Anda di halaman 1dari 1

Dalam beberapa tahun terakhir , spesies Plasmodium knowlesi (penyebab malaria di antara monyet di kawasan hutan tertentu di Asia

Tenggara) menjadi penyebab malaria pada manusia. WHO merekomendasikan pengobatan dan pencegahan malaria secara intermiten dengan sulfadoksin - pirimetamin untuk wanita hamil yang tinggal di daerah transmisi tinggi yang diberikan pada setiap kunjungan antenatal (setelah trimester pertama). Vaksin terhadap malaria Saat ini tidak ada vaksin yang berlisensi terhadap malaria atau parasit manusia lainnya. Vaksin malaria yang paling maju sekarang adalah RTS , S/AS01 yang dikenal sebagai vaksin terhadap Plasmodium falciparum. Vaksin ini sedang dievaluasi dalam uji coba klinis besar di 7 negara di Afrika . Rekomendasi WHO untuk digunakan akan tergantung pada hasil akhir dari uji coba klinis. Diharapkan dapat selesai pada akhir 2014 sehingga pada tahun 2015 diharapkan vaksin ini dapat direkomendasikan untuk ditambahkan ke alat pengendalian malaria yang ada. Intervensi kunci untuk mengendalikan malaria, meliputi : pengobatan yang tepat dan efektif dengan terapi kombinasi berbasis artemisinin, penggunaan jaring insektisida oleh orang yang berisiko dan penyemprotan residu dalam ruangan dengan insektisida untuk mengendalikan vektor nyamuk. Standar emas untuk diagnosis malaria adalah Smear microscopy. CDC Malaria Aplikasi Peta. Peta ini merupakan Peta interaktif yang menyediakan informasi mengenai endemisitas malaria di seluruh dunia. Sehingga pengguna dapat mencari tahu atau menelusuri negara , provinsi, kota atau nama tempat , untuk mendapatkan informasi tentang malaria di daerah tertentu. Pengguna juga dapat melihat obat-obatan apa saja yang direkomendasikan untuk pencegahan malaria pada daerah tersebut. Obat obat yang digunakan untuk profilaksis malaria, yaitu : Atovaquone-proguanil, Chloroquine phosphate, Doxycycline, Hydroxychloroquine sulfate, Mefloquine dan Primaquine.

123