Anda di halaman 1dari 10

PORIFERA

AHMAD MAULANA H. ANZILIRROHMAH L. FILDA FERONIKA MAYA ANDINI PUTRI SINGGIH (X-6/01 ) (X-6/03) (X-6/09) (X-6/15 ) (X-6/30)

KARAKTERISTIK PORIFERA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Tubuhnya berpori (ostium) Multiseluler (tubuh terdiri dari banyak sel), namun belum membentuk jaringan Bentuk tubuh seperti vas bunga, mangkuk, tabung atau tumbuhan. Sebagian besar habitatnya di laut dangkal (hingga kedalaman 3,5 m), kecuali familia spongilidae hidup di air tawar Tubuhnya simetri radial, dan ada pula yang asimetri Tidak memiliki sistem saraf, pencernaan, peredaran darah dan ekskretoris Diploblastik, (tubuh terdiri dari 2 lapis, yaitu epidermis dan endodermis) Pencernaan makan secara interseluler di dalam koanosit dan amoebosit Rangka tubuh terbuat dari spikula Memiliki 3 tipe saluran air, yaitu: ascon, sycon dan leucon Reproduksi secara seksual dan aseksual

STRUKTUR TUBUH PORIFERA

KLASIFIKASI PORIFERA
Berdasarkan rangka tubuhnya, terbagi menjadi 3 kelas, yaitu Hexactinellida, Demospongia dan Calcarea. 1.Calcarea Merupakan spons yang paling primitif. Rangka tubuh terdiri atas kalsium karbonat, koanositnya besar, biasanya hidup di laut dangkal. Memiliki saluran air tipe ascon dan sycon. Berukuran kurang dari 10 cm. Umumnya berwarna kurang menarik. Contoh: Scypha, Grantia,Leucosolenia, Cerantia, Ceranthrina,dan Sycon gelatinosum

2. Hexactinellida Rangka tubuh terbuat dari silikat/kersik. Spikula berbentuk segi enam (hexa= enam) menyerupai bintang. Ukuran tubuh antara 10 hingga 30 cm. Berwarna pucat. Saluran air tipe sycon. Kebanyakan hidup di laut dalam. Contoh: Euplectella sp., Hyalonema, Pheronema

3. Demospongia Rangka tubuh dari sponging atau campuran antara sponging dan kersik. Bentuk tubuh asimetris. Ukuran tubuh bervariasi mulai hanya beberapa mm hingga 2 m. Umumnya berwarna terang, menarik (kuning, oranye, ungu, merah atau hijau). Saluran air bertipe lucon. Habitatnya mulai perairan tawar hingga air laut. Contoh: Euspongia mollisima, Hypospongia equine, Haliclona, spongilla corteri dan Niphates digitalis.

Berdasarkan jalan masuknya air ke dalam tubuh, Porifera dibedakan menjadi 3 tipe, yaitu: Ascon Ascon merupakan tipe saluran air dimana lubanglubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam). Tipe ini adalah tipe paling sederhana Sycon Sycon merupakan tipe saluran air dimana lubanglubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rangga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Tipe ini dimiliki oleh Scypha. Leucon. Leucon merupakan tipe saluran air dimana lubanglubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubunga langsung dengan spongosol. Tipe ini adalah tipe yang paling kompleks.

REPRODUKSI
Reproduksi Aseksual
Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Dilakukan dengan membentuk tunas pada tubuh induk., lama-kelamaan akan terbentuk koloni porifera. Fragmen-fragmen kecil melepaskan diri dari spons induk, menempel pada substrat, dan tumbuh menjadi spons baru.
Reproduksi aseksual porifera air tawar bisa juga dilakukan untuk mengatasi kondisi lingkungan yang kering dengan pembentukan gemule ( butir benih / tunas internal), yaitu sel amebosit yang dibungkjus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar.Gemule akan terlihat pada saat induk hancur. Jika kondisi lingkungan membaik kemabali, maka lapisan pelindung pecah dan kehidupan dilangsungkan kembali.

2. Reproduksi Seksual Pada umumnya, Porifera adalah hermafrodit (memiliki dua alat kelamin dalam tubuhnya). Porifera memproduksi baik sel telur maupun sel sperma. Masing-masing individu menghasilkan sperma dan ovum. Kedua sel kelamin terbentuk dari perkembangan sel-sel amebosit atau koanosit. Sel-sel sperma dilepaskan ke dalam air, kemudian masuk ke tubuh spons lain bersama aliran air melalui ostium untuk melakukan fertilisasi. Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Larva tersebut akan keluar dari tubuh porifera induk melalui oskulum, kemudian melekat di dasar perairan untuk tumbuh menjadi dewasa.

KEUNTUNGAN PORIFERA
1. Rangka tubuh porifera mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, karena Euspongia mollisima dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami yang harganya mahal ataupun sebagai pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor, hiasan/souvenir, spons mandi (Spongia sp dan Hippospongia sp), Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan untuk mencuci 2. Sebagai pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi sebagai bahan obat-obatan. Misalnya folfariela variabelis. 3. Digunakan sebagai Zat kimia yang diperoleh dari porifera berpotensi sebagai sebagai obat penyakit pernafasan, kardiovaskular, pencernaan, anti-inflamasi, antitumor dan antibiotik. 4. Porifera juga merupakanrumah bagi sejumlah tumbuhan laut berukuran kecil yang biasanya hidup di sekitar pori-porinya 5. Porifera bersimbiosis dengan alga, dimana alga memperoleh keuntungan berupa tempat perlindungan, sedangkan spons memperoleh makanan.