Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

Manusia mempunyai beberapa rongga di sepanjang atap dan bagian lateral rongga hidung. Rongga rongga ini diberi nama sinus yang kemudian diberi nama sesuai dengan letaknya : sinus maxillaris, sinus frontalis, sinus sphenoidalis dan sinus ethmoidalis ( sinus paranasalis ). Sinus maxillaris merupaka sinus paranasalis yang terbesar. Sinus ini sudah ada sejak lahir dan mencapa ukuran maksimum ( !" ml ) pada saat de#asa. $ari segi klinis yang perlu diperhatikan dari anatomi sinus maxilla adalah : !. $asar sinus maxillaris berhubungan dengan gigi %!, %&, M!, dan M& &. 'stium sinus maxillaris lebih tinggi dari dasarnya Sinus (rontalis mulai berkembang dari sinus ethmoidalis anterior pada usia ) tahun dan mncapai ukuran maksimal pada usia &* tahun. Sinus ethmoidalis merupakan kelompok dari sel ethmoidalis anterior dan posterior yang saling berhubungan dan kemudian bermuara dalam ronga hidung. Sinus ini sudah ada sejak anak lahir. Sinus ini dianggap paling penting karena dapat menjadi fokus infeksi bagi sinus paranasalis yang lainnya. %neumatisasi sinus sphenoidalis dimulai pada usia )+!* tahun. Sinus paranasalis ini mepunyai fungsi !. %engatur kondisi udara &. ,hermal insulators -. Membantu keseimbangan kepala .. Membantu resonansi suara ". %eredam perubahan tekanan udara /. Membantu produksi mukus

Definisi Sinusitis adalah peradangan pada mukosa sinus paranasalis. Sinusitis diberi nama sesuai dengan sinus yang terkena. 0ila mengenai beberapa sinus disebut multisinusitis. 0ila mengenai semua sinus paranasalis disebut pansunusitis. Etiologi Sinusitis dapat disebabkan oleh !. 0akteri : Streptococcus pneumoniae, Haemophillus influenza, Streptococcus group A, Staphylococcus aureus, Neisseria, Klebsiella, Basil gram -, Pseudomonas &. 1irus :Rhino2irus, influen3a 2irus, parainfluen3a 2irus -. 0akteri anaerob : fusobakteria .. 4amur Patofisiologi 5nfeksi 2irus akan menyebabkan terjadinya udem pada dinding hidung dan sinus sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan pada ostium sinus, dan berpengaruh pada mekanisme drainase di dalam sinus. 1irus tersebut juga memproduksi en3im dan neuraminidase yang mengendurkan mukosa sinus dan mempercepat difusi 2irus pada lapisan mukosilia. 6al ini menyebabkan silia menjadi kurang aktif dan sekret yang diproduksi sinus menjadi lebih kental, yang merupakan media yang sangat baik untuk berkembangnya bakteri patogen. 7danya bakteri dan lapisan mukosilia yang abnormal meningkatkan kemungkinan terjadinya reinfeksi atau reinokulasi dari 2irus.

&

8onsumsi oksigen oleh bakteri akan menyebabkan keadaan hipoksia di dalam sinus dan akan memberikan media yang menguntungkan untuk berkembangnya bakteri anaerob. %enurunan jumlah oksigen juga akan mempengaruhi pergerakan silia dan akti2iitas leukosit. Sinusitis kronis dapat disebabkan oleh fungsi lapisan mukosilia yang tidak adekuat , obstruksi sehingga drainase sekret terganggu, dan terdapatnya beberapa bakteri patogen.
%olusi 3at kimia 6ilangnya silia Sumbatan mekanis $rainase buruk %erubahan mukosa 5nfeksi Sepsis residual ,erapi tidak adekuat 7lergi, defisiensi imun

Faktor predisposisi !. 'bstruksi mekanis : $e2iasi septum, corpus alienum, polip, tumor, hipertrofi konka &. 5nfeksi : Rhinitis kronis dan rhinitis alergi yang menyebabkan obstruksi ostium sinus serta menghasilkan banyak lendir yang merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman 7danya infeksi pada gigi -. 9ingkungan berpolusi, udara dingan dan kering yang dapat merubah mukosa dan merusak silia

BAB II GEJALA KLINIS


SINUSITIS AKUT Sin sitis !aksillaris $emam, malaise :yeri kepala yang tak jelas yang biasanya reda dengan pemberian aspirin. Sakit dirasa mulai dari pipi ( di ba#ah kelopak mata ) dan menjalar ke dahi atau gigi. Sakit bertambah saat menunduk. ;ajah terasa bengkak dan penuh :yeri pipi yang khas : tumpul dan menusuk, serta sakit pada palpasi dan perkusi. 8adang ada batuk iritatif non+produktif Sekret mukopurulen yang dapat keluar dari hidung dan kadang berbau busuk 7danya pus atau sekret mukopurulen di dalam hidung, yang berasal dari metus media, dan nasofaring. Sin sitis et"!oidalis Sering bersama dengan sinusitis maksillaris dan sinusitis frontalis :yeri dan nyeri tekan di antara kedua mata dan di atas jembatan hidung menjalar ke arah temporal :yeri sering dirasakan di belakang bola mata dan bertambah apabila mata digerakkan Sumbatan pada hidung %ada anak sering bermanifestasi sebagai selulitis orbita karena lamina papiracea anak seringkali merekah Mukosa hidung hiperemis dan udem 7danya pus dalam rongga hidung yang berasal dari meatus media

Sin sitis frontalis 6ampir selalu bersamaan dengan sinusitis ethmoidalis anterior :yeri kepala yang khas di atas alis mata. :yeri biasanya pada pagi hari, memburuk pada tengah hari dan berangsur angsur hilang pada malam hari. %embengkakan derah supraorbita :yeri hebat pada palpasi atau perkusi daerah sinus yang terinfeksi Sin sitis sp"enoidalis :yeri kepala dan retro orbita yang menjalar ke 2erteks atau oksipital SINUSITIS K#$NIS %ostnasal drip Rasa tidak nyaman dan gatal di tenggorok %endengaran terganggu karena oklusi tuba eustachii :yeri atau sakit kepala 5nfeksi pada mata yang menjalar dari duktus nasolakrimalis <astroenteritis ringan pada anak akibat mukopus yang tertelan

"

BAB III PE%E#IKSAAN PENUNJANG


Transil !inasi ,ransiluminasi menggunakan angka sebagai parameternya ,ransiluminasi akan menunjukkan angka * atau ! apabila terjadi sinusitis (sinus penuh dengan cairan) #ontgen sin s paranasalis Sinusitis akan menunjukkan gambaran berupa !. %enebalan mukosa, &. 'pasifikasi sinus ( berkurangnya pneumatisasi) -. <ambaran air fluid le!el yang khas akibat akumulasi pus yang dapat dilihat pada foto #aters. 0agaimanapun juga, harus diingat bh#a foto S%: - posisi ini memiliki kekurangan dimana kadang kadang bayangan bibir dapat dikacaukan dengan penebalan mukosa sinus. &T S'an =, Scan adalah pemeriksaan yang dapat memberikan gambaran yang paling baik akan adanya kelainan pada mukosa dan 2ariasi antominya yang rele2an untuk mendiagnosis sinusitis kronis maupun akut. ;alaupun demikian, harus diingat bah#a =, Scan menggunakan dosis radiasi yang sangat besar yang berbahaya bagi mata. Sinos'op( Sinoscopy merupakan satu satunya cara yang memberikan informasi akurat tentang perubahan mukosa sinus, jumlah sekret yang ada di dalam sinus, dan letak dan keadaan dari ostium sinus. >ang menjadi masalah adalah pemeriksaan sinoscopy memberikan suatu keadaan yang tidak menyenangkan buat pasien.

Pe!eriksaan !ikro)iologi 0iakan yang berasal fari hidung bagian posterior dan nasofaring biasanya lebih akurat dibandingkan dengan biakan yang berasal dari hidung bagian anterior. :amun demikian, pengambilan biakan hidung posterior juga lebih sulit. 0iakan bakteri spesifik pada sinusitis dilakukan dengan menagspirasi pus dari inus yang terkena. Seringkali diberikan suatu antibiotik yang sesuai untuk membasmi mikroorganisme yang lebih umum untuk penyakit ini.

BAB I* K$%PLIKASI
8omplikasi sinusitis telah menurun nyata sejak diberikannya antibiotik 8omplikasi yang mungkin terjadi adalah !. 8elainan pada orbita ,erutama disebabkan oleh sinusitis ethmoidalis karena letaknya yang berdekatan dengan mata . %enyebaran infeksi melalui tromboflebitis dan perkontinuitatum @dema palpebra %reseptal selulitis Selulitis orbita tanpa abses Selulitis orbita dengan sub atau extraperiostel abses Selulitis orbita dengan intraperiosteal abses ,rombosis sinus ca2ernosus &. 8elainan intrakranial 7bses extradural, subdural, dan intracerebral Meningitis @ncephalitis ,rombosis sinus ca2ernosus atau sagital -. 8elainan pada tulang 'steitis 'steomyelitis .. 8elainan pada paru 0ronkitis kronik 0ronkhiektasis ". 'titis media /. ,oxic shock syndrome ?. Mucocele , pyococele

BAB * THE#AP+
,herapi primer dari sinusitis akut adalah secara medikamentosa. !. 7nalgetik Rasa sakit yang disebabkan oleh sinusitis dapat hilang dengan pemberian aspirin atau preparat codein. 8ompres hangat pada #ajah juga dapat menbantu untuk mengjilangkan rasa sakit tersebut &. 7ntibiotik Secara umum, dapat diberikan antibiotika yang sesuia selama !* A !. hari #alaupun gejala klinik telah hilang. 7ntibiotik -. $ekongestan %emberian dekongestan seperti pseudoefedrin, dan tetes hidung poten seperti fenilefrin dan oksimeta3olin cukup bermanfaat untuk mengurangi udem sehingga dapat terjadi drainase sinus. .. 5rigasi antrum 5ndikasinya adalah apabila ketiga terapi di atas gagal, dan ostium sinus sedemikian udematosa sehingga terbentuk abses sejati. 5rigasi antrum maksiilaris dilakukan dengan mengalirkan larutan salin hangat melalui fossa incisi2us kedalam antrum maksillaris. =aian ini kemudian akan mendorong pus untuk keluar melalui ostium normal. ". $iatermi gelombang pendek /. Menghilangkan faktor predisposisi %rinsip utama penanganan sinusitis kronik adalah !. Mengenali faktor penyebab dan mengatasinya &. Mengembalikan integritas dari mukosa yang udem yang sering diberikan adalah amoxicillin, ampicillin, erythromicin plus sulfonamid, sefuroksim dan trimetoprim plus sulfonamid

%engembalian 2entilasi sinus dan koreksi mukosa akan mengembalikan fungsi lapisan mukosilia. !. 7ntibiotika Sinusitis kronis biasanya disebabkan oleh bakteri anaerob. 7ntibiotik yang biasanya digunakan adalah metronida3ole, co+amoxicla2 dan clindamycin &. Mukolitik Sinusitis kronis biasanya menghasilkan sekret yang kental. ,erapi dengan mukolitik ini biasanya diberikan pada penderita rinosinusitis. Sekret yang encer akan lebih mudah dikeluarkan dibandingkan dengan sekret yang kental. " Nasal toilet %embersihan hidung dan sinus dari sekret yang kental dapat dilakukan dengan saline sprays atau irigasi. =ara yang efektif dan murah adalah dengan menggunakan canula dan Higgison#s syringe .. 8ortikosteroid 8ortikosteroid merupakan obat yang paling efektif untuk mengurangi udem pada mukosa yang berkaitan dengan infeksi. ". %embedahan %embedahan dilakukan apabila pengobatan dengan medikamentosa sudah gagal. %embedahan radikal dilakukan dengan mengankat mukosa yang patologik dan membuat drainase dari sinus yang terkena. Cntuk sinus maksila dilakukan operasi =ald#ell A 9uc, sedangkan untuk sinus ethmoid dilakukan etmoidektomi. %embedahan tidak radikal yang akhir akhir ini sedang dikembangkan adalah menggunakan endoskopi yang disebut 0edah Sinus @ndoskopi (ungsional.%risnsipnya adalah membuka daerah osteomeatal kompleks yang menjadi sumber penyumbatan dan infeksi sehingga 2entilasi dan drainase sinus dapat lancar kembali melaui ostium alami.

!*