Anda di halaman 1dari 19

BAB I TINJAUAN PUSTAKA EPILEPSI Definisi Epilepsi adalah penyakit paroksismal yang disebabkan karena cetusan listrik neuronal

abnormal (abnormal neuronal discharge) yang ditimbulkan oleh cetusan yg sinkron dari segolongan neuron (synchronous discharges of neuronal network) yang terutama terletak pada corteks serebri.. Dengan demikian epilepsi dapat disebabkan oleh letupan listrik karena gangguan membran dari neuron atau ketidakseimbangan antara pengaruh-pengaruh eksitatorik dan inhibitorik (Browne & Holmes !!").. #indroma epilepsi adalah penyakit epilepsi ditandai oleh sekumpulan ge$ala yang timbul bersamaan (termasuk tipe bangkitan% etiologi% anatomi% faktor presipitasi usia saat awitan% beratnya penyakit% siklus harian dan prognosa). Epidemiologi Hingga & dari populasi umum menderita epilepsi aktif% dengan '(-)( pasien baru yang terdiagnosis per ((.((( per tahunnya. *erkiraan angka kematian pertahun akibat epilepsi adalah ' per ((.(((. kematian dapat berhubungan lengsung dengan ke$ang% misalnya ketika ter$adi serangan ke$ang tidak terkontrol% dan diantara serangan pasien tidak sadar atau $ika ter$adi cedera akibat kecelakaan atau trauma. +enomena kematian mendadak yang ter$adi pada penderita epilepsi (sudden une,plained death in epilepsi% #-DE*) diasumsikan berhubungan dengan aktifitas ke$ang dan kemungkinan besar karena disfungsi kardiorespirasi. Etiologi *erlu diketahui bahwa epilepsi bukanlah suatu penyakit% tetapi suatu ge$ala yang dapat timbul karena penyakit. #ecara umum dapat dikatakan bahwa serangan epilepsi dapat timbul $ika ter$adinya pelepasan akti.itas energi yang berlebihan dan mendadak dalam otak% sehingga menyebabkan terganggunya ker$a otak. Ditin$au dari penyebab epilepsi% epilepsi dibagi atas / . 0diopatik / *enyebab tidak diketahui% umumnya mempunyai predisposisi genetic.

'. 1riptogenik / Dianggap simtomatik tetapi penyebabnya belum diketahui% termasuk disini adalah sindrom 2est% sindrom 3enno,-4astaut% dan epilepsi mioklonik. 4ambara klinik sesuai dengan ensefalopati difus. 5. #imtomatik / Disebabkan oleh kelainan6lesi pada susunan saraf pusat% misalnya trauma kepala% infeksi ##*% kelainan congenital% lesi desak ruang% gangguan peredaran darah otak% toksik (alcohol% obat)% metabolic% kelainan neurodegenerati.e Faktor Presipitasi +aktor yang mempermudah ter$adinya serangan ke$ang% yaitu/ +aktor sensoris/ cahaya yang berkedip-kedip% bunyi-bunyi yang menge$utkan% air panas. +aktor sistemis/ demam% penyakit infeksi% obat-obat tertentu misalnya golongan fenotia7in% klorpropamid% hipoglikemia% kelelahan fisik +aktor mental/ stres dan gangguan emosi.

Patofisiologi #ecara umum% epilepsi ter$adi kerena menurunnya potensial membran sel saraf akibat proses patologik dalam otak% gaya mekanik% atau toksik% yang selan$utnya menyebabkan terlepasnya muatan listrik dari sel saraf tersebut. Beberapa penelitian menun$ukkan peranan asetilkolin sebagai 7at yang merendahkan potensial membran postsinaptik dalam hal telepasnya muatan listrik yang ter$adi sewaktu-waktu sa$a sehingga manifestasi klinisnya pun muncul sewaktuwaktu. Bila asetilkolin sudah cukup tertimbun di permukaan otak% maka pelepasan muatan listrik sel-sel saraf kortikal dipermudah. 8setilkolin diproduksi oleh sel-sel saraf kolinergik dan merembes keluar dari permukaan otak daripada selama tidur. *ada $e$as otak lebih banyak asetilkolin daripada dalam otak sehat. *ada tumor serebri atau adanya sikatriks setempat pada permukaan otak sebagai ge$ala sisa dari meningitis% ensefalitis% kontusio serebri atau trauma lahir% dapat ter$adi penimbunan setempat dari asetilkolin. 9leh karena itu% pada tempat itu akan ter$adi lepas muatan listrik sel-sel saraf. *enimbunan asetilkolin setempat harus mencapai konsentrasi tertentu untuk dapat merendahkan potensial membran sehingga lepas muatan listrik dapat ter$adi. Hal ini merupakan mekanisme epilepsi fokal yang biasanya simptomatik.

'

*ada epilepsi idiopatik% tipe grand mal% secara primer muatan muatan listrik dilepaskan oleh nuklei intralaminares talami% yang dikenal sebagai inti centrecephalic. 0nti merupakan terminal dari lintasan asendens aspesifik atau lintasan asendens ekstralemsnikal. 0nput dari korteks serebri melalui lintasan aferen aspesifik menentukan dera$at kesadaran. Bilamana sama sekali tidak ada input maka timbullah koma. *ada grandmal% dimana etiologinya belum diketahui% ter$adi lepas muatan listrik dari inti-inti intralaminar talamik secara berlebih. *erangsangan talamokortikal yang berlebihan ini menghasilkan ke$ang seluruh tubuh dan sekaligus menghalangi sel-sel saraf yang memelihara kesadaran menerima impuls aferen dari dunia luar sehingga kesadaran hilang. Hasil penelitian menun$ukkan bahwa bagian dari substansia retikularis di bagian rostral dari mesensefalon yang dapat melakukan blokade se$enak terhadap intiinti intralaminar talamik sehingga kesadaran hilang se$enak tanpa disertai ke$angke$ang pada otot skeletal yang dikenal sebagai petit mal.

Manifestasi Klinis :enurut ;ommision of ;lassification and <erminology of 0nternational 3eague 8gainst Epilepsi (038E) tahun != % klasifikasi epilepsi sebagai berikut/ 0. 1e$ang *arsial (fokal% lokal) 8. 1e$ang parsial sederhana> ke$ang parsial dengan kesadaran tetap normal. . Dengan ge$ala motorik +okal motorik tidak men$alar/ ke$ang sebatas pada satu bagian tubuh sa$a. +okal motorik men$alar/ ke$ang dimulai dari satu bagian tubuh dan men$alar meluas ke daerah lain. Disebut $uga epilepsi ?ackson @ersif/ ge$ang disertai gerakan memutar kepala% mata% tubuh *ostural/ ke$ang disertai dengan lengan atau tungkai kaku dalam sikap tertentu Disertai gangguan fonasi/ ke$ang disertai arus bicara yang terhenti atau pasien mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu. '. Dengan ge$ala somatosensoris atau sensoris spesial> ke$ang disertai halusinasi sederhana yang mengenai kelima pancaindera dan bangkitkan yang disertai .ertigo. #omatosensoris/ timbul rasa kesemutan atau seperti ditusuk-tusuk $arum @isual/ terlihat cahaya 8uditoris/ terdengar sesuatu 4ustatoris/ terkecap sesuatu Disertai .ertigo

5. Dengan ge$ala atau tanda gangguan saraf otonom (sensasi epigastrium% pucat% berkeringat% membera% piroleksi% dilatasi pupil) A. Dengan ge$ala psikis (gangguan fungsi luhur) Disfasia/ gangguan bicara misalnya mengulang suatu suku kata% kata atau bagian kalimat

Dimensia/ gangguan proses ingatan misalnya merasa seperti sudah mengalami% mendengar% melihat% atau sebaliknya tidak pernah mengalami% mendengar% melihat% mengetahui sesuatu. :ungkin mendadak mengingat suatu peristiwa di masa lalu% merasa melihatnya lagi 1ognitif/ gangguan orientasi waktu% merasa diri berubah 8fektif/ merasa sangat senang% susah% marah% takut 0lusi/ perubahan persepsi benda yang dilihat tampak lebih kecil atau lebih besar. Halusinasi kompleks (berstruktur)/ mendengar ada yang bicara musik% melihat statu fenomena tertentu dan lain-lain.

B. 1e$ang parsial kompleks> ke$ang ini disertai gangguan kesadaran. . #erangan parsial sederhana diikuti gangguan kesadaran/ kesadaran mula-mula baik kemudian baru menurun. Dengan ge$ala parcial sederhana 8 -8A> ge$ala-ge$ala seperti pada golongan 8 -8A diikuti menurunya kesadaran <imbul automatisme. 8utomatisme yaitu gerakan-gerakan% perilaku yang timbul dengan sendirinya% misalnya dengan gerakan mengunyah-nguyah% menelan-nelan% wa$ah muka berubah seringkali seperti ketakutan% menata-nata sesuatu% memegang-megang kancing ba$u% ber$alan% mengembara tak menentu% berbicara% dll. '. #erangan parsial sederhana dengan penurunan kesadaran se$ak serangan> kesadaran menurun se$ak permulaan serangan. Hanya dengan penurunan kesadaran Dengan automatisme.

;. 1e$ang parsial yang berkembang men$adi bangkitan umum (tonikklonik% tonik% klonik) . 1e$ang parsial sederhana yang berkembang men$adi ke$ang generalisata

'. 1e$ang parsial kompleks yang berkembang men$adi ke$ang generalisata 5. 1e$ang parsial sederhana yang men$adi ke$ang parsial kompleks lalu berkembang men$adi ke$ang generalisata. 00. 1e$ang 4eneralisata (kon.ulsif atau nonkon.ulsif) 8. .. 1e$ang lena (8bsence) *ada ke$ang ini% kegiatan yang sedang dilakukan terhenti% muka tampak membengong% bola mata dapat memutar ke atas% tidak ada reaksi bila dia$ak bicara. Biasanya serangan ini berlangsung selama B- 6' menit dan biasanya di$umpai pada anak. Hanya penurunan kesadaran Dengan komponen klonik ringan. 4erakan klonis ringan biasanya di$umpai pada kelompok mata atas% sudut mulut% atau otot-otot lainnya bilateral. Dengan komponen atonik. *ada ke$ang ini% di$umpai otototot leher% lengan% tangan% tubuh mendadak melemas hingga tampak mengulai. Dengan komponen tonik. *ada ke$ang ini% di$umpai otototot ekstremitas% leher% atau punggung mendadak menge$ang% kepala% badan% badan men$adi melengkung ke belakang% lengan dapat mengetul atau mengedang Dengan automatisme Dengan komponen autonom

4e$ala-ge$ala diatas dapat berdiri sendiri atau kombinasi. '. 1e$ang lena tidak khas Dapat disertai/ 4angguan tonus yang lebih $elas *ermulaan dan berakhirnya bangkitan tidak mendadak.

B. 1e$ang mioklonik

*ada ke$ang mioklonik ter$adi kontraksi mendadak% sebentar% dapat kuat atau lemas sebagian otot atau semua otot-otot% sesekali atau berulang-ulang. 1e$ang ini dapat ter$adi pada semua umur. ;. 1e$ang klonik *ada ke$ang ini tidak ada komponen tonik% hanya ter$adi ke$ang klo$ot. Di$umpai terutama pada anak. D. 1e$ang tonik *ada ke$ang ini tidak ada komponen klonik% otot-otot hanya men$adi kaku% $uga terdapat pada anak. E. 1e$ang tonik-klonik 1e$ang ini sering di$umpai pada usia diatas balita yang terkenal dengan nama grand mal. #erangan dapat diawali dengan aura yaitu tandatanda yang mendahului suatu ke$ang. *asien mendadak $atuh pingsan% otototot seluruh badan kaku. 1e$ang kaku berlangsung kira-kira B- 6' menit diikuti ke$ang klo$ot di seluruh badan. #erangan ini biasanya berhenti sendiri. <arikan napas men$adi dalam beberapa saat lamanya. Bila pembentukan ludah ketika ke$ang meningkat% mulut men$adi berbusa kerena hembusan nafas. :ungkin pula pasien miksi ketika mendapat serangan. #etelah ke$ang berhenti pasien tertidur beberapa lamanya% dapat pula bangun dengan kesadaran yang masih rendah% atau men$adi sadar dengan keluhan badan pegal-pegal% lelah% nyeri kepala. +. 1e$ang atonik *ada keadaan ini otot-otot seluruh badan mendadak melemas sehingga pasien ter$atuh. 1esadaran dapat tetap baik atau menurun sebentar. 1e$ang ini terutama te$adi pada anak-anak. 000. 1e$ang tak tergolongkan

"

<ermasuk golongan ini adalah serangan pada bayi berupa gerakan bola mata yang ritmik% mengunyah-ngunyah% gerakan seperti berenang% menggigil% atau pernapasan yang mendadak berhenti sementara.

Pemeriksaan Pen n!ang dan Diagnosis Diagnosis epilepsi ditegakkan terutama secara klinis% yaitu berdasarkan deskripsi ke$ang% biasanya dari saksi karena pasien tidak sadar akan ge$ala-ge$alanya. *emeriksaan dengan curiga epilepsi bertu$uan untuk / :engkomfrimasi atau mendukung diagnosis klinis :engklarifikasi sindrom epilepsi :enetapkan penyebab. (EE4) merupakan pemeriksaan penun$ang yang

Elektroensefalografi

informatif yang dapat memastikan diagnosis epilepsi bila ditemukan pola EE4 yang bersifat khas epileptik baik terekam saat serangan maupun di luar serangan berupa gelombang runcing% gelombang paku% runcing lambat% paku lambat. *emeriksaan tambahan lain yang $uga bermanfaat adalah pemeriksaan foto polos kepala% yang berguna untuk mendeteksi adanya fraktur tulang tengkorak> ;<#can kepala. Dang berguna untuk mendeteksi adanya infark% hematoma% tumor% hidrosefalus% sedangkan pemeriksaan laboratorium dilakukan atas indikasi untuk memastika adanya kelainan sistemik seperti hipoglikemia% hiponatremia% uremia%dll. Penatalaksanaan <u$uan pengobatan adalah mencegah timbulnya serangan tanpa mengganggu kapasitas fisik dan intelek pasien. *engobatan epilepsi meliputi pengobatan medikamentosa dan pengobatan psikososial. :edikamentosa *ada epilepsi yang simpomatis dimana ke$ang yang timbul adalah manifestasi penyebabnya seperti tumor otak% radang otak% gangguan metabolik% maka disamping

pemberian obat anti epilepsi diperlukan $uga terapi kausal. Beberapa prinsip dasar yang perlu dipertimbangkan/ . pada ke$ang yang sangat $arang dan dapat dihilangkan factor pencetusnya% pemberian obat harus dipertimbangkan. '. pengobatan diberikan setelah diagnosis ditegakkan> hal ini berarti pasien mengalami lebih dari dua kali ke$ang yang sama 5. obat yang diberikan sesuai dengan $enis ke$ang A. sebaiknya menggunakan monoterapi kerena dengan cara ini toksisitas akan berkurang% mempermudah pemantauan% dan menghindari interaksi obat. ). dosis obat disesuaikan secara indi.idual C. bila gagal dalam pengobatan% cari penyebabnya. ". pengobatan dihilangkan setelah ke$ang hilang selama '-5 tahun. *engobatan dihentikan secara berangsur-angsur dengan menurunkan dosisnya. 9bat pilihan berdasarkan $enis ke$ang ?enis ke$ang ?enis obat +okal 6 parsial sederhana ;BE% *B% *H< 1ompleks ;BE% *B% *H<% @83 <onik-klonik umum ;BE% *B% *H<% @83 <onik-klonik ;BE% *B% *H<% @83 :ioklonik ;39F% @83 8bsens6petit mal ;39F% @83 ;BE/ karbama7epin> *H< / fenitoin> ;39F / klona7epam> *B / fenobarbital> @83 / asam .alproat Dosis obat antiepilepsi dan konsentrasi dalam plasma ?enis obat Dosis (mg6kgBB6hari) +enobarbital +enitoin 1arbama7epin 8sam .alproat 1lona7epam Dia7epam -) A-'( A-'( (-C( (.()-(.' (.(()-(.( ) ,6hari -',6hari 5,6hari 5,6hari 5,6hari 0@ ;ara pemberian 1onsentrasi dalam plasma (-g6mm5) '(-A( (-'( A- ( )(- (( (-=( (.5-(."

(.A-(.C

*er rektal

*engobatan psikososial *asien diberikan penerangan bahwa dengan pengobatan yang optimal sebagian besar akan terbebas dari ke$ang. *asien harus patuh dalam men$alani pengobatannya sehingga dapat bebas dari ke$ang dan dapat bela$ar% beker$a% dan bermasyarakat secara normal. Prognosis *asien epilepsi yang berobat teratur% 65 akan bebas serangan paling sedikit ' tahun% dan bila lebih dari ) tahun sesudah serangan terakhir obat dihentikan% pasien tidak mengalami ke$ang lagi% dikatakan telah mengalami remisi. Diperkirakan 5(& paisen tidak mengalami remisi meskipun minum obat teratur. #esudah remisi% kemungkinan munculnya serangan ulang paling sering didapat pada ke$ang tonikklonik dan ke$ang parsial kompleks. Demikian pula usia muda lebih mudah mengalami relaps sesudah remisi.

BAB II STATUS NEU"#L#$IS 03-#<G8#0 18#-# I% Identitas Pasien . Fama 5. -sia A. *eker$aan ). 8gama C. #tatus nikah =. 8lamat / Fn. 8 / = tahun / *ela$ar / 0slam / Belum menikah / <anggerang '. ?enis kelamin / *erempuan

". #uku bangsa / ?awa !. <anggal periksa poli/ 'C :ei '((! II% Anamnesis 8namnesis 1eluhan -tama / 8utoanamnesis 8lloanamesis dengan ibu pasien / Giwayat ke$ang ' bulan #:G# /

1eluhan <ambahan / Giwayat *enyakit #ekarang *asien datang ke poli saraf G#-* +atmawati karena ingin kontrol. #erangan ke$ang terakhir dialami pasien sekitar ' bulan yang lalu.:enurut pengakuan pasien sebelum ke$ang pasien merasa sakit kepala seperti mau pecah kemudian seluruh badan terasa lemas seperti tidak ada tulangnya dan ter$atuh setelah itu pasien kehilangan kesadaran. :enurut ibu pasien% pasien pingsan sekitar ) menit% setelah bangun pasien terlihat lemas. :enurut pasien% hal ini ter$adi ketika pasien sedang banyak pikiran. #erangan ke$ang pertama kali dialami pasien saat usia ' tahun% serangan dapat ter$adi antara -' kali dalam satu minggu hingga '-5 kali dalam

sebulan dengan ge$ala yang sama. #etelah itu pasien berobat% dan rutin kontrol ke dokter setiap bulan% serta patuh dalam meminum obat. #elama masa pengobatan% serangan masih tetap muncul sekitar menyembur-% demam-% trauma kepala -. Giwayat penyakit dahulu / Giwayat prenatal / ibu pasien rutin kontrol ke bidan selama kehamilan% riwayat sakit selama kehamilan (-)% konsumsi obat (-). Giwayat natal / *asien lahir secara normal ditolong oleh bidan di klinik bidan% lahir cukup bulan (5! minggu)% berat badan lahir '%! kg% langsung menangis. Giwayat postnatal / Giwayat ke$ang demam (-)% batuk-batuk H ' minggu (-). Giwayat penyakit keluarga / 1e$ang (I) kakek dari ibu pasien -' kali setiap tahunnya dengan ge$ala yang sama. Giwayat sakit kepala berulang% mual-% muntah

III%Pemeriksanaan Fisik 8. 1eadaan -mum 1esadaran #ikap 1ooperasi <ekanan darah Fadi #uhu *ernapasan B. 1eadaan lokal <rauma stigmata / *erdarahan perifer 14B *emeriksaan ?antung 0nspeksi / 0ctus cordis tidak terlihat / / #akit ringan / ;ompos :entis (4;# / EA% :C% @) J )) / Berbaring dan duduk / 1ooperatif / (6=(mmHg / ==,6menit 5C%)Kc / '(,6menit / / ;apillary refill time M ' detik / <idak teraba membesar% nyeri tekan (-)

*ulsasi arteri karotis / ELual kanan dan kiri% reguler

;olumna .ertebralis / 3urus di tengah

'

*alpasi *erkusi

/ ictus cordis teraba di 0;# @ pada ' $ari medial linea / Batas $antung kanan J linea midsternalis Batas $antung kiri J ' $ari medial dari linea midkla.ikula sinistra *inggang $antung J 0;# 5 linea para sternalis sinistra

midcla.icula sinistra

8uskultasi / B? 0 dan 00 reguler> gallop (-)% murmur (-) *emeriksaan *aru 0nspeksi *alpasi *erkusi / #imetris saat statis dan dinamis. / Ekspansi dada normal% .okal fremitus kanan kiri sama / #onor pada kedua lapang paru

8uskultasi / #uara napas .esikuler> Gonkhi -6-> 2hee7ing -6*emeriksaan 8bdomen 0nspeksi *alpasi *erkusi / datar / supel% hati dan limpa tidak teraba> nyeri tekan (-) / timpani

8uskultasi / bising usus (I) normal *emeriksaan Ekstremitas 8kral hangat I6I% edema pitting -6-% sianosis -6-% clubbing fingers -6-. I&% Pemeriksaan Ne rologis 8. Gangsang #elaput 9tak 1aku kuduk 3aseLue 1erniL Brud7insky 0 Brud7insky 00 ;. #araf kranialis F.0 Formosmia 6 Formosmia F.00 8cies @isus / 56C( 6 56C( (baik% terbatas ruangan) / (-) / kanan H "(o / kanan H 5)o / kanan(-) / kanan(-) kiri H "(o kiri H 5)o kiri(-) kiri(-) / (-)

B. *eningkatan tekanan intrakranial

@isus ;ampus/ baik6baik 3ihat warna +unduskopi / baik6baik / tidak dilakukan

F. 000%0@ dan @0 1edudukan bola mata / 9rtoposisi6ortoposisi *ergerakan bola mata / bebas ke segala arah Fasal <emporal Fasal atas <emporal atas Fasal bawah <emporal bawah F.@ ;abang motorik / Baik6baik ;abang sensorik oftalmikus/ Baik6baik ;abang sensorik maksilaris / Baik6baik ;abang sensorik mandibularis F.@00 :otorik orbitofrontal :otorik orbikularis *engecapan lidah F.@000 @estibular - @ertigo /A / Baik6baik / Baik6baik / Baik / Baik6baik Eksoftalmus Fistagmus *upil Bentuk Gefleks cahaya langsung Gefleks cahaya konsensual Gefleks akomodasi Gefleks kon.ergensi / Bulat% isokor% diameter J 5mm65mm / I6I / I6I / I6I / I6I / -6/ -6/ I6I / I6I / I6I / I6I / I6I / I6I

- Fistagmus / 1oklearis - <uli konduktif / -6- <uli perspektif / -6F.0N > F.N F.N0 :engangkat bahu :enoleh / Baik6baik :otorik / 8rcus faring simetris% u.ula di tengah #ensorik / Baik

/ Baik6baik

F.N00 *ergerakan lidah/ Baik% tidak ada de.iasi 8trofi +asikulasi <remor / (-) / (-) / (-)

D. #istem motorik Ekstremitas atas proksimal distal Ekstremitas bawah proksimal distal / ))))6)))) / ))))6))))

E. 4erakan in.olunter <remor ;horea 8tetose / -6/ -6/ -6-

:iokloni / -6<ics / -6/ Eutrofik / Formotonus

+. <rofik 4. <onus H. #istem sensorik

*ropioseptif / Baik Eksteroseptif / Baik

0. +ungsi serebelar 8ta,ia /-

<es Gomberg

/-

Disdiadokokinesia/ ?ari-$ari ?ari-hidung <umit-lutut / -6/ -6//-

Gebound phenomenon Hipotoni / -6-

?. +ungsi luhur 8stereognosia 8praksia 8fasia ///-

1. +ungsi otonom :iksi Defekasi #ekresi keringat / Baik / Baik / Baik

3. Gefleks fisiologis 1ornea Berbangkis +aring Biseps <riseps Gadius Dinding perut 9tot perut *atella <umit / I6I / baik / baik / I'6I' / I'6I' / I'6I' /I /I / I'6I' / I'6I'

:. Gefleks patologis Hoffman tromer / -6Babinsky ;haddok / -6/ -6-

4ordon #chaefer 1lonus lutut 1lonus tumit

/ -6/ -6/ -6/ -6-

F. 1eadaan *sikis 0ntelegensia <anda regresi Demensia / Baik //-

&% Pemeriksaan pen n!ang 38B9G8<9G0-: (-) G8D093940 / ;<-#can 1epala ('((") Dalam batas normal EE4 ('((") Dalam batas normal &I% "es me *asien datang ke poli saraf G#-* +atmawati karena ingin kontrol. #erangan ke$ang terakhir dialami pasien sekitar ' bulan yang lalu. *asien sebelum ke$ang pasien merasa sakit kepala seperti mau pecah kemudian seluruh badan terasa lemas seperti tidak ada tulangnya dan ter$atuh setelah itu pasien kehilangan kesadaran. :enurut ibu pasien% pasien pingsan sekitar ) menit% setelah bangun pasien terlihat lemas. :enurut pasien% hal ini ter$adi ketika pasien sedang banyak pikiran. #erangan ke$ang pertama kali dialami pasien saat usia ' tahun% #elama masa pengobatan% serangan masih tetap muncul sekitar -' kali setiap tahunnya dengan ge$ala yang sama. *asien rutin minum obat. Giwayat sakit kepala berulang% mual-% muntah menyembur-% demam-% trauma "

kepala -.Giwayat persalinan normal dengan BB normal. #elama kehamilan ibu pasien sehat. riwayat ke$ang demam% batuk-batuk lama H ' minggu (-). Giwayat kakek dari ibu pasien menderita ke$ang yang serupa (I) #tatus generalis / 1-61esadaran <ekanan Darah Fadi #uhu *ernafasan ?antung *aru-paru 8bdomen Ekstremitas / <#G6 ;: / (6=( mmHg / == ,6mnt / 5C%) (; / '( ,6mnt / Dalam batas normal / Dalam batas normal / Dalam batas normal / Dalam batas normal

#tatus neurologis 4;#/ EA:C@) J ) *upil/ bulat% isokor d 5mm65mm <G:/ 11-% 3H"(6H"(% 1H 5)6H 5) *eningkatan <01/ F.cranial/ parese :otorik/ G+ / I'6I' G*/ -6-

#ensorik/ baik 9tonom/ baik &II% DIA$N#SA KE"JA Diagnosa 1linis Diagnosa etiologi Diagnosa topik &III% TATA LAKSANA / ke$ang generalisata tipe atoni / idiopatik / korteks6subkorteks

1lona7epam tab 'mg / ', 8sam +olat tab mg/ ', I'% "EN(ANA PEME"IKSAAN EE4 ulang '%P"#$N#SA 8d .itam 8d fungsionam 8d sanationam / bonam / bonam / dubia ad bonam

DAFTA" PUSTAKA . :ans$oer% arif% suprohaita% dkk. Kapita Selekta Kedokteran jilid 2. Ed 000. +akultas 1edokteran -0/ :edia 8esculapius.hal " '. Harsono. *erhimpunan Dokter spesialis saraf 0ndonesia. Buku 8$ar Feurologi 1linis. '((). Dogyakarta / 4a$ah mada -ni.ersity press. Hal 5. !-))

:ard$ono% mahar dan *riguna sidharta. Neurologi Klinik Dasar. ?akarta/ D08F G81D8<.'(((.hal/ A5!-)(

A.

G#;:. *8FD-8F *E38D8F8F :ED0# DE*8G<E:EF FE-G93940.'(()

).

-tama% Hendra. 8ntiepilepsi dan antikon.ulsi dalam +armakologi dan terapi. Edisi ).'((". ?akarta /4aya Baru. Hal "!-!C