Anda di halaman 1dari 16

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS 2010 PLASENTA PREVIA A. Pengertian y Pla enta !re"ia a#ala$ !

la enta yang a#a #i#e!an %alan la$ir &!rae ' #i #e!an ( "ia ' %alan).*a#i yang #i+a, -# iala$ !la enta yang i+!lanta inya ti#a, n.r+al/ ren#a$ e,ali $ingga+en-t-!i el-r-$ ata- e0agian . ti-+ intern-+. &O0 tetri Pat.l.gi(UNPA1) y Pla enta !re"ia a#ala$ !. i i !la enta yang 0era#a #i eg+en !. teri.r +a-!-n anteri.r/ e$ingga !er,e+0angan !la enta yang e+!-rna +en-t-!i . er"i, &Helen Varney/%anM.Kre0 /2ar.lyn L.Greg.r(2003)Pla enta !re"ia a#ala$ !la enta yang leta,nya a0n.r+al/ yait- !a#a eg+en 0a4a$ -ter- e$ingga#a!at +en-t-!i e0agian ata- el-r-$ %alan la$ir.B. Eti.l.gi Pla enta !re"ia +ening,at ,e%a#iannya !a#a ,ea#aan5,ea#aan yang en#.+etri-+nya ,-rang 0ai,/+i alnya ,arena atr.6i en#.+etri-+ ata- ,-rang 0ai,nya "a ,-lari a i #e i#-a.Kea#aan ini 0i a #ite+-,an !a#a 71. M-lti!ara/ ter-ta+a %i,a %ara, antara ,e$a+ilannya !en#e,.2.Mi.+a -teri.8.K.reta i yang 0er-lang.9.U+-r lan%-t.:.Be,a e, i. e area.3.Per-0a$an in6la+a i ataatr.6i/ +i alnya !a#a 4anita !er.,., ata- !e+a,ai ,.,ain. Hi!., e+i yangter%a#i a,i0at ,ar0.n +.n., i#a a,an #i,.+!en a i #engan $i!ertr.6i !la enta. Hal ini ter%a#i ter-ta+a!a#a !er.,., 0erat &le0i$ #ari 20 0atang !er$ari).Kea#aan en#.+etri-+ yang ,-rang 0ai, +enye0a0,an !la enta $ar- t-+0-$ +en%a#i l-a -nt-,+en2-,-!i ,e0-t-$an %anin. Pla enta yang t-+0-$ +el-a a,an +en#e,ati ata- +en-t-!i . ti-+ -teriintern-+.

Endometrium yang kurang baik juga dapat menyebabkan zigot mencari tempat implantasi yang lebihbaik, yaitu di tempat yang rendah dekat ostium uteri internum.Plasenta previa juga dapat terjadi pada plasenta yang besar dan yang luas, seperti pada eritroblastosis,diabetes mellitus, atau kehamilan multipel.C. M anifestasi klinis Anamnesis Perdarahan jalan lahir ber!arna merah segar tanpa rasa nyeri, tanpa sebab, terutama padamultigravida pada kehamilan setelah "# minggu.Pemeriksaan fisik a.Pemeriksaan luar, bagian terba!ah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul, ada kelainan letak janin.b.Pemeriksaan inspekula perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum.Penentuan letak plasenta secara langsung baru dikerjakan bila fasilitas lain tidak ada dilakukan dalamkeadaan siap operasi, disebut pemeriksaan dalam diatas meja operasi $P%M&' caranya sebagai berikut

a.Perabaan forniks. (anya bermakna bila janin presentasi kepala, sambil mendorong sedikit kepala janinkearah pintu atas panggul, perlahan)lahan raba seluruh forniks dengan jari perabaan lunak bila antara jaridan kepala terdapat plasenta. *ekuan darah dapat dikelirukan dengan plasenta.b.Pemeriksaan melalui kanalis servikalis, setelah pada perabaan forniks dicurigai adanya plasentaprevia. *ila kanalis servikalis telah terbuka, perlahan)lahan masukkan jari telunjuk kedalam kanalisservikalis untuk meraba kotiledon plasenta, jangan sekali)sekali berusaha menyusuri pinggir plasentaseterusnya karena mungkin plasenta akan terlepas dari insersinya. +&,-./& P,A+E0.A A. Pengertian y

+olutio Plasenta adalah lepasnya plasenta dengan implantasi normal sebelum !aktunya padakehamilan yang berusia di atas "1 minggu. $Arif Mansjoer. 2apita +elekta edisi 3 jilid 4, Media Aeskulapius. "##4'.

+olutio Plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. $Prof. %r. (anifa 5ikryosastro. /lmu 2ebidanan 6akarta. P. 7ramedia. 488" '. y +olutio Plasenta adalah suatu keadaan dalam kehamilan viable, dimana plasenta yang tempatimplantasinya normal $pada fundus atau korpus uteri' terkelupas atau terlepas sebelum kala ///. $%r.Chrisdiono. M. Achadiat,+P."##3' y

+olutio Plasenta adalah pelepasan sebagian atau seluruh plasenta yang normal implantasinyaantara minggu "" dan lahirnya anak. $&bstetri dan 7inekologi, 92- Padjadjaran *andung, 481:' y .erlepasnya sebagian atau seluruh plasenta yang implantasinya normal, sebelum janindilahirkan, pada masa kehamilan atau persalinan, disertai perdarahan pervaginam, pada usiakehamilan "# minggu.0ama lain dari +olutio Plasenta adalah y Abrupsio Plasenta y Ablasio Plasenta y Accidental (aemorarrhge y Premature +eparation &f .he 0ormally /mplanted Placenta

* . Etiologi +olutio Plasenta +ebab primer +olutio Plasenta

belum jelas, tapi diduga bah!a hal)hal tersebut dapat disebabkankarena 4.(ipertensidalam kehamilan $penyakit hipertensi menahun, preeklamsia, eklamsia'". Multiparitas, umur ibu yang tua3. .ali pusat pendek:. -terus yang tiba)tiba mengecil $hidramnion, gemelli anak ke) "';. .ekanan pads vena cava inferior <. %efisiensi gizi, defisiensi asam folat=..rauma %isamping itu ada pengaruh 4. -mur lanjut". Multi Paritas3. %efisiensi ac. 9olicum:. %efisiensi gizi;. Merokok<. 2onsumsi alkohol=. Penyalahgunaan kokain C. Patofisiologi +olutio Plasenta Perdarahan dapat terjadi dari pembuluh darah plasenta atau uterus yang membentuk hematomapada desidua, sehingga plasenta terdesak dan akhirnya terlepas. Apabila perdarahan sedikit, hematoma yang kecil itu hanya akan mendesak jaringan plasenta, peredarandarah antara uterus dan plasenta belum terganggu, dan tanda serta gejalanya pun tidak jelas.2ejadiannya baru diketahui setelah plasenta lahir, yang pada pemeriksaan didapatkan cekungan padapermukaan maternalnya dengan bekuan darah lama yang ber!arna kehitam)hitaman.*iasanya perdarahan akan berlangsung terus)menerus karena otot uterus yang telah meregangoleh kehamilan itu tidak mampu untuk lebih berkontraksi menghentikan perdarahannya. Akibatnya,hematoma retroplasenter akan bertambah besar, sehingga sebagian dan akhirnya seluruh plasentaterlepas dari dinding uterus. +ebagian darah akan menyelundup di ba!ah selaput ketuban keluar darivagina> atau menembus selaput ketuban masuk ke dalam kantong ketuban atau mengadakanekstravasasi di antara serabut) serabut otot uterus. Apabila ekstravasasinya berlangsung hebat, seluruh

permukaan uterus akan berbercak biru atau ungu. (al ini disebut uterus Couvelaire, menurut orang yangpertama kali menemukannya. -terus seperti itu akan terasa sangat tegang dan nyeri. Akibat kerusakan jaringan miometrium dan pembekuan retroplasenter, banyak tromboplastin akan masuk ke dalamperedaran darah ibu, sehingga terjadi pembekuan intravaskuler di mana)mana, yang akan menghabiskansebagian besar persediaan fibrinogen. Akibatnya, terjadi hipofibrinogenemi yang menyebabkangangguan pembekuan darah tidak hanya di uterus, akan tetapi juga pada alat)alat tubuh lainnya. Perfusiginjal akan terganggu karana syok dan pembekuan intravaskuler. &liguria dan proteinuria akan terjadiakibat

nekrosis tubuli ginjal mendadak yang masih dapat sembuh kembali, atau akibat nekrosis korteksginjal mendadak yang biasanya berakibat fatal.0asib janin tergantung dari luasnya plasenta yang terlepas dari dinding uterus. Apabila sebagianbesar atau seluruhnya terlepas, mungkin tidak berpengaruh sama sekali, atau mengakibatkan ga!at janin. 5aktu, sangat menentukan hebatnya gangguan pembekuan darah, kelainan ginjal, dan nasib janin. Makin lama sejak terjadinya +olutio plasenta sampai selesai, makin hebat umumnya komplikasinya%. M anifestasi 2linis +olutio Plasenta 4. Perdarahan pervaginam disertai rasa nyeri di perut yang terus menerus, !ama darah merahkehitaman.". ?ahim keras seperti papan dan nyeri dipegang karena isi rahim bertambah dengan darah yangberkumpul di belakang plasenta hingga rahim teregang $uterus enbois, !ooden uterus'.3. Palpasi janin sulit karena rahim keras:. 9undus uteri makin lama makin naik;. Auskultasi %66 sering negatif <. 2- pasien lebih buruk dari jumlah darah yang keluar =. +ering terjadi renjatan $hipovolemik dan neurogenik'1. Pasien kelihatan pucat, gelisah dan kesakitan E. 2riteria diagnosis AnamnesisPerdarahan timbul akibat adanya trauma pada abdomen atau timbul spontan akibat adanya penyulitpada kehamilan yang merupakan predisposisi solusio plasenta. 9aktor predisposisi solusio plasentaantara lain usia ibu semakin tua, multi paritas, preeklampsia, hipertensi kronik, ketuban pecah pada

kehamilan preterm, merokok, trombofilia, pengguna kokain, ri!ayat solusio plasenta sebelumnya, danmioma uteri. %arah yang keluar tidak sesuai dengan beratnya penyakit, ber!arna kehitaman, disertairasa nyeri pada daerah perut akibat kontraksi uterus atau rangsang peritoneum. +ering terjadi pasientidak lagi merasakan adanya gerakan janin.Pemeriksaan +tatus 7eneralisPeriksa keadaan umum pasien dan tanda)tanda vital. (ati)hati adanya tanda pra renjatan $pra syok' yangtidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang keluar pervaginam.Pemeriksaan +tatus &bstetriPeriksa ,uar uterus terasa tegang atau nyeri tekan, bagian)bagian janin sulit diraba, bunyi jantung janinsering tidak terdengar atau terdapat ga!at janin, apakah ada kelainan letak atau pertumbuhan janinterhambat./nspekulo

apakah perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan vagina. 0ilai!arna darah, jumlahnya, apakah encer atau disertai bekuan darah. Apakah tampak pembukaan serviks,selaput ketuban, bagian janin atau plasenta.Periksa %alam perabaan fornises hanya dilakukan pada janin presentasi kepala, usia gestasi di atas "1minggu dan curiga plasenta praevia. 0ilai keadaan serviks, apakah persalinan dapat terjadi kurang dari < jam, berapa pembukaan, apa presentasi janin, dan adakah kelainan di daerah serviks dan vagina.Pelvimetri 2linis dilakukan pada kasus yang akan dilahirkan per vaginam dengan usia gestasi 3<minggu atau .*6 ";## gram. 9 . Pembagian +olutio Plasenta Plasenta yang terlepas semuanya disebut +olutio Plasenta .otalis. Plasenta yang terlepas sebagiandisebut +olutio Plasenta Parsial. Plasenta yang terlepas hanya sebagian kecil pinggir plasenta disebut?uptura +inus Marginalis. +olutio Plasenta dibagi menjadi 3 a. +olutio Plasenta ringan y tanpa rasa sakit y pendarahan kurang dari ;##cc !arna akan kehitam)hitaman y plasenta lepas kurang dari 4@; bagian

y fibrinogen diatas ";#mg Ab. +olutio Plasenta sedang y *agian janin masih teraba y Pendarahan antara ;##)4##cc y .erjadi fetal distress y Plasenta lepas kurang dari 4@3 bagianc. +olutio Plasenta berat y abdomen nyeri,palpasi janin sukar y janin telah meninggal7. 2omplikasi +olutio Plasenta 4. Pendarahan dan syok". (ypofibrinogenaemi3. ApopleBi uteroplasentair $uterus couvelaire':. 7angguan faal ginjal (. Pemeriksaan Penunjang 4. ,aboratorium

(emoglobin, hematokrit, trombosit, !aktu protrombin, !aktu pembekuan, !aktutromboplastin parsial, kadar fibrinogen, gen elektrolit plasenta. C*C, C ., *., Elektrolit$bilaperlu'.". 2eadaan janin 2ardiootokografi, %oppler, ,aennec.3. -+7 Menilai letak plasenta, usia kehamilan dan keadaan janin secara keseluruhan.

/. Penatalaksanaan +olutio Plasenta a. 2onservatif y (anya untuk +olutio plasenta derajat ringan dan janin masih belum cukup bulan, apalagi jika janin telah meninggal. y .ransfusi darah $4B": jam' bila anemia $(* kurang dari 4#,#A'. y Apabila ketuban telah pecah, dipacu dengan &ksitosin 4# /- dalam larutan +aline ;##cc,kemudian ditunggu sampai lahir pervaginan. y *ila 4 botol tersebut belum lahir,ulangi dengan 4 botol lagi dan ditunggu sampai lahir. %enganlangkah ini biasanya sebagian besar kasus dapat diselesaikan dengan baik $8#A', sedangkanbagi yang gagal dapat dilakukan +C emergency.b. Pengobatan4'. -mum y

pemberian darah yang cukup y pemberian &" y pemberian antibiotik y pada syok yang berat diberi kortikosteroid dalam dosis tinggi."'. 2hususa'. .erhadap hypofibrinogenaemi y substansi dengan human fibrinogen 4# g atau darah segar. y menghentikan fibrinolyse dengan trasylol $ proteinase inhibitor' "##.### + i.v. selanjutnya kalauperlu 4##.### +@jam dalam infus.b'. -ntuk merangsang diurese Mannit, Mannitol diurese yang baik lebih dari 3#):#cc@jam.Pada +olutio plasenta darah dari tempat pelepasan, mencari jalan keluar antara selaput janin dandinding rahim dan pada akhirnya keluar dari serviks. .erjadilah pendarahan keluar atau pendarahannampak.2adang darah tidak keluar tetapi berkumpul di belakang plasenta membentuk hematomretroplasentair.pendarahan ini disebut pendarahan kedalam atau pendarahan tersembunyiPendarahan juga dapat terjadi keluar tetapi sebagian masuk kedalam ruang amion, terjadilahpendarahan keluar dan tersembunyi.

Perbedaan +olutio plasenta dengan Pendarahan tersembunyi dan pendarahan keluar Pendarahan tersembunyi

y Pelepasan biasanya komplit y sering disertai toksemia y hanya merupakan "#A dari +olutio plasentaPendarahan keluar y *iasanya inkomplit y jarang disertai toBaemia y merupakan 1#A dari +olutio plasenta Perbedaan +olutio plasenta dengan plasenta previa +olutio Plasenta

y Pendarahan dengan nyeri y pendarahan segera disusul partus y pendarahan keluar hanya sedikit y palpasi sukar y bunyi jantung anak biasanya tidak ada y

pada toucher tidak teraba plasenta tapi ketuban yang terus menerus tegang y ada impresi pada jaringan plasenta karena hematom Plasenta Previa y Pendarahan tanpa nyeri y pendarahan berulang)ulang sebelum partus y pendarahan keluar banyak y bagian depan tinggi y biasanya ada bunyi jantung y teraba jaringan plasenta y robekan selaput marginal3'. &bstetris

Pimpinan persalinan pada +olutio plasenta bertujuan untuk mempercepat persalinan sedapat)dapatnyakelahiran terjadi dalam < jam.Alasan ialah y bagian yang terlepas meluas

y pendarahan bertambah y hypofibrinogaenami menjelma dan bertambah .ujuan ini dicapai dengan a. Pemecahan ketubanPemecahan ketuban pada +olutio plasent a tidak bermaksud untuk menghentikan pendarahan dengansegera tetapi untuk mengurangi regangan dinding rahim dan dengan demikian mempercepat persalinan.b. Pemberian infus pitocin ialah ;s dalam ;##cc glukosa ;A.c. +C dilakukan y kalau serviks panjang dan tertutup y kalau setelah pemecahan ketuban dan pemberian oksitosin dalam " jam belum juga his. y kalau anak masih hidupd. (ysterektomi dilakukan kalau ada atonia uteri yang berat yang tidak dapat diatasi dengan usaha)usahayang lazim. Pre Eklampsia A. Pengertian Preeclampsia Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap!anita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatankadar protein di dalam urine. 5anita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakanpada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipunpada beberapa kasus ada yang ditemukan pada a!al masa kehamilan

E. Eclamptic kejang Chesley membedakan keempat tahap dari suatu peristi!a eclamptic Pada ta h ap invasi !ajahberkedut dapat diamati di sekitar mulut. Pada ta h ap kontraksi kontraksi tonik membuat tubuh kaku> tahapini bisa berlangsung sekitar 4; sampai "# detik. .ahap selanjutnya adalah ta h ap kekejangan ketikadisengaja dan gerakan)gerakan otot yang kuat terjadi, mungkin lidah digigit, busa muncul di mulut.Pasien berhenti bernapas dan menjadicyanotic>tahap ini berlangsung sekitar satu menit. .ahap terakhir adalah lebih atau kurang lama koma. 2etika pasien terjaga, dia tidak mungkin untuk mengingat peristi!a.%alam beberapa kasus yang jarang ada pasien kejang)kejang dan langsung jatuh ke dalam koma.*eberapa pasien ketika mereka terbangun dari koma mungkin memiliki kebutaan sementara. +elamakejang, janin mungkin mengalami*radycardia

9 . %iagnosis

2ejang selama kehamilan yang tidak berhubungan dengan pre)eklampsia harus dibedakan darieklampsia. .ermasuk gangguan seperti gangguan kejang serta tumor otak, aneurisma otak, obat)obatterkait atau kejang. *iasanya kehadiran tanda)tanda pre)eklampsia berat yang mendahului danmenyertai eclampsia memfasilitasi diagnosis. 7. Pera!atan Pengobatan eklampsia segera memerlukan intervensi dan bertujuan untuk mencegah kejang)kejang, mengontrol tekanan darah tinggi dan memberikan janin. (. Pencegahan kejang Pencegahankejang kekejanganbiasanya dilakukan dengan menggunakanmagnesium sulfat. 7agasan untuk menggunakan Mg "C untuk manajemen eclamptogenictoksemiatanggal dari sebelumtahun 48;; ketika itu diuji dan diterbitkan)serum terapeutik Mg "C range untuk pencegahan kontraksirahim eclampsic masih dianggap :,#)=,# mED @ ,. As per ,u dan 0ightingale , serum Mg "C konsentrasiyang berhubungan dengan toksisitas ibu $juga neonatus depresi atau hypotonia dan skor Apgar yangrendah' adalah

y =,#)4#,# mED @ , ) kehilangan refleks patela y 4#,#)43,# mED @ , ) depresi pernapasan y

4;,#)";,# mED @ , ) diubah atrioventrikular konduksi dan $lebih' lengkapblok jantung y E ";,# mED @ , )perhentian jantung *ahkan dengan serum terapeutik Mg "C konsentrasi, kejang)kejang dan kejang berulang mungkinterjadi)pasien akan menerima tambahan Mg+& : tetapi di ba!ah pemantauan ketat untuk pernapasan, jantung dan saraf depresi :)< g dosis muatan dalam 4## ml cairan /F selama 4;)"# menit ., kemudian "g @ jam sebagai infus kontinu. 6ika tinggi konsentrasi Mg "C gagal berlaku, /F Antikonvulsanakanmemudahkan pasien intubasi dan ventilasi mekanik sebagai ajuvan terhadap eclamptic kejang)kejang$plus otot dada hypermagnesemickelumpuhan'.*aru)baru ini implikasi jangka panjang darimagnesium sulfatterapi dievaluasi oleh studi murai internasional. anti hipertensi manajemen Antihipertensi manajemen pada tahap ini dalam kehamilan dapat terdiri dari hydralazine $;)4# mg /Fsetiap 4;)"# menit sampai respon yang diinginkan tercapai' atau labetalol $"# mg iv bolus diikuti oleh :#mg jika perlu dalam 4# menit, kemudian 1# mg setiap 4# sampai dengan maksimum dari ""# mg'. /. Pencegahan %eteksi dan pengelolaan preeklamsia adalah penting untuk mengurangi risiko eklampsia.Manajemen yang tepat pasien dengan pre)eklampsia umumnya melibatkan penggunaan magnesiumsulfat sebagai agen untuk mencegah kejang)kejang, dan dengan demikian mencegah eclampsia.

%A9.A? P-+.A2A y

http @@one.indoskripsi.com@judul)skripsi)tugas)makalah@agama@asuhan) kepera!atan)dengan)plasenta)previa@"3@#3@"#4#

y http @@pera!atpskiatri.blogspot.com@"##8@#:@asuhan)kepera!atan)pada) pasien dengan G"". html@"3@ #3@ "#4# y http @@kuliahbidan.!ordpress.com@"##1@#=@41@solusio)plasenta@"3@#3@"#4# y http @@!!!.blogdokter.net@"##8@#"@4=@preeklampsia)dan)eklampsia)pada) kehamilan@"3@#3@"#4# y http @@en.!ikipedia.org@!iki@Eclampsia@"3@#3@"#4# y http @@translate.google.co.id@translateHhlIidJlangpairIenK idJuIhttp @@en.!ikipedia.org@!iki@Pre)eclampsia@"3@#3@"#4#

Anda mungkin juga menyukai