Anda di halaman 1dari 12

O

OR

UN
IV E
R

D
A S IP O
N

EG

T
SI

SE
M A R A NG

KEBIJAKAN FORMULASI HUKUM


PIDANA DALAM
PENANGGULANGAN
PENGGELAPAN PAJAK

TESIS
Disusun dalam rangka Memenuhi Persyaratan
Program Magister Ilmu Hukum

Oleh:

Nurul Huda, S.H.


B4A 009070
Pembimbing:
Prof. Dr. Barda Nawawi Arief, S.H.

PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER ILMU HUKUM
UNIVERSITAS DIPONEGORO

O
OR

UN
IV E
R

EG

SEMARANG
D
A S IP O
2011
IS T
N

SE
M A R A NG

KEBIJAKAN FORMULASI HUKUM


PIDANA DALAM
PENANGGULANGAN
PENGGELAPAN PAJAK
Oleh:

Nurul Huda, S.H.


B4A 009070
Dipertahankan di depan Dewan Penguji
Pada tanggal : ...........................
Tesis ini telah diterima
Sebagai Persyaratan untuk memperoleh gelar
Magister Ilmu Hukum

Pembimbing

Mengetahui
Ketua Program Magister Ilmu Hukum
Universitas Diponegoro Semarang

ii

Prof. Dr. Barda Nawawi Arief, S.H


NIP. 194301231970101001

Prof. Dr. Paulus Hadisuprapto, SH, MH


NIP. 194907211976031001

iii

ABSTRAK

Pelaksanaan pemungutan pajak agar tidak menimbulkan hambatan atau


perlawanan dari wajib pajak atau penanggung pajak, oleh karena itu harus
dipenuhi syarat yuridis yang artinya pelaksanaan pemungutan harus memiliki
dasar hukum yang jelas demi adanya kepastian hukum. Hukum pajak diperlukan
sebagai pedoman pelaksanaan perpajakan. Upaya penganggulangan dengan
hukum pidana yang fungsional/operasionalnya melalui beberapa tahap yaitu
kebijakan formulasi (kebijakan Legislatif), aplikasi (kebijakan Yudikatif) dan
Eksekusi (kebijakan Eksekutif/administratif). Dengan adanya tahap formulasi
maka penanggulangan kejahatan penggelapan pajak bukan hanya tugas aparat
penegak/penerap hukum, tetapi juga tugas aparat pembuat hukum (aparat
Legislatif).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan
formulasi hukum pidana dalam rangka penyelesaian tindak pidana Penggelapan
Pajak, penerapan kebijakan formulasi hukum pidana dalam rangka penyelesaian
tindak pidana Penggelapan Pajak serta kebijakan formulasi hukum pidana pada
masa yang akan datang dalam rangka penyelesaian tindak pidana Penggelapan
Pajak.
Delik fiskal pidana pajak yang semula harus memenuhi persyaratan
formal (terbukti melakukan tindak pidana dengan cara-cara yang secara eksplisit
diatur dalam ketentuan pajak) dan persyaratan materiil (terbukti telah
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara), telah pula ditambah dengan
delik formal saja tanpa pembuktian harus merugikan pada pendapatan negara
(Pasal 39A). Apabila terbukti, tindak pidana alpa dihukum dengan pidana
kurungan atau denda pidana, sedangkan tindak pidana sengaja dan percobaan
dihukum dengan pidana penjara dan denda pidana. Namun dalam rangka
mengedepankan unsur budgeter dari sistem pajak dan pembinaan dan
pembelajaran kepada masyarakat pembayar pajak, dalam Pasal 13A UU KUP
menetapkan, bahwa perbuatan pelanggaran (alpa) yang pertama kali cukup
dilakukan tindakan koreksi administratif dengan sanksi kenaikan sebesar dua kali
pajak yang kurang dibayar. Persoalan mengenai penegakan hukum juga
disampaikan pada intinya bahwa pelaksanaan hukum akan melemah apabila
hukum dijadikan komoditas politik, dilaksanakan secara diskriminatif, sehingga
perlu dilakukan pembenahan dari berbagai aspek diantaranya Institusi penegak
hukum, kesejahteraan penegak hukum dan memperbaiki subtansi hukum itu
dengan kehidupan masyarakat dan dikatakan juga bahwa penegakan hukum
merupakan faktor penting dalam kehidupan hukum di Indonesia.
Kata kunci : Formulasi Kebijakan, Hukum pidana, penggelapan pajak

iv

ABSTRACT

Execution of tax imporser in order not to generate resistance or


resistance from taxpayer or tax underwriter, therefore must be fulfilled condition
yuridis with the meaning execution of collector must have legal fundament that
is clear for the shake of existence of rule of law. Tax law required as execution
guidance of taxation. Effort handling with criminal law which its the
functional/operational through some phases that is formulation policy (policy
Legislative), application (policy Judicative) and Execution (policy
Executive/administrative). With existence of formulation phase hence
penanggulangan badness of embezzlement of tax is not merely government
officer duty penegak/penerap law, but also law maker government officer duty
(government officer Legislatif).
This research aim to know and analyses policy of formulation of
criminal law for the agenda of solving of crime embezzlement of tax, policy
applying of formulation of criminal law for the agenda of solving of crime
embezzlement of tax and policy of formulation of criminal law during which will
come for the agenda of solving of crime embezzlement of tax.
Glares at tax crime fiscal that is initially must fulfill formal clauses
( proven does crime in the way of which in explicit arranged in tax rule) and
material clauses ( proven has generated loss at national income), have also been
added by glaring at formal justness without verification must harm at national
income (Section 39A). If proven, neglect crime is punished with coop crime or
crime penalty fine, while crime is intending and attempt is punished with
imprisonment and crime penalty fine. But for the agenda of placing forward
element budgeter from tax system and construction and study to tax payer
public, in Section 13A COUPE Law specifies, that collision deed (neglect)
which is first enough to be conducted action administrative correction with
sanction increase of equal to twice tax that is improperly is paid. Problem about
straightening of law also submitted at its the core that law enforcement will
weaken if law is made by politics commodity, executed in discriminative,
causing need to be done correction from various aspects between of Institution
law enforcer, prosperity of law enforcer and improve repairs substance the law
with life of public and told also that straightening of law is important factor in
life of law in Indonesia.
Keyword : Formulation of Policy, Criminal law, embezzlement of tax

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
berkah dan rahmatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dalam penulisan
skripsi dengan judul KEBIJAKAN FORMULASI HUKUM PIDANA DALAM
PENANGGULANGAN PENGGELAPAN PAJAK yang merupakan persyaratan
untuk memperoleh gelar magister di bidang Ilmu Hukum pada Program
Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro Semarang
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari dan menginsyafi
sepenuhnya atas segala kekurangan dan ketidak sempurnaan skripsi ini, karena
keterbatasan kemampuan penulis. Bagaimanapun juga penulisan skripsi ini tidak
akan berhasil tanpa adanya bantuan dan dorongan dari semua pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung.
1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.

mengucapkan terima kasih yang teramat sangat kepada:


Bapak Prof. Dr. Sudharto. P. Hadi, MES, selaku Rektor Universitas
Diponegoro Semarang
Bapak Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH, MHum sebagai Dekan Fakultas
Hukum Universitas Diponegoro Semarang
Bapak Prof. Dr. Paulus Hadisuprapto, SH. MH sebagai ketua Program
Magister Ilmu Hukum pada Program Pasca Sarjana universitas Diponegoro,
Semarang
Bapak Prof. Dr. Barda Nawawi Arief SH, sebagai Pembimbing
Ibu Ani Purwanti, SH, MHum, selaku Sekretaris Bidang Akademik dan Ibu
Amalia Diamantina SH.MHum, sebagi Sekretaris Bidang Keuangan pada
Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro, Semarang
Bapak Hery Swantoro, SH, MH, selaku Ketua Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan.
Bapak Supyantoro Muchidin, SH, selaku Kepala Bagian Humas Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan
Bapak Heron Maso, Selaku Kepala Bagian Umum Sekretariat Pengadilan
Pajak.

vi

9. Bapak Sakli Anggoro selaku Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan dan


Penagihan Pajak Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah I
10. Bapak Nur Rahardjo, SH, MH, selaku pemrasaran dalam penyelesaian tesis
ini.
11. Bapak dan Ibu Dosen pada Program Magister Ilmu Hukum Universitas
Diponegoro Semarang
12. Bapak dan Ibu Tata Usaha pada Program Magister Ilmu Hukum Universitas
Diponegoro Semarang
13. Rekan-rekan seangkatan tahun 2009
14. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Atas segala bantuannya semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari
Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi para pembaca.

Semarang,
Maret 2010
Penulis

Nurul Huda, S.H

vii

DAFTAR ISI

Halaman
Judul
......................................................................................................................
......................................................................................................................
i
Halaman
Pengesahan
......................................................................................................................
......................................................................................................................
ii
Abstrak
......................................................................................................................
......................................................................................................................
iii
Abstract
......................................................................................................................
......................................................................................................................
iv
Motto
dan
Persembahan
......................................................................................................................
......................................................................................................................
v
Kata
Pengantar
......................................................................................................................
......................................................................................................................
vi
Daftar
Isi
......................................................................................................................
......................................................................................................................
viii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Masalah
..........................................................................................
..........................................................................................
1

viii

1.2. Permasalahan
..........................................................................................
..........................................................................................
7
1.3. Tujuan
Penelitian
..........................................................................................
..........................................................................................
7
1.4. Manfaat
Penelitian
..........................................................................................
..........................................................................................
8
1.5. Metode
Penelitian
..........................................................................................
..........................................................................................
8
1.

Metode
Pendekatan
................................................................................
................................................................................
9

2.

Spesifikasi
Penelitian
................................................................................
................................................................................
10

3.

Jenis
Data
................................................................................
................................................................................
11

4.

Metode
Pengumpulan
Data
................................................................................
................................................................................
13

5.

Analisis
data
................................................................................
................................................................................
14

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
ix

2.1. Tinjauan
Umum
Tentang
Pajak
..........................................................................................
..........................................................................................
16
1.

Pengertian
Pajak
................................................................................
................................................................................
16

2.

Pengelompokan
Pajak
................................................................................
................................................................................
23

3.

Fungsi
Pajak
................................................................................
................................................................................
24

2.2. Hukum
Pajak
dan
Pengadilan
Pajak
..........................................................................................
..........................................................................................
26
2.3. Tinjauan
Umum
Hukum
Pidana
..........................................................................................
..........................................................................................
35
1.

Pengertian
Hukum
Pidana
................................................................................
................................................................................
35

2.

Pembagian
Hukum
Pidana
................................................................................
................................................................................
40

3.

Sifat
Hukum
Pidana
................................................................................
................................................................................
45

4.

Fungsi/Tujuan

Hukum
x

Pidana

................................................................................
................................................................................
48
5.

Sumber
Hukum
Pidana
................................................................................
................................................................................
56

2.4. Formulasi
Kebijakan
Hukum
Pidana
..........................................................................................
..........................................................................................
63
BAB III

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


3.1. Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Dalam Rangka
Penyelesaian Tindak Pidana Penggelapan Pajak
..........................................................................................
..........................................................................................
101
3.2. Penerapan Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Yang
Ada Dalam Rangka Menyelesaikan Kasus Tindak
Pidana
Penggelapan
Pajak
..........................................................................................
..........................................................................................
142
3.3. Kebijakan Formulasi Hukum Pidana Pada Masa Yang
Akan Datang Menyelesaikan Kasus Tindak Pidana
Penggelapan
Pajak
..........................................................................................
..........................................................................................
190

BAB IV

PENUTUP
4.1. Kesimpulan
..........................................................................................
..........................................................................................
225
4.2. Saran

xi

..........................................................................................
..........................................................................................
233
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xii