagnet medan dengan polaritas utara-selatan yang sama, dihubungkan dinamakan kompon kumulatif. Jika satu dibalik sedemikian sehingga cenderung untuk membuat potongan kutub utara sementara yang lainnya mencoba membuat selatannya, hubungan dinamakan sebagai motor kompon diferensial yang memiliki aplikasi sedikit praktik.

4. Operasi Motor DC Jika saudara pernah bermain dengan magnet, saudara telah melihat aksi motor. Adalah interaksi antara kedua medan magnet yang membuat motor berputar, hammpir sama dengan interaksi diantara kedua medan magnet yang membuat magnet saling tarik dan tolak satu sama lain. Medan magnet disuplai oleh kumparan medan. Bisa medan shunt maupun medan seri, atau keduanya. Jika keduanya dililit pada potongan kutub yang sama, ketika kumparan medan di energize, medan elektromagnet dihasilkan. Medan kedua berasal dari kumparan jangkar, kumparan jangkar dililit pada inti besi yang dilaminasi. Arus disuplai ke kumparan jangkar, kumparan jangkar melalui sikat dan komutator. Ketika arus mengalir pada kumparan jangkar, medan magnet terbentuk disekeliling masing-masing konduktornya. Medan ini bekerja pada medan magnet yang disuplai oleh kumparan medan. Hasilnya, komduktor dan jadi seluruh rotor dibuat berputar.

5. Karakteristik Motor Shunt Motor DC shunt banyak digunakan secara luas disebabkan karena karakteristik kecepatannya yang konstan. Bukan kecepatannya tidak pernah berubah. Perubahan kecepatan diantara tanpa beban dan beban penuh lebih kecil

untuk motor shunt daripada motor tipe lainnya. Keluaran torsi motor shunt berbanding langsung dengan beban yang digunakan untuk banyak penggunaan adalah memuaskan tetapi seperti akan terlihat nanti, motor seri lebih dapat menangani dengan mudah beban lebih. Keluaran torsi sebanding dengan arus jangkar dan fluks medan. Apabila medan yang diparalel pada tegangan jangkar dan tegangan yang digunakan adalah konstan, fluks medannya konstan diantara tanpa beban dan beban penuh. Hal ini menyebabkan torsi berbanding langsung dengan arus jangkar. Tetapi arus jangkar adalah berubah dengan beban pada motor. Dengan motor shunt berpputar tanpa beban, torsi yang diperlukan hanya untuk mengatasi rugi-rugi kumparan dan rugi-rugi gesekan pada motor dan peralatan yang terhubung. Sejumlah besar CEMF dibangkitkan disebabkan oleh fluks medan yang kuat dan kecepatan motor (yang mana sedikit diatas kecepatan nominalnya). CEMF ini membatasi arus jangkar sampai nilai sangat rendah hanya cukup untuk menyediakan torsi untuk mengatasi rugi-rugi. Karenanya saat motor terbebani, bagian torsi yang telah sedang digunakan menggerakkan poros digunakan untuk mengerakkan beban. Motor mulai berkurang kecepatannya. Bilamana hal ini terjadi, lebih sedikit CEMF dibangkitkan. Hal ini menambah arus jangkar cukup untuk menangani torsi lebih yang diperlukan untuk menangani beban. Kecepatan, torsi, dan arus jangkar membuat keseimbangan sangat cepat, menghasilkan hanya perubahan kecil pada kecepatannya.

6. Karakteristik Motor Seri Motor DC seri digunakan secara luas pada kendaraan traksi, semacam lokomotif dan mobil listrik. Karena kemampuannya menghasilkan torsi yang besar tanpa arus jangkar besar. Bagaimanapun, terdapat perubahan drastis pada kecepatan ketika motor seri dibebani. Pada peralatan traksi, beban terberat adalah pada saat start, ketika torsi lebih penting daripada kecepatan. Pada motor DC seri, arus jangkar dan darus medan adalah arus yang sama, apabila keduanya secara seri. Keluaran torsi sebanding dengan arus jangkar dan

fluks medan. Fluks medan, seanjutnya sebanding dengan arus jangkar. Ini menjadikan torsi sebanding dengan kuadrat arus jangkar. Untuk beban yang ringan motor seri menghasilkan torsi yang lebih kecil untuk arus jangkar yang sama, untuk beban berat akan menghasilkan torsi yang lebih besar daripada motor shunt. Motor seri selalu terhubung kebebannya, dan tidak pernah dioperasikan tanpa suatu beban. Motor shunt dapat beroperasi tanpa disebabkan fluks medan yang kuat selalu tersedia. CEMF yang cukup dibangkitkan untuk mengurangi arus jangkar ke jumlah hanya diperlukan untuk menatasi losses gesekan angin dan gesekan mekanis. Motor seri, di lain pihak akan mendapatkan kondisi run away, jika tidak dibebani. Ini saat motor terus bertambah kecepatannya sampai memisahkan menjadi potongan-potongan. Asumsikan motor seri beroperasi dalam kondisi dibebani dan beban secara tiba-tiba dihilangkan. Torsi yang menggerakkan beban sekarang digunakan ke poros motor sebagai torsi pemercepat. Saat motor mulai ditambah kecepatannya, CEMF tambahan dibangkitkan, mengurangi arus jangkar. Tetapi ini juga mengurangi arus jangkar cukup untuk menghentikan motor membentuk pemercepat. Arus jangkar terus berkurang tetapi medan mempertahankan makin lama makin melemah. CEMF tidak pernah menjangkau dengan arus jangkar. Bahkan pada beban yang ringan, kecepatan dapat menjadi berlebihan sebelum arus jangkar berkurang cukup untuk mengurangi torsi pemercepat.

7. Polaritas Keluaran dan Generator Shunt yang Terbentuk Tegangan akan diinduksikan kedalam konduktor saat memotong garisgaris fluks medan magnit. Polaritas tegangan yang diinduksikan ini bergantung pada dua hal. Pertama pada arah pada mana konduktor bergerak. Kedua pada mana garis-garis magnit dari gaya mengarah. Pada generator DC adalah konduktor yang membentuk kumparan jangkar yang memotong medan saat jangkar diputar berputar oleh apa yang dikenal sebagai penggerak mula. Medan magnit melalui mana konduktor memotong,

berasal dari potongan kutub disekeliling mana kumparan medan dililit. Awalnya, pada generator tereksitasi sendiri, medan magnit ada hanya disebabkan oleh magnit sisa pada potongan kutub. Tidak ada arus mengalir melalui kumparan medan sampai generator mulai membangkitkan. Dua faktor yang bekerja yang menentukan arah fluks medan. Pertama adalah polaritas dengan yang mana kutub terakhir termagnitasi, akan menentukan polaritas arah fluks sisa. Kedua adalah hubungan terminal kumparan medan ke jangkar. Jika arus yang mengalir pada kumparan medan (saat jangkar mulai membangkitkan) cenderung untuk menghasilkan polaritas magnit yang sama pada potongan kutub seperti magnit sisa. Setiap kenaikan arus tambahan meningkatkan mmf dan juga kuat medan. Dan ini menyebabkan tegangan yang lebih dibangkitkan sampai generator mencapai tegangan nominalnya. Bagaimanapun, jika arah medan magnit yang dihasilkan oleh arus medan berlawanan dari magnit sisa, generator tidak dapat membentuk tegangan nominal. Terdapat tiga cara yang dapat dikoreksi. Pertama adalah untuk membalik penggerak mula. Ini membalik polaritas tegangan yang dibangkitkan, sehingga polaritas magnit dari medan magnit yang dihasilkan arus sepadan dengan magnit sisanya. Yang kedua dengan membalik hubungan diantara jangkar dan kumparan medan, ini juga membalik polaritas medan magnit. Bagaimanapun, kedua kasus ini membalik polaritas terminal keluaran. Metode yang ketiga dengan tahap mempertahankan arah putaran yang sama dan polaritas terminal yang sama. Dikenal dengan flashing the field. Gagasana ini adalah dengan menggunakan tegangan eksitasi sepanjang medan untuk waktu yang pendek sehingga magnit sisa pada potongan kutub akan berakhir dengan polaritas magnit yang berlawanan

8. Karakteristik Beban Generator Tereksitasi Sendiri Generator shunt tereksitasi terpisah harus dicatu arus medannya dari sumber power. Generator tereksitasi sendiri, menggunakan beberapa power yang dibangkitkan sendiri untuk mengeksitasi medan. Pada percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya generator tereksitasi sendiri, ditemukan bahwa sisa menetisasi pada kutub medan mulai

proses generasi. Kemudian, apabila arus mulai mengalir pada kumparan medan tengangan terbentuk, dalam kondisi tanpa beban, sampai tegangan nominalnya. Tetapi, apa yang terjadi apabila generator tereksitasi sendiri terbebani? Mungkin kita mengharapkan tegangan terminal turun sedikit, seperti terjadi untuk generator tereksitasi terpisah. Tegangan ini, bagaimanapun juga digunakan sepanjang kumparan medan shunt. Dari hukum ohm diketahui bahwapengurangan tegangan menyebabkan ppengurangan arusnya. Jika arus medan turun, kuat medan magnetnya juga turun. Pada percobaan kurva saturasi generator, ditemukan bahwa tegangan yang dibangkitkan berbanding langsung dengan kuat medan. Akan diharapkan bahwa pembebanan generator tereksitasi sendiri akan menyebabkan pengurangan yang lebih banyak pada tegangan terminal daripada yang dialami dengan generator tereksitasi terpisah. Oleh karenanya, untuk generator shunt tereksitasi sendiri, tegangan beban penuh akan lebih kecil daripada tegangan tanpa beban. Juga akan lebih kecil daripada tegangan beban penuh generator tereksitasi terpisah. Tetapi, apabila saudara tidak memerlukan supply power eksitasi, generator tereksitasi sendiri biasanya lebih dipilih. Presentase regulasi tegangan, dihitung sama untuk generator tereksitasi sendiri seperti peralatan penghasil power lainnya.

Dimana VNL = tegangan terminal tanpa beban VFL = tegangan terminal beban penuh

9. Efisiensi & Rugi-Rugi Generator Shunt Generator digerakkan oleh penggerak mula, dapat merupakan gasolin, diesel, mesin jet, kincir angin, atau motor listrik. Keluaran penggerak mula adalah tenaga mekanis dan ini dirubah menjadi tenaga listrik oleh generator.

10

Pada percobaan ini, seperti pada sebelumnya, digunakan motor DC sebagai penggerak mula. Motor DC merubah tenaga yang digunakan menjadi tenaga mekanik. Kita dapat menentukan watt tenaga yang digunakan oleh motor sendiri, kemudian watt tenaga yang digunakan oleh motor untuk menggerakkan generator. Dari pengeukuran ini kita dapat melengkapi tenaga yang disalurkan ke generator. Kebanyakan tenaga yang disalurkan ke generator digunakan oleh beban listrik. Generator menggunakan tenaganya sendiri untuk membuat konversi ini. Pada percobaan karakteristik beban generator eksitasi terpisah, karakteristik generator tereksitasi sendiri dan komponen penurunan tegangan pada generator tereksitasi terpisah dan tereksitasi sendiri, didapatkan penurunan tegangan sepanjang kumparan jangkar. Ini menyatakan tenaga listrik dikonversi menjadi panas pada kumparan jangkar. Tenaga ini akan hilang terus selama digunakan. Dan, juga ditemukan, kehilangan tenaga bertambah apabila arus beban (dan akibatnya arus jangkar) bertambah. Terdapat kehilangan yang mirip pada kumparan medan. Pada proses pembentukan medan magnit, arus mengalir melalui kumparan medan, menghasilkan kehilangan tenaga. Kehilangan ini juga berubah menjadi panas. Pada generator tereksitasi terpisah tenaga rangkaian medan tidak berasal dari penggerak mula tetapi berasal dari supply-tenaga eksitasi juga, kehilangan ini tidak berubah terhadap beban. Generator menerima tenaga dari penggerak mula, bukan dari medan magnit. Tidak ada energi ditambahkan ke ataua dilepaskan dari medan magnit dalam operasi generator. Kehilangan power pada kumparan medan adalah kehilangan yang variabel. Kehilangan power pada kumparan medan adalah kehilangan yang tetap. Keduanya dikenal sebagai rugi-rugi tembaga. Bentuk lain dari kehilangan tetap adalah apa yang dikenal sebagai stray power losses, meliputi windage, friction, dan sebagainya. Efisiensi sederhana power keluaran dibagi power masuk (dikalikan 100% untuk menyatakan dalam persen) x 100%

11

Pada percobaan ini akan ditentukan stray power losses, dan menghitung rugi-rugi tembaga, dan keluaran power. Selanjutnya, akan generator pada beban penuh. dihitung efisiensi

10. Pengaruh Kecepatan Generator Shunt Ketika konduktor yang bergerak kumparan jangkar memotong medan magnet yang disupply oleh kumparan medan, tegangan akan diinduksikan, atau dibangkitkan pada konduktor. Pada empat percobaan sebelumnya, jika melihat bagaimana kuat medan magnet mempengaruhi besar tegangan yang dibangkitkan. Faktor pengontrol lainnya hanya kecepatan pada mana jangkar diputar. Tegangan yang dibangkitkan adalah berbanding langsung dengan kecepatan, seperti berbanding langsung dengan kuat medan. Jika kuat medan magnit tetap, tegangan keluaran naik berbanding langsung dengan kenaikan kecepatan. Magnit permanen, seperti saudara dapatkan pada tachometer, mempunyai kuat medan tetap. Sama dengan generator DC tereksitasi terpisah. Apabila arus medan tidak dirubah. Bagaimanapun, pada generator DC tereksitasi sendiri, terdapat suatu perubahan arus medan jika kecepatan berubah. Inilah sebabnya arus medan bergantung pada tegangan yang dibangkitkan, dan berubah dengan kecepatan. Asumsikan saudara mempunyai generator DC yang menghasilkan tegangan nominal, katakan pada 115 volt, pada kecepatan nominal, katakan 1800 rpm. Ini berarti bahwa pada 1800 rpm, jangkar membangkitkan besar tegangan yang benar (115 volt) untuk menghasilkan besar arus medan yang sama untuk membangkitkan 115 volt. Pada setiap kecepatan lebih rendah dari 1800, jangkar akan menghasilkan kurang dari 115 volt. Besar yang pasti bergantung pada dua hal, pertama, kecepatan yang lebih rendah akan menghasilkan keluaran yang secara sederhana lebih kecil disebabkan tegangan yang dibangkitkan sebanding dengan kecepatan. Tetapi keluaran yang kecil ini juga dihasilkan pada arus medan yang lebih kecil, yang berarti medan magnit yang lebih lemah. Ini menghasilkan pengurangan tegangan keluaranan lebih lagi, sampai generator mencapai titik

12

kesetimbangan baru disana, untuk kecepatan itu, arus medan menunjang medan yang benar untuk tegangan itu. Perngaruh ini makin dirasakan pada kecepatan yang lebih rendah. Makin dekat generator mendapatkan kecepatan nominalnya, akan makin dekat mendapatkan nominalnya.

11. Karakteristik Pengoperasian Generator Seri Semua generator seri tereksitasi sendiri. Arus yang mengalir melalui kumparan medan adalah arus yang sama yang mengalir melalui jangkar saat keduanya seri, adalah arus beban. Ini berarti tidak ada arus yang mengalir pada kumparan jangkar atau kumparan medan seri pada kondisi tanpa beban. Saat generator dioperasikan dengan tanpa beban, akan terdapat tegangan terminal. Tegangan terminal ini dibangkitkan pada jangkar saat memotong melalui medan magnit sisa potongan kutub. Tidak akan ada pembentukan secara otomatis, disebabkan tidak ada arus yang mengalir pada kumparan medan seri. Saat beban digunakan bagaimanapun, arus beban yang disupply oleh jangkar, mengalir melalui kumparan medan seri. Jika arah arus sedemikian sehingga medan magnitnya memperkuat medan magnit sisanya, tegangan akan bertambah saat beban ditambahkan. Bagaimanapun, jika arus medan seri dalam arah sedemikian sehingga melawan medan magnit sisa, tegangan berkurang saat beban ditambahkan. Tegangan keluaran (saat hubungan medan yang benar dibuat) berbanding langsung dengan arus medan (yang mana adalah arus beban). Untuk setiap nilai arus beban, terdapat tegangan keluaran tertentu sampai besi menjadi dijenuhkan. Kemudian, pertambahan selanjutnya pada arus beban tidak menghasilkan pertambahan yang berkaitan pada tegangan keluaran. Kenyataannya, tegangan mulai turun saat penurunan IR pada jangkar menjadi besar dan saat medan magnit jangkar mulai memperlemah medan magnit yang dihasilkan oleh kumparan mendan seri (raksi jangkar). Persamaan untuk regulasi tegangan (VR) adalah,

13

Dimana, VNL = tegangan tanpa beban dan VFL = tegangan beban penuh. Saat tegangan beban penuh lebih tinggi daripada tegangan tanpa beban, generator seri mempunyai regulasi tegangan negatif. Tegangan keluaran generator seri dapat dikurangi dengan memasang rheostat diverter secara paralel dengan medan seri. Rheostat merubah beberapa arus dari medan sehingga medan seri tidak membawa semua arus beban. Arus yang lebih kecil melalui kumparan medan berarti memperlemah medan magnit dan akibatnya tegangan yang lebih kecil dibangkitkan.

12. Generator Kompon Kumparan medan seri dililit pada potongan kutub yang sama dengan kumparan medan shunt. Ketika generator membuat berguna kedua medan seri dan medan shunt dinamakan generator kompon. Generator kompon mungkin kompon kumulatif atau kompon diferensial. Kompon kumulatif berarti bahwa arus medan disupply oleh jangkar, mengalir melalui kedua kumparan dalam arah yang menghasilkan polaritas magnit yang sama. Jika hubungan kedua kumparan dibalik, MMF nya akan berlawanan, menjadikan generator kompon diferensial. Pertama kita akan melihat generator kompon diferensial. Magnit sisa pada potongan kutub menyebabkan tegangan awal dibangkitkan. Tegangan ini menghasilkan arus yang mengalir melalui kedua medan seri dan medan shunt. Disebabkan medan shunt mempunyai lebih banyak lilitan, Ampere-Turnnya dan MMF akan lebih kuat daripada yang dimiliki medan seri. Jika medan magnit yang dihasilkan oleh medan shunt berada pada arah yang sama dengan magnitasi sisa, tegangan akan terbentuk, hampir mirip pada generator shunt. Kemudian jika saudara menggunakan beban, tegangan terminal akan turun. Medan magnit yang dihasilkan oleh arus pada medan shunt bergantung pada tegangan terminal. Oleh karenanya, medan magnit yang dihasilkan oleh kumparan medan shunt menjadi lemah. Tetapi, jika arus beban mengalir melalui beban seri, ampere-turn dan mmf naik terhadap beban. Pada generator kompon diferensial, medan seri mempunyai polaritas berlawanan dari

14

medan shunt. Dari pada mengkompensasi untuk penurunan disebabkan arus medan shunt yang lebih rendah, medan seri membuat penurunan lebih besar. Ini mengurangi arus medan shunt lebih lanjut. Tegangan turun dengan cepat sebelum arus beban nominal tercapai. Pada generator kompon kumulatif, medan seri mempunyai polaritas magnit yang sama dengan medan shunt. Jadi, jika beban bertambah, mmf medan seri bertambah dan akan membuat medan magnit lebih kuat. Medan yang lebih kuat berarti tegangan terminal yang lebih besar menambah arus medan shunt, tetapi tidak sangat banyak. Kumparan medan seri dililit dengan cukup lilitan untuk menghasilkan tegangan nominal yang lebih para beban penuh. Ini dinamakan overcompounding. Kemudian, dengan rheostat diverter dapat mereduksi arus pada medan seri pada suatu titik dimana tegangan beban penuh tepat sama dengan tegangan tanpa beban. Ini dinamakan flat-compounding. Dengan merubah arah lebih arus dari medan seri, diakhiri dengan tegangan beban penuh yang lebih rendah. Ini dinamakan under-compounding.