Anda di halaman 1dari 35

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 1 of 35

P.T Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN

2 1 0 A Rev.

ReIssuedforApproval ReIssuedforApproval ReissuedforApproval IssuedforApproval DESCRIPTION

Mar22,10 Jan05,10 Sep04,09 Aug12,09 DATE

IK YUS/KNS YUS YUS BY

AS

RDK SKCSM LBS LBS CHKD

JTH AS AA AA APVD

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 2 of 35

REVISION HISTORICAL SHEET


Rev No A 0 1 Date Aug 12, 09 Sep 04, 09 Jan 05, 10 Issued for Approval Re issued for Approval Re Issued for Approval Re Issued for Approval Description

Mar 22, 10

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 3 of 35

DAFTAR ISI

1.

PENDAHULUAN .................................................................................................................. 1.1 Tujuan .......................................................................................................................... 1.2 Ruang lingkup ............................................................................................................. 1.3 Referensi ...................................................................................................................... 1.4 Definisi .......................................................................................................................... 1.5 Safety Induction ..........................................................................................................

5 5 5 5 5 6

2.

DETAIL PROSEDUR ............................................................................................................. 2.1 Model SMK3 PGN ........................................................................................................ 2.2 Tanggung Jawab, Organisasi, Sumber Daya, Standar Dan Dokumentasi ............

7 7 8

2.3 Bid Package/ Pre Bid Meeting ................................................................................ 10 2.4 Seleksi Kontraktor ...................................................................................................... 10 2.5 Pre- Job Meeting ......................................................................................................... 11 2.6 Safety Training untuk Contractor/ Supervisor/ Pekerja ......................................... 11 2.7 Manajemen Efek Dan Bahaya (Hazards And Effects Management -HEMP) ......... 12

3.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN K3-PERSYARATAN UMUM .............................................. 3.1 3.2 3.3 Kebijakan K3 Secara Umum ................................................................................ Analisa Keselamatan Kerja ..................................................................................

15 15 17

Inspeksi Keselamatan (Safety Inspection) .......................................................... 17

3.4Manajemen Perubahan ......................................................................................... 18 3.5 Performa Keselamatan Dan Pelaporan Kecelakaan ................................... 19

3.6Insentif dan Disiplin .............................................................................................. 19 3.7Rencana Tanggap Darurat .................................................................................... 20

4.

KESEHATAN ................................................................................................................ 20 4.1 4.2 4.3 4.4 Respons Darurat Medis dan Fasilitas Perawatan ....................................... 20 Rencana Medis Darurat .................................................................................. 20 Prosedur Pertolongan pertama .................................................................... 21 Kotak Pertolongan pertama .......................................................................... 21

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 4 of 35

4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 4.10 4.11 4.12 4.13 4.14

Rumah Sakit .................................................................................................... 21 Tim pemadam api ........................................................................................... 21 Transportasi .................................................................................................... 21 Akomodasi Tempat Tinggal dan Fasilitas Sementara ................................. 22 Sistem Pembuangan....................................................................................... 23 Pengamanan .................................................................................................. 23 Air Minum ........................................................................................................ 24 Pengontrolan Hama Dan Serangga .............................................................. 24 Bahan Kimia ................................................................................................... 24 Kesejahteraan ................................................................................................ 25

5.

KESELAMATAN .......................................................................................................... 25

5.1 Manajemen dari Izin Kerja ......................................................................................... 25

LAMPIRAN Sistem Penilaian Dokumen Pengadaan Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lingkungan Kontraktor ................................................................. 27

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 5 of 35

1.

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Tujuan dari dokumen ini adalah untuk mendeskripsikan persyaratan umum untuk dipenuhi dalam menjalankan Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SM K3) selama pekerjaan Konstruksi dan/atau Pemeliharaan berlangsung yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk perencanaan pekerjaan dan pengajuan penawaran harga pada proses pengadaan di lingkungan kerja PT. PGN (Persero) Tbk, SBU DW 1 JBB.

1.2 Ruang Lingkup Bagian ini diterapkan pada semua pekerjaan pemeliharaan dan konstruksi pada semua fasilitas PGN dan lokasi konstruksi. Persyaratan melanjutkan prosedur ini didasarkan pada sifat dan ruang lingkup dari kerja yang diberikan kepada kontraktor. Bagian ini mendeskripsikan persyaratan umum untuk menjalankan SM K3 di tempat kerja.

1.3 Referensi

a. Keputusan Menteri Tenaga Kerja, No. PE-05/MEN/1996, Kesehatan, Sistem


Menejemen Keselamatan.

b. Keselamatan Kerja Pipa Penyaluran Minyak dan Gas Bumi No. 300K/38/M-PE/1997 c. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Pengelolaan Lingkungan
PGN, P-001/0.18

1.4 Definisi a. Perusahaan Perusahaan adalah PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

b. Lokasi Proyek
Tempat atau lokasi dimana kegiatan konstruksi atau pemeliharaan dilaksanakan oleh Kontraktor dengan berpedoman pada ketentuan safety perusahaan.

c. Supervisor Kerja Berwenang


Petugas Lokasi Kerja/ Konsultan Supervisor Kontraktor yang ditunjuk oleh Perusahaan untuk menjalankan tugas pengawasan dan berwenang untuk menandatangani ijin kerja.

d. Pimpinan Kerja

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 6 of 35

Personil Kontraktor yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan Kontraktor. Personil Kontraktor wajib memperoleh sertifikasi dari PGN dan atau sertifikasi dari Migas sebagai persyaratan memperoleh PMT (Permit to Work).

e. Pekerja Kontraktor
Seluruh pekerja pada Kontraktor, termasuk Supervisor yang bekerja pada lokasi proyek.

f.

Bahaya Potensial untuk menyebabkan cidera, penyakit, kecelakaan atau kerusakan bagi properti, pabrik/fasilitas, produk atau lingkungan, sehingga mengakibatkan berhentinya produksi atau menimbulkan kerugian.

g. Risiko
Sebuah konsekuensi yang mengkombinasikan peluang dari suatu kejadian yang tidak diinginkan terjadi dan tingkat keparahan dari efek kejadian tersebut. 1.5 Safety Induction Untuk meningkatkan safety dalam bidang distribusi gas, Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety) menjadi sangat penting dan membutuhkan sistim keselamatan kontraktor yang baik. Keuntungan yang muncul dari program keselamatan yang komprehensif dan sistematis adalah sebagai berikut : Keselamatan dan kesejahteraan kontraktor dan karyawan ditingkatkan Peningkatan kualitas dan produktifitas terjadi karena program keselamatan Kontraktor secara komprehensif yang memerlukan pegawai terlatih untuk melakukan pekerjaannya. Penurunan insiden diperlukan untuk aksi pemerintah dan biaya proyek yang lebih terkontrol. Adanya potensial kerusakan terhadap fasilitas perusahaan dan peralatan kontraktor diminimalisasi. SAFETY TIDAK AKAN DIKORBANKAN UNTUK PRODUKSI. Safety merupakan satu kesatuan dengan Quality Control, Cost Reduction, dan Job Efficiency. Setiap level manajemen dari manajemen dasar hingga puncak harus bertanggungjawab terhadap safety performance yang dilakukan oleh pekerja dibawahnya.

2.

DETAIL PROSEDUR

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 7 of 35

2.1 Model SMK3 PGN 2.1.1 Komitmen dan Kepemimpinan Kontraktor harus memberikan formulasi komitmen dan kepimpinan dari Sistem Manajemen K3 yang akan dilakukan sewaktu pelaksanaan pekerjaaan dan dokumen ini menjadi bagian dokumen yang harus di-submit sewaktu pengajuan proposal penawaran ke PGN SBU DW 1 JBB. Kontraktor harus mendemontrasikan cara untuk mengoperasikan sistem manajemen sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dari sistem manajemen K3 dari PGN. Kontraktor akan mendemonstrasikan kebijakannya dan sistem manajemennya mengikat dan dapat diaplikasikan kepada semua vendor dan subkontraktor, yang sama dengan peraturan kontraktor. Kontraktor akan menyediakan rencana K3 (Safety Plan) untuk pekerjaan proyek yang menggambarkan komitmen manajemen terhadap K3. Kontraktor harus bersedia diaudit selama proses pengadaan berlangsung dan dapat menunjukkan implementasi dari SM K3 yang telah diajukan dalam proposal penawaran.
L e a d e r s h ip a n d c o m m it m e n t P o lic y a n d s tr a t e g ic o b je c t iv e s O r g a n is a t io n , r e s p o n s ib ilitie s re s o u rc e s , s ta n d a rd s , d o c u m e n ts H a z a r d s a n d E ff e c t s M a n a g e m e n t P la n n in g a n d p r o c e d u r e s Im p le m e n ta tio n C o r r e c tiv e a c t io n

M o n it o r in g C o r r e c t iv e a c t io n a n d im p r o v e m e n t C o r r e c tiv e a c t io n a n d im p r o v e m e n t

A u d it

M a n a g e m e n t r e v ie w

Diagram 1 : leadership and commitment

2.1.2 Pernyataan Kebijakan

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 8 of 35

Kontraktor harus menunjukkan pernyataan kebijakan K3-nya, termasuk fasa konstruksi dan pelaksanaan pekerjaan. Pernyataan kebijakan ini akan secara akurat menggambarkan prinsip dasar keseluruhan dan tujuan yang akan diaplikasikan oleh kontraktor dalam menangani SM K3. Pernyataan ini harus jelas merefleksikan tujuan dan prinsip dari pernyataan kebijakan K3 PGN. Pernyataan kebijakan ini akan ditandatangani oleh otoritas tertinggi di dalam organisasi kontraktor. Kebijakan ini akan didistribusikan dan dijelaskan kepada semua staff kontraktor, subkontraktor,dan personil vendor melalui pertemuan yang jelas dan PGN harus diundang.

2.2 Tanggung Jawab, Organisasi, Sumber Daya, Standar Dan Dokumentasi 2.2.1 Tanggung Jawab untuk K3

Kontraktor akan bertanggung jawab penuh untuk semua pelaksanaan K3 dengan persyaratan K3 untuk aktifitas konstruksi dan/atau pemeliharaan. Kontraktor bertanggung jawab untuk menunjukkan kinerjanya dan kinerja dari subkontraktornya dan vendor berlaku aman dan baik. Kontraktor harus menjalankan audit K3 dan harus memenuhi persyaratan K3 dan metode yang telah disetujui oleh PGN selama masa konstruksi. Penemuan selama audit akan dikirim ke PGN untuk dikaji ulang.

2.2.2

Organisasi

Kontraktor dengan sepengetahuan PGN harus mendemonstrasikan integrasi dari masalah K3 didalam penyusunan proyeknya melalui:

a. Peran dan tanggung jawab K3 dalam setiap tingkat organisasi pada lokasi kerja.
Perhatian lebih akan diberikan pada aspek akuntabilitas pada staf supervisor lapangan kontraktor dengan menunjuk pengawas K3 dan spesialis dari berbagai area kerja.

b. Jumlah dari pertemuan manajemen K3 c. Jumlah dari pertemuan toolbox d. Mengenali dan menetapkan target Zero Lost Time Injury (LTI)/Nihil Hari Kerja Hilang
akibat kecelakaan untuk proyek berdasarkan implementasi dan penetapan semua prosedur K3 secara tegas didalam organisasi kontraktor.

e. Membuat Performance pencapaian K3 termasuk jumlah jam kerja aman yang telah
dicapai.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 9 of 35

f. Menetapkan program penyadaran keamanan dengan menggunakan poster, tanda,


publikasi, program insentif keamanan di seluruh area.

g. Membuat Perencanaan Keselamatan (Safety Plan) yang terintegrasi pada semua lini
pekerjaannya termasuk mobilisasi dan demobilisasi dari peralatan dan material yang diperlukan.

2.2.3

Sistem Pelatihan K3

Kontraktor harus memiliki modul pelatihan K3 untuk setiap tingkat kontraktor dan subkontraktor. Modul pelatihan ini akan mencakup minimum:

a. Prosedur K3 dan metodologi kerja b. Program Induksi K3 untuk semua karyawan. c. Prosedur tempat kerja mencakup Tanggap Gawat Darurat yang akan di uji secara
reguler.

d. Ijin untuk sistem kerja e. Pencegahan Kecelakaan


Kontraktor harus membuat, mengimplementasikan dan menjalankan program induksi K3 untuk semua pekerja yang terlibat di dalam proyek. Program ini akan diaplikasikan sebelum pekerja diijinkan kerja didalam proyek ini. Kontraktor akan menggunakan masa induksi untuk membuat persyaratan K3 yang ketat di dalam proyek. Induksi akan dilakukan dalam semua bahasa untuk memastikan pemahaman sepenuhnya terhadap K3 yang dimaksud. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan program induksi dengan jumlah personil kerja yang diperbolehkan, pelatih/instruktur induksi dan informasi lain kepada PGN. Kontraktor akan menyerahkan program tool box penuh bersama dengan pencatatan waktu, dokumentasi, subjek, kontrol manajemen, partisipasi staf kontraktor dan informasi lain untuk diketahui PGN.

2.2.4

Standar dan Dokumentasi

Kontraktor akan menggunakan dokumen K3 standar untuk fasa konstruksi. Hal ini melibatkan referensi, dokumen petunjuk dan standar industri bersama. Kontraktor dan subkontraktor akan memiliki duplikat dari guideline yang relevan, standar dan prosedur masalah K3 yang tersedia pada kantor tempat kerja. PGN memiliki hak untuk mengaudit masalah K3 secara langsung dan setiap saat tanpa pemberitahuan sebelumnya di area konstruksi dan/atau pemeliharaan.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 10 of 35

Kontraktor membuat pemberitahuan kepada semua pekerja dan subkontraktor sebelum bergerak ke proyek untuk memenuhi semua persyaratan mengenai K3 termasuk penggunanaan Alat Pelindung Diri minimum yang sudah diwajibkan. Ketidakadaan pengetahuan terhadap syarat K3 akan dianggap suatu tindakan tidak taat dan PGN akan menghentikan pekerjaannya hingga syarat K3 terpenuhi.

2.3 Bid Package/ Pre-Bid Safety Meeting Pre-Bid safety meeting harus dilakukan dengan Calon Kontraktor untuk nilai pekerjaan diatas 200 (dua ratus) juta rupiah dan atau untuk pekerjaan dimana lokasi proyek atau kegiatan yang akan dilakukan dikategorikan sangat berbahaya (antara lain pelaksanaan Hot Tap, Boring, lokasi rawan longsor, dll). Seluruh dokumen standard K3 yang berhubungan pelaksanaan proyek akan di lampirkan pada dokumen lelang.

2.4 Seleksi Kontraktor Seleksi kontrator yang berkualitas sangat penting dalam rangka mendapatkan kinerja keselamatan Kontraktor yang baik. Pembuatan Scope of Work, Kriteria pra-kualifikasi, kebutuhan kontrak khusus, pengalaman kontraktor dan pekerjanya, dll merupakan elemen penting dalam pemilihan kontraktor. Standard keselamatan kontraktor dapat dilihat dari beberapa hal berikut : Komitmen Kontraktor terhadap safety, memperlihatkan bahwa safety program yang dilakukan kontraktor di dukung oleh manajemen puncaknya. Pengalaman kontraktor, baik manajemen (supervisor) maupun pekerjanya Safety performance sebelumnya dapat di evaluasi dengan melakukan tracking data dan melalui dokumen yang di kirim (di submit) oleh kontraktor seperti data kecelakaan kerja, near-miss, pelanggaran terhadap prosedur keselamatan saat melakukan pekerjaan, Sistim pelatihan keselamatan, identifikasi bahaya dan rencana mitigasinya, rapat keselamatan (safety meeting), program sosialisasi mengenai keselamatan kerja, safety enforcement dan disciplinary action plan, Prosedur standar keselamatan telah dimiliki oleh kontraktor untuk pekerjaan yang sama, dll. Tersedianya peralatan keselamatan oleh kontraktor Tersedianya personil keselamatan (safety officer) yang berkualitas dan terlatih untuk memonitor safety performance selama pelaksanaan pekerjaan

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 11 of 35

Dilengkapinya ceklist informasi keselamatan yang diberikan dari kontraktor ke pemilik pekerjaan, yang akan membantu pemilik dalam mengevaluasi keefektifan program keselamatan kontraktor (sebagaimana terlampir pada Annex1)

Untuk memenuhi kebutuhan sebagaimana diatur dalam peraturan keselamatan dan kesehatan kerja Migas, kontraktor harus mengirimkan rencana kerja untuk memenuhi keinginan pemilik.

2.5. Pre-Job Meeting Setelah kontraktor ditetapkan, perlu dilakukan pre-job meeting dengan kontraktor untuk menegaskan dan mengulangi persyaratan/ prosedur/ standard safety seperti tercantum dalam dokumen lelang. Rapat harus dihadiri oleh Safety Officer, sebagai koordinator Contractor Safety. Pre-job meeting membahas topik-topik sebagai berikut : Memberikan informasi yang lebih detail mengenai pekerjaan yang akan dilakukan kepada kontraktor dan bahaya yang menyertainya. Memberikan informasi mengenai Mitigasi Risiko yang telah dibuat. Memberikan informasi mengenai Safety Plan & Regulations, Emergency Management Plan, Lockout/tag out Procedure, batasan area yang boleh dimasuki, sistim ijin kerja, sistem ijin peralatan berat, dll. Memberikan informasi mengenai aturan keamanan termasuk access arrangement dan aturan safety seperti fire protection, pengaturan pertolongan pertama, Ijin kerja, dll. Memberikan daftar regulasi pemerintah/ standard dan spesifikasi, yang harus dipenuhi selama kontrak berlangsung.

2.6. Safety Training untuk Contractor/ Supervisor/ Pekerja Sebelum dimulainya pekerjaan, seluruh pekerja kontraktor harus mendapatkan pelatihan sebelum diberikannya ijin bekerja di area PGN. Pelatihan mencakup hal-hal sebagai berikut : Safety Regulations Penggunaan alat pelindung diri baik secara umum maupun pada pekerjaan tertentu Tanggap darurat termasuk prosedur evakuasi Prosedur komunikasi pada saat darurat Safety standard dan prosedur yang terkait dengan pekerjaan yang berisiko tinggi

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 12 of 35

Tindakan pencegahan pada area yang berbahaya Training ini akan mebuat kontraktor dan pekerjaanya lebih mengetahui penerapan keselamatan kerja di PGN dan hal ini tidak membebaskan kontraktor dari tanggung jawab memberikan training safety terhadap pekerjanya.

2.7 Manajemen Efek Dan Bahaya (Hazards And Effects Management -HEMP) 2.7.1 Identifikasi Bahaya dan Efek

Kontraktor harus mengidentifikasi bahaya, yang timbul dari aktifitas, material atau zat yang digunakan. Kontraktor akan mereview semua aktifitas kerja setidaknya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan dilakukan dan menyediakan matriks detail dari bahaya yang ada dan manajemen penurunan resiko yang akan dilaksanakan. Semua aspek dari sistem keselamatan dan keamanan kerja akan dilakukan, khususnya dan tidak terbatas pada penggalian, bekerja pada ketinggian, masalah lingkungan, inspeksi peralatan, dll. Aktifitas ini akan dilangsungkan selama proyek berlangsung dan akan diserahkan kepada pihak PGN selambatnya tujuh hari sebelum aktifitas kerja lainnya dilakukan.

2.7.2

Evaluasi

Kontraktor akan mengevaluasi secara penuh semua resiko yang teridentifikasi yang berlawanan dengan standar yang sesuai, juga memperhitungkan kemungkinan kejadian dan tingkat keparahan untuk :

a. Personil kontraktor b. Personil subkontraktor dan vendor c. Lingkungan sekitar d. Properti

Evaluasi dari resiko keselamatan dan kesehatan mengenai :

akan melibatkan pertimbangan

a. Api dan Ledakan b. Impacts dan collisions c. Asphyxiation dan bahaya listrik d. Paparan bahan kimia, fisik dan ergonomic e. Longsornya galian

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 13 of 35

f.

Ketinggian/terjatuh

Evaluasi dari efek lingkungan akan memperhitungkan efek yang disebabkan oleh :

a. Kebutuhan tempat baik permanen maupun sementara b. Kebutuhan seperti air, energi, material, bahan kimia dan bahan alam lainnya. c. Sumber daya manusia d. Buangan, baik kontinyu maupun tidak dari operasi normal maupun hasil dari suatu
kejadian. Buangan mencakup :

a. Emisi gas b. Buangan larutan c. Limbah padat dan cair d. Radiasi, panas e. Bunyi, getaran f.
Cahaya

2.7.3

Pencatatan Bahaya dan Efek

Kontraktor harus mendokumentasikan dan mengidentifikasi semua bahaya. Semua hasil indentifikasi ini akan didokumentasi sebagai Job Safety Analysis (JSA)/Analisa Keselamatan Kerja.

2.7.4

Tujuan dan Target

Kontraktor harus menspesifikasikan tujuan dan target K3 secara detail dan target tersebut akan dikembangkan dalam Tujuan Strategis K3. Kontraktor harus:

a. Mengidentifikasi dan mendokumentasikan tindakan kontrol/pencegahan untuk


aktifitas, produk, atau servis tertentu yang mengandung resiko terhadap implementasi K3

b. Mengkaji ulang aktifitas terkontrol untuk memastikan bahwa tindakan kontrol yang
diajukan mampu menurunkan resiko ke tingkat yang diterima (ALARP) atau memungkinkan tujuan yang relevan dipenuhi.

c. Mengimplementasikan tindakan kontrol dan memantau efektifitasnya

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 14 of 35

d. Mengidentifikasi, mendokumentasi dan mengkomunikasikan kepada personil yang


terkait tindakan pencegahan untuk mengurangi dampak dari resiko.

2.7.5

Perencanaan, Metoda Kerja dan Prosedur

Dalam proposal penawarannya kontraktor harus membuat detail metoda kerja yang dibutuhkan sebagaimana yang dipersyaratkan di dalam dokumen teknis dan spesifikasi pekerjaan dalam bid documents. Semua metode kerja yang diajukan di dalamnya harus mendiskripsikan tentang faktor keselamatan yang harus dilakukan sesuai dengan analisa keselamatan dari kontraktor dan akan menjadi bahan pertimbangan penilaian bagi PGN. Kontraktor harus menjaga, didalam keseluruhan program kerjanya, rencana untuk mencapai tujuan, target dan tindakan pengurangan resiko, yang telah dipilih melalui proses manajemen bahaya dan efeknya. 2.7.6 Tindakan Implementasi, Pemantauan , dan Korektif Aktifitas dan pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan instruksi kerja yang telah disetujui oleh PGN. Tujuan dan target akan dimonitor, dan hasilya akan dicatat untuk menunjukkan kecocokan. Secara khusus, performa sesungguhnya dari aktifitas yang kritikal untuk K3 akan dibandingkan dengan kontrol manajemen yang dibuat saat aplikasi proses manajemen bahaya dan efeknya. Kontraktor harus mendefinisikan tanggung jawab dan kewenangan untuk melakukan investigasi dan tindakan korektif dalam kejadian yang tidak semestinya. Kontraktor akan membuat dan menyerahkan pada pihak PGN sebuah program disiplin internal tentang bagaimana kontraktor akan mengontrol tindakan yang tak semestinya terhadap prosedur proyek yang telah disetujui oleh personil mereka dan personil subkontraktor.

2.7.7

Audit, Tindakan Korektif dan Pengembangan

Kontraktor harus menjaga prosedur untuk audit agar dilaksanakan untuk menentukan apakah semua elemen dan aktifitas SM-K3 sesuai dengan aturan yang telah direncanakan dan diimplementasikan secara efektif. Audit seperti ini akan dilakukan oleh staff pengawasan kontraktor pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan protokol yang berlaku dan jadwal yang telah ditentukan oleh PGN.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 15 of 35

Semua tindakan tidak semestinya yang ditentukan selama audit akan berefek pada tindakan korektif secepatnya oleh kontraktor. Semua hasil audit akan dilaporkan pada PGN melalui jalu korespondensi resmi dalam jangka waktu 2 hari setelah hasil audit.

2.7.8

Pengkajian Ulang Manajemen, Tindakan Korektif dan Pengembangan

Manajemen kontraktor, pada waktu yang telah ditentukan oleh PGN, harus mengkaji ulang sistem Manajemen K3, performanya dan hasilnya, untuk memastikan efektifitasnya dan kesinambungannya dan mencari kemungkinan untuk mengimplementasikan perkembangan dan tindakan korektif. Pengkajian ulang manajemen ini akan mencakup pengkajian seluruhnya dari SM-K3. Pada tingkat terendah, pengkajian ulang ini akan dilakukan per minggu dalam bentuk Pertemuan K3 terdokumentasi dengan wakil dari PGN dan Kontraktor. Pertemuan ini diorientasikan pada tindakan dan kecocokan terhadap regulasi Indonesia mengenai Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam Proyek. Kontraktor harus meneruskan informasi yang diperoleh ke pertemuan keselamatan proyek bulanan dimana semua masalah yang muncul pada pertemuan mingguan akan dibahas dan Kontraktor akan menginformasikan pada Owner masalah dan tindakan keseluruhan pada proyek.

3.

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN K3-PERSYARATAN UMUM


Bagian ini menjelaskan tentang penempatan pencegahan keselamatan yang dibutuhkan untuk menghilangkan atau menjaga dari bahaya pada suatu pekerjaan tertentu. 3.1 Kebijakan K3 Secara Umum 3.1.1 Merokok dan membawa korek api Dilarang merokok di area konstruksi. Dilarang membawa korek api dan peralatan lainnya yang dapat menimbulkan api. 3.1.2 Peralatan yang dioperasikan dengan baterai dan listrik Peralatan yang dioperasikan dengan Baterai seperti lampu flash, handphone, pager, kamera, dll tidak diperbolehkan memasuki area konstruksi. Peralatan yang dioperasikan dengan listrik harus sesuai berdasarkan klasifikasi areanya. Peralatan yang non-explosion proof tidak boleh digunakan tanpa ijin kerja panas (hot work permit). 3.1.3 Kebersihan

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 16 of 35

Kontraktor harus menjaga kebersihan pada area konstruksi, sehingga tidak menyebabkan terjadinya kondisi tidak aman (unsafe condition). Jika memungkinkan area konstruksi diberi pagar. Material yang tidak diperlukan tidak boleh disimpan dalam area konstruksi kecuali ada ijin dari pengawas. 3.1.4. Penanganan dan penyimpanan material berbahaya Kontraktor harus memberikan Material Safety Datasheet (MSDS) untuk setiap material yang berbahaya yang dibawa ke dalam area konstruksi. Hanya pekerja yang terlatih dan berpengalaman dengan peralatan pelindung diri yang dapat membawa material ini. 3.1.6. Alat Pelindung Diri (Personal Protective Equipment) (APD) Penggunaan topi/ helm safety, sepatu safety, sarung tangan dan wearpak/ coverall diwajibkan untuk seluruh pekerja pada saat melakukan pekerjaannya. Seluruh pekerjaan diketinggian (pada ketinggian 2 meter keatas) harus menggunakan full body harness, lanyard dan fall arrester. 3.1.7. Traffic Safety Selutuh kendaraan (termasuk crane, forklift, dll) yang masuk ke area konstruksi harus di lakukan pengecekan berdasarkan form yang diberikan oleh kontraktor untuk mendapatkan ijin masuk. Kendaraan tidak diperbolehkan memasuki area konstruksi tanpa ijin kerja panas (hot work permit), kendaraan tidak boleh diparkir di dekat peralatan emergency (seperti hidran), memasuki area operasional/ fasilitas dan lokasi dilarang parkir. 3.1.8. Pembangunan kantor sementara Kontraktor tidak diperbolehkan membangun temporary shed/ kantor di dalam area kerja, kecuali telah diijinkan oleh PGN, Kontraktor sebelumnya harus mengisi form untuk mendapatkan approval dari PGN. 3.1.9. Lifting Machine, Tools, Tackles Seluruh mesin dan peralatan untuk mengangkat (cranes, forklift, elevators, hydra cranes, slings, rantai, dll), yang dibawa kedalam area konstruksi oleh kontraktor harus memiliki identifikasi dan bersertifikat. Sebelum digunakan, seluruh mesin dan peralatan tersebut harus dilakukan pre-use check, merupakan pengecekan terhadap keseluruhan seluruh mesin dan peralatan tersebut. Seluruh mesin dan peralatan harus dikeluarkan dari area konstruksi apabila tanggal sertifikasinya akan segera berakhir.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 17 of 35

Seluruh operator Crane dan peralatan lainnya harus bersertifikat. Apabila crane boom melakukan pengangkatan, area di sekitarnya harus diberi penghalang dan dipastikan tidak ada pekerja di bawah crane tersebut. Jika crane akan digunakan pada malam hari, seluruh pekerja harus menggunakan jaket yang mengandung fluorescent dan memantulkan cahaya. 3.1.10. Safety Meeting Safety meeting dilakukan setiap minggu dan harus dihadiri oleh Manajer HSE/ Safety Officer dari setiap kontraktor. Permasalahan mengenai keselamatan dan obeservasi pada setiap kegiatan konstruksi harus didiskusikan dalam rapat dan di buat notulennya oleh Safety Officer PGN.

3.2 Analisa Keselamatan Kerja Merupakan tanggung jawab dari Preparation Engineer, Safety Engineer, dan tim terpilihnya untuk menjalankan Analisa Keselamatan Kerja/Job Safety Analysis (JSA). JSA akan dilaksanakan pada :

a. Semua pekerjaan besar dan pekerjaan kritikal b. Situasi kerja multilevel c. Area dengan kepadatan kerja tinggi d. Galian dan bekerja di ketinggian
Preparation Engineer atau Nominee akan memberitahukan hasilnya pada dokumen JSA dan didistribusikan sesuai aturan.

3.3 Inspeksi Keselamatan (Safety Inspection) Inspeksi keselamatan dilakukan rutin untuk semua area yang memerlukan perhatian khusus, baik area kunjungan secara acak, ataupun merupakan hasil dari kejadian atau kecelakaan. Inspeksi keselamatan akan dilakukan baik oleh panitia keselamatan lokasi kerja atau oleh wakil dari manajemen proyek. Informasi umum yang harus didapatkan selama inspeksi keselamatan akan mencakup hal dibawah ini :

a. Tanggal pertemuan kru toolbox terakhir

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 18 of 35

b. Kunjungan terakhir dari personil keselamatan c. Memastikan induksi dari semua personil d. Mengecek kondisi dan penggunaan Alat Pelindung Diri e. Mengecek ketata rumahtanggaan (house keeping) f.
Mengecek perhatian pada prosedur evakuasi darurat

g. Mengecek akses pada pertolongan pertama dan prosedur darurat h. Mengecek bukti dari kesadaran dari keselamatan dan sikapnya
Inspeksi keselamatan lokasi formal akan dijalankan oleh perwakilan dari panitia K3. Inspeksi ini akan digunakan untuk mengkaji keseluruhan program K3 proyek dan efektifitasnya Semua supervisor juga harus melakukan inspeksi keselamatannya masing-masing dalam area pengawasannya. Item atau area yang membutuhkan inspeksi keselamatan mencakup :

a. Keadaan darurat, medis dan pertolongan pertama. b. Sanitasi dan perawatan rumah tangga. c. Perlindungan dan pencegahan api d. Peralatan tangan/peralatan listrik dan servis listrik e. Perlindungan lingkungan alam f.
Tangga, undakan, decking, barikade

g. Penggalian dan Dinding Penahan/turap h. Peralatan berat, tali-temali (sling), crane dan peralatan lainnya i. j.
Alat Pelindung Diri Ruang tertutup

3.4 Manajemen Perubahan Perubahan apapun pada dokumentasi yang terkontrol, informasi teknikal yang berkaitan dengan pengukuran kontrol proyek, perlengkapan pabrik atau organisasi harus sesuai dengan prosedur Management of Change (MOC) Perubahan ini akan meliputi:

a. Modifikasi permanen atau sementara pada lokasi kerja, jalur pipa dan
perlengkapan

b. Bypass dari instrument trips atau interlocks. c. Perubahan proses zat kimia, aditif atau material lainnya. d. Perubahan dalam perlistrikan suatu area atau klasifikasi area berbahaya

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 19 of 35

e. Material yang berbeda dalam konstruksi f.


Sambungan sementara mencakup perlengkapan experimental

g. Perubahan alarm, interlocks dan relief valve set points. h. Perubahan dalam sistem deteksi, perlindungan dan pemadam api i. j.
Perubahan dalam organisasi. Renovasi kantor dan prosedur perlengkapan keselamatan gedung

k. Perubahan dalam legislatif dan peraturan


Semua tim projek harus mengimplementasikan prosedur MOC seiring dengan syarat yang ditentukan diatas.

3.5 Performa Keselamatan Dan Pelaporan Kecelakaan Tujuan utama dari Panduan Performa Keselamatan dan Pelaporan Kecelakaan ini adalah aplikasi dan panduannya akan meningkatkan pengertian dan kesadaran akan keselamatan melalui pelaporan, investigasi dan tindak lanjut yang lebih baik dari kecelakaan. Konsep PGN mengenai pengaruh yang dominan juga digunakan untuk menentukan kasus yang perlu dilaporkan. Kontraktor harus membuat laporan setiap bulannya terkait dengan pencapaian performance K3 yang meliputi dan tidak terbatas pada: a. Jumlah Jam Kerja Aman b. Lost Time Injurious Frekwensi c. Jumlah pegawai/pekerja yang terlibat didalam pelaksanaan proyek d. Kejadian lain meliputi near miss, medical treatment dan recordable injurious. e. Jumlah Kilo Meter Aman Berkendara

3.6 Insentif dan Disiplin Kontraktor akan mengembangkan program untuk mengapresiasi pencapaian jam kerja aman untuk karyawannya dan subkontraktornya

3.7 Rencana Tanggap Darurat Kontraktor harus membuat Rencana Tanggap Darurat akan digunakan oleh semua pekerja di lokasi proyek. Perencanaan dirancang untuk menangani situasi darurat dengan tujuan mengurangi kehilangan nyawa dan luka-luka pada personil konstruksi, anggota publik dan mengurangi kerusakan pada fasilitas dan lingkungan.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 20 of 35

Rencana Tanggap Gawat Darurat akan mencakup paling sedikit mengenai:

a. Api b. Kebocoran c. Ledakan d. Insiden komunitas/demontrasi e. Banjir


Rencana ini akan diuji dan pelatihan darurat spesifik akan dilakukan secara periodik. Pelatihan yang sesuai akan diberikan pada anggota tim Tanggap Gawat Darurat. Dalam perencanaan dan pelaksanaannya harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari PGN.

4.

KESEHATAN 4.1 Respons Darurat Medis dan Fasilitas Perawatan Kontraktor harus menyediakan perawatan fasilitas medis sebagai tindakan pertama pada kecelakaan untuk PGN dan personilnya, dimana sistemnya akan dibicarakan dengan PGN.

4.2

Rencana Medis Darurat

Kontraktor harus mengembangkan rencana medis darurat yang luas sebagai bagian dari rencana darurat keseluruhan. Rencana hal di atas akan mencakup paling tidak :

a. Organisasi b. Skema Panggilan c. Nomor Telepon Darurat d. Isi dan lokasi Peralatan Pertolongan Pertama atau ruangan pertolongan pertama,
rencana evakuasi

e. Prosedur muster points / head count


Sebuah pelatihan untuk menguji rencana Evakuasi Darurat akan dilakukan setidaknya sekali setiap 4 bulan.

4.3

Prosedur Pertolongan pertama

Personil Pertolongan pertama yang cukup akan dilatih atau dipraktikkan untuk memastikan bahwa perawatan dasar pertolongan pertama dapat dan disediakan bagi

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 21 of 35

semua karyawan selama jadwal operasi proyek dan tidak lebih dari (4) empat menit waktu tunggu.

4.4

Kotak Pertolongan pertama

Kontraktor harus memastikan bahwa kotak pertolongan pertama disediakan diseluruh area kerja lebih dari empat menit dari ruangan pertolongan pertama atau klinik. Program inspeksi untuk area ini akan dikembangkan oleh kontraktor untuk penyesuaian dan pengisian secara kontinyu pada kotak pertolongan pertama di area.

4.5

Rumah Sakit

Kontraktor akan membuat perjanjian untuk menyediakan rumah sakit yang sesuai untuk dicantumkan dalam rencana darurat keseluruhan. Kontraktor akan menyediakan dan mengoperasikan ambulance yang telah dilengkapi sesuai dengan standart industri yang baik.

4.6

Tim pemadam api

Pada tingkat tertentu jika pekerjaan mencakup pemotongan atau pencabangan pipa yang telah dialiri gas, kontraktor harus menyediakan dan menghubungi dinas pemadam api lokal untuk bersiap pada lokasi jika kejadian darurat terjadi. Untuk tingkat tertentu dan sesuai dengan analisa keselamatan kerja yang telah disetujui sebagian pekerjaan juga dapat dilindungi dengan penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai dengan perkiraan kelas kebakarannya.

4.7

Transportasi

Kontraktor harus menyediakan transportasi untuk personilnya ke dan dari lokasi kerja. Semua kendaraan harus memenuhi persyaratan hukum kendaraan Indonesia termasuk dengan pengemudi dan kendaraan yang terdokumentasi. Penggunaan sepeda motor didalam proyek sangat dilarang. Kontraktor harus menyediakan fasilitas parkir dekat dengan kantor di lokasi. Akses untuk kendaraan pribadi pada lokasi sangat dilarang dan memerlukan ijin masuk melalui sistem keamanan yang diimplementasikan oleh kontraktor. Kontraktor harus, dengan pengetahuan PGN, menjalankan prosedur ijin masuk yang sesuai. Dilarang menggunakan truk atau pickup sebagai kendaraan untuk penumpang, kecuali kendaraan di pasang dengan kursi penumpang yang sesuai.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 22 of 35

4.8 4.8.1

Akomodasi Tempat Tinggal dan Fasilitas Sementara Akomodasi tempat tinggal Kontraktor harus memastikan bahwa semua penyediaan tempat tinggal, termasuk perlengkapan dan fasilitas terkait, untuk personil yang dipekerjakan oleh kontraktor di lokasi yang dikerjakan oleh kelompok manapun atau subkontraktor mematuhi peraturan negara Indonesia atau peraturan PGN. Kontraktor harus memastikan bahwa akomodasi tempat tinggal, mencakup perlengkapan dan fasilitas terkait, disediakan dan sesuai dengan peraturan lokal. Tindakan ini akan dilangsungkan secara teliti menggunakan program audit terjadwal yang sistematis dan disetujui oleh PGN.

4.8.2

Fasilitas Sementara selama Konstruksi a. Umum Kontraktor harus bertanggung jawab penuh dalam penyediaan fasilitas sementara bagi kru kerjanya dan pengawas PGN. Fasilitas harus dijaga pada kondisi baik dan sesuai dengan /tetapi tidak terbatas pada peraturan lokal dan persyaratan proyek.

b. Fasilitas Catering Kantin yang disediakan harus bersih dan rapi serta higenis dan secara tepat memungkinkan untuk mengakomodasi tim kerja secara mudah, dengan fasilitas terpisah untuk kelompok etnis utama atau kepercayaan yang berbeda yang dipekerjakan pada daerah kerja. Kontraktor akan menyerahkan rencana untuk disetujui PGN tentang fasilitas kantin dan audit inspeksi selama durasi proyek.

c. Toilets, Fasilitas Pencucian dan Ruang Ganti Fasilitas ini harus diletakan secara strategis pada lokasi, biasanya didekat kantin dan lokasi kerja subkontraktor. Kontraktor harus menyediakan dan mempertahankan sistem pembuangan sementara, yang sesuai dengan semua regulasi dan persyaratan dari pihak yang berwenang dengan pertimbangan higenis dari tempat kerja.

4.9

Sistem Pembuangan

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 23 of 35

Kontraktor harus melakukan pekerjaan persiapan termasuk pembersihan area dan pembuangan material yang tidak dibutuhkan sebelum aktifitas lainnya dilakukan. Kontraktor akan menginspeksi lokasi kerja yang sesuai untuk pembuangan yang efektif untuk semua area dimana fasilitas sementara berada, juga untuk lokasi umum sampai fasilitas pembuangan permanen dibuat. Air yang diam tidak boleh dibiarkan berada pada lokasi. Kontraktor harus sesuai dengan laporan proyek pada setiap waktu. Jalan, parkir mobil, area penyimpanan material, akan dibuat secara pantas agar tetap berada pada kondisi yang aman dan dapat diperbaiki selama durasi pekerjaan konstruksi. Jalan harus mampu menahan beban konstruksi normal, dan jika perlu, akan ditingkatkan untuk menahan gerakan dari kendaraan beban berat, perlengkapan konstruksi atau kendaraan bermuatan berat. Fasilitas konstruksi sementara seperti kantor, kantin, toko fabrikasi, fasilitas medis, tempat penyimpanan, harus dapat diakses melalui jalan sementara. Kontraktor harus mengkaji ulang aktifitas kerja dan sistem perizinan institusi berdasarkan pada pengurangan resiko saat ini setelah instalasi listrik (sementara atau permanen), pemasangan pipa atau lokasi manapun dimana PGN perlu mengaplikasikan ijin kerja. Tempat penyimpanan dan area kerja harus dipadatkan, diratakan dan sedikit dinaikan diatas permukaan tanah, dan diratakan dengan lapisan kerikil yang dipadatkan.

4.10

Pengamanan

Kontraktor akan menyediakan rencana kontrol keamanan untuk mengontrol dan mendata tim kerja pada lokasi. Kontraktor akan menyerahkan Rencana Keamanan ini pada PGN untuk pengkajian. Pemagaran yang cukup, personil keamanan, tanda-tanda larangan, papan nama proyek serta pengontrol jalan (flag man). Berdasarkan rencana keamanan kontraktor dan pertimbangan PGN akan disediakan secepatnya untuk melindungi lokasi kerja secara sesuai, dan untuk memisahkan lokasi kerja secara aman dari fasilitas yang ada dan untuk mencegah kunjungan tanpa izin pada area tersebut.

4.11

Air Minum

a. Kontraktor akan menyediakan supplai air minum secukupnya pada daerah kerja

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 24 of 35

b. Standar air minum disesuaikan dengan yang dideskripsikan pada Guidelines for
Drinking water Quality - WHO 1993.

c. Air sebaiknya disediakan melalui pipa jika tidak disimpan secara praktis pada tangki
bersih yang bebas karat atau terbuat dari fiberglass yang diperkuat, disterilkan dan diinsulasi untuk mencegah temperatur yang terlalu tinggi.

d. Tanker atau trailer air yang pantas akan digunakan untuk mentransportasikan potable
water. Pada tanker air ini akan secara jelas tertulis dalam bahasa indonesia dan inggris kata-kata POTABLE WATER

e. Penggunaan gelas minum umum dilarang keras sepanjang proyek


4.12 Pengontrolan Hama Dan Serangga

a. Kontraktor akan menyediakan servis pengontrolan hama yang sesuai dengan


persyaratan hukum Indonesia dan Departemen Kesehatan Indonesia secara khusus untuk nyamuk dan tempat perkembangbiakkannya. Kontraktor akan membuat dan menyerahkan pada Owner sistem yang terjadwal yang akan di audit

b. Kontraktor akan memberi perintah di dalam area kerja bahwa makan di daerah kerja
sangat dilarang kecuali di kantin atau di area makan dengan jumlah tempat sampah yang mencukupi.

4.13

Bahan Kimia

Jika ada bahan korosif, irritant, karsinogenik, racun sistemik, sensitises dan bahan berbahaya lainnya terdapat pada lingkungan kerja sebagai gas, uap, kabut, debu, cairan, atau solid, kontraktor harus memastikan bahwa resiko dieliminasi atau dikontrol sebagaimana yang dipersyaratkan oleh PGN.

4.14

Kesejahteraan

Kontraktor harus memonitor kesejahteraan dari seluruh karyawannya termasuk karyawan subkontraktor.

5.

KESELAMATAN

5.1 Manajemen dari Izin Kerja

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 25 of 35

Izin Kerja (Permits to Work - PTW) (bersama-sama dengan metode yang berkaitan dan sertifikasi yang berkaitan jika perlu), harus diperoleh untuk pekerjaan yang mencakup antara lain :

a. Aktifitas kerja didalam fasilitas pabrik b. Material beracun c. Hot work dengan keberadaan bahan mudah terbakar atau peledak d. Penggalian e. Pekerjaan kelistrikan yang dinyalakan (Kontraktor bertanggung jawab dalam
mamastikan bahwa sistem yang diasumsikan tidak dinyalakan memang tidak dialiri listrik.)

f.

Izin masuk pada area tertutup

g. Operasi Penyelaman h. Pengangkatan berat/kritikal (Diputuskan oleh PGN) i. j. l.


Pengangkatan personil dengan cara mekanis (man baskets) Peralatan peledak Aktifitas commissioning (termasuk pekerjaan konstruksi yang belum selesai di daerah yang akan di- commissioning)

k. Radiasi Ionisasi

m. Pengujian Hidraulik/pneumatic/hidrostatik atau pengujian sistem lainnya n. Pekerjaan penghancuran dan demobilisasi
PGN berhak untuk membatalkan izin kerja pada setiap waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya jika pertimbangan keselamatan membutuhkannya. Ijin kerja yang dikeluarkan oleh PGN tidak melepaskan kontraktor dan subkontraktor dari tanggung jawabnya untuk mengamati dan melakukan tindakan pencegahan kecelakaan untuk lingkungan kerja yang aman di dalam daerah kerja dalam keadaan berhenti ataupun saat operasi. Bagan atau flowchart untuk mendapatkan izin kerja adalah sebagai berikut :

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 26 of 35

Mengajukan Izin Kerja

1. Surat Perintah Kerja (SPK) 2. Prosedur Pelaksanaan Kerja : - Metode Kerja - Alat yang digunakan - Personel yang mengerjakan - Jadwal Kerja 3. JSA (Job Safety Analysis) 4. Rencana Tanggap Darurat / Emergency Response Plan (ERP)

Menajukan Izin Kerja Baru

Pre Job Meeting


Jika tidak sesuai dengan dokumen

Site Visit Persetujuan Izin Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Revalidate


No

Yes

Jika terjadi perubahan metode, alat dll

Pekerjaan Selesai ?
Yes

Selesai

Lampiran

SISTEM PENILAIAN DOKUMEN PENGADAAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN KONTRAKTOR

I.

KOMITMEN DAN KEPEMIMPINAN A. Komitmen terhadap K3PL dalam kepemimpinan 1. Bagaimanakah secara pribadi manager-manager senior terlibat dalam pengelolaan K3PL? (harap dijelaskan)

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 27 of 35

Lampirkan : Kebijakan, Kegiatan Kunjungan Lapangan, Notulen Rapat K3PL 2. Berikan bukti komitmen pada semua jenjang organisasi? Lampirkan : Pernyataan Pegawai Terhadap K3PL 3. Bagaimanakah anda merumuskan dan mensosialisasikan K3PL di linkungan perusahaan? Lampirkan :Notulen rapat K3PL, poster K3, HSE Board, penghargaan K3PL dll II. KEBIJAKAN DAN STRATEGI OBJEKTIF A. Kebijakan K3PL 1. Apakah perusahaan anda mempunyai dokumen tertulis mengenai kebijakan K3PL? Jika Ya, lampirkan. Lampirkan : Kebijakan K3PL 2. Siapakah yang mempunyai tanggung jawab akhir dan menyeluruh untuk K3PL dalam organisasi anda? Lampirkan : Bagan Organisasi beserta personilnya B. Distribusi Kebijakan K3PL terhadap pegawai 1. Sebutkan metode-metode yang anda pergunakan untuk menarik perhatian semua karyawan anda terhadap pernyataan mengenai kebijkaan K3PL di perusahaan? Lampirkan :metode penyampaian seperti bulletin board, dan slip telah menerima, membaca dan memahami 2. Pengaturan apakah yang anda lakukan untuk memberitahukan karyawan mengenai perubahan-perubahan kebijakan? Lampirkan : Surat, memo, slip penerimaan III. ORGANISASI, TANGGUNG JAWAB, SUMBER DAYA, STANDAR DAN DOKUMENTASI. A. Oganisasi Komitmen dan Komunikasi 1. Bagaimanakah manajemen terlibat dalam K3PL, dalam penetapan sasaran dan pemantauan? Lampirkan : Tujuan/ Sasaran K3PL, Notulen Rapat dan lain-lain

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 28 of 35

2. Apakah anda memiliki organisasi keselamatan kerja? Jika Ya, berikan bagan Organiasi dan Uraian tanggungjawabnya? Lampirkan : Bagan Organisasi dan Uraian tanggung jawab 3. Bagaimanakah perusahaan anda mengelola dan mengkomunikasikan masalah K3PL secara efektif? Lampirkan : dokumen hasil penyelenggaraan komunikasi K3PL B. Kompetensi dan Pelatihan pada Manager/Supervisor/Staf/Penasehat K3PL 1. Apakah para manager dan pengawas di semua tingkat yang akan merencanakan, memantau, memperkirakan dan melaksanakan pekerjaan sudah menerima pelatihan K3PL sesuai dengan tanggung jawab mereka dalam kaitannya dengan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan persyaratan-persyaratan K3LL ? Lampirkan : Sertifikat Pelatihan Managerial C. Kompetensi dan Pelatihan K3PL Umum 1. Pengaturan apa yang telah dibuat perusahaan anda untuk memastikan bahwa karyawan mempunyai pengetahuan tentang K3PL dasar dalam industri, dan untuk menjaga agar pengetahuan tersebut selalu tidak ketinggalan perubahan? Lampirkan : Sertifikat Pelatihan tingkat karyawan 2. Pengaturan apa yang telah dibuat perusahaan anda untuk memastikan bahwa karyawan, termasuk subkontraktor, juga memahami kebijakan dan tata cara K3LL anda? Lampirkan : Sertifikat Pelatihan SubKontraktor 3. Pengaturan apa saja yang telah dibuat perusahaan anda untuk memastikan bahwa karyawan dan karyawan subkontraktor yang baru telah diberi dan menerima informasi mengenai bahaya khusus yang timbul dari sifat pekerjaan? Pelatihan apa yang telah anda berikan untuk memastikan bahwa semua karyawan mengetahui semua persyaratan-persyaratan Perusahaan? Lampirkan : Analisa Risiko, Induksi K3PL, Safety Contact, Sosialisasi K3PL, Sertifikat pelatihan dan lain-lain

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 29 of 35

D. Pelatihan Khusus 1. Bagaimanakah anda telah mengidentifikasi lokasi dalam operai anda di mana pelatihan khusus diperlukan untuk menghadapi bahaya yang mungkin terjadi?berikan daftar dan rincian dari pelatihan yang diberikan? Lampirkan : List bahaya dan program pelatihan seperti : first aid, fire fighting. 2. Jika suatu pekerjaan khusus melibatkan radoaktif, pembuangan asbes, bahan kimia atau bahaya kesehatan kerja lainnya, bagaimana bahaya tersebut diidentifikasi, dinilai dan diatasi ? Lampirkan : prosedur JSA, Contoh implemensinya, sertifikat K3PL E. Karyawan yang mempunyai kemampuan K3PL Pelatihan Tambahan Apakah perusahaan anda memperkerjakan staf yang memiliki qualifikasi K3PL yang ditujukan untuk memberikan keselamatan apa yang dipunyai oleh staf anda ? jelaskan ! Lampirkan : Sertifikat, Program Pelatihan. F. Standar yang digunakan 1. Di mana anda menjelaskan standar yang anda tuntut agar dipenuhi? Lampirkan : standar yang digunakan 2. Bagaimana caranya anda memastikan standar-standar ini dipenuhi dan diperiksa? Lampirkan : Observasi, Inspeksi yang dilakukan 3. Bagaimana anda mengenali standar-standar industri dan aturan baru yang mungkin berlaku bagi aktifitas anda? Lampirkan : daftar dan standar yang menjadi acuan 4. Adakah struktur menyeluruh untuk membuat, mempengaruhi dan menyebarkan standar? Lampirkan : surat, email, tanda terima 5. Buatlah daftar prosedur/panduan K3PL anda, serta copy yang terbaru! Lampirkan :Manual K3PL, Prosedur yang ada

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 30 of 35

IV.

PENGELOLAAN BAHAYA DAN DAMPAK A. Penanganan Bahaya dan Dampak Teknik apa yang anda gunakan dalam perusahaan anda untuk mengidentifikasi, menilai, mengawasi dan mengurangi bahaya dan dampak? Lampirkan : Prosedur Penanganan Bahaya, Contoh Penanganan Bahaya, dan lain-lain B. Paparan Bahaya Sistem apa yang ada untuk memantau paparan pekerja anda terhadap bahan kimia atau unsur-unsur fisik? Lampirkan : Contoh Inspeksi. C. Penanganan Potensi Bahaya Bagaimana pekerja anda diberitahu mengenai bahaya yang mungkin timbul seperti bahan kimia, kebisingan? Lampirkan : Memo, Notulen rapat terkait.

D. Alat Pelindung Diri (APD) 1. Pengaturan apa yang dimiliki perusahaan anda untuk pengadaan dan pemberian alat pelindung dan pakaian kerja baik standar maupun yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan khusus? Lampirkan: Prosedur Pemakaian APD, Pencatatan dan Pemeliharaan APD 2. Apakah anda menyediakan PPE yang sesuai untuk karyawan anda? Berikan daftar PPE untuk lingkup kerja ini. Lampirkan : Daftar Penerima PPE E. Penanganan Limbah (Jika ada) 1. Sistim apa yang ada untuk identifikasi, klasifikasi, pengurangan dan penanganan limbah? Lampirkan : Prosedur penganganan limbah

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 31 of 35

2. Berikan jumlah kecelakaan yang menyebabkan kerusakan lingkungan dalam jumlah yang melebihi Rp. 50,000.000,- untuk 24 bulan terakhir. Lampirkan : Laporan Kecelakaan V. PROSEDUR DAN MANUAL K3PL A. Prosedur K3PL atau Manual Operasi 1. Apakah anda mempunyai buku panduan K3PL perusahaan atau buku panduan operasi yang sesuai dengan aturan-aturan K3PL yang dijelaskan secara rinci dalam cara kerja K3PL dan aturan keselamatan yang disahkan oleh perusahaan seperti yang menyangkut perancah, alat pengangkat, alat-alat berat, bejana tekan atau penggalian? Ya Tidak Jika jawabannya Ya, Lampirkan rekaman dari dokumen pendukungnya 2. Bagaimana anda memastikan bahwa cara kerja dan prosedur yang digunakan oleh karyawan di lapangan konsisten dengan tujuan dan pengaturan kebijakan K3PL anda? Lampirkan : Ijin Kerja, Buku Saku K3PL

B. Pengawasan dan Perawatan Peralatan 1. Bagaimana anda memastikan bahwa plant dan peralatan yang digunakan di wilayah kerja anda, lokasi atau pada lokasi lain oleh karyawan anda, didaftarkan, disertifikasi sesuai tuntutan peraturan, diinspeksi, diawasi dan dirawat dengan benar dan dalam kondisi kerja yang baik? Lampirkan: Jadwal Pemeliharaan & Sejarah Pemeliharaan

C. Penanganan dan Perawatan Keselamatan Transportasi 1. Pengaturan apa yang dimiliki perusahaan anda untuk pencegahan kecelakaan kendaraan? Lampirkan: Ref procedures, poster & driving safety check list. VI. IMPLEMENTASI DAN PEMANTAUAN KINERJA K3PL A. Manajemen K3PL dan Pemantauan Kinerja

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 32 of 35

1. Pengaturan apa yang dimiliki perusahaan anda untuk pengawasan dan pemantauan kinerja K3PL? Lampirkan: Jadwal Rapat dan Pembicara, Notulen Rapat dan Topik 2. Kriteria kinerja seperti apa yang digunakan dalam perusahaan anda? Berikan contoh! Lampirkan : prosedur 3. Pengaturan apa yang dipunyai perusahaan anda untuk menyampaikan setiap hasil dan temuan dari pengawasan dan pemantauan kepada : a. Base management anda? b. Karyawan lapangan? 4. Pernahkah perusahaan anda menerima penghargaan untuk prestasi kinerja K3PL? Ya Belum Lampirkan: rekaman penghargaan

B. Program Keselamatan 1. Apakah anda menyelenggarakan safety meeting ditempat anda sendiri ? Ya Tidak Jelaskan frekwensi, peserta, dan topiknya ! Lampiran: sama dengan 6.1 2. Apakah anda mengorganisir kampanye untuk menstimulir cara kerja yang aman ? Ya Tidak Kalau Ya, berikan rincian ! Lampirkan: Daftar Hadir Peserta Sosialisasi, poster, nama penerima penghargaan C. Kinerja K3PL 1. Apakah anda menyimpan catatan mengenai insiden dan kinerja K3PL anda untuk lima tahun terakhir ?

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 33 of 35

Ya Tidak Jika Ya, berikan yang berikut ini : a. Number of Fatalities/Jumlah Korban b. Lost Time Injuries c. Lost Time Injury Frequency d. Lost Workday Cases/Kasus Kehilangan Jam Kerja e. Medical Treatment Cases/Kasus Tindakan Medis f. Total Recordable Incident Rate for Each Year Sertakan definisi perusahaan anda mengenai istilah-istilah diatas dalam lembaran terpisah ! Lampirkan: definisi dalam prosedur 2. Bagaimana kinerja kesehatan didokumentasikan ? Lampirkan: dokumentasi kinerja kesehatan 3. Bagaimana kinerja lingkungan didokumentasikan ? Lampirkan: dokumentasi kinerja. 4. Setiap berapa lama kinerja K3PL anda ditinjau ? Oleh siapa ? Lampirkan: dokumentasi hasil pengkajian yang dilakukan. D. Investigasi Kecelakaan dan Pelaporan 1. Apakah anda mempunyai prosedur untuk investigasi, pelaporan, dan tindak lanjut insiden, kejadian berbahaya atau penyakit ditempat kerja ? Lampirkan: prosedur Investigasi, pelaporan dan tindak lanjut insiden. 2. Bagaimana temuan dari investigasi maupun insiden lain yang relevan yang terjadi ditempat lain dikomunikasikan kepada karyawan anda ? Lampirkan: dokumentasi distribusi, apakah melalui Papan Pengumuman, Daftar Laporan, Notulen Rapat? 3. Apakah pembelajaran keselamatan dari near miss dilaporkan ? Lampirkan: dokumentasi pelaporan, sample of near miss report 4. Sediakan rekaman dari laporan investigasi untuk dua belas bulan terakhir !

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 34 of 35

Lampirkan : laporan investigasi yang dilakukan selama 12 bulan terakhir VII. AUDIT DAN PENGKAJIAN K3PL 1. Apakah anda mempunyai kebijakan tertulis mengenai audit K3PL ? Ya Tidak Lampirkan : rekaman prosedur audit. K3PL 2. Bagaimanakah kebijakan tersebut menjelaskan standar audit, termasuk mengenai tindakan yang tidak aman dan kualifikasi untuk auditor ? Lampiran: Audit yang dilakukan 3. Apakah rencana K3PL perusahaan anda menyertakan jadwal audit ? Ya Tidak Bidang audit mana yang dicakup ? Lampiran: Ref Rencana K3PL Tahun Berjalan (rekaman)

4. Bagaimana efektifitas auditing diperiksa, dan bagaimana manajemen melaporkan dan menindaklanjuti hasil audit ? Lampirkan: dokumentasi tindak lanjut terhadap audit/inspeksi yang dilakukan, Laporan/rekaman VIII. PROSEDUR TANGGAP DARURAT 1. Apakah anda mempunyai rencana tanggap darurat ? Ya Tidak Berikan daftar prosedurnya! Jelaskan bagaimana kesiapan darurat dijaga dan bagaimana struktur komando dalam keadaan darurat. Lampirkan: Prosedur, Organisasi Tanggap Gawat dan Uraian tanggung jawab masing-masing personil?

IX. PENGELOLAAN K3PL PROGRAM-PROGRAM TAMBAHAN 1. Jelaskan sifat dan sejauh mana partisipasi anda dalam organisasi yang relevan dengan industri, perdagangan dan pemerintahan ? Lampiran : Program K3PL tambahan yang dilakukan.

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk.

SBU DISTRIBUSI WILAYAH 1 JAWA BAGIAN BARAT

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA KONSTRUKSI DAN PEMELIHARAAN No. Dokumen. SBU 1 -ALL-N-SP-003 Rev. 1 Page 35 of 35

2. Apakah perusahaan anda mempunyai program lain atau kepesertaan dalam sistim ataupun program K3PL lain yang belum dicantumkan pada tanggapan anda dalam kuestioner ? Lampirkan: Kartu Keanggotaan K3PL atau Sertifikat