Anda di halaman 1dari 13

BIDAN SHOP

Rabu, 05 Mei 2010


KISTA OVARIUM
02:28 Diposkan oleh Febri

Jumlah diagnosa kista ovarium meningkat seiring dengan pemeriksaan fisik dan penggunaan ultrasound (USG) secara luas. Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista neoplastik. Tentang neoplastik belum ada klasifikasi yang dapat diterima oleh semua pihak. Hal ini terjadi karena klasifikasi berdasarkan histopatologi dan embriologi belum dapat diberikan secara tuntas berhubung masih kurangnya pengetahuan mengenai asal-usul beberapa kista. Pengertian a. Menurut (Winkjosastro, et. all, 1999) kistoma ovarii merupakan suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik atau padat, jinak atau ganas. Dalam kehamilan, tumor ovarium yang dijumpai yang paling sering ialah kista dermoid, kista coklat atau kista lutein. Tumor ovarium yang cukup besar dapat menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalanghalangi masuknya kepala ke dalam panggul. b. Kista Ovarium yaitu suatu kantong abnormal yang berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Tumor ovarium non neoplastik. a. Kista folikel b. Kista korpus lutein c. Kista teka lutein

d. Kista inklusi germinal e. Kista endometrium Kista yang paling sering ditemukan adalah kista korpus lutein dan folikel. Insidens dan Epidemiologi Pada sebagian besar kanker ovarium berbentuk tumor kistik (kista ovarium) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini awalnya bersifat asimptomatik dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastasis, sehingga 60% - 70% pasien datang pada stadium lanjut, sehingga penyakit ini disebut juga sebagai silent killer Pemeriksaan USG transvaginal ditemukan kista ovarium pada hampir semua wanita premenopouse dan terjadi peningkatan 14,8% pada wanita post menopouse. Kebanyakan dari kista tersebut bersifat jinak. Kista ovarium fungsional terjadi pada semua umur, tetapi kebanyakan pada wanita masa reproduksi. Dan kista ovarium jarang setelah masa menopouse. Etiologi Sampai sekarang ini penyebab dari Kista Ovarium belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa teori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan dalam mekanisme umpan balik ovarium-hipotalamus. Beberapa dari literatur menyebutkan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium adalah gagalnya sel telur (folikel) untuk berovulasi. Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang berbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, karena itu terbentuk kista di dalam ovarium. Faktor yang menyebabkan gejala kista meliputi; 1. Gaya hidup tidak sehat. Diantaranya; 1. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat 2. Zat tambahan pada makanan 3. Kurang olah raga 4. Merokok dan konsumsi alkohol 5. Terpapar dengan polusi dan agen infeksius 6. Sering stress 2. Faktor genetic. Dalam tubuh kita terdapat gen gen yang berpotensi memicu kanker, yaitu yang disebut protoonkogen, karena suatu sebab tertentu, misalnya karena makanan yang bersifat karsinogen ,polusi, atau terpapar zat kimia tertentu atau karena radiasi, protoonkogen ini dapat berubah menjadi onkogen, yaitu gen pemicu kanker. Anatomi dan Histologi Anatomi

Indung telur pada seorang wanita dewasa sebesar ibu jari tangan dan terletak di kiri dan di kanan, dekat pada dinding pelvis di possa ovarika. Ovarium berhubungan dengan uterus dengan ligamentum ovarii proprium. Pembuluh darah kedua ovarium melalui ligamentum suspensorium ovarii. Ovarium terletak pada lapisan belakang ligamentum latum. Sebagian besar ovarium berada intraperitoneal dan tidak dilapisi oleh peritoneum. Bagian ovarian kecil berada dalam ligamentum latun (hilus ovarii). Disitu masuk pembuluh-pembuluh darah dan saraf ke ovarium. Lipatan yang menghubungkan lapisan belakang ligamentum latum dan ovarium dinamakan mesovarium. Histologi Bagian ovarium yang berada di dalam cavum peritonei dilapisi oleh epitel kubik-silindrik, disebut epithelium germinativun. Dibawah epitel ini terdapat tunika albuginea dan di bawahnya lagi baru ditemukan lapisan tempat folikel folikel primordial. Pada wanita diperkirakan terdapat banyak polikel. Tiap bulan satu folikel, kadang-kadang dua folikel, berkembang menjadi folikel de graaf. Folikel-folikel ini merupakan bagian ovarium yang terpenting, dan dapat ditemukan di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam, dan pula dalam tingkat tingkat perkembangan dari satu sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai folikel de graaf yang matang. Folikel yang matang ini terisi dengan likuour folikuli yang mengandung estrogen, dan siap untuk berovulasi. Patofisiologi Fungsi Ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormon dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium karena itu terbentuk kista di dalam ovarium dan menyebabkan kemandulan pada wanita. Kista ovarium dibagi beberapa tipe : 1. Kista Fungsional Tipe terbanyak dari kista ovarium adalah kista fungsional, biasa disebut kista fisiologik berarti tidak patogenik. Kista ini terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal menstruasi. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2-3 siklus menstruasi. Terdapat 2 macam kista fungsional : kista folikuler dam kista korpus luteum. a. Kista Folikuler Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi bilamana ada rangsangan LH (luteinizing Hormon). Pengeluaran hormon diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalanannya ke saluran telur untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang

menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus menstruasi. b. Kista Korpus luteum Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian beraksi terhadap LH dengan menghasilkan hormon Estrogen dan progesteron dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut sebagai korpus luteum. Tetapi kadang-kadang setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4-9 inci (10 cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista ini dapat pecah dan menyebabkan perdarahan intestinal dan nyeri tajam yang tiba-tiba. 2. Kista Dermoid Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masa kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandunngan ibunya. Kista ini biasanya sering tidak membawa gejala, tetapi dapat bertambah besar dan menimbulkan nyeri. 3. Kista Endometriosis Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus, echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat. 4. Kista Adenoma Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista adenoma dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu organ perut lainnya. 5. Polikistik Ovarium Ovarium berisi banyak kista yang terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal. Terutama hormon androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar yang tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga menimbulkan masalah fertilitas. Diagnosis Gambaran Klinik Kista ovarium menimbulkan gejala nyeri jika terdorong ke struktur disekitarnya, ruptur, perdarahan. Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh kista ovarium adalah: a. Haid yang tidak teratur b. Nyeri pinggul, bersifat tumpul yang menetap atau intermittent yang menjalar ke belakang dan paha c. Nyeri jika bersenggama d. Nyeri pergerakan perut e. Mual, muntah, perut terasa penuh

f. Tekanan pada dubur dan kandung kemih (sulit buang air kecil) Gambaran Radiologi 1. USG Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi dari pada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali . Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20-20.000 Cpd (cicles per detik = Hz). Masing-masing jaringan tubuh mempunyai impedence acustic tertentu. dalam jaringan yang heterogen akan ditimbulkan bermacam-macam echo, disebut anechoic atau echofree atau bebas echo. Suatu rongga berisi cairan bersifat anechoic, misalnya kista, asites, pembuluh darah besar, perikardial, atau pleural efusion. Pada USG kista ovarium akan terlihat sebagai struktur kistik yang bulat (kadang-kadang oval) dan terlihat sangat echolucent dengan dinding dinding yang tipis/tegas/licin, dan di tepi belakang kista nampak bayangan echo yang lebih putih dari dinding depannya. Kista ini dapat bersifat unillokuler (tidak bersepta) atau multilokuler (bersepta-septa). Kadang-kadang terlihat bintik-bintik echo yang halus-halus (internal echoes) di dalam kista yang berasal dari elemen-elemen darah di dalam kista. Transabdominal Sonogram Transabdominal ultrasonography lebih baik dibandingkan endovaginal ultrasonography untuk mengevaluasi besarnya massa serta struktur intra abdominal lainnya, seperti ginjal, hati, dan asites. Syarat pemeriksaan transabdominal sonogram dilakukan dalam keadaan vesica urinaria terisi/penuh. Endovaginal Sonogram Pemeriksaan ini dapat menggambarkan/memperlihatkan secara detail struktur pelvis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara endovaginal. Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan vesica urinaria kosong. Kista Endometriosis Menunjukkan karakteristik yang difuse, low level echoes pada endometrium, yang memberikan gambaran yang padat. Polikistik Ovarium Menunjukkan jumlah folikel perifer dan hiperechoid stroma. 2. MRI Gambaran MRI lebih jelas memperlihatkan jaringan halus dibandingkan dengan CT-scan, serta ketelitian dalam mengidentifikasi lemak dan produk darah. CT-Scan dapat pemberian petunjuk tentang organ asal dari massa yang ada. MRI tidak terlalu dibutuhkan dalam beberapa/banyak kasus. USG dan MRI jauh lebih baik dalam mengidentifikasi kista ovarium dan massa/tumor pelvis dibandingkan dengan CT-Scan. Diagnosis Banding Diagnosis pasti tidak dapat dilihat dari gejala-gejala saja. Karena banyak penyakit dengan gejala

yang sama pada kista ovarium, adalah ; a. Inflamasi Pelvic (PID) Pada pemeriksaan endovaginal sonogram, memperlihatkan secara relative pembesaran ovarium kiri (pada pasien dengan keluhan nyeri). b. Endometriosis Pada pemeriksaan endovaginal sonogram tampak karakteristik yang difus, echo yang rendah sehingga memberikan kesan yang padat. c. Kehamilan Ektopik Pada pemeriksaan endovaginal sonogram memperlihatkan ring sign pada tuba, dengan dinding yang tebal disertai cairan yang bebas disekitarnya. Tidak ada pembuahan intrauterine. d. Kanker ovarium Pada pemeriksaan transvaginal ultrasound di dapatkan dinding tebal dan ireguler Penatalaksanaan Kebanyakan pasien dengan kista ovarium simple berdasarkan hasil pemeriksaan USG tidak dibutuhkan pengobatan. Penatalaksanaan yang dapat diberikan: Pendekatan Jika wanita usia reproduksi yang masih ingin hamil, berovulasi teratur dan tanpa gejala, dan hasil USG menunjukkan kista berisi cairan, dokter tidak memberikan pengobatan apapun dan menyarankan untuk pemeriksaan USG ulangan secara periodic untuk melihat apakah ukuran kista membesar. Pendekatan ini juga menjadi pilihan bagi wanita pascamenopouse jika kista berisi cairan dan diameternya kurang dari 5 cm. Pil Kontrasepsi Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista. Pembedahan Jika kista tidak menghilang setelah beberapa episode menstruasi, semakin besar, lakukan pemeriksaan ultrasound, nyeri, pada masa postmenopouse, dokter harus segera mengangkatnya. Ada 2 tindakan bedah yang utama, yaitu: Laparoskopi dan Laparatomy. Prognosis Prognosis untuk kista jinak baik. Walaupun penanganan dan pengobatan kanker ovarium telah dilakukan dengan prosedur yang benar namun hasil pengobatannya sampai sekarang ini belum sangat menggembirakan termasuk pengobatan yang dilakukan di pusat kanker terkemuka di dunia sekalipun. Angka kelangsungan hidup 5 tahun (5 Years survival rate) penderita kanker ovarium stadium lanjut hanya kira-kira 20-30%, sedangkan sebagian besar penderita 60-70% ditemukan dalm keadaan stadium lanjut sehingga penyakit ini disebut juga dengan silent killer. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi pada kista ovarium: a. Perdarahan ke dalam kista yang terjadi sedikit-sedikit, sehingga berangsur-angsur menyebabkan pembesaran kista, dan hanya menimbulkan gejala-gejala klinik yang minimal. Akan tetapi jika perdarahan terjadi dalam jumlah yang banyak akan terjadi distensi yang cepat

dari kista yang menimbulkan nyeri perut yang mendadak. b. Torsio. Putaran tangkai dapat terjadi pada ksta yang berukuran diameter 5 cm atau lebih. Putaran tangkai menyebabkan gangguan sirkulasi meskipun gangguan ini jarang bersifat total. c. Kista ovarium yang besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan dapat menekan vesica urinaria sehingga terjadi ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih secara sempurna. d. Massa kista ovarium berkembang setelah masa menopouse sehingga besar kemungkinan untuk berubah menjadi kanker (maligna). Faktor inilah yang menyebabkan pemeriksaan pelvic menjadi penting
DAFTAR PUSTAKA 1. Armstrong, P., Pemale Genital tract in Diagnostic Imaging Fifth Edition, Blackwell Publishing, Australia, 2004, hal.263-273 2. Bourgan D.R., Ectopic Pregnancy. [online]. 2005 Des. 2. [cited 2007 Des.12]. Available from: http://www.emedicine./com. 3. Daly S., Endometrioma/Endometriosis. [online]. 2007 August 16. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.emedicine.com 4. De Jong, W., Tumor Ovarium dalam Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: EGC. 2003:729-730 5. Helm W.,Ovarian Cysts. [online]. 2005 Sept 16. [cited 2007 Des. 07]. Available from: URL:http://www.emedicine.com 6. Kistoma Ovari. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.google.com 7. Kumar, Robins. Ovarium dalam Buku Ajar Patologi II Edisi 4. Jakarta: EGC.2002 : 390-393 8. Marrinan G., Ovarian Cysts, Radiology>Obstetric/Gynecologic. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 05] Available from: http://www.emedicine./com. 9. Mudgil S.,Pelvic Inflamatory Desease. [online]. 2007 Aug. 13. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.emedicine.com 10. Putz, R. dan R. Pabst, Atlas Anatomi Manusia Sobotta Jilid 2, EGC, Jakarta, 2000, hal.195, 197 11. Rasad S., Ultrasonografi dalam Radiologi Diagnostik Edisi Kedua, editor: ekayuda I. Jakarta: FKUI 2005:453-455 12. Sindroma Ovarium Polikistik. [online]. 2006. [cited 2007 Des. 12]. Available from: URL:http://www.medicastore.com 13. Sue E, Hueter. Benign Ovarian cysts in understanding pathofisiology. the 3th edition, Philadelphia, 2004 : 902-903 14. Sutton, D., Textbook of Radiology and Imaging Volume II Seventh Edition, Elsevier, USA, 2003: 1218-1231 15. Staf C.M., Ovarian Cysts. [online]. 2007. [cited 2007 Des. 07] Available from: http://www.mayoclinic./com 16. Wikipedia. Ovarian Cysts. [ cited 2007 Des. 07] Available from : the term of the GNU free documents license.co.id 17. Wiknjosastro H. Anatomi Panggul dan Isinya Dalam Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2005: 13-14 18. Wiknjosastro H. Tumor Jinak Pada Alat Genital Dalam Buku Ilmu Kandungan Edisi 2., editor: Saifuddin A.B,dkk. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2005: 345-346 19. http://www.irwanashari.com/2008/06/kista-ovarium.html

Related Posts by Categories


Patologi Kebidanan

KEHAMILAN DENGAN ASMA BRONKHIAL SISTEM RUJUKAN UNTUK KASUS PATOLOGIS DAN KEGAWATDARURATAN SOLUSIO PLASENTA DETEKSI DINI PENYULIT PERSALINAN (PEMANTAUAN PARTOGRAF)

Widget by Scrapur Label: Patologi Kebidanan

1 komentar: obat alami kista miom on 7 Februari 2011 08:49 mengatakan... Info yg bagus, terima kasih. Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Cari Isi Blog disini

Kontak saya
Phone: 0821-6245-4205 bidanshop@yahoo.com

Komentar yuk..
<a href="http://www5.shoutmix.com/?febrikk">View shoutbox</a> ShoutMix chat widget

Home

Beranda

Daftar Isi
Lihat Isi Blog disini

Labels

About Me (4) AKBID NUSANTARA 2000 (2)

AKBID RS.HAJI MEDAN (1) Askeb Kebidanan (1) askeb nifas (7) Bayi dan balita (15) BIDAN Story (29) D4 KEBIDANAN RS.HAJI (3) D4 KEBIDANAN USU (9) Dokumentasi kebidanan (5) Etika Kebidanan (2) Jurnal (1) KB (1) KDPK (3) kebidanan (20) Kebidanan Komunitas (2) kehamilan (65) kesehatan reproduksi (15) Komunikasi dan konseling (11) konsep kebidanan (16) Leaflet Kesehatan (3) Metode belajar (2) Metode Penelitian (17) Motivasi (12) NOVEL Bidan (9) Patologi Kebidanan (5) persalinan (24) Sekilas Info (7) Tugas Mahasiswa (5) Video (8) Wanita (7)

Arsip Blog

2011 (40) o Nov 2011 (2) KISI-KISI UTS "KONSEP KEBIDANAN" BAHAGIANYA MENDAPAT DAGING KURBAN o Okt 2011 (15) UJIAN UTS D4 KEBIDANAN USU MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN ASUHAN BAYI BARU LAHIR DAN BALITA BERDASARKAN EVID... ASUHAN BBL DAN BALITA BERDASARKAN EVIDANCE BASE SUPPORT SISTIM DALAM ASUHAN POSTNATAL SUPPORT SYSTEM DALAM ASUHAN POST NATAL

o o

o o

A. DETEKSI DINI KOMPLIKASI MASA POST NATAL (MASA N... DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA IBU MASA NIFAS TUGAS KELOMPOK D4 KEBIDANAN RS.HAJI MEDAN JANGAN MENYERAH.. TUGAS ASKEB IBU D4 KEBIDANAN USU Breaking time...Mahasiswi D4 bidan RS.Haji Pert 1: PENGERTIAN (ETIKA, ETIKET, MORAL, HUKUM) Tugas Kelompok Seminar Mahasiswa semester III...breaking time Sep 2011 (1) WELCOME BY BIDAN SHOP Mar 2011 (2) INFO S2 KEBIDANAN 2011 SEKS YANG AMAN DALAM KEHAMILAN Feb 2011 (1) BIDAN PALESTINA: MASIH PRAKTIK DI USIA 110 TAHUN Jan 2011 (19) PELUANG USAHA BIDAN (JASA BIDAN PRAKTEK SWASTA) SELAMA KULIAH DI KEBIDANAN, BERAPA KALI KAMU MENOL... PERMENKES NO. 1464 TENTANG IZIN DAN PENYELENGGARAA... S1 KEBIDANAN DI OTAGO POLYTECHNIC SELANDIA BARU S1 KEBIDANAN DI AUSTRALIA POSTER PERAWATAN BAYI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR BERIKAN ASI EKSKLUSIF SAMPAI BAYI BERUSIA 6 BULAN INFORMED CHOICE (PPT) LEGISLASI, REGISTRASI DAN LISENSI PRAKTEK KEBIDANA... INFORMED CONSENT (PPT) ETIKA PADA KASUS BAYI TABUNG (PPT) ETIKA PADA KASUS BAYI ADOPSI (PPT) VIDEO MOTIVASI: SAAT KESEDIHAN DATANG VIDEO MOTIVASI: FILM TERBAIK VIDEO MOTIVASI: HIDUP ADALAH PERJUANGAN VIDEO MOTIVASI: PERCAYA PADA DIRI DAN ABAIKAN MERE... MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJARAN KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN

2010 (202) o Des 2010 (18) PERSALINAN LETAK SUNGSANG FERTILISASI STASION DALAM PERSALINAN KONSEP DIRI DALAM KOMUNIKASI KOMUNIKASI EFEKTIF

o o o o o o

o o

BENTUK KOMUNIKASI KONSEP DASAR KOMUNIKASI VIDEO ANIMASI PERSALINAN NORMAL VIDEO MEMASANG KATETER PADA WANITA TEKNIK CUCI TANGAN 7 LANGKAH Nov 2010 (2) Okt 2010 (12) Sep 2010 (5) Jul 2010 (1) Jun 2010 (5) Mei 2010 (29) PENJARA PIKIRAN SUPLEMEN FOLAT MENURUNKAN RISIKO TERLEPASNYA PLASE... SOLUSIO PLASENTA BIDAN SUKSES MASUK PARLEMEN KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI/ PROFESIONALISME KEBIDANAN SEBAGAI PROFESI SEORANG BIDAN YANG BERJUANG MENEMBUS ADAT BADUY PCOS (SINDROM OVARIUM POLIKISTIK) PARADIGMA ASUHAN KEBIDANAN BIDAN PEJALAN KAKI KAMPUNG-KAMPUNG TERPENCIL PAPUA... SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KEBIDANAN DI AMERIKA CATATAN BIDAN DASAR, FOKUS DAN TUJUAN DALAM TEORI KEBIDANAN LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN GOSSIP BIDAN REVITA, KISAH SEORANG BIDAN DESA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN SITA HANDPHONE MAHASISWA, DOSEN AKBID DIADILI TIDAK BENAR BAYI ASI EKSKLUSIF RENTAN TERKENA ANEM... PERUBAHAN FISIOLOGIS KALA I PERSALINAN GENTLE BIRTH: PILIHAN PERSALINAN MASA KINI HIDUP SEPERTI WARUNG MAKAN KONSEP DASAR PERSALINAN BIDAN TIDAK BOLEH PASANG KB BIDAN MENGABDI TANPA PAMRIH KISTA OVARIUM PENGGUNAAN KONDOM KATETER PADA PENANGANAN PERDARAH... SHARING MELAHIRKAN DI BIDAN MEMENJARAKAN MANTRI DAN BIDAN DESA Apr 2010 (37) Mar 2010 (21)

o o

Feb 2010 (23) Jan 2010 (49)

2009 (66) o Des 2009 (66)

Tentang Saya

Febri Febrina OK SST.,MKeb. Alumni D3 Kebidanan Poltekes Medan, D4 Kebidanan USU, dan S2 Kebidanan Unpad Bandung. Bekerja sebagai staf pengajar bidan dan bidan mandiri. Semoga blog ini dapat bermanfaat dan menjadi ladang ibadah..amin (Phone: 0821-6245-4205 - email: bidanshop@yahoo.com) Lihat profil lengkapku

POLLING
24725

My Ballot Box Alasan mau Kuliah Kebidanan (d3, d4, atau S1 kebidanan)

Keinginan Sendiri Dipaksa Ortu Mudah dapat Jodoh Mudah bekerja Cepat Kaya Tidak punya cita-cita
Submit Vote

View Results

Yang lagi baca..

FaceBook

Kampus Bidan

Buat Lencana Anda

Friends..

Copyright 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez