Anda di halaman 1dari 3

Wajahku Hari Ini

Siapkan kartu dari kertas manila/karton seukuran kartu pos dan gambari di atasnya emosi wajah manusia, misal: emosi wajah tersenyum, marah, cemberut, malu, takut, dan sebagainya. Ada baiknya jumlah kartu lebih banyak dari jumlah peserta, agar setiap orang ada sebuah pilihan. Ajak semua peserta duduk melingkar dan pemimpin permainan meminta setiap orang untuk mengambil satu kartu bergambar emosi wajah. Minta setiap orang mengambil kartu sesuai dengan perasaan yang mereka alami saat ini, beberapa waktu yang lalu atau yang tengah mereka rasakan terus-menerus. Setelah semua mendapatkan kartu tersebut, berikan waktu bagi setiap orang untuk mempelajarinya. Setelah siap, minta setiap orang untuk menceritakan: 1. Mengapa memilih gambar kartu tersebut? 2. Pengalaman apa yang terjadi sesuai gambar kartu tersebut? Apabila ada atau banyak peserta yang kurang bisa bercerita atau mengungkapkan pendapatnya, minta mereka berpasangan dan saling bercerita. Biasanya dalam kelompok kecil, seseorang lebih terbuka untuk bercerita. Di akhir permainan, ajak semua orang untuk merefleksikan apa yang mereka alami: jangan biarkan setiap orang tetap memendam rasa benci, sakit hati, patah semangat, ketakutan atau hal-hal negatif lainnya. Ajaklah setiap orang untuk merubah diri menjadi pribadi yang positif. Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. (Amsal 15:13).

Menjumpai Jonathan Prawira di tengah-tengah hiruk pikuk kota Jakarta, seperti mendatangkan kegembiraan tersendiri. Sikapnya yang ramah, santun dan periang, membuat percakapan bersama Kerygma Teenz, seakan-akan mengalir seperti anak sungai, tiada habis-habisnya. Ko Jo, demikian dia akrab disapa, mulai mengawali kisahnya, bahwa selama ini ia belajar banyak dari sang pemazmur, yakni Raja Daud, untuk menjadi penyembah yang benar. Sebenarnya, menurut Ko Jo, menjadi seorang penyembah tak pernah terbayangkan dalam benaknya. Tapi, panggilan dari Allah terhadap dirinya terasa sangat kuat, pada 1989, dia mengalami kasih yang mula-mula. Sejak saat itu ia mulai belajar banyak lewat lagu bagaimana pujian memiliki kekuatan, penyembuhan juga sarana untuk penyembahan yang benar itu mewartakan kasih-Nya. Sejak saat itulah, Ko Jo menekuni sebagai seorang song writer. Ada orang yang d isentuh dengan pujian tersebut. Buah inilah yang makin menguatkannya, untuk memilih jalan pelayanan ini. Visi saya sebagai song writer adalah menjadikan sebuah kebenaran sebagai hikmat. Hal itu bisa kita dapatkan dari sumber-Nya, melalui membaca Alkitab dan dekat dengan Tuhan, tegas Ko Jo. yang gemar membaca komik ini. Kalau kita ingin sukses, urai Ko Jo kemudian, kuncinya adalah penyembahan kita pada Tuhan juga harus benar. Agar kita tidak jatuh, maka kita harus senantiasa menjaga Firman Tuhan. Kita harus punya impian, sehingga saat ada godaan, kita tetap fokus pada impian atau tujuan hidup kita! Lantas, Ko Jo memaparkan kisah Daud, yang mempunyai sebuah impian. Karena impiannya itu sehingga dia tidak cengeng saat menghadapi singa dan Goliath, malahan menjadi kuat. Tapi saat menjadi raja, Daud menjadi lemah, karena tak ada lagi impian atau tujuan dalam hidupnya. Tapi Daud mau bangkit lagi. Saat penyesalannya datang, ia tetap menjaga hubungannya dengan Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan tetap berkenan pada Daud karena kejujuran hatinya. Daud mau berserah dan mau dibentuk Tuhan, sehingga ia menjadi penyembah yang berkenan bagi Tuhan. Bagi Ko Jo, selalu ada hal-hal baru saat bersama dengan Tuhan. Seperti pujian yang telah ditulisnya, Allah Peduli. Ternyata lagu-lagu rohani tak kalah populer dengan lagu-lagu sekuler. Jadi saya tak perlu masuk dunia sekuler, karena inilah jalan saya. Jangan menjadi domba yang menakutkan, tapi jadilah domba yang memberkati, lewat karya-karya yang memberkati, terang Ko Jo. Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sebuah pujian ternyata juga membawa dampak bagi pendengarnya. Saat seseorang sedang mengalami kegagalan dan jika terus-menerus mendengarkan lagu-lagu yang melemahkan hatinya, maka ia akan terus gagal. Tapi bila ia mendengarkan lagu-lagu yang memberi motivasi, maka ia akan bangkit.

Saya membuat lagu-lagu yang menguatkan karena saya tahu, banyak orang yang butuh dikuatkan. Tekanan hidup yang tinggi saat ini, terkadang membuat banyak orang menyerah. Maka terciptalah lagu Ku Tak Akan Menyerah, Allah Mengerti, Allah Peduli,sebenarnya lagulagu ini berusaha menangkap pesan dari Tuhan, agar bisa membangkitkan banyak orang. Tapi saat ini, banyak umat yang hanya berserah pada Tuhan, tapi tak ada aksinya untuk membawa perubahan. Maka memang kita perlu belajar terus dari Daud, belajar menerima kuasa. Memang menerima Firman Tuhan itu gak gampang dan perlu meminta kekuatan Roh Kudus untuk membantu kita. Lantas kemudian Ko Jo membagikan kunci suksesnya, SMILE. Setting a goal, menetapkan tujuan atau impian hidup kita. Make a plan, merencanakan dan menyerahkannya pada Tuhan. Implement Idea, berjuang dan tak hanya sekadar omong kosong. Learn for experience, belajar terus dari kegagalan. Enjoy the life, menikmati kehidupan. Jadilah penyembah dalam Roh dan kebenaran, penyembah yang benar dapat terlihat dari buahnya. Penyembah yang berkenan pada Tuhan adalah penyembah yang berubah dan menghasilkan buah. Tetaplah nyalakan wifimu (doa) dengan Tuhan, di manapun kalian berada. Keep connect!