Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PJP Asisten : Dr.

Husnawati : Syaefudin

Hari/Tanggal : Jumat, 09 Maret 2012 Waktu : 14.00 17.20

METABOLISME I GLUKOSA DARAH

Kelompok VII :

Resty Chandra D Islamiah Hamami Pertiwi Nisa P.

J3P211020 J3P211022 J3P211026

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIS VETERINER DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

PENDAHULUAN GLUKOSA DARAH Darah merupakan alat transportasi yang vital dalam tubuh makhluk hidup, karena salah satu fungsi darah adalah mengangkut zat-zat yang dibutuhkan tubuh untuk diantar ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh. Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah.Konsentrasi gula darah, atau tingkat glukosa serum, diatur dengan ketat di dalam tubuh.Glukosa yang dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel-sel tubuh. Umumnya tingkat gula darah bertahan pada batas-batas yang sempit sepanjang hari: 4-8 mmol/l (70-150 mg/dl). Tingkat ini meningkat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi hari, sebelum orang makan. Secara garis besar, darah terdiri atas komponen padat [seluler : hemotakrit, eritrosit, leukosit, trombosit] dan komponen cair [ plasma dan serum ]. Bila darah berkoagulasi maka akan terbentuk benang-benang fibrin yang akan menjerat sel-sel darah. Bila koagulum dibiarkan akan mengkerut sehingga cairan akan terlepas keluar, cairan ini berwarna kuning dan disebut serum. Tetapi bila darah dicegah koagulasinya, kemudian disentrifugasi, maka cairan pada tabung dibagian atas yang berwarna kuning disebut plasma, sedangkan yang mengendap dibawahnya adalah sel-sel darah. Jadi perbedaan plasma dengan serum adalah masih adanya fibrinogen dalam plasma. Zat-zat yang terdapat di dalam darah antara lain : protein, lipid, glukosa, vitamin, enzim, oksigen, CO2, kation-kation, anion-anion, benda-benda lain, bilirubin, urea, asam urat, senyawa nitrogen non-protein dll. Pada percobaan ini, kita akan mencoba menentukan adanya glukosa dalam darah ( metode kualitatif ) dan melakukan pengukuran kadar glukosa dalam darah ( metode kuantitatif ). Glukosa dapat diukur dalam darah atau serum keseluruhan (yaitu, plasma).Secara historis, nilai glukosa darah diberikan dalam hal seluruh darah, namun sebagian besar laboratorium sekarang mengukur dan melaporkan tingkat glukosa serum.Karena sel darah merah (eritrosit) memiliki konsentrasi yang lebih tinggi protein (misalnya, hemoglobin) daripada serum, serum memiliki kandungan air lebih tinggi dan glukosa akibatnya lebih terlarut daripada darah.

Untuk mengkonversi dari seluruh glukosa darah, perkalian dengan 1,15 telah terbukti pada umumnya memberikan tingkat serum / plasma. Glukosa darah puasa (GDP) tingkat adalah indikasi yang paling umum digunakan homeostasis glukosa secara keseluruhan, terutama karena peristiwa mengganggu seperti asupan makanan yang dihindari. Kondisi yang mempengaruhi kadar glukosa ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Kelainan dalam hasil tes adalah karena masalah dalam mekanisme kontrol beberapa regulasi glukosa. Respon metabolisme untuk tantangan karbohidrat mudah dinilai oleh tingkat glukosa postprandial diambil 2 jam setelah makan atau beban glukosa. Selain itu, uji toleransi glukosa, yang terdiri dari pengukuran beberapa waktunya setelah sejumlah standar asupan glukosa oral, digunakan untuk membantu dalam diagnosis diabetes.Hal ini dianggap sebagai standar emas uji klinis dari sistem pengendalian insulin / glukosa, tetapi sulit untuk mengelola, membutuhkan banyak waktu dan tes darah diulang.Perhatikan bahwa makanan umum mencakup karbohidrat yang tidak berpartisipasi dalam sistem kontrol metabolik; gula sederhana seperti fruktosa, banyak disaccarhides (yang baik mengandung gula sederhana lainnya dari glukosa atau tidak dapat dicerna oleh manusia) dan gula yang lebih kompleks yang juga tidak dapat dicerna oleh manusia.Dan ada karbohidrat yang tidak dicerna bahkan dengan bantuan bakteri usus, beberapa serat (larut atau tidak larut) adalah kimia karbohidrat. Makanan juga umumnya mengandung komponen-komponen yang mempengaruhi glukosa (gula dan lainnya) pencernaan; lemak, misalnya memperlambat proses pencernaan, bahkan untuk konstituen seperti makanan mudah ditangani sebagai pati. Menghindari efek makanan terhadap pengukuran glukosa darah adalah penting untuk hasil yang dapat diandalkan karena efek-efek yang sangat variabel.

METODE PRAKTIKUM Alat dan Bahan Alat : tabung reaksi, tabung erlenm, tabung folin wu, penangas air, pipet tetes, glukometer, strip test glukosa, lanset steril, kapas alcohol. Bahan : Serum darah, aquadest, larutan asam cuka 2%, indicator klorfenol merah, gliserol, Na2CO3, CuSO4 2,5%, N-Wolframat 10%, H2SO4 0.67%, dan Standar glukosa.

PROSEDUR PERCOBAAN

1. Penentuan Kadar Glukosa dalam Darah Filtrat darah bebas protein yang mengandung gula direaksikan dengan larutan kupitartrt dalam suasana basa. Ion kupri akan direduksi oleh gula menjadi kupro dan mengendap sebagai Cu2O. Dengan menambahkan pereaksi Fosfomolibdat maka Cu2O akan larutan lagi dan warna akan menjadi biru tua karena adanya oksida Mo. Ekstinsi larutan ini dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. Lalu dengan menggunakan hokum LambertBeer dapat ditentukan kadar gula dalam sampel. Kadar gula darah = A sampel x C standar A standar

Pipet 1 ml darah ke dalam Erlenmeyer kecil, tambahkan 7ml akuadest, 1 ml N-wolframat 10% dan 1 ml H2SO 4 0.67 N(tetes demi tetes).

Campurkan baik-baik, biarkan 10 menit, saring dengan kertas saring dan siapkan 3 tabung Folin WU

Isilah ketiga tabung tersebut dengan campuran sebagai berikut :

Bahan Filtrat Standar Glukosa Aquadest Kupritartrat

Tabung a 1 ml 1 ml

Tabung b 1 ml 1 ml

Tabung c 1 ml 1 m1

Ketiga tabungtersebut dipanaskan dalam air mendidih selama 8 menit tepat. Kemudian dinginkan. Encerkan dengan 7 ml aquadest. Tambahkan 1 ml fosmolibdat pada setiap tabung. Baca intensitas warnanya pada panjang gelombang = 660 nm. Hitunglah kadar gula dalam darah dalam mg/100 mldarah atau mg% !

2. Penentuan Kadar Glukosa Darah secara Prick Test Siapkan lanset steril, masukkan dalam pen yang tersedia tekan dan dorong jari probandus kea rah distal sehingga darah berkumpul diujung jari Ujung jari probandus dibersihkan dngan menggunakan kapas alcohol 70% Tempelkan ujungpen pada ujung jaritadi, kemudian tombol ditekan sehingga lanset menusuk ujung jari dan darah keluar Darah yang pertama kali keluar dibuang, gunakan darah yang keluar selanjutnya Kumpulkan darah yang keluar pada test strip, lihat hasilnya. Bersihkan luka dengan kapal alcohol 70%.

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN Tabel 1. Penentuan Kadar Glukosa Darah dengan Metode Folin-Wu Perlakuan Filtrat Standar glukosa Blanko (aquadest) Nilai Absorbansi ( nm ) 59,4 95,8 100 5,6 95,8 100

Contoh perhitungan kadar gula darah : A sample x C standar A standar ket : C standar 0.1 ma/ml

Tabel 2. Penentuan Kadar Glukosa Darah dengan Prick Test Probandus Dhiang Bunga Zulfikar Tika Idzni Resty Anna Dani Wildan Haris Hasil 43 74 86 87 90 101 102 108 116 132

DAFTAR PUSTAKA Andreson, A.K. 1985. Essential of Physilogycal Chemistry. John Wiley. NewYork Mansyur, H.H 2007. Dasar-Dasar Biokimia, Jakarta. Schum, Dorothy E 1992. Intisari Biokimia : diterjemahkan oleh Dr. Moch. Shadikin Dsc. Binarupa Aksara, Grogol, Jakarta Barat.