Anda di halaman 1dari 39

DEFINISI

Gagal ginjal akut Penurunan tiba tiba faal ginjal pada individu dengan ginjal sehat sebelumnya, dengan atau tanpa oliguria dan berakibat azotemia progresif disertai kenaikan ureum dan kreatinin darah. Gagal ginjal kronik Penurunan faal ginjal yang menahun, yang umumnya tidak reversibel dan cukup lanjut.

ANATOMI

ANATOMI

ANATOMI

ETIOLOGI
Gagal Ginjal Akut (GGA) Diklasifikasikan dalam 3 kelompok, yaitu : Pre renal atau sirkulasi. Terjadi akibat kurangnya perfusi ginjal dan perbaikan dapat terjadi dengan cepat setelah kelainan tersebut diperbaiki, misalnya hipovolemia atau hipotensi, penurunan curah jantung, dan peningkatan viskositas darah.

ETIOLOGI

Renal atau intrinsik atau parenkimal Akibat penyakit pada ginjal atau pembuluhnya. Terdapat kelainan histologi dan kesembuhan tidak terjadi dengan segera pada perbaikan faktor pre renal atau obstruksi, misalnya nekrosis tubular akut, nekrosis kortikal akut, penyakit glomerulus akut, obstruksi vaskular akut, dan nefroktomi.

ETIOLOGI
Post

renal atau obstruksi Terjadi akibat obstruksi saluran urin, misalnya obstruksi pada kandung kemih, uretra, kedua ureter, dsb.

PATOFISIOLOGI

1.
2. 3. 4.

GAGAL GINJAL AKUT Teori kebocoran kembali (back-leak theory) Teori kebocoran tubulus (Tubular obstruction theory) Teori vaskuler (Vascular theory) Teori sistem renin angiotensin (RA) (Renin-angioensin system theory)

PATOFISIOLOGI
GAGAL GINJAL AKUT 5. Teori pembengkakan sel (Potensial cell swelling theory)

Perjalanan Klinis Gagal Ginjal Akut


dibagi

menjadi tigastadium : Oliguria, diuresis dan pemulihan. oliguria Gambaran klinis seringkali didominasi oleh riwayat komplikasi pembedahan, medis maupun obsetrik yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

Stadium

Perjalanan Klinis Gagal Ginjal Akut


Stadium

Diuresis Stadium diuresis gagal ginjal akut dimulai bila pengeluaran kemih meningkat sampai lebih dari 400 ml per hari. Stadium ini berlangsung 2 sampai 3 minggu. Pengeluaran kemih sehari hari jarang melebihi 4 liter.

Perjalanan Klinis Gagal Ginjal Akut


Stadium

Penyembuhan Stadium ini berlangsung sampai satu tahun, dan selama itu anemia dan kemampuan pemekatan ginjal sedikit demi sedikit membaik

GAGAL GINJAL AKUT


Prarenal

Anamnesa, adanyaKehilangan darah / plasma, seperti perdarahan, lika bakar.Kehilangan cairan ekstravaskular Kenaikan kapasitas vaskular
Sepsis Blokade ganglion Reaksi anafilaksis

GAGAL GINJAL AKUT


Penurunan

curah jantung / kegagalan pompa jantung


Renjatan kardiogenik Payah jantung kongestif Tamponade jantung Disaritmia Emboli paru Infark jantung

GAGAL GINJAL AKUT


Pemeriksaan fisis perlu diperhatikan gejala vital, tensi, nadi, turgor, tekanan vena sentral, serta ada atau tidaknya hipotensi hipostatik Diagnosis Pemeriksaan klinis dan laboratorium oliguria, disertai berat jenis urin meningkat (1,020), osmolaritas urin meningkat (400mOsm/L), natrium menurun (20 mEq/L)

GAGAL GINJAL AKUT


Renal NTA (Nekrosis Tubular Akut) = Nefropati Vasomotorik akut. Diagnosis

Konsentrasi Na dalam urin meningkat, lebih dari 20 mEq/L Osmolaritas urin rendah yaitu < 400 mOsm/L Kadar ureum dalam urin dibagi kadar dalam plasma < 10 : 1 Uji diuretik tidak menunjukkan terjadinya diuresis.

GAGAL GINJAL AKUT


Postrenal

Anamnesis

: Kearah kemungkinan obstruksi antara lain : poli uria yang diikuti oleh anuria Pemeriksaan fisis : Perlu diperhatikan hidronefrosis bilateral. Palpasi kandungan kemih.

GAGAL GINJAL AKUT


Postrenal

Diagnosis

pasti : Pemeriksaan radiologi ( foto polos abdomen, pielografi intravena, pielografi retrograd). Renografi radioaktif atau ultrasonografi.

PENATAALAKSANAAN GAGAL GINJAL AKUT


Tujuan

pengelolaan adalah mencegah terjadinya kerusakan ginjal, mempertahankan homeostasis, melakukan resusitasi, mencegah komplikasi metabolik dan infeksi serta mempertahankan penderita tetap hidup sampai faal ginjalnya sembuh secara spontan

PENATAALAKSANAAN GAGAL GINJAL AKUT


Prinsip

pengelolaannya dimulai dengan mengidentifikasi pasien yang berisiko GGA (sebagai tindak pencegahan), mengatasi penyakit penyebab GGA, mempertahankan Homeostatis; mempertahankan euvolemia, keseimbangan cairan dan elektrolit,

PENATAALAKSANAAN GAGAL GINJAL AKUT


mencegah

komplikasi metabolik seperti hyperkalamia, asidosis, hyperfosfatemia, mengevaluasi status nutrisi, kemudian mencegah infeksi dan selalu mengevaluasi obat-obat yang dipakai.

PENATAALAKSANAAN GAGAL GINJAL AKUT


PENGELOLAAN

MEDIS GGA Pada GGA terdapat 2 masalah yang sering didapatkan yang mengancam jiwa yaitu edema paru dan hyperkalemia. PEMBERIAN DIURETIK NUTRISI

PENATAALAKSANAAN GAGAL GINJAL AKUT


PEMBERIAN

DIURETIK diberikan diuretik golongan loop NUTRISI nutrisi pada GGA disesuaikan dengan proses katabolik yang terjadi, sehingga pada suatu saat menjadi normal kembali.

PENATALAKSANAAN KONSERVATIF
Pengaturan

diet Protein Penderita azotemia biasanya dibatasi asupan proteinnya Pengaturan Diet Kalium Jumlah yang dibolehkan dalam diet adalah 40 hingga 60 mEq/hari.

PENATALAKSANAAN KONSERVATIF
Pengaturan

Cairan Jumlah natrium yang biasanya diperbolehkan adalah 40 hingga 90 mEq/hari (1 hingga 2 g natrium)

Diet Natrium dan

DIALISIS DAN TRANSPLANTASI GINJAL


Dialisis

dapat membantu pasien transplantasi ginjal melalui periode oliguria pasca bedah, dan merupakan alternatif bila transplantasi ternyata gagal akibat penolakan tubuh atau komplikasi lain. Prognosis hidup dialisis kronik atau transplantasi ginjal kurang lebih sama.

Dialisis
Dialisis

adalah suatu proses difusi zat terlarut dalam air secara pasif melalui suatau membran berpori dari satu kompartemen cair menuju kompartemen cair lainnya.

TRANSPLANTASI GINJAL
Beberapa

terminologi dalam transplantasi:


Autograft : transplantasi di mana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu yang sama Isograft : transplantasi di mana jaringan yang dicangkokkan berasal dari saudara kembar

TRANSPLANTASI GINJAL
Allograft : transplantasi di mana jaringan yang dicangkokkan berasal dari individu lain dalam spesies yang sama Xenograft : transplantasi di mana jaringan yang dicangkokkan berasal dari spesies yang berbeda. Misalnya ginjal baboon ditransplantasi kepada manusia.

TRANSPLANTASI GINJAL
FAKTOR_FAKTOR YANG BERPERAN DALAM KEBERHASILAN TRANSPLANTASI GINJAL DONOR GINJAL RESIPIEN GINJAL

TRANSPLANTASI GINJAL
DONOR GINJAL Donor Hidup Donor hidup, khususnya donor hidup yang mempunyai hubungan keluarga harus memenuhi beberapa syarat :
Usia > 18 tahun s.d < 65 tahun Motivasi yang tinggi untuk menjadi donor, tanpa paksaan Kedua ginjal normal

TRANSPLANTASI GINJAL
Tidak mempunyai penyakit yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal dalam jangka waktu yang lama Kecocokan golongan darah ABO, HLA dan tes silang darah (cross match) Tidak mempunyai penyakit yang dapat menular kepada resipien Toleransi operasi baik

TRANSPLANTASI GINJAL
Donor jenazah Donor Jenazah berasal dari pasien yang mengalami mati batang otak akibat kerusakan otak yang fatal, usia 10-60 tahun, tidak mempunyai penyakit yang dapat ditularkan seperti hepatitis, HIV, atau penyakit keganasan (kecuali tumor otak primer). Fungsi ginjal harus baik sampai pada saat akhir menjelang kematian.

TRANSPLANTASI GINJAL
RESIPIEN GINJAL Resipien yang Potensial untuk Transplantasi ginjal Dewasa Pasien yang kesulitan menjalani hernodialisis dan CAPD Saluran kemih bawah harus normal bila ada kelainan dikoreksi terlebih dulu Dapat menjalani terapi imunosusupresi dalam jangka waktu lama dan kepatuhan berobat tinggi.

TRANSPLANTASI GINJAL
Kontra Indikasi Infeksi akut : tuberkulosis, infeksi saluran kemih, hepatitis akut Infeksi kronik, bronkiektasis Ateroma yang berat Ulkus peptikum yang aktif Penyakit keganasan Malnutrisi

TRANSPLANTASI GINJAL
Persiapan Pembedahan (Pra-Operatif Dan Perioperatif) Persiapan pra-operatf untuk calon resipien bertujuan untuk : Menilai kemampuan menjalani operasi besar Menilai kemampuan menerima obat imunosupresi untuk jangka waktu yang lama Menilai status vaskular tempat anastomis Menilai traktus urinarius bagian bawah Menghilangkan semua sumber infeksi Menilai dan mempersiapkan unsur psikis

TRANSPLANTASI GINJAL
Persiapan pra-operatif untuk calon donor bertujuan untuk : Menilai kerelaan (tak ada unsur paksaan atau jual beli) Menilai kemampuan untuk nefrektomi Menilai akibat jangka panjang ginjal tunggal Menilai kemungkinan anastomosis Menilai kecocokan golongan darah ABO, HLA dan crossmatch

TRANSPLANTASI GINJAL
PENGELOLAAN PASCA OPERASI TRANSPLANTASI GINJAL Pasca operasi masalah yang harus diwaspadai adalah infeksi, komplikasi bedah dan timbulnya rejeksi Keadaan hidrasi dan jumlah urin dipantau dengan ketat. Sebagian pasien memerlukan cuci darah sampai ginjal baru dapat berfungsi dengan baik..

TRANSPLANTASI GINJAL
Komplikasi bedah yang dapat timbul sehubungan proses transplantasi adalah pendarahan, trombosit arteri atau vena renalis. Kebocoran ureter atau terjadi obstruksi striktur, dan limfokel