Anda di halaman 1dari 1

KISAH SESENDOK MADU Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak Kisah ini

adalah kisah tentang seorang ra!a dan sesendok madu Alkisah" pada suatu ketika seorang ra!a ingin mengu!i kesadaran #arganya $a!a memerintahkan agar setiap orang" pada suatu malam yang telah ditetapkan" memba#a sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah be!ana yang telah disediakan di puncak bukit ditengah kota Seluruh #arga kota pun memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya %etapi dalam pikiran seorang #arga kota &katakanlah si A' terlintas suatu cara untuk mengelak" (Aku akan memba#a sesendok penuh" tetapi bukan madu Aku akan memba#a air Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mata seseorang Sesendok airpun tidak akan mempengaruhi be!ana yang kelak akan diisi madu oleh seluruh #arga kota ) %ibalah #aktu yang telah ditetapkan Apa kemudian ter!adi* Seluruh be!ana ternyata penuh dengan air $upanya semua #arga kota berpikiran sama dengan si A Mereka mengharapkan #arga kota yang lain memba#a madu sambil membebaskan diri dari tanggung !a#ab Kisah simbolik ini dapat ter!adi bahkan mungkin telah ter!adi" dalam berbagai masyarakat manusia Dari sini #a!ar !ika agama" khususnya Islam" memberikan petun!uk+petun!uk agar ke!adian seperti di atas tidak ter!adi, (Katakanlah &hai Muhammad'" inilah !alanku Aku menga!ak ke !alan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata Aku bersama orang+orang yang mengikutiku &-S ./,.01' Dalam redaksi ayat di atas tercermin bah#a seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata" baru kemudian dia melibatkan pengikut+ pengikutnya (2erperang atau ber!uang di !alan Allah tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri" dan bangkitkanlah semangat orang+orang mukmin &pengikut+pengikutmu' &-S 3,13' 4erhatikan kata+kata (tidaklah dibebankan kecuali pada dirimu sendiri ) Nabi Muhammad sa# pernah bersabda, (Mulailah dari dirimu sendiri" kemudian susulkanlah keluargamu ) Setiap orang menurut beliau adalah pemimpin dan bertanggung !a#ab atas yang dipimpinnya" ini berarti bah#a setiap orang harus tampil terlebih dahulu Sikap mental demikianlah yang dapat men!adikan be!ana sang ra!a penuh dengan madu bukan air" apalagi racun