Anda di halaman 1dari 11

KERUSAKAN ALAM AKIBAT MANUSIA

BANJIR

Kelompok Geografi
GYANNIE CRASSELIA NOVIA DWI MAHARANI

Pengertian
Aliran air sungai yang tingginya melebihi muka air

normal sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan ada genangan di sisi sungai. Aliran air limpasan tersebut yang semakin meninggi, mengalir dan melimpasi muka tanah yang biasanya tidak dilewati aliran air. Gelombang banjir berjalan ke arah hilir sistem sungai yang berinteraksi dengan kenaikan muka air di muara sungai akibat badai.

Faktor - faktor
Faktor alam adalah hujan deras yang tiada henti-

hentinya yang pada akhirnya air yang terlalu banyak tidak dapat ditampung pada akar-akar tumbuhan yang menyebabkan banjir. Faktor dari ulah manusia adalah penebangan hutan secara liar, sehingga pohon-pohon yang dapat menyimpan air menjadi berkurang dan airpun mengalir menuju satu titik, yaitu banjir. Lalu membuang sampah sembarangan yang menyebabkan air tidak dapat mengalir, kemudian menjadi banyak dan airpun tidak dapat ditahan lagi oleh sampah-sampah itu dan terjadilah banjir. Yang terakhir adalah pembakaran hutan yang sama halnya dengan penebangan hutan secara liar.

Penyebab
Penyebab banjir antara lain: 1. semakin luasnya hutan yang gundul 2. curah hujan yang berlebihan 3. kurangnya daya resap air ke dalam pori-pori tanah 4. pembuangan sampah di sungai 5. sistem drainase yang kurang baik 6. jebolnya waduk atau tanggul, dan lain sebagainya.

Dampak
1. Mendatangkan kerugian yang berupa harta, benda, dan mungkin saja jiwa 2. Merusak sarana dan prasarana umum, misalnya jalan raya yang rusak, jembatan hancur, dan lain sebagainya 3. Jika menerjang areal pertanian akan menyebabkan gagal panen 4. Masyarakat akan kesulitan mendapatkan air bersih 5. Daerah pemukiman penduduk yang terkena banjir akan menjadi mudah sebagai media penyakit perut dan penyakit kulit.

Penanggulangan
1. mengadakan reboisasi, yaitu penanaman kembali pohon-pohon di wilayah yang sudah terlanjur gundul 2. membuat bendungan atau waduk 3. di kawasan kota menggunakan sistem drainase yang tepat 4. pembuatan tanggul-tanggul di pinggir sungai 5. peningkatan kesadaran penduduk dalam upaya untuk memelihara lingkungan hidup.

Artikel Banjir
Banjir Jakarta 2007 adalah bencana banjir yang menghantam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2007 malam hari. Selain sistem drainase yang buruk, banjir berawal dari hujan lebat yang berlangsung sejak sore hari tanggal 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari, ditambah banyaknya volume air 13 sungai yang melintasi Jakarta yang berasal dari Bogor-PuncakCianjur, dan air laut yang sedang pasang, mengakibatkan hampir 60% wilayah DKI Jakarta terendam banjir dengan kedalaman mencapai hingga 5 meter di beberapa titik lokasi banjir. Pantauan di 11 pos pengamatan hujan milik Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menunjukkan, hujan yang terjadi pada Jumat, 2 Februari, malam lalu mencapai rata-rata 235 mm, bahkan tertinggi di stasiun pengamat Pondok Betung mencapai 340 mm. Hujan ratarata di Jakarta yang mencapai 235 mm itu sebanding dengan periode ulang hujan 100 tahun dengan probabilitas kejadiannya 20 persen.

Banjir 2007 ini lebih luas dan lebih banyak memakan korban manusia dibandingkan bencana serupa yang melanda pada tahun 2002 dan 1996. Sedikitnya 80 orang dinyatakan tewas selama 10 hari karena terseret arus, tersengat listrik, atau sakit. Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007.

Gambar gambar banjir 2007