Anda di halaman 1dari 8

BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

o o

Hasil Praktikum

Tabel hasil pengamatan


Asam salisilat Berat Kertas Timbang Berat Kertas Timbang + Hasil Aspirin yang diperoleh

2 gram

0,7315 gr

1,9717 gr

1,2404 gram

Mekanisme reaksi O CO C

OH

OH CH3

O CH3 O OH Asam +
o

O salisilat Anhidrat asetat Aspirin

C OH CH3COOH

Perhitungan 1 mol asam salisilat ~ 1 mol aspirin Mol asam salisilat = gram asam salisilat BM asam salisilat Mol Asam salisilat = 2, gram

138, 12

= 0,0144 mol

Berat aspirin secara teoritis

= mol aspirin x BM aspirin

= 0,0144 X 180,16 = 2,59 gram

%Rendamen

= Berat aspirin hasil praktikum X 100%

Berat aspirin secara teoritis = 1,2404 gram X 100 %= 32,13 % 2,59 gram

4.1.2 Perhitungan , Berat aspirin secara praktikum = 3.86 1.06 = 2.8 gram As.salisilat + asetat anhidrat aspirin + asam asetat BJ : 1,44 gr/ml BJ :1,08 gr/ml Mr :138 gr/mol Mr : 102 gr/mol Mr : 180 gr/mol Mol asam salisilat = mol

Massa asam asetat anhidrat = 1.08 x 9 = 9.72 gram Mol asam asetat anhidrat = mol aspirin 0.021 0.074
= n x MR

As.salisilat + asetat anhidrat M = 0.021 0.095 = 0.021 T= 0.021

+ asam asetat B 0.021

0.021

0.021

Berat aspirin secara teori

= 0.021 x 180 = 3.78 gram

Rendemen = =

x 100%

Pembahasan

Pada percobaan kali ini, yang digunakan sebagai bahan baku adalah asam salisilat dengan anhidat asetat. Asam salisilat dengan anhidrat asetat direaksikan dalam suasana asam (H2SO4 P) yang dibantu dengan pemanasan dan pendinginan agar pembentukan aspirin berlangsung baik. Digunakan anhidrat asetat karena untuk mencegah adanya air, sebab bila terdapat air maka kristal aspirin akan terurai kembali menjadi asam salisilat. Adapun fungsi dari penggunaan asam sulfat pekat yaitu sebagai katalisator yang mempercepat terjadinya reaksi namun tidak ikut bereaksi. Dilakukan pemanasan untuk menaikkan kelarutan asam salisilat yang terbentuk sehingga dapat berekasi sempurna. Setelah itu, lautan didiamkan pada suhu kamar selama beberapa menit sebelum dimasukkan ke dalam tangas es. Hal ini bertujuan agar erlemeyer tidak retak dan pecah. Setelah didiamkan dalam suhu kamar, larutan dimasukkan ke dalam tangas es dan dinding erlemeyer digores dengan batang pengaduk. Semua ini bertujuan untuk mempercepat proses kristalisasi dari pada aspirin. Setelah kristal aspirin terbentuk dilakukan penyaringan dengan maksud untuk memisahkan benda-benda padat dari larutan dan untuk mengumpulkan zat padat dari larutannya dimana zat itu mengendap atau mengkristal. %rendamen aspirin yang diperoleh adalah 47,49%. Kesalahan 1. Kemurnian pada hasil yang diperoleh dipegaruhi oleh beberapa faktor : zat. zat alat yang digunakan

2. Penimbangan 3. Kebersihan

4. Pemanasan

yang

melebihi

dari

ketentuan

5. Penyaringan zat, maksudnya bila dilakukan penyaringan masih ada zat yang teritnggal sehingga mempengaruhi hasil akhirnya. Aplikasi aspirin dalam bidang farmasi adalah sebagai analgetik dan antipiretik. Perbedaan antara asam asetil salisilat dan asam salisilat adalah asam asetil salisilat merupakan bentuk dari asam salisilat sedangkan asam salisilat merupakan bentuk dari asam karboksilat.

BAB V PENUTUP
o

Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan Sintesis Aspirin, diperoleh :


o o

Berat Aspirin = 1,2404 gram % rendamen = 32,13 %


o

Saran -

DAFTAR PUSTAKA Ganiswara, S., 1995. Farmakologi dan Terapi. Gaya baru. Jakarta.

Ebel, S., 1992. Obat Sintetik. Edisi V. Institut tehknologi Bandung Press. Bandung.

Anonim., 2012. Penuntun Praktikum Kimia Organik Sintetik. Universitas Msulim Indonesia. Makassar.

Reksohadiprodjo, S., 1979. Kuliah dan Praktika Kimis Farmasi Preparatif. Gunung Agung. Yogyakarta.

Sintesis Aspirin Pada pembuatan aspirin terjadi reaksi sebagai berikut : H3PO4 yang ditambahkan, digunakan sebagai katalis, reaksi ini juga dilakukan pada air yang dipanaskan agar mempercepat tercapainya energi aktivasi. Sedangkan pendinginan dimaksudkan untuk membentuk kristal, karena ketika suhu dingin, molekul-molekul aspirin dalam larutan akan bergerak melambat dan pada akhirnya terkumpul membentuk endapan melalui proses nukleasi (induced nucleation) dan pertumbuhan partikel mekanismenya adalah sebagai berikut : Anhidrida asetat menyerang H+ Anhidrida asam asetat mengalami resonansi anhidrida asam asetat menyerang gugus fenol dari asam salisilat H+ terlepas dari OH dan berikatan dengan atom O pada anhidrida asam asetat anhidrida asam asetat terputus menjadi asam asetat dan asam asetilsalisilat (aspirin) H+ akan lepas dari aspirin Rendemen hasil praktikum ini , hal ini terjadi karena banyaknya Kristal yang menempel di alatalat sintesis seperti corong Buchner, gelas kimia dan sebagainya. Uji Terhadap Aspirin Fenol yang bereaksi dengan FeCl3 akan memberikan warna ungu, karena asam salisilat adalah senyawa yang mengandung Fenol maka reaksi FeCl3 dengan asam salisilat juga akan memberikan warna ungu. Dari percobaan diproleh bahwa Asam salisilat + FeCl3 berwarna ungu, terbukti bahwa asam salisilat mengandung fenol Dari literatur dapat dilihat bahwa asam salisilat memang mempunyai gugus fenol Reaksi antara my aspirin dengan FeCl3 memberikan warna orange muda, berarti dalam aspirin tidak lagi mengandung asam salisilat. Reaksi antara aspirin komersil dengan FeCl3 memberikan warna orange gelap dengan sedikit keunguan, berarti hanya mengandung sedikit sekali asam salisilat. Penentuan Titik Leleh Asam Salisilat dan Aspirin

C, hasil ini tergolong sesuai, sedikit berbeda dengan literatur karena ketidaktelitian pengukuran titik leleh.Berdasarkan literatur, titik leleh asam salisilat adalah 159 oC, dari hasil percobaan diperoleh titik leleh asam salisilat 150-156 C. Berdasarkan literatur, titik leleh aspirin adalah 136 oC. Berbeda dengan literatur karena masih adanya sedikit pengotor pada kristal aspirin.Titik leleh my aspirin hasil percobaan 120124 Analisis Kandungan Aspirin dalam Tablet Aspirin Komersial kadar aspirin dalam tablet = 66,15 % terdapat reaksi sabagai berikut, sampai pada akhirnya semua aspirin telah bereaksi dan terdapat NaOH yang memberikan warna merah muda ketika bereaksi dengan indikator fenolftalein. Aspirin yang terkandung dalam 0,2 g sample adalah 132,3 mg. Jika dikonversikan ke dalam 0,5 g (standard satu tablet) akan didapatkan massa aspirin sebesar 330 mg. Standar kelayakan berdasarkan FDA adalah minimal 5 grains asam asetil salisilat dalam 1 tablet (1 grains = 0,0648 g). berarti minimal harus terdapat 0,324 g asam asetil alisilat dalam 1 tablet. Jadi berdasarkan uji ini, kandungan aspirin dalam tablet memenuhi standar FDA. Simpulan Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan : Persentase rendemen hasil sintesis aspirin adalah 66,15 % my aspirin tidak mengandung asam salisilat, sedangkan dalam aspirin komersil masih terdapat sedikit asam salisilat Aspirin adalah kristal putih berbentuk jarum dengan trayek titik leleh 120-124 CAsam salisilat berbentuk kristal putih serbuk dengan trayek titik leleh 150-156 kadar aspirin dalam tablet = 66,15 %, kadar ini memenuhi standar FDA Daftar Pustaka Furniss, Brian S., et al., Vogels Textbook of Practical Organic Chemistry 5th Edition -Revised. 1989. Longman Scientific & Technical, Essex, England. (page 135 -151, 236-240). Gusdinar, Dr. Tutus, slide kuliah analisis gravimetri.2008. Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Bandung (page 20-21) http://farmasi.unlam.ac.id/pendidikan/GBPP/Kimia%20organik%202%20GBPP.pdf (diakses tanggal 16 Desember 2008) Dr. Ritmaleni, mengenal lebih dekat prekursor narkoba.2008. Fakultas Farmasi UGM, Jogjakarta Anda sedang membaca artikel tentang Praktikum Sintesis Asam Salisilat (Aspirin) dan anda bisa menemukan artikel Praktikum Sintesis Asam Salisilat (Aspirin) ini dengan urlhttp://moslem-chemist.blogspot.com/2012/11/praktikum-sintesisasam-salisilat.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika

artikel Praktikum Sintesis Asam Salisilat (Aspirin) ini sangat bermanfaat bagi temanteman anda,namun jangan lupa untuk