Anda di halaman 1dari 29

PENYEHATAN LINGKUNGAN

Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo

Masalah yang sedang kita hadapi

1. Air Bersih & Sanitasi Dasar


2. Keracunan Makanan & Bahan Tambahan Pangan

8. Vektor Penyakit

7. Perubahan Iklim

3. Pencemaran Udara & Kebisingan


4. Kedaruratan Lingkungan
( Bencana Lumpur )

6. Pencemaran Akibat Limbah Padat & Cair

5. Bahan Toxic & B3

Lingkungan

faktor2 yg mempengaruhi Derajad Kesehatan

Perilaku

Keturunan

YanKes

ENVIRONMENTAL OF HEALTH : HENDRIK L. BLUM ( 1974 )

Ada sekian banyak penyakit yang ditularkan melalui lingkungan dan perilaku

Karsinoma Hepatitis Typus abdominalis DBD, Chikungunya Diare Disentri Kolera Keracunan makanan Panu, kadas, kurap dll

Ruang lingkup Kegiatan seksi Penyehatan Lingkungan

1.Penanganan sampah
Timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat Sidoarjo per hari tidak kurang dari 4.712 m3/hari

Permendagri no. 33 tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah


Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Pemerintah daerah menyediakan TPS/TPST dan TPA sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan kepentingan umum. Lembaga pengelola sampah pada kawasan komersial, kawasan industri, fasilitas umum, fasilitas sosial, dan fasilitas lainnya mempunyai tugas: a. menyediakan tempat sampah rumah tangga di masing-masing kawasan; b. mengangkut sampah dari sumber sampah ke TPS/TPST atau ke TPA; dan c. menjamin terwujudnya tertib pemilahan sampah.

1. Penanganan Sampah
Setiap rumah diharapkan menyediakan tempat sampah organik (sampah basah dan kering) Penanganan sampah rumah tangga hendaknya dilakukan melalui reuse, recycle dan komposting Penanganan kotoran hewan bisa dilakukan melalui biogas dan komposting Penanganan black water bisa dilakukan secara komunal dan dimanfaatkan untuk biogas dan komposting

2. Penanganan Sarana Air bersih


Kebutuhan air bersih semakin hari semakin meningkat Debit air baku semakin menurun Pencemaran air terutama oleh limbah domestik dan industri semakin meningkat

PERILAKU HIGIENIS DALAM UPAYA SANITASI DASAR

AMBIL AIR BERSIH HANYA DARI S.A.B. PENYIMPANAN/PENEMPATAN ALAT AMBIL AIR YANG BENAR MINUM AIR BERSIH DARI S.A.B. DAN SUDAH DIMASAK TUTUP & KURAS BERKALA PENYIMPANAN AIR BERSIH

Permenkes no. 492/Menkes/Per/VI/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air minum

Permenkes no. 492/Menkes/Per/VI/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air minum

Permenkes no. 492/Menkes/Per/VI/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air minum

3. Penanganan Perilaku BAB yang tidak sehat


Air Sungai yang kita miliki saat ini : Kita pakai untuk membuang sampah Kita pakai untuk membuang tinja (baik langsung atau tidak langsung) Kita kencingi . Kita pakai untuk mandi Kita pakai untuk mencuci pakaian Kita pakai untuk berwudhu Kita pakai untuk gosok gigi Kita ambil airnya melalui air sumur untuk mencuci beras Kita ambil untuk minum..

Artinya .???

UMUM

Meningkatkan akses jamban masy dengan menggunakan metode pemicuan CLTS, sekaligus melakukan monev pasca pemicuan

16

khusus

1. Memicu perubahan perilaku BAB sembarangan menuju BAB ditempat terpusat & tertutup 2. Meningkatkan akses jamban masy sbg akibat terpicunya masy untuk ODF 3. Terpantaunya perubahan perilaku masyarakat & perkembangan akses jamban masyarakat
17

Membangun STBM berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Masy, komitmen berubah perilaku, BAB di Jamban Sehat

Masy, swadaya & gotong royong membangun jamban sehat, juga ada yg melalui arisan

Hasil yang diharapkan


100% Masy berubah perilaku untuk BAB di Jamban (ODF)

Dukungan Wirausaha sanitasi

Dukungan kebijakan, fasilitasi, deklarasi ODF, reward, monitoring

4. Penanganan air limbah

Sidoarjo merupakan wilayah pemukiman dan industri Setiap hari dihasilkan limbah cair domestik dan limbah cair industri

Bekerjasama dengan BLH


Limbah domestik dalam bentuk gray water hendaknya melalui bak kontrol atau oil trap sebelum masuk ke saluran drainase Limbah domestik dalam bentuk black water harus masuk tangki septic sebelum masuk ke resapan Perusahaan yang menghasilkan limbah cair yang bersifat B3 harus mempunyai IPLC Perusahaan yang menghasilkan limbah cair secara umum harus mempunyai IPAL

5. Penanganan Rumah Sehat

Sehat dari segi sanitasi lingkungan Sehat dari segi fisiologis Sehat dari segi psikologis Sehat dari segi penyakit dan kecelakaan

Kriteria rumah sehat


Memenuhi kebutuhan fisiologis : Pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak, terhindar dari bising Memenuhi kebutuhan psikologis : privacy yg cukup, komunikasi yg sehat antar penghuni dan anggota Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit : Penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan air limbah bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yg cukup, cukup sinar matahari, HSM terlindungi dari pencemaran Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan : Memenuhi persyaratan sempadan jalan, konstruksi yg tdk mudah roboh, tdk mudah terbakar, tdk licin

6. Penanganan Hygiene Sanitasi Makanan


Berkaitan erat dengan program pembinaan mutu pengolahan pangan
Melibatkan pengendalian terpadu selama proses produksi, pengolahan, penyimpanan, distribusi persiapan, penyajian, dan konsumsi pangan Melindungi masyarakat melalui sterilisasi bahaya mikroba patogen Meningkatkan mutu dan masa simpan produk serta estetika

Pengendalian Mutu Pengolahan Pangan

Pengendalian Mutu Pengolahan Pangan dilakukan terhadap 4 faktor :


Bahan pangan Tempat/bangunan Peralatan Orang yang menjamah (mengolah pangan)

7. Penanganan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit


Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit :
Persyaratan Higiene dan Sanitasi Makanan 1. Angka kuman E.Coli pada makanan harus 0/gr sampel makanan dan pada minuman angka kuman E.Coli harus 0/100 ml sampel minuman. 2. Kebersihan peralatan ditentukan dengan angka total kuman sebanyakbanyaknya 100/cm2 permukaan dan tidak ada kuman E.Coli. 3. Makanan yang mudah membusuk disimpan dalam suhu panas lebih dari 65,5 atau dalam suhu dingin kurang dari 4 C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam disimpan suhu 5 C sampai -1 C. 4. Maknaan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dalam suhu 10C. 5. Penyimpanan bahan mentah dilakukan dalam suhu yang telah ditentukan 6. Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 -90 %. 7. Cara penyimpanan bahan makanan tidak menempel pada lantai, dinding, atau langit-langit dengan ketentuan sebagai berikut : a. Jarak bahan makanan dengan lantai 15 cm b. Jarak bahan makanan dengan dinding 5 cm c. Jarak bahan makanan dengan langit-langit 60 cm

Persyaratan Kualitas Air Bersih di Rumah Sakit


Kualitas air minum harus sesuai dengan Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum Kualitas Air yang Digunakan di Ruang Khusus a. Ruang Operasi Bagi rumah sakit yg menggunakan air yg sudah diolah seperti dari PDAM, sumur bor, dan sumber lain untuk keperluan operasi dapat melakukan pengolahan tambahan dgn catridge filter dan dilengkapi dgn disinfeksi menggunakan ultra violet (UV) b. Ruang Farmasi dan Hemodialisis Air yang digunakan di ruang farmasi terdiri dari air yang dimurnikan untuk penyiapan obat, penyiapan injeksi, dan pengenceran dalam hemodialisis. Kegiatan pengawasan kualitas air dengan pendekatan surveilans kualitas air antara lain meliputi : a. Inspeksi sanitasi terhadap sarana air minum dan air bersih; b. Pengambilan, pengiriman, dan pemeriksaan sampel air; c. Melakukan analisis hasil inspeksi sanitasi pemeriksaan laboratorium; dan d. Tindak lanjut berupa perbaikan sarana dan kualitas air.

Persyaratan Jenis Wadah dan Label Limbah Medis Padat


No Kategori

Warna Kontainer / kantong

Lambang

Keterangan

1.

Radioaktif

Merah

Kantong boks timbal dengan simbol radioaktif Kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer yang dapat distrerilisasi dengan autoclave

2.

Sangat Infeksius Limbah infeksius, patologi dan anatomi

Kuning

3.

Kuning

Kantong plastik kuat, anti bocor, atau kontainer

4.

Sitotoksis Limbah Kimia dan Farmasi

Ungu

Kantong plastik kuat dan anti bocor

5.

Coklat

Kantong plastik atau kontainer

Terima kasih.